Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Ketua Prodi PGMI Ikuti Workshop Metodologi Penelitian Fakultas Tarbiyah IAIN Curup
CURUP — Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., mengikuti Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Gedung Kuliah Terpadu (GKT) IAIN Curup, Rabu (16/9/2026).Workshop yang berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026, tersebut mengangkat tema “Penguatan Kompetensi Metodologi Penelitian Dosen dalam Riset Pendidikan: Pendekatan Systematic Literature Review (SLR), Analisis Data Kualitatif Berbasis NVivo, dan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS)”.Kegiatan diikuti sekitar 100 dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Curup serta dihadiri unsur pimpinan institut, pimpinan Fakultas Tarbiyah, ketua program studi, dan tamu undangan lainnya. Keikutsertaan para dosen, termasuk Ketua Prodi PGMI Agus Riyan Oktori, menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik dan kompetensi penelitian dosen di lingkungan Fakultas Tarbiyah.Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Kalam Ilahi, dan doa. Selanjutnya, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan sambutan.Dalam sambutannya, Dekan menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi penelitian dosen sebagai bagian dari penguatan mutu akademik. Menurutnya, dosen tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam proses pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu menghasilkan penelitian yang relevan, berkualitas, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.Ia menjelaskan bahwa workshop dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali dosen dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan penelitian. Penguasaan SLR, NVivo, dan SEM-PLS diharapkan dapat membantu dosen dalam mengembangkan desain penelitian, mengelola literatur, menganalisis data, hingga menghasilkan publikasi ilmiah yang lebih berkualitas.“Penguatan kompetensi metodologi penelitian harus menjadi bagian dari investasi akademik untuk membangun budaya riset yang produktif dan berkelanjutan di Fakultas Tarbiyah,” demikian pokok pesan yang disampaikan Dekan.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Wakil Rektor I IAIN Curup, Dr. Eka Apriyani, M.Pd., yang hadir mewakili Rektor IAIN Curup. Ia menyampaikan bahwa penelitian merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan perguruan tinggi sehingga peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan riset berkualitas perlu dilakukan secara berkelanjutan.Dr. Eka Apriyani juga mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang menghadirkan tiga pendekatan metodologi penelitian. Menurutnya, SLR dapat memperkuat kajian literatur secara sistematis, NVivo mendukung analisis data kualitatif berbasis teknologi, sedangkan SEM-PLS dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antarvariabel dalam penelitian kuantitatif.Setelah menyampaikan sambutan, Dr. Eka Apriyani, M.Pd., secara resmi membuka Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026.Sebagai Ketua Prodi PGMI, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., mengikuti kegiatan tersebut bersama para dosen Fakultas Tarbiyah. Keikutsertaannya dalam workshop menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik dan metodologis yang relevan dengan pengembangan penelitian serta publikasi ilmiah di lingkungan Program Studi PGMI.Workshop ini memberikan ruang bagi para dosen untuk memperbarui wawasan mengenai perkembangan metode penelitian sekaligus memahami pemanfaatan perangkat teknologi dalam proses analisis data. Materi yang diberikan juga dapat menjadi bekal dalam pengembangan penelitian yang lebih sistematis dan sesuai dengan kebutuhan akademik.Antusiasme peserta terlihat sejak pembukaan hingga memasuki sesi akademik. Para dosen tampak aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta mempersiapkan kebutuhan penelitian untuk mengikuti sesi praktik yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.Agus Riyan Oktori, M.Pd.I, menilai workshop tersebut menjadi kesempatan penting bagi dosen untuk memperbarui wawasan metodologis dan memperoleh pengalaman praktis dalam menggunakan berbagai pendekatan penelitian.“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami untuk memperkuat kemampuan penelitian, terutama dalam memahami bagaimana literatur dapat dianalisis secara sistematis dan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses analisis data,” ujarnya.Usai pembukaan, workshop memasuki sesi akademik pertama dengan materi “Systematic Literature Review (SLR) sebagai Landasan Penyusunan Penelitian Berkualitas” yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Kristiawan, M.Pd., Dosen Universitas Bengkulu.Sesi tersebut berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, pukul 09.00–12.00 WIB. Peserta mendapatkan penguatan mengenai proses penelusuran, seleksi, sintesis, dan analisis literatur secara sistematis sebagai bagian dari penyusunan penelitian yang memiliki landasan ilmiah kuat.Pada sesi berikutnya, peserta akan mengikuti materi Analisis Data Penelitian Kualitatif Menggunakan NVivo yang disampaikan M. Arif Rahman Hakim, Ph.D., Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, pada Rabu siang hingga sore.Sementara itu, pada hari kedua, Kamis (17/9/2026), workshop dilanjutkan dengan materi Analisis Data Penelitian Kuantitatif Menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) yang disampaikan oleh Dr. Guntur Gunawan, M.Kom., Dosen IAIN Curup.Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan pendalaman materi, diskusi, refleksi, dan penutupan.Melalui workshop tersebut, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mendorong peningkatan kompetensi metodologis para dosen agar dapat mendukung peningkatan kualitas riset, produktivitas publikasi ilmiah, pengembangan reputasi akademik, serta penguatan budaya penelitian yang produktif dan kolaboratif.Keikutsertaan Ketua Prodi PGMI Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., bersama para dosen Fakultas Tarbiyah dalam kegiatan tersebut diharapkan turut memperkuat kapasitas akademik Program Studi PGMI, khususnya dalam pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah yang relevan dengan bidang pendidikan dasar dan madrasah ibtidaiyah.
Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Dimulai dengan Penguatan Systematic Literature Review (SLR)
Curup — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Tahun 2026 kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dan produktivitas riset dosen melalui Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan. Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Metodologi Penelitian Dosen dalam Riset Pendidikan” ini memasuki sesi akademik pertama dengan pembahasan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), Rabu, 16 September 2026, di Auditorium Gedung Kuliah Terpadu (GKT) IAIN Curup.Materi pertama workshop menghadirkan Dr. Muhammad Kristiawan, M.Pd., Dosen Universitas Bengkulu, sebagai pemateri. Ia membawakan topik “Systematic Literature Review (SLR) sebagai Landasan Penyusunan Penelitian Berkualitas.” Sesi yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut diikuti oleh para dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Curup yang sebelumnya telah mengikuti rangkaian pembukaan workshop.Memasuki sesi materi, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan pengantar dan perkenalan narasumber. Suasana akademik mulai terasa semakin intens ketika Dr. Muhammad Kristiawan memaparkan urgensi penguasaan SLR dalam pengembangan penelitian pendidikan. Para peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep secara teoritis, tetapi juga diajak melihat bagaimana SLR dapat digunakan sebagai pendekatan dalam memetakan perkembangan pengetahuan pada bidang penelitian tertentu.Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Kristiawan menjelaskan bahwa Systematic Literature Review merupakan pendekatan untuk melakukan penelusuran, identifikasi, seleksi, evaluasi, serta sintesis berbagai hasil penelitian yang relevan terhadap suatu pertanyaan atau fokus kajian tertentu secara sistematis. Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan suatu bidang ilmu berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang telah tersedia.Lebih lanjut, pemateri menguraikan bahwa SLR berbeda dengan tinjauan pustaka konvensional yang sering kali dilakukan secara deskriptif. SLR menuntut adanya prosedur yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari perumusan pertanyaan penelitian, penentuan strategi pencarian literatur, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, proses penyaringan artikel, penilaian kualitas sumber, hingga tahap ekstraksi dan sintesis data. Dengan prosedur tersebut, proses kajian literatur menjadi lebih transparan dan terstruktur.Dr. Muhammad Kristiawan juga menekankan pentingnya kemampuan peneliti dalam merumuskan research question yang spesifik sebelum melakukan penelusuran literatur. Pertanyaan penelitian yang dirancang secara tepat akan menjadi dasar dalam menentukan kata kunci, basis data ilmiah, kriteria pemilihan artikel, serta metode sintesis yang digunakan. Karena itu, kualitas SLR sangat dipengaruhi oleh ketepatan desain sejak tahap awal penelitian.Dalam sesi praktik dan diskusi, peserta diarahkan untuk memahami bagaimana literatur ilmiah dapat ditelusuri dan diseleksi berdasarkan relevansi dengan fokus penelitian. Proses tersebut menjadi penting karena jumlah publikasi ilmiah yang terus meningkat menuntut peneliti memiliki strategi yang sistematis agar tidak sekadar mengumpulkan referensi, tetapi mampu menemukan pola, kecenderungan, kesenjangan penelitian (research gap), serta peluang pengembangan penelitian baru.Menurut Dr. Muhammad Kristiawan, kemampuan mengidentifikasi research gap merupakan salah satu manfaat penting dari penerapan SLR. Melalui kajian terhadap penelitian-penelitian terdahulu secara terstruktur, peneliti dapat mengetahui aspek yang telah banyak diteliti, aspek yang masih terbatas, perbedaan temuan antarpublikasi, maupun persoalan yang belum memperoleh penjelasan memadai. Hasil pemetaan tersebut dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebaruan (novelty) dan arah penelitian berikutnya.Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Sejumlah dosen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengonsultasikan persoalan yang mereka hadapi dalam menentukan topik, memilih literatur, merumuskan pertanyaan penelitian, hingga menyusun strategi kajian yang dapat mendukung publikasi ilmiah. Interaksi antara pemateri dan peserta menjadikan sesi SLR tidak hanya sebagai forum transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan pengembangan gagasan penelitian.Melalui materi pertama ini, Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 diharapkan mampu memberikan fondasi metodologis yang lebih kuat bagi dosen dalam mengembangkan penelitian pendidikan. Sesi SLR sekaligus menjadi awal dari rangkaian penguatan kompetensi penelitian yang dilanjutkan dengan materi Analisis Data Penelitian Kualitatif Menggunakan NVivo serta Analisis Data Penelitian Kuantitatif menggunakan SEM-PLS. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun budaya riset yang lebih sistematis, produktif, dan berorientasi pada lahirnya karya ilmiah yang berkualitas serta memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan.
Perkuat Budaya Riset, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan bagi 100 Dosen
Curup, 16 September 2026 — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas akademik dan produktivitas penelitian dosen melalui Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Metodologi Penelitian Dosen dalam Riset Pendidikan: Pendekatan Systematic Literature Review (SLR), Analisis Data Kualitatif Berbasis NVivo, dan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS)” ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026, bertempat di Auditorium Gedung Kuliah Terpadu (GKT) IAIN Curup.Workshop tersebut diikuti oleh sekitar 100 dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan dihadiri oleh unsur pimpinan IAIN Curup, unsur pimpinan Fakultas Tarbiyah, serta para tamu undangan lainnya. Kehadiran para dosen dalam jumlah besar memperlihatkan perhatian yang kuat terhadap pengembangan kompetensi metodologi penelitian, khususnya dalam menghadapi tuntutan riset pendidikan yang semakin membutuhkan pendekatan sistematis, pemanfaatan teknologi analisis data, serta kemampuan mengolah dan menginterpretasikan data penelitian secara tepat.Rangkaian pembukaan kegiatan berlangsung secara khidmat dan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi dan pembacaan doa. Setelah rangkaian pembukaan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, Dekan menekankan bahwa peningkatan kompetensi penelitian dosen merupakan bagian integral dari penguatan mutu akademik Fakultas Tarbiyah. Menurutnya, dosen tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam melaksanakan pembelajaran, tetapi juga perlu terus mengembangkan kapasitas sebagai peneliti yang mampu menghasilkan karya ilmiah yang relevan, berkualitas, dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan.Dr. Bakti Komalasari juga menegaskan bahwa workshop tersebut dirancang bukan sekadar sebagai forum penyampaian teori metodologi penelitian, melainkan sebagai ruang penguatan kompetensi yang dapat diterapkan secara langsung dalam aktivitas riset dosen. Penguasaan Systematic Literature Review (SLR), NVivo, dan SEM-PLS diharapkan dapat memperluas kemampuan dosen dalam memilih pendekatan penelitian, mengelola sumber literatur, menganalisis data kualitatif maupun kuantitatif, serta mengembangkan hasil penelitian menjadi publikasi ilmiah yang lebih berkualitas. “Penguatan kompetensi metodologi penelitian harus menjadi bagian dari investasi akademik untuk membangun budaya riset yang produktif dan berkelanjutan di Fakultas Tarbiyah,” demikian pokok pesan Dekan dalam sambutannya.Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Wakil Rektor I IAIN Curup, Dr. Eka Apriyani, M.Pd., yang hadir mewakili Rektor IAIN Curup. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penelitian merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan perguruan tinggi, sehingga peningkatan kemampuan dosen dalam menghasilkan riset berkualitas perlu mendapatkan perhatian secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan metodologi penelitian akan memberikan fondasi yang lebih kokoh bagi dosen dalam menghasilkan penelitian yang memiliki ketepatan metodologis, relevansi akademik, serta manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan.Dr. Eka Apriyani juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Fakultas Tarbiyah dalam menyelenggarakan workshop dengan menghadirkan tiga pendekatan metodologi yang relevan dengan perkembangan penelitian pendidikan saat ini. SLR dapat digunakan untuk membangun landasan kajian yang sistematis, NVivo mendukung proses analisis data kualitatif berbasis teknologi, sedangkan SEM-PLS memberikan alternatif analisis untuk penelitian kuantitatif dengan model hubungan antarvariabel yang kompleks. Atas dasar itu, ia berharap para peserta tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Setelah menyampaikan sambutannya, Dr. Eka Apriyani, M.Pd. secara resmi membuka Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026.Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian pembukaan hingga memasuki sesi akademik. Para dosen mengikuti kegiatan dengan perhatian dan keterlibatan yang tinggi, terutama karena materi yang ditawarkan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah. Salah seorang peserta, Siswanto, M.Pd.I., dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam, menyampaikan bahwa workshop tersebut menjadi kesempatan yang penting bagi dosen untuk memperbarui wawasan metodologis sekaligus memperoleh pengalaman praktis dalam menggunakan berbagai pendekatan penelitian. “Kegiatan seperti ini sangat membantu kami untuk memperkuat kemampuan penelitian, terutama dalam memahami bagaimana literatur dapat dianalisis secara sistematis dan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses analisis data,” ungkapnya.Menurut Siswanto, keberadaan tiga materi dalam satu rangkaian workshop memberikan perspektif yang lebih luas bagi dosen dalam menentukan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik penelitian masing-masing. Ia berharap kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui praktik penelitian, kolaborasi antardosen, serta peningkatan publikasi ilmiah. Antusiasme serupa juga tampak dari peserta lainnya yang aktif menyimak materi, berdiskusi, serta mempersiapkan perangkat dan kebutuhan penelitian untuk mengikuti sesi-sesi praktik yang akan berlangsung selama workshop.Setelah berakhirnya rangkaian Acara Pembukaan Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026, kegiatan kemudian memasuki sesi akademik pertama, yakni penyampaian materi “Systematic Literature Review (SLR) sebagai Landasan Penyusunan Penelitian Berkualitas” oleh Dr. Muhammad Kristiawan, M.Pd., Dosen Universitas Bengkulu. Sesi ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 16 September 2026 pukul 09.00–12.00 WIB dan diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai proses penelusuran, seleksi, sintesis, dan analisis literatur secara sistematis sebagai fondasi dalam menghasilkan penelitian yang memiliki landasan ilmiah kuat.Workshop kemudian akan dilanjutkan pada sesi berikutnya dengan Analisis Data Penelitian Kualitatif Menggunakan NVivo bersama M. Arif Rahman Hakim, Ph.D., Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, pada Rabu sore pukul 13.30–16.00 WIB. Pada hari kedua, Kamis, 17 September 2026, peserta akan mendapatkan materi Analisis Data Penelitian Kuantitatif Menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) yang disampaikan oleh Dr. Guntur Gunawan, M.Kom., Dosen IAIN Curup, sebelum dilanjutkan dengan pendalaman, diskusi, refleksi, dan penutupan workshop. Melalui rangkaian tersebut, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menargetkan terbentuknya penguatan kompetensi metodologis dosen yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas riset, produktivitas publikasi, pengembangan reputasi akademik, serta terbangunnya budaya penelitian yang lebih kuat, produktif, kolaboratif, dan berdampak.
Mahasiswa Baru PGMI IAIN Curup Antusias Ikuti Bimbingan Pemustaka Bertema Cerdas di Era AI
CURUP - UPT Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menggelar kegiatan Bimbingan Pengguna Pemula (User Education) bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.Kegiatan bertema “Menjadi Mahasiswa Cerdas di Era AI” tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai 15 hingga 18 September 2026, bertempat di Aula Harun Al-Rasyid, Gedung Perpustakaan IAIN Curup.Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa baru agar cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan akademik.Kepala UPT Perpustakaan IAIN Curup dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguasaan literasi informasi menjadi kunci utama bagi mahasiswa di era digital.Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu mengakses informasi, tetapi juga kritis dalam menilai sumber, serta bertanggung jawab dalam menghasilkan karya akademik.Adapun materi yang diberikan dalam bimbingan meliputi pengenalan layanan dan koleksi perpustakaan, strategi penelusuran sumber informasi akademik, serta penguatan literasi informasi dan pemanfaatan AI secara etis dan bijak.Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru tersebut juga diikuti secara antusias oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.Kehadiran mahasiswa PGMI diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sejak dini, khususnya dalam mendukung proses pembelajaran dan penulisan karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan teknologi.Melalui kegiatan User Education ini, IAIN Curup mendorong terwujudnya mahasiswa yang cerdas dalam mencari informasi, kritis dalam menilai sumber, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.Pihak perpustakaan berharap bimbingan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi dan budaya akademik yang kuat, unggul, dan berintegritas di lingkungan IAIN Curup.Kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama antara pimpinan, pustakawan, dan seluruh peserta mahasiswa baru.
Mahasiswa TBIN IAIN Curup Ikuti Tahap Wawancara Seleksi KIP Kuliah 2026
TBIN, IAINCurup_ IAIN Curup melaksanakan tahap wawancara seleksi KIP Kuliah Tahun 2026, Senin (14/9/2026). Sebanyak 443 peserta yang telah lolos seleksi administrasi mengikuti wawancara sebagai bagian dari rangkaian seleksi sebelum dilakukan verifikasi lapangan dan penetapan penerima KIP Kuliah. Kegiatan dihadiri Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., Wakil Rektor III Dr. Sagiman, M.Kom., Kepala Biro AUAK Puji Edi Purnomo, S.Sos.I., M.Hum., Kepala SPI Eko Carles, M.A., Kepala Bagian Layanan Akademik L1 Endang, S.T., serta seluruh panitia seleksi KIP Kuliah IAIN Curup.Pada kesempatan tersebut, Rektor IAIN Curup memberikan perhatian khusus terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan proses seleksi KIP Kuliah. Mahasiswa diminta tidak mudah mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang atau imbalan tertentu. Peringatan tersebut disampaikan untuk menjaga integritas proses seleksi sekaligus memastikan mahasiswa memperoleh informasi melalui mekanisme dan saluran resmi IAIN Curup. Seleksi KIP Kuliah dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemeriksaan administrasi, wawancara, hingga verifikasi lapangan. Seluruh tahapan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai calon penerima sebelum keputusan akhir ditetapkan.Dari 443 peserta yang mengikuti wawancara, terdapat 29 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) yang turut mengikuti proses seleksi. Mereka terdiri atas 18 peserta dari kelas TBIND 1A dan 11 peserta dari kelas TBIND 1B. Peserta seleksi dari kelas TBIND 1A terdiri atas Iqbal, Bunga Aprilyani, Azzura Zahran D., Ziwi Cikita, Nazalwa Vitaloca, Viona Deliani, Sasmuliana, Desti Haryani, Hidayati Serindang Hasanah, Marsella Aulia Safitri, Kurnia Rana Pardila, Permata Syariva, Fani Wardani Julianti, Febiola An-Nisa Putri, Warda Nur Anisa, Lili Rahmawati, Serlianti, dan Rahma Jumita. Sementara peserta dari kelas TBIND 1B terdiri atas Deli Lestari, Della Lova Pritanti, Atika Asma Nadia, Clara Maharani, Zikra Hayati, Melza Asmara, Enes Yulanda, Chera Amelia, Sila Ayanti, Ayu Leksiani, dan Risa Hayati. Ke-29 mahasiswa tersebut masih berstatus sebagai peserta seleksi dan belum ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah.Selanjutnya, seluruh peserta akan mengikuti tahapan verifikasi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Hasil keseluruhan proses seleksi akan menjadi dasar penetapan 230 mahasiswa penerima KIP Kuliah IAIN Curup Tahun 2026. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.IAIN Curup berkomitmen melaksanakan proses seleksi secara objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Mekanisme seleksi yang berlapis diharapkan dapat memastikan program KIP Kuliah tepat sasaran sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan prestasi.
Mahasiswaa TBI IAIN Curup Juara III lomba debat PKM IV Se Sumatera
Curup, 12 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) IAIN Curup berhasil meraih Juara III Lomba Debat Bahasa Inggris dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV PTKIN Se-Sumatera. Prestasi tersebut diraih oleh Rizki Oktaramadhan dan Nur Azizah, yang mewakili Prodi TBI IAIN Curup dalam kompetisi debat antarmahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri se-Sumatera.Keberhasilan ini menjadi salah satu pencapaian membanggakan bagi Prodi TBI IAIN Curup, khususnya dalam bidang pengembangan kompetensi berbahasa Inggris, berpikir kritis, serta kemampuan menyampaikan argumentasi secara logis dan sistematis. Melalui kompetisi debat, mahasiswa dituntut untuk mampu memahami isu, menyusun pendapat berdasarkan alasan yang kuat, serta merespons argumentasi lawan secara santun dan akademis.Perolehan Juara III tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa TBI IAIN Curup memiliki potensi dan daya saing dalam ajang kompetisi tingkat regional. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan komunikasi, dan keberanian berkompetisi.Prodi TBI IAIN Curup menyampaikan apresiasi atas perjuangan Rizki Oktaramadhan dan Nur Azizah. Capaian ini diharapkan semakin memperkuat semangat sivitas akademika dalam mendukung pengembangan prestasi mahasiswa di berbagai bidang.