Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Ulya Niammah Raih Skripsi Terbaik Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 dengan Nilai 98, Angkat Inovasi Pembelajaran Matematika
CURUP — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026. Ulya Niammah, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM), berhasil meraih penghargaan skripsi terbaik dengan nilai A (98). Capaian tersebut menjadi bukti kesungguhan, ketekunan, dan komitmennya dalam mengembangkan penelitian di bidang pendidikan matematika. Selain meraih penghargaan skripsi terbaik, Ulya juga tercatat sebagai lulusan Program Studi Tadris Matematika dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.Lahir di Pauh Terenja pada 11 Maret 2004, Ulya merupakan putri daerah yang berasal dari Desa Pauh Terenja, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Memulai perjalanan akademiknya di IAIN Curup pada tahun 2022, ia berhasil menyelesaikan studi pada tahun 2026. Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kompetensi akademik dan pembentukan karakter dirinya sebagai calon pendidik yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan, khususnya dalam pembelajaran matematika.Prestasi skripsi terbaik yang diraihnya tidak terlepas dari penelitian yang mengangkat inovasi model pembelajaran matematika. Skripsi Ulya berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran MASTER (Mind, Acquire, Search Out, Trigger, Exhibit, Reflect) Terintegrasi dengan Strategi Mastery Learning with Quiz Team terhadap Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis dan Self-Esteem Siswa SMA.” Penelitian ini berfokus pada upaya mengembangkan kemampuan penalaran adaptif matematis sekaligus self-esteem atau penghargaan dan keyakinan positif siswa terhadap dirinya sendiri dalam proses pembelajaran matematika.Ulya menjelaskan bahwa pemilihan topik tersebut berangkat dari pandangannya bahwa pembelajaran matematika tidak cukup hanya menekankan penguasaan konsep dan kemampuan menyelesaikan soal. Siswa juga perlu memiliki kemampuan memberikan alasan yang logis, menyesuaikan strategi penyelesaian masalah, serta membangun keyakinan terhadap kemampuan dirinya. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan aspek kognitif dan afektif secara bersamaan. Gagasan inilah yang mendasari penelitiannya dalam mengintegrasikan model pembelajaran MASTER dengan strategi Mastery Learning dan Quiz Team.Dalam pelaksanaannya, Ulya menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experiment. Analisis data dilakukan melalui uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap kedua variabel secara simultan, serta Independent Sample T-Test untuk menguji pengaruhnya secara parsial. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaporkan dalam skripsinya, pengujian MANOVA memperoleh nilai signifikansi 0,000, sedangkan pengujian parsial menunjukkan nilai signifikansi 0,000 untuk kemampuan penalaran adaptif matematis dan 0,001 untuk self-esteem. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran yang diteliti terhadap kedua aspek tersebut dalam konteks penelitian yang dilakukan.Keunggulan penelitian Ulya terletak pada pengintegrasian model pembelajaran MASTER dengan strategi Mastery Learning dan Quiz Team, sekaligus mengkaji pengaruhnya terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis dan self-esteem siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik berupa tambahan bukti empiris mengenai alternatif pembelajaran matematika yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif, tetapi juga memperhatikan aspek afektif peserta didik. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pendidik dan peneliti dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih interaktif, terarah, dan bermakna.Di balik keberhasilan tersebut, Ulya menghadapi sejumlah tantangan selama proses penyusunan skripsi. Persiapan berbagai instrumen penelitian, penerapan model pembelajaran yang terintegrasi dengan dua strategi pada kelas dengan kondisi dan karakteristik siswa yang berbeda, serta pendalaman teknik analisis data MANOVA menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, ia berupaya mempersiapkan instrumen dan perangkat pembelajaran secara cermat, melakukan evaluasi pada setiap pertemuan, serta mempelajari literatur metodologi penelitian dan analisis statistik secara lebih mendalam. Pengalaman tersebut mengajarkannya pentingnya ketelitian, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi tantangan dalam penelitian ilmiah.Menurut Ulya, salah satu kunci keberhasilannya adalah keterbukaan terhadap masukan dan kesediaan melakukan revisi secara menyeluruh. Ia tidak sekadar memenuhi arahan dosen pembimbing, tetapi juga berusaha memahami alasan di balik setiap perbaikan yang diperlukan. Kebiasaan membaca artikel jurnal dan penelitian terdahulu turut membantunya memperkuat landasan teori, mempertajam argumentasi, serta memastikan bahwa metode dan pembahasan penelitiannya memiliki dasar akademik yang kuat. Dalam proses tersebut, ia dibimbing oleh Dr. Mutia, M.Pd. selaku pembimbing pertama dan Irni Latifa Irsal, M.Pd. selaku pembimbing kedua.Setelah menyelesaikan studi, Ulya berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sekaligus terjun langsung dalam bidang pendidikan matematika. Sebagai langkah awal, ia mulai mengajar les privat untuk memperoleh pengalaman memahami dinamika pembelajaran pada tingkat individu maupun kelompok kecil. Ke depan, ia berharap dapat mengembangkan pembelajaran matematika yang inovatif dan bermakna bagi siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Ia juga ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui praktik mengajar, penelitian, dan pengembangan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Pencapaian Ulya Niammah sebagai peraih skripsi terbaik dengan nilai A (98), disertai IPK 3,95, menjadi salah satu capaian akademik yang membanggakan bagi Program Studi Tadris Matematika dan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Kisahnya menunjukkan bahwa penelitian yang berkualitas memerlukan lebih dari sekadar penyelesaian tugas akhir; diperlukan rasa ingin tahu, ketekunan, keterbukaan terhadap evaluasi, dan kemauan untuk terus belajar. Melalui penelitiannya, Ulya turut menghadirkan gagasan tentang pentingnya pembelajaran matematika yang mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus kepercayaan diri siswa. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan pendidikan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Ulya Niammah atas pencapaian skripsi terbaik pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي
Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Yudisium 352 Mahasiswa, Cetak Lulusan Berprestasi dan Berkualitas
Curup, Sabtu/17 Oktober 2026 — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan Yudisium Fakultas Tarbiyah Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026 di Aula IAIN Curup. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi 352 mahasiswa dari sembilan program studi untuk menandai penyelesaian pendidikan akademik pada jenjang sarjana. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Curup yang diwakili Wakil Rektor II IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum. Pelaksanaan yudisium tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas capaian akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi awal perjalanan para lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi kepada masyarakat.Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, yakni Dekan Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons., serta Kepala Bagian Tata Usaha, Juliadi, B.Sc., SE. Turut hadir seluruh ketua program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, yaitu Syarifah, M.Pd. dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI); H.M. Taufik Amrillah, M.Pd. dari Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD); Selvi Pransiska, M.Pd. dari Pendidikan Agama Islam (PAI); Dr. Agita Misriani, M.Pd. dari Tadris Bahasa Indonesia; Khoirunnisa, M.Pd. dari Tadris Bahasa Inggris; Jenny Pransiska, M.Pd. dari Manajemen Pendidikan Islam (MPI); Dr. Dini Palupi Putri, M.Pd. dari Tadris Matematika; Agus Riyan Oktori, M.Pd.I. dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI); Dr. Renti Yasmar, S.Pd.I., M.Pd.I. dari Pendidikan Bahasa Arab (PBA); serta Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kehadiran jajaran pimpinan dan pengelola program studi tersebut menunjukkan dukungan institusi terhadap keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya. Ia menekankan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni penetapan kelulusan, melainkan momentum refleksi atas proses belajar, perjuangan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang telah dijalani mahasiswa. Para lulusan diharapkan mampu menjaga integritas, mengembangkan kompetensi, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara nyata di tengah masyarakat. Sebagai lulusan Fakultas Tarbiyah, mereka juga diharapkan memiliki komitmen terhadap pengembangan pendidikan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai moral serta keagamaan. Dekan turut menyampaikan penghargaan kepada orang tua, dosen, tenaga kependidikan, dan semua pihak yang telah mendukung keberhasilan mahasiswa hingga mencapai tahap kelulusan.Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan pesan agar para lulusan menjadikan keberhasilan akademik sebagai bekal untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi bagi masyarakat. Penyelesaian studi di perguruan tinggi merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan kehidupan, sehingga gelar akademik perlu diiringi dengan kompetensi, etika, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri. Para lulusan juga diharapkan mampu menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang pendidikan, dengan sikap terbuka, kreatif, dan profesional. Melalui momentum yudisium ini, IAIN Curup berharap para alumni dapat menjaga nama baik almamater serta mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan masyarakat, baik di lingkungan kerja maupun di berbagai ruang pengabdian lainnya.Prosesi yudisium kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Nomor 507 Tahun 2026 tentang Yudisium Program Sarjana (S-1) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Semester Ganjil Tahun 2026 oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Juliadi, B.Sc., SE. Setelah pembacaan keputusan, dilaksanakan penyerahan kalung yudisium dan petikan keputusan kepada masing-masing peserta oleh unsur pimpinan Fakultas Tarbiyah. Prosesi ini menjadi bagian utama dari rangkaian acara karena menandai penetapan status akademik para peserta sesuai keputusan yang berlaku. Penyerahan tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat, disaksikan oleh para pimpinan, ketua program studi, panitia, serta seluruh peserta yudisium yang hadir di Aula IAIN Curup.Pada kesempatan yang sama, dibacakan pula Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Nomor 511 Tahun 2026 tentang Lulusan dan Skripsi Terbaik Semester Ganjil Tahun 2026. Berdasarkan rekapitulasi lulusan terbaik yang disampaikan, Dita Rafizka dari Program Studi PGMI meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,99, disusul Ayu Sukevi dari BKPI dengan IPK 3,98 dan Diana Alda dari PAI dengan IPK 3,96. Capaian IPK 3,96 juga diraih Resa Julianti dari Tadris Bahasa Indonesia. Berikutnya, Rosyidah dari PIAUD dan Ulya Niammah dari Tadris Matematika masing-masing memperoleh IPK 3,95, Noza Selendia dari MPI meraih IPK 3,93, Dwiki Farhan Hafizh dari Tadris Bahasa Inggris memperoleh IPK 3,86, serta Fadila Yusmita dari PBA meraih IPK 3,81. Prestasi tersebut mencerminkan kesungguhan mahasiswa dalam menjalani proses pembelajaran dan menyelesaikan studi dengan capaian akademik yang membanggakan.Penghargaan juga diberikan kepada sembilan mahasiswa penerima predikat skripsi terbaik berdasarkan nilai skripsi yang tercantum dalam rekapitulasi fakultas. Ulya Niammah dari Tadris Matematika menempati posisi pertama dengan nilai A (98), diikuti Feby Rahayu dari BKPI dengan nilai A (96,75) dan Sintia Tri Pika Neti dari PGMI dengan nilai A (92,25). Selanjutnya, Syari Fatul Latifah dari PAI dan Bella Rossa Amanda dari Tadris Bahasa Indonesia masing-masing memperoleh nilai A (91). Yuni Salpiya dari MPI meraih nilai A (90,3), Fahmi Alfarissi dari Tadris Bahasa Inggris memperoleh nilai A (89,75), Chika Febriana dari PBA meraih nilai A (88,75), dan Widiya Juliana dari PIAUD memperoleh nilai A (88,25). Setelah pengumuman, unsur pimpinan Fakultas Tarbiyah menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para mahasiswa penerima predikat lulusan terbaik dan skripsi terbaik sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan kualitas karya ilmiah mereka.Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa yudisium yang diwakili oleh Dita Rafizka, lulusan terbaik dari Program Studi PGMI dengan IPK 3,99. Dalam kesempatan tersebut, Dita menjadi representasi mahasiswa yang telah melalui proses pembelajaran, penyelesaian tugas akademik, serta perjuangan menyelesaikan skripsi hingga meraih hasil yang membanggakan. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi para lulusan untuk menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada orang tua, dosen, tenaga kependidikan, serta rekan-rekan seperjuangan yang telah memberikan dukungan selama masa perkuliahan. Setelah penyampaian perwakilan mahasiswa, acara dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Curup sebagai simbol komitmen para lulusan untuk menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta mengamalkan ilmu dan kompetensi secara bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Keberhasilan penyelenggaraan yudisium ini tidak terlepas dari keterlibatan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 yang dipercaya sebagai panitia pelaksana. Ketua DEMA Fakultas Tarbiyah, Muhammad Ammar Adzzikro, menyampaikan bahwa jumlah peserta yudisium mencapai 352 mahasiswa dari sembilan program studi. Rinciannya meliputi PBA sebanyak 6 orang, Tadris Matematika 6 orang, Tadris Bahasa Indonesia 17 orang, PIAUD 15 orang, PAI 92 orang, MPI 32 orang, Tadris Bahasa Inggris 36 orang, BKPI 15 orang, dan PGMI 133 orang. Jumlah tersebut memperlihatkan kontribusi berbagai program studi dalam menghasilkan lulusan di bidang pendidikan dan pengelolaan pendidikan Islam. Melalui kerja sama, kekompakan, dan koordinasi yang baik, panitia DEMA bersama unsur pimpinan fakultas, pengelola program studi, serta pihak terkait berupaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.Di sela-sela rangkaian acara, suasana yudisium turut dimeriahkan oleh penampilan Paduan Suara IAIN Curup di bawah pimpinan Dr. Guntur Putra Jaya, S.Sos., MM., M.Pd. Paduan suara membawakan sejumlah lagu yang menambah kekhidmatan sekaligus kehangatan suasana perayaan akademik tersebut. Penampilan ini menjadi bagian dari apresiasi seni dan kebersamaan sivitas akademika dalam merayakan pencapaian para mahasiswa. Dengan berakhirnya rangkaian Yudisium Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026, para lulusan diharapkan mampu melangkah ke tahap berikutnya dengan penuh keyakinan, membawa nilai-nilai akademik, profesionalisme, dan integritas yang telah dibangun selama menempuh pendidikan. Fakultas Tarbiyah IAIN Curup pun berharap para alumni dapat menjadi insan yang berilmu, berakhlak, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي
Prodi PAI IAIN Curup Gelar Pengembangan Kompetensi Dosen melalui Pendampingan Penulisan dan Publikasi Ilmiah
Curup, 13 Oktober 2026 — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Curup menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Kompetensi Dosen PAI: Pendampingan Penulisan dan Publikasi Ilmiah pada Selasa, 13 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung di Smart Classroom, RKB IAIN Curup. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam di bawah koordinasi Ketua Program Studi PAI, Selvi Pransiska, M.Pd., sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam bidang penulisan dan publikasi karya ilmiah. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Eko Risdianto, S.Si., M.Cs. hadir sebagai pemateri yang memberikan pendampingan terkait penulisan dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para dosen untuk memperdalam pemahaman mengenai pengembangan karya ilmiah serta meningkatkan kualitas publikasi akademik. Melalui pendampingan ini, diharapkan para dosen Program Studi PAI dapat semakin mengembangkan kemampuan dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, sistematis, dan sesuai dengan standar publikasi ilmiah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah sebagai bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi. Penyelenggaraan kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Curup dalam mendukung pengembangan kompetensi dosen secara berkelanjutan, khususnya dalam bidang penelitian, penulisan, dan publikasi ilmiah. Dengan adanya kegiatan pendampingan ini, Program Studi PAI diharapkan semakin mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya dosen serta memperkuat kontribusi akademik melalui karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.
DPL Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Mulai Laksanakan Supervisi I dan Monitoring PPL Angkatan IX Tahun 2026, Perkuat Kualitas Praktik Kependidikan Mahasiswa
CURUP, 12 Oktober 2026 — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup mulai melaksanakan kegiatan Supervisi I dan Monitoring Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX Tahun 2026 pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di sekolah atau lokasi PPL yang menjadi wilayah bimbingan masing-masing. Pelaksanaan supervisi tersebut merupakan bagian penting dari upaya Fakultas Tarbiyah dalam memastikan program PPL berjalan sesuai dengan ketentuan, program kerja, serta tujuan akademik yang telah ditetapkan.Pelaksanaan Supervisi I dan Monitoring ini berpedoman pada Surat Tugas Nomor: 1619/In.34/FT/PP.00.9/10/2026 tentang Supervisi I dan Monitoring Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026. Melalui surat tugas tersebut, para DPL diharapkan dapat melaksanakan tugas pembimbingan dan pemantauan secara optimal guna memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik kependidikan yang bermakna, terarah, dan sesuai dengan kompetensi program studi masing-masing.Waktu pelaksanaan supervisi disesuaikan dengan agenda, ketersediaan waktu, serta kegiatan rutin masing-masing DPL. Fleksibilitas jadwal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan supervisi tanpa mengabaikan efektivitas proses pembimbingan dan monitoring di sekolah. Kehadiran DPL di lokasi PPL juga menjadi sarana untuk menjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif antara pihak fakultas, sekolah mitra, guru pamong, dan mahasiswa peserta PPL.Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah IAIN Curup sekaligus Ketua Panitia PPL Angkatan IX Tahun 2026, Dr. Muhammad Taqiyuddin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa Supervisi I merupakan tahapan penting untuk mengevaluasi perkembangan mahasiswa selama menjalani praktik kependidikan. Ia mengharapkan seluruh DPL melaksanakan supervisi secara cermat, objektif, dan konstruktif, sehingga setiap perkembangan, kendala, serta kebutuhan mahasiswa dapat teridentifikasi dengan baik. Hasil supervisi selanjutnya diharapkan menjadi dasar pemberian arahan dan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan PPL.Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian dalam Supervisi I adalah pemeriksaan kelengkapan administrasi pembelajaran mahasiswa. DPL diminta memeriksa kesiapan dokumen akademik yang digunakan mahasiswa selama melaksanakan praktik mengajar, meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar, perangkat pembelajaran yang relevan, media pembelajaran, metode pembelajaran, bahan ajar, serta administrasi pembelajaran lainnya. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan mahasiswa mempersiapkan kegiatan pembelajaran secara sistematis dan mampu menerapkan perencanaan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik satuan pendidikan.Selain pemeriksaan administrasi, DPL juga melaksanakan monitoring terhadap berbagai aspek pelaksanaan PPL di sekolah atau lokasi penempatan. Pemantauan mencakup kesesuaian kegiatan mahasiswa dengan program yang telah ditetapkan, tingkat kehadiran dan kedisiplinan, keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sekolah lainnya, serta kualitas interaksi dan komunikasi dengan kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, dan peserta didik. DPL juga diharapkan mengidentifikasi kendala yang dihadapi mahasiswa, mengevaluasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka, serta mencatat berbagai hal yang berpengaruh terhadap kelancaran dan kualitas kegiatan PPL.Dalam pelaksanaan supervisi kali ini, terdapat satu hal administratif yang menjadi perhatian khusus, yaitu kewajiban membawa Surat Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan pihak sekolah atau lokasi PPL. Setiap DPL diminta membawa dokumen tersebut ke sekolah mitra masing-masing untuk memperoleh tanda tangan dari pihak sekolah. Penandatanganan dokumen ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama kelembagaan antara Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan sekolah mitra dalam penyelenggaraan PPL atau magang kependidikan mahasiswa. Dengan adanya dokumen kerja sama yang ditandatangani kedua belah pihak, pelaksanaan kemitraan diharapkan memiliki landasan administratif yang jelas dan mendukung keberlanjutan kolaborasi dalam bidang pendidikan.DPL juga memiliki peran strategis dalam memberikan pembimbingan, masukan, evaluasi, dan rekomendasi kepada mahasiswa berdasarkan hasil supervisi. Arahan yang diberikan diharapkan tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi pedagogik, profesionalisme, kedisiplinan, etika, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika lingkungan sekolah. Melalui pembimbingan yang terarah, mahasiswa diharapkan mampu memperbaiki kekurangan, mengatasi permasalahan yang muncul, dan mengembangkan keterampilan sebagai calon pendidik yang kompeten dan bertanggung jawab.Sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan kegiatan, hasil Supervisi I dan Monitoring wajib dilaporkan melalui Formulir Instrumen Monitoring Pelaksanaan PPL—Supervisi I yang telah disediakan oleh Panitia PPL Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026. DPL diminta mengisi formulir tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengamatan langsung di lapangan agar data yang disampaikan sesuai dengan kondisi faktual pelaksanaan PPL. Formulir dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/Formulir_Instrumen_Monitoring_Terhadap_Pelaksanaan_PPL_Fakultas_Tarbiyah_Tahun_2026_Supervisi_1. Pelaporan ini menjadi bagian penting dari dokumentasi, evaluasi, dan tindak lanjut penyelenggaraan PPL Angkatan IX.Melalui pelaksanaan Supervisi I dan Monitoring ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup berharap kegiatan PPL Angkatan IX Tahun 2026 dapat berlangsung semakin terarah, tertib, dan berkualitas. Sinergi antara DPL, pihak sekolah, guru pamong, dan mahasiswa menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman praktik kependidikan yang mendukung pencapaian kompetensi calon pendidik. Dengan supervisi yang terencana, pembimbingan yang berkelanjutan, serta pelaporan yang tertib dan akuntabel, PPL diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi wahana pembentukan profesionalisme, integritas, dan kesiapan mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam menjalankan peran di dunia pendidikan.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي
Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Pelatihan Wirausaha, Perkuat Kreativitas dan Kemandirian Calon Pendidik
CURUP — Sebanyak 24 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, berpartisipasi dalam Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026 yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026. Keikutsertaan mahasiswa PGMI dalam kegiatan ini menjadi langkah untuk memperluas wawasan kewirausahaan sekaligus membangun karakter calon pendidik yang kreatif, inovatif, dan mandiri.Mengangkat tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan”, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal berbagai aspek kewirausahaan, mulai dari perencanaan permodalan, pengelolaan lembaga pendidikan, hingga strategi membangun dan mengembangkan usaha.Bagi mahasiswa PGMI, pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk mempelajari dunia usaha, tetapi juga kesempatan memahami bagaimana kreativitas dan inovasi dapat diterapkan dalam bidang pendidikan. Kompetensi tersebut diharapkan menjadi bekal tambahan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru yang mampu menghadirkan pembelajaran kreatif serta mengembangkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.Kegiatan dibuka pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Aula Harun Arrayid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup. Acara pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Kalam Ilahi, doa bersama, serta sambutan dan pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan kemampuan berinovasi dan membangun kemandirian. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi, khususnya calon pendidik, perlu memiliki kompetensi yang tidak terbatas pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian menciptakan peluang.Rangkaian pelatihan menghadirkan narasumber dari bidang perbankan, pendidikan, dan dunia usaha. Materi pertama disampaikan oleh Dian Puspa Utami, Associate Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Curup, yang membahas strategi permodalan dan akses pembiayaan perbankan bagi wirausaha muda.Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya perencanaan modal dan pemanfaatan layanan pembiayaan secara tepat untuk mendukung keberlangsungan usaha.Selanjutnya, Rajab Effendi, M.Pd., Gr., pendiri SLB IT Nur Khoirul Ashab, menyampaikan materi bertajuk “Educational Entrepreneurship: Membangun Lembaga Pendidikan yang Berdampak dan Berkelanjutan.” Peserta diajak memahami bahwa kewirausahaan juga dapat dikembangkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan melalui inovasi layanan, penguatan kualitas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.Sementara itu, Fauzan, S.Sos.I., pemilik usaha Kue Semprong Putri Husna, membagikan pengalaman mengenai proses merintis usaha dari nol. Pembahasan meliputi pengurusan perizinan dan legalitas, proses produksi, pengemasan, pengembangan produk, hingga pemasaran.Beragam materi tersebut memberikan gambaran bahwa kewirausahaan membutuhkan perencanaan yang matang, ketekunan, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang. Pengetahuan ini juga relevan bagi mahasiswa PGMI yang ingin mengembangkan media pembelajaran, alat peraga edukatif, bahan ajar kreatif, maupun usaha lain yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan.Ketua Prodi PGMI IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., mengapresiasi keterlibatan 24 mahasiswa PGMI dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan kewirausahaan menjadi sarana penting untuk memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus membangun pola pikir yang kreatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan.“Keikutsertaan mahasiswa PGMI dalam pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperluas wawasan dan mengembangkan potensi diri. Sebagai calon pendidik, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga perlu memiliki kreativitas, kemandirian, serta keberanian untuk berinovasi. Kami berharap pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk menciptakan gagasan-gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Agus Riyan Oktori.Ia menambahkan bahwa semangat kewirausahaan dapat diterapkan dalam berbagai aspek profesi guru, termasuk mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, menciptakan media edukasi, serta memanfaatkan potensi lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan kemampuan mendidik dengan keterampilan mengembangkan solusi kreatif.Pada Minggu, 11 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan survei dan observasi ke tiga lokasi di Kabupaten Rejang Lebong, yakni BRI Cabang Curup di Jalan Merdeka No. 49, Pasar Baru; SLB IT Nur Khoirul Ashab di Jalan Hasyim Azhari No. 131, Sukaraja, Kecamatan Curup Timur; serta usaha Kue Semprong Putri Husna di Kelurahan Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara.Dalam kunjungan ke BRI, peserta memperoleh wawasan mengenai layanan perbankan dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Kunjungan ke SLB IT Nur Khoirul Ashab memberikan pengalaman tentang pengelolaan lembaga pendidikan dan penerapan kewirausahaan di bidang pendidikan. Sementara itu, di tempat usaha Putri Husna, peserta dapat mengenal lebih dekat proses produksi, pengemasan, legalitas, dan pemasaran produk.Pengalaman lapangan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana konsep yang dipelajari dalam pelatihan diterapkan dalam praktik. Melalui interaksi dengan praktisi, peserta diharapkan memperoleh inspirasi untuk mengembangkan potensi dan merancang gagasan usaha sesuai kemampuan serta kebutuhan lingkungan.Salah seorang peserta dari Prodi PGMI, Citra Damayanti, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat untuk mengembangkan wawasan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam melihat peluang kewirausahaan.“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengetahuan bukan hanya dari materi yang disampaikan narasumber, tetapi juga dari pengalaman langsung saat melakukan observasi lapangan. Kami jadi lebih memahami bahwa membangun usaha membutuhkan kreativitas, keberanian untuk memulai, dan pengelolaan yang baik. Sebagai mahasiswa PGMI, pengalaman ini juga memotivasi kami untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dalam bidang pendidikan, sehingga nantinya kami dapat menjadi guru yang inovatif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi peserta didik,” ujar Citra Damayanti.Menurutnya, kesempatan belajar dari pelaku usaha dan pengelola lembaga pendidikan memberikan perspektif baru bahwa peluang untuk berinovasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan diri, baik selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi maupun ketika memasuki dunia kerja.Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman bahwa kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi dapat menjadi sarana menghadirkan inovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.Bagi Prodi PGMI, partisipasi 24 mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi calon guru. Dengan memadukan pengetahuan pendidikan, kreativitas, dan semangat kewirausahaan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif serta beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan pendidikan.Melalui semangat Educational Entrepreneurship, mahasiswa PGMI IAIN Curup diharapkan tumbuh menjadi calon pendidik yang profesional, berinisiatif, dan mampu menciptakan peluang serta solusi kreatif. Dengan bekal tersebut, mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pengajar, tetapi juga menjadi penggerak inovasi pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat.
Tingkatkan Aksesibilitas, Guru Besar TBIn Masuk Tim Ahli Pembahasan Raperda Difabel Rejang Lebong
TBIN, IAINCurup_ Pemerintah Daerah bersama Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong terus mematangkan payung hukum perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Dengar Pendapat (Hearing) pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Difabel yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Rejang Lebong pada Senin (12/10/2026).Dalam proses penyusunan dan pembahasan Raperda ini, Guru Besar Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., dipercaya dan dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari Tim Ahli Penyusunan Raperda Difabel Kabupaten Rejang Lebong. Keterlibatan akademisi ini diharapkan dapat memperkuat bobot substansi, legalitas, serta tata bahasa perancangan perundang-undangan agar Perda yang dihasilkan benar-benar responsif dan inklusif.Kegiatan hearing yang diinisiasi oleh Komisi 1 DPRD Kabupaten Rejang Lebong ini menghadirkan berbagai pihak dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait untuk membedah rancangan aturan tersebut secara komprehensif.Turut hadir dalam forum strategis ini jajaran pimpinan dan anggota Komisi 1 DPRD Rejang Lebong, Sekretaris DPRD (Sekwan), Kepala Dinas Sosial beserta Kepala Bidang Sosial, Kepala Bagian Hukum DPRD, Ketua Komunitas Difabel Rejang Lebong, serta perwakilan dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).Pembahasan dalam hearing ini berfokus pada penyelarasan draf aturan agar mencakup seluruh aspek pemenuhan hak-hak disabilitas, mulai dari aksesibilitas fasilitas publik, kesetaraan di bidang pendidikan dan pekerjaan, hingga jaminan kesejahteraan sosial di wilayah Rejang Lebong. Synergy antara elemen legislatif, eksekutif, akademisi, dan komunitas difabel ini diharapkan mampu melahirkan Peraturan Daerah yang implementatif serta berpihak penuh pada kesetaraan masyarakat difabel.