Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan FITK UIN Raden Fatah Palembang Perkuat Jejaring Kerja Sama dan Pengembangan PPG
Curup, 4 September 2026 — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menerima kunjungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Jumat (4/9/2026). Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring kelembagaan sekaligus mengembangkan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).Rombongan FITK UIN Raden Fatah Palembang dipimpin langsung oleh Dekan Dr. Muhamad Fauzi, M.Ag., didampingi Wakil Dekan II Amalia Hasanah, S.S., M.Pd., Ed.D., Wakil Dekan III Dr. Hj. Kristina Imron, M.Pd.I., Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru Dr. Irja Putra Pratama, M.Pd.I., serta sejumlah unsur pimpinan dan personel lainnya.Kehadiran rombongan disambut oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons., Ketua Program Studi PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd., beserta tim PPG dan unsur Fakultas Tarbiyah lainnya. Pertemuan berlangsung di Gedung RKB Lantai III, Ruang Smart Class Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.Mengusung tema “Penguatan Jejaring Kerjasama dan Pengembangan Prodi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan”, pertemuan tersebut menjadi ruang strategis bagi kedua institusi untuk bertukar pengalaman, membahas pengembangan program studi, serta mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. menyampaikan apresiasi atas kunjungan FITK UIN Raden Fatah Palembang. Ia berharap kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, program studi, dan kedua institusi.“Kami menyambut baik kunjungan ini. Semoga kerja sama yang dibangun dapat ditindaklanjuti dalam berbagai kegiatan nyata, khususnya dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan PPG,” ujar Dr. Bakti Komalasari.Senada dengan hal tersebut, Dekan FITK UIN Raden Fatah Palembang Dr. Muhamad Fauzi, M.Ag. menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi antarlembaga. Menurutnya, kedua fakultas memiliki banyak ruang untuk saling berbagi pengalaman dan mengembangkan program bersama, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan Pendidikan Profesi Guru.“Harapan kami, kerja sama ini dapat menghasilkan kegiatan yang produktif dan berdampak, sehingga hubungan antara FITK UIN Raden Fatah Palembang dan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup semakin kuat dan berkelanjutan,” ungkap Dr. Muhamad Fauzi.Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) antara Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang. MoA yang ditandatangani oleh Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. dan Dr. Muhamad Fauzi, M.Ag. tersebut mencakup kerja sama bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta dukungan terhadap pengembangan kampus berdampak.Kerja sama juga diperkuat melalui penandatanganan MoA antara LPTK PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan LPTK PPG Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Ketua LPTK PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd. dan Ketua LPTK PPG FITK UIN Raden Fatah Palembang Dr. Irja Putra Pratama, M.Pd.I., dengan ruang lingkup kerja sama meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta dukungan kampus berdampak.Melalui kunjungan dan penandatanganan kedua MoA tersebut, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan FITK UIN Raden Fatah Palembang menegaskan komitmen untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan dapat diwujudkan melalui penelitian dan publikasi bersama, pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, penguatan penyelenggaraan PPG, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai inovasi akademik lainnya yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam.
Perkuat Kualitas Pembelajaran Dosen TBIN Sukses Antarkan 41 Mahasiswa PPL Angkatan 9 Tahun 2026
TBIN, IAINCurup_ Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX yang dilaksanakan di 80 lokasi sekolah jenjang SMP, SMA/SMK dan sederajat. Selama pelaksanaan PPL yang berlangsung 7 September hingga 5 Desember 2026, mahasiswa mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).Empat dosen TBIN yang bertugas sebagai DPL yakni Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., Dr. Ummul Khair, M.Pd., Dr. Maria Botifar, M.Pd., dan Dr. Agita Misriani, M.Pd. Kehadiran para dosen tidak hanya berfokus pada pemantauan administrasi, tetapi juga membersamai mahasiswa secara langsung selama menjalankan praktik di sekolah.Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Agita Misriani, M.Pd., mengatakan pendampingan lapangan merupakan bagian penting untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang terarah dan bermakna. “DPL bukan hanya membimbing secara administratif. Kami hadir untuk membersamai mahasiswa, memantau perkembangan mereka, mendengarkan kendala yang dihadapi, serta memberikan arahan dan evaluasi selama proses praktik di sekolah,” ujar Agita.Menurutnya, PPL menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar menghadapi realitas pembelajaran secara langsung.“Selama tiga bulan, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami karakter peserta didik, berkomunikasi dengan guru pamong, dan membangun sikap profesional sebagai calon pendidik,” tambahnya.Pendampingan DPL dilakukan melalui komunikasi, monitoring, kunjungan, dan evaluasi terhadap perkembangan mahasiswa selama berada di sekolah. Proses tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghubungkan teori akademik dengan pengalaman nyata di lapangan. Bagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, keterlibatan aktif dosen dalam PPL merupakan bentuk komitmen terhadap kualitas pembelajaran dan pembentukan kompetensi lulusan.
Tadris Bahasa Indonesia Perkuat Kompetensi Calon Guru melalui PPL di 80 Sekolah
TBIN, IAINCurup_ Rangkaian PPL diawali dengan pembekalan selama dua hari, yaitu tanggal yaitu tanggal 2–3 September 2026. Kegiatan ini menjadi tahap persiapan bagi mahasiswa sebelum menjalankan praktik di sekolah, terutama dalam memahami tugas, tanggung jawab, etika profesi, administrasi pembelajaran, serta dinamika kehidupan sekolah. Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX dengan penempatan pada 80 sekolah mitra jenjang SMP, SMA/SMK dan sederajat. Penempatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman kependidikan secara langsung kepada mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan mereka sebagai calon guru Bahasa Indonesia.Setelah pembekalan, mahasiswa mulai melaksanakan PPL pada 7 September hingga 5 Desember 2026. Selama kurang lebih tiga bulan, 41 mahasiswa tersebut ditempatkan dan menjalankan praktik pada 80 lokasi sekolah mitra yang tersebar pada jenjang SMP, SMA/SMK dan sederajat.PPL menjadi bagian penting dalam pendidikan mahasiswa kependidikan karena memberikan ruang untuk menerapkan teori dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata. Bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, pengalaman tersebut mencakup kemampuan merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia, mengelola kelas, berkomunikasi dengan peserta didik, menggunakan media pembelajaran, serta melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar.Sebaran mahasiswa pada 80 lokasi sekolah memberikan pengalaman lapangan yang lebih beragam. Setiap sekolah memiliki karakteristik lingkungan, peserta didik, budaya akademik, dan tantangan pembelajaran yang berbeda. Kondisi tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenal realitas pendidikan secara lebih dekat. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berasal dari buku dan ruang perkuliahan, tetapi juga dari pengalaman menghadapi situasi pembelajaran secara langsung.Bagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, PPL juga menjadi bagian dari komitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kesiapan profesional. Mahasiswa diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh di kampus ke lingkungan sekolah dan memberikan kontribusi positif selama menjalankan praktik.Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa juga diharapkan menjaga etika, disiplin, tanggung jawab, serta nama baik almamater dalam setiap aktivitas di sekolah.PPL Angkatan IX bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, tetapi menjadi tahap penting dalam proses pembentukan identitas profesional mahasiswa sebagai calon pendidik.Selama tiga bulan, 41 mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia akan belajar dari 80 lingkungan sekolah, mengasah kemampuan mengajar, membangun komunikasi dengan peserta didik, serta memahami berbagai dinamika dunia pendidikan.Dari kampus menuju sekolah, mahasiswa membawa bekal ilmu untuk diterapkan, sekaligus membawa pulang pengalaman untuk membentuk diri menjadi pendidik yang lebih matang.Tadris Bahasa Indonesia terus menyiapkan calon guru yang kompeten, adaptif, dan mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang bermakna bagi peserta didik.
Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Dukung Green Campus IAIN Curup melalui Gerakan Ekoteologi
TBIN, IAINCurup_ Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) IAIN Curup turut ambil bagian dalam gerakan peduli lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Green Campus IAIN Curup sekaligus menyukseskan program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026, dan dipusatkan di kawasan lapangan hutan kampus IAIN Curup. Kegiatan penanaman pohon ini menjadi bagian dari komitmen sivitas akademika IAIN Curup dalam membangun lingkungan kampus yang hijau, asri, dan berkelanjutan. Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia bersama sivitas akademika lainnya menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana.Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., dan turut dihadiri Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II IAIN Curup, Tim dan Anggota Green Campus IAIN Curup, serta sivitas akademika yang berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon. Kehadiran mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan karakter mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan ekologis serta mampu mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.Penanaman pohon menjadi simbol penting dalam gerakan Green Campus. Sebuah pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat yang besar dalam waktu singkat. Namun, ketika dirawat dengan baik, pohon tersebut akan tumbuh menjadi bagian dari ekosistem yang memberikan keteduhan, menjaga kualitas lingkungan, dan menghadirkan kehidupan bagi generasi berikutnya. Semangat inilah yang turut dibawa mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam sebuah harapan tentang masa depan kampus yang semakin hijau dan berkelanjutan. Harapan tersebut sejalan dengan perjalanan IAIN Curup yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Sebagaimana pohon yang ditanam akan tumbuh, memiliki akar yang semakin kuat, dan menghasilkan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya, demikian pula IAIN Curup diharapkan terus tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.Partisipasi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap semangat Ekoteologi Kementerian Agama RI, yakni membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia.Bagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, keterlibatan mahasiswa dalam Green Campus sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membentuk karakter, kepedulian, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan. Keikutsertaan mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dalam kegiatan Green Campus memperkuat komitmen program studi untuk mendorong mahasiswa menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, peduli lingkungan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Keterlibatan mereka dalam kegiatan penghijauan menjadi langkah sederhana yang memiliki makna besar ketika dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Pohon-pohon yang ditanam hari ini diharapkan dapat tumbuh dan berkembang, memberikan keteduhan serta manfaat bagi generasi yang akan datang. Seperti halnya pohon yang membutuhkan akar kuat untuk tumbuh tinggi, IAIN Curup juga terus memperkuat fondasi akademik, karakter, dan pengabdiannya agar dapat tumbuh menjadi perguruan tinggi yang semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Menanam pohon hari ini, menanam harapan untuk masa depan. Dari kampus yang hijau, tumbuh generasi yang peduli. Dari IAIN Curup, tumbuh ilmu yang memberi manfaat.
Semangat Baru Tadris Bahasa Indonesia, 54 Mahasiswa Ikuti PBAK Keprodian
TBIN, IAINCurup_ Sebanyak 54 mahasiswa baru Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) IAIN Curup mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 selama tiga hari, 22–24 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Aula Rektorat IAIN Curup tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik sekaligus mempersiapkan diri memasuki kehidupan perguruan tinggi.Dari 54 mahasiswa baru tersebut, 4 orang merupakan mahasiswa laki-laki dan 50 orang mahasiswa perempuan. Mereka mengikuti rangkaian PBAK dengan antusias sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum memulai aktivitas perkuliahan.PBAK menjadi ruang pengenalan bagi mahasiswa baru terhadap lingkungan kampus, sistem akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi bagian dari budaya akademik IAIN Curup. Kegiatan ini juga menjadi tahap awal dalam membangun kesiapan mahasiswa agar mampu menjalani proses pendidikan secara aktif, disiplin, dan bertanggung jawab.Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Agita Misriani, M.Pd., mengatakan bahwa mahasiswa baru perlu memanfaatkan masa awal perkuliahan untuk membangun karakter dan kebiasaan akademik yang positif.“PBAK adalah pintu awal mahasiswa mengenal dunia perguruan tinggi. Kami berharap mahasiswa baru Tadris Bahasa Indonesia tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian untuk berorganisasi dan berkarya,” ujar Agita.Menurutnya, menjadi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar memahami teori bahasa dan sastra. Mahasiswa juga dipersiapkan untuk memiliki kompetensi sebagai calon pendidik yang mampu berkomunikasi dengan baik, berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.“Gunakan masa kuliah untuk belajar sebanyak mungkin, membangun jejaring, menghasilkan karya, dan memberikan manfaat. Jadilah mahasiswa yang mampu membawa nama baik Tadris Bahasa Indonesia dan IAIN Curup di tengah masyarakat,” pesannya.Mahasiswa Baru: PBAK Jadi Pengalaman BerhargaAntusiasme mahasiswa baru terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan PBAK. Selain memperoleh informasi mengenai kehidupan akademik dan kemahasiswaan, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan kampus dan membangun relasi dengan sesama mahasiswa.Salah seorang mahasiswa baru Tadris Bahasa Indonesia yang menjadi perwakilan peserta menyampaikan bahwa PBAK memberikan pengalaman baru sekaligus membantu mahasiswa memahami kehidupan perguruan tinggi.“PBAK menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Kami mendapatkan banyak informasi tentang dunia kampus dan kehidupan sebagai mahasiswa. Dari kegiatan ini kami juga belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab. Kami berharap dapat menjalani perkuliahan dengan baik dan meraih prestasi bersama Tadris Bahasa Indonesia,” ungkapnya.Ia menambahkan, pengalaman selama PBAK membuat mahasiswa baru semakin termotivasi untuk memulai perkuliahan dan beradaptasi dengan lingkungan akademik.Awal Perjalanan Menjadi PendidikBagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, penerimaan mahasiswa baru bukan sekadar bertambahnya jumlah mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari keberlanjutan proses pendidikan calon pendidik bahasa Indonesia.Kehadiran 54 mahasiswa baru diharapkan menjadi energi baru bagi terciptanya suasana akademik yang aktif, produktif, dan kolaboratif. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pembelajar di ruang kelas, tetapi juga aktif mengembangkan minat, bakat, penalaran, literasi, dan keterampilan sosial melalui berbagai kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.Dengan berakhirnya PBAK, perjalanan 54 mahasiswa baru Tadris Bahasa Indonesia memasuki babak baru. Dari kegiatan pengenalan kampus menuju ruang-ruang perkuliahan, mereka membawa harapan untuk tumbuh menjadi mahasiswa yang kompeten, berkarakter, produktif, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.Dari Tadris Bahasa Indonesia, perjalanan itu dimulai: belajar dengan tekun, berkarya dengan bahasa, dan mengabdi dengan ilmu.Salam Basastra, Bahasa Bisa Sastra Bisa.Literasi, Mencerdaskan.
Dr. Renti Yasmar., S.Pd.I.M.Pd.I, Ketua Prodi PBA IAIN Curup Pemateri pada OBA ke-9 Tingkat Provinsi Bengkulu
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Curup turut berkontribusi dalam kegiatan Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi Bengkulu sekaligus Pertemuan Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab se-Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Aula Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu.Dalam kegiatan tersebut, Dr. Renti Yasmar, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Curup, hadir dan berperan sebagai pemateri dalam sesi pertemuan Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab se-Provinsi Bengkulu. Ia menyampaikan materi dengan tema “LPDP BIB Kemenag”, yang menjadi salah satu informasi penting bagi para guru dalam memahami peluang pengembangan kompetensi dan peningkatan kapasitas melalui program beasiswa dan pengembangan sumber daya manusia.Penyampaian materi tersebut menjadi bagian dari kontribusi Prodi PBA IAIN Curup dalam memberikan wawasan dan informasi kepada para guru Bahasa Arab mengenai peluang pendidikan dan pengembangan profesional. Para guru yang hadir memperoleh informasi mengenai pentingnya peningkatan kualifikasi akademik serta kesiapan dalam memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia.Kehadiran Dr. Renti Yasmar dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata keterlibatan perguruan tinggi, khususnya Prodi PBA IAIN Curup, dalam membangun sinergi dengan para guru Bahasa Arab di Provinsi Bengkulu. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru diharapkan dapat terus diperkuat dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di berbagai jenjang pendidikan.Selain sesi pertemuan guru, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Provinsi Bengkulu. Ajang tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, kompetensi, dan kecintaan terhadap Bahasa Arab sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara guru dan peserta didik Bahasa Arab dari berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu.Bagi Prodi PBA IAIN Curup, keterlibatan dalam kegiatan ini memiliki arti strategis. Sebagai program studi yang bergerak dalam bidang pendidikan Bahasa Arab, PBA tidak hanya berperan dalam menyiapkan calon guru Bahasa Arab, tetapi juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kompetensi guru yang telah berada di lapangan.Dr. Renti Yasmar menyampaikan bahwa pertemuan guru seperti ini penting untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan membuka ruang kolaborasi antara guru dengan perguruan tinggi.“Guru Bahasa Arab perlu terus mengembangkan kompetensi dan memperluas wawasan. Pertemuan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk berbagi informasi, pengalaman, sekaligus membuka peluang pengembangan diri melalui berbagai program yang tersedia,” ujarnya.Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN FAS Bengkulu tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme. Kehadiran para guru Bahasa Arab dari berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu menunjukkan semangat yang kuat untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran Bahasa Arab.Melalui keterlibatan Dr. Renti Yasmar sebagai pemateri, Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran akademik dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas guru dan pembelajaran Bahasa Arab di Provinsi Bengkulu.Ke depan, Prodi PBA IAIN Curup diharapkan dapat terus membangun kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan organisasi guru Bahasa Arab, dalam rangka mewujudkan ekosistem pendidikan Bahasa Arab yang semakin berkualitas, profesional, dan berdaya saing. (YDO)