Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Gemilang di Yudisium, Mahasiswa TBIN IAIN Curup Tunjukkan Prestasi Akademik Terbaik
TBIN, IAINCurup_ Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup sebanyak 17 orang mengikuti yudisium bersama 352 mahasiswa lainnya. Kegiatan ini berlangsung Pada Hari Sabtu, 17 Oktober 2026 di Aula Rektorat IAIN Curup yang menjadi momentum penting bagi mahasiswa TBIN untuk menandai penyelesaian pendidikan akademik pada jenjang sarjana sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia pengabdian dan profesional.Yudisium dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Curup yang diwakili Wakil Rektor II, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah, yakni Dekan FAkultas Tarbiyah Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd.Kons., serta Kepala Bagian Tata Usaha Juliadi, B.Sc., S.E. Ketua Program Studi TBIN, Dr. Agita Misriani, M.Pd., turut hadir mendampingi mahasiswa dalam momen penting perjalanan akademik tersebut.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar penanda berakhirnya proses perkuliahan, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai lulusan perguruan tinggi. Ia mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.Salah satu agenda penting dalam yudisium tersebut adalah pembacaan Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Nomor 511 Tahun 2026 tentang Lulusan dan Skripsi Terbaik Semester Ganjil Tahun 2026. Berdasarkan rekapitulasi prestasi akademik Program Studi TBIN, Resa Julianti, S.Pd meraih predikat lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik sebesar 3,96. Sementara itu, predikat skripsi terbaik Program Studi TBIN diberikan kepada Bella Rossa Amanda, S.Pd yang memperoleh nilai A dengan skor 91. Capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas prestasi akademik dan kualitas karya ilmiah mahasiswa selama menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.Sebagai bentuk apresiasi, jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para penerima predikat lulusan terbaik dan skripsi terbaik. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi, menjaga konsistensi belajar, dan menghasilkan karya ilmiah yang bermutu.Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Agita Misriani, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada mahasiswa TBIN yang telah menyelesaikan tahapan akademik hingga yudisium. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan, disiplin, dan dukungan berbagai pihak.“Yudisium ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu dan membuktikan kompetensi di tengah masyarakat. Saya berharap para lulusan TBIN terus menjaga semangat belajar, mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra, serta menjadi pribadi yang berintegritas, kreatif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya,” demikian pesan motivasi yang dapat disampaikan kepada para lulusan.Ia juga berharap prestasi yang diraih Resa Julianti dan Bella Rossa Amanda dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa TBIN lainnya untuk terus berusaha mencapai hasil terbaik, baik dalam bidang akademik maupun dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.Dengan terlaksananya yudisium ini, 17 mahasiswa TBIN bersiap mengikuti prosesi wisuda pada 24 Oktober 2026. Mereka diharapkan melangkah ke tahap berikutnya dengan rasa percaya diri, membawa nilai-nilai yang telah dipelajari selama kuliah, serta menjadikan ilmu sebagai bekal untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat. Bahasa Bisa, Sastra BisaLiterasi Mencerdaskan.
138 Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Yudisium Fakultas Tarbiyah Semester Ganjil 2026
CURUP – Sebanyak 138 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, mengikuti Yudisium Fakultas Tarbiyah Semester Ganjil Tahun 2026 yang berlangsung di Aula IAIN Curup. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana sekaligus awal perjalanan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan dan kompetensi di tengah masyarakat.Yudisium tersebut diikuti oleh 352 mahasiswa dari sembilan program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Curup yang diwakili Wakil Rektor II, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., serta dihadiri Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., jajaran pimpinan fakultas, para ketua program studi, dan tamu undangan lainnya.Bagi mahasiswa PGMI, yudisium ini menandai berakhirnya salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan tinggi. Bekal ilmu pengetahuan, pengalaman perkuliahan, dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi landasan untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dasar.Ketua Program Studi PGMI, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan mengikuti yudisium. Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi para lulusan untuk terus mengembangkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja dan pengabdian masyarakat.“Selamat kepada seluruh mahasiswa PGMI yang telah menyelesaikan studi dan mengikuti yudisium. Pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan kerja keras. Saya berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk melangkah ke tahap berikutnya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.Agus juga menekankan bahwa lulusan PGMI memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Menurutnya, menjadi calon pendidik tidak cukup hanya dengan menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki karakter, integritas, kreativitas, dan kepedulian terhadap perkembangan peserta didik.“Lulusan PGMI harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Jadilah pribadi yang berintegritas, profesional, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik. Saya berharap para lulusan dapat membawa nama baik almamater serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di mana pun mereka mengabdi,” tambahnya.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni penetapan kelulusan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjuangan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang telah dijalani selama masa perkuliahan.Ia berharap seluruh lulusan mampu menjaga integritas, mengembangkan kompetensi, dan menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat. Para lulusan Fakultas Tarbiyah juga diharapkan memiliki komitmen dalam mendukung kemajuan pendidikan, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan.Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., mengingatkan para lulusan agar menjadikan keberhasilan akademik sebagai bekal untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, gelar sarjana perlu diiringi dengan etika, profesionalisme, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi perkembangan sosial dan teknologi.Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Nomor 507 Tahun 2026 tentang Yudisium Program Sarjana (S-1) Fakultas Tarbiyah Semester Ganjil Tahun 2026 oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Juliadi, B.Sc., SE. Setelah itu, dilaksanakan penyerahan kalung yudisium dan petikan keputusan kepada para peserta sebagai bagian dari prosesi penetapan kelulusan.Acara juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa, pembacaan Ikrar Alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, serta penampilan Paduan Suara IAIN Curup di bawah pimpinan Dr. Guntur Putra Jaya, S.Sos., MM., M.Pd. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.Penyelenggaraan yudisium turut melibatkan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 sebagai panitia pelaksana. Kerja sama antara panitia, pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan berbagai pihak terkait mendukung kelancaran kegiatan tersebut.Bagi Program Studi PGMI, keikutsertaan 138 mahasiswa dalam yudisium ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, karakter, dan kesiapan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan.Melalui momentum ini, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana, tetapi terus mengembangkan diri, menjaga nama baik almamater, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Raih IPK 3,99, Dita Rafizka Mahasiswa PGMI IAIN Curup Jadi Lulusan Terbaik Fakultas Tarbiyah
CURUP — Prestasi membanggakan diraih Dita Rafizka, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup. Ia berhasil meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.Capaian tersebut menjadi buah dari konsistensi, kedisiplinan, dan kesungguhannya selama menempuh pendidikan tinggi. Bagi Dita, keberhasilan akademik bukan semata-mata tentang memperoleh nilai tinggi, melainkan juga tentang bagaimana menjalani proses pembelajaran dengan penuh tanggung jawab dan mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat bagi orang lain.Perempuan kelahiran Curup, 6 September 2001, itu memulai perjalanan akademiknya di IAIN Curup pada 2022. Ketertarikannya terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan dasar, menjadi alasan memilih Prodi PGMI. Sejak kecil, ia telah menyimpan cita-cita menjadi seorang guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan karakter mereka.Di balik raihan IPK 3,99, Dita tidak mengandalkan metode belajar yang rumit. Ia justru membangun kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, mencatat materi penting, mempersiapkan bahan pembelajaran sebelum perkuliahan, hingga aktif bertanya kepada dosen ketika menemukan materi yang belum dipahami.Baginya, keberanian bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar. Ia meyakini bahwa pemahaman tidak selalu diperoleh dalam sekali membaca atau mendengarkan penjelasan, sehingga mahasiswa perlu memiliki kemauan untuk terus mencari tahu.Perjalanan kuliahnya juga diwarnai tantangan dalam membagi waktu antara perkuliahan, kegiatan organisasi, dan pekerjaan. Kesibukan tersebut menuntutnya untuk lebih cermat menentukan prioritas serta menyelesaikan setiap tanggung jawab secara bertahap.Di tengah berbagai kesibukan, Dita berusaha menjaga komitmen terhadap pendidikan yang sedang ditempuhnya. Pengalaman tersebut membentuk kedisiplinan sekaligus mengajarkannya bahwa keberhasilan membutuhkan kemampuan mengelola waktu dan ketekunan dalam menghadapi kesulitan.Dukungan keluarga, terutama doa, kasih sayang, dan pengorbanan sang ibu, turut menjadi sumber kekuatan baginya. Dita memandang predikat lulusan terbaik yang diraihnya bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas dukungan keluarga yang senantiasa menyertai perjalanan pendidikannya.Perhatian Dita terhadap persoalan pendidikan tercermin dalam penelitian skripsinya yang berjudul “Hubungan Pola Asuh Permisif terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas IV SD Negeri 07 Ujan Mas.”Penelitian tersebut mengkaji hubungan pola asuh permisif dengan perilaku prokrastinasi akademik siswa, terutama kecenderungan menunda penyelesaian tugas, pekerjaan rumah, dan persiapan menghadapi ujian.Topik yang dipilihnya berkaitan erat dengan tantangan pendidikan dasar, ketika pembentukan kebiasaan belajar anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Melalui penelitian tersebut, Dita berharap hasil kajiannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua dan guru dalam mendampingi anak agar lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap kewajiban akademiknya.Pilihan topik itu sekaligus memperlihatkan ketertarikannya terhadap hubungan antara pola pengasuhan keluarga dan perilaku belajar peserta didik, sebuah persoalan yang relevan bagi calon guru madrasah ibtidaiyah.Ketua Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Dita Rafizka yang berhasil menjadi lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah dengan IPK 3,99.Menurutnya, prestasi tersebut merupakan capaian yang membanggakan bagi mahasiswa dan program studi. Keberhasilan Dita juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk menjalani perkuliahan dengan disiplin, menjaga konsistensi belajar, dan memanfaatkan kesempatan pendidikan secara optimal.“Prestasi yang diraih Dita Rafizka merupakan kebanggaan bagi Prodi PGMI. Capaian IPK 3,99 menunjukkan hasil yang sangat baik dari proses akademik yang telah dijalaninya. Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha, menjaga kedisiplinan, dan bertanggung jawab terhadap proses pendidikan masing-masing,” ungkap Agus Riyan Oktori.Ia menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak seharusnya hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan mengamalkan ilmu pengetahuan, membangun karakter, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.“Sebagai calon pendidik, mahasiswa PGMI perlu mempersiapkan diri bukan hanya dengan penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga dengan integritas, kepedulian, dan komitmen untuk mendampingi perkembangan peserta didik. Kami berharap Dita dapat terus mengembangkan kompetensinya dan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk kemajuan pendidikan,” tambahnya.Setelah menyelesaikan pendidikan di Prodi PGMI, Dita bertekad melanjutkan langkahnya di dunia pendidikan. Ia ingin mengembangkan kompetensi melalui pengalaman mengajar, pelatihan, dan berbagai kesempatan belajar yang dapat memperkuat kemampuannya sebagai calon pendidik profesional.Ia bercita-cita menjadi guru yang mampu menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan bermakna, membangun rasa percaya diri peserta didik, serta membantu setiap anak berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.Bagi Dita, kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Predikat lulusan terbaik justru menjadi dorongan untuk terus bertumbuh, meningkatkan kemampuan, dan menghadapi tantangan baru dalam kehidupan profesional.Kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dita berpesan agar tidak meremehkan proses-proses kecil yang dilakukan setiap hari. Menurutnya, kedisiplinan, konsistensi, keberanian mencoba, dan kemauan bertanya merupakan kebiasaan penting yang dapat membantu mahasiswa berkembang.Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak menjadikan keberhasilan orang lain sebagai alasan untuk merasa tertinggal. Sebaliknya, pencapaian tersebut dapat dijadikan inspirasi untuk terus memperbaiki diri karena setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda dalam meraih keberhasilan.Prestasi Dita Rafizka menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik tidak hanya berkaitan dengan angka pada transkrip nilai. Di baliknya, terdapat ketekunan, dukungan keluarga, tanggung jawab, serta cita-cita untuk mengamalkan ilmu bagi kepentingan masyarakat.
Prodi PBA IAIN Curup Implementasikan Kerja Sama Kolaborasi Penelitian dengan Prodi BSA UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
Curup, 1 Oktober 2026 – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Curup terus memperkuat sinergi akademik melalui implementasi kerja sama kolaborasi penelitian dengan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu. Kolaborasi ini melibatkan Dr. Renti Yasmar, S.Pd.I., M.Pd.I., dari Prodi PBA IAIN Curup dan Ketua Prodi BSA UIN FAS Bengkulu, Dr. Abdul Aziz Al Khumairi, M.Hum.Kerja sama kolaborasi penelitian ini merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas penelitian dosen, memperluas jejaring akademik antarlembaga, serta mendorong pengembangan keilmuan bahasa Arab. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan terjalin pertukaran gagasan, pengalaman, dan keahlian yang dapat menghasilkan penelitian berkualitas serta memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan bahasa Arab di perguruan tinggi.Sebagai bagian dari pelaksanaan dan penguatan kerja sama tersebut, pada tanggal 1 Oktober 2026, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN FAS Bengkulu melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penelitian ke Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Curup. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan kolaborasi penelitian, mengevaluasi ketercapaian kegiatan, serta memastikan bahwa pelaksanaan penelitian berjalan sesuai dengan tujuan dan standar mutu yang telah ditetapkan.Kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga menjadi momentum penting bagi Prodi PBA IAIN Curup untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan budaya penelitian yang kolaboratif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik. Melalui evaluasi tersebut, pelaksanaan kerja sama diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi dosen, program studi, institusi, dan masyarakat akademik secara luas.Dr. Renti Yasmar menyambut baik kolaborasi penelitian ini sebagai langkah positif dalam membangun kemitraan akademik yang produktif. Kerja sama lintas perguruan tinggi diharapkan mampu membuka peluang penelitian bersama, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperkuat kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pendidikan dan bahasa Arab.Dengan adanya implementasi kerja sama dan kegiatan monitoring serta evaluasi dari LPM UIN FAS Bengkulu, Prodi PBA IAIN Curup berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi penelitian sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian. Sinergi antara IAIN Curup dan UIN FAS Bengkulu diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama akademik yang lebih luas dan berkelanjutan pada masa mendatang. (YDO)
Prodi PBA IAIN Curup Menjalin Kerja Sama Internasional dengan Maahad Tahfiz Al-Qur’an wal Imamah Malaysia
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Curup terus memperluas jejaring kerja sama Internasional sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kompetensi mahasiswa, serta memperluas pengalaman pembelajaran di tingkat global. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama Internasional antara Prodi PBA IAIN Curup dan Maahad Tahfiz Al-Qur’an wal Imamah Malaysia pada Senin, 5 Oktober 2026.Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Curup, Dr. Renti Yasmar, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama Mudir Maahad Tahfiz Al-Qur’an wal Imamah Malaysia, Nurhafizan Ahmad. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua institusi, khususnya dalam bidang pendidikan, pengembangan kompetensi bahasa Arab, dan peningkatan pengalaman akademik mahasiswa.Salah satu implementasi nyata dari kerja sama internasional tersebut adalah pelaksanaan program Teaching Program bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab IAIN Curup. Dalam program ini, mahasiswa atas nama Sauqi Ilhami Lubis, dengan NIM 23601014, memperoleh kesempatan untuk melaksanakan kegiatan mengajar di Maahad Tahfiz Al-Qur’an wal Imamah Malaysia.Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman mengajar secara langsung di lingkungan pendidikan internasional, tetapi juga berkesempatan mengembangkan kemampuan pedagogik, keterampilan berkomunikasi, serta kompetensi profesional sebagai calon pendidik bahasa Arab. Selain itu, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik pembelajaran, budaya akademik, dan lingkungan pendidikan di Malaysia.Ketua Prodi PBA IAIN Curup, Dr. Renti Yasmar, S.Pd.I., M.Pd.I., melalui kerja sama ini mendorong agar mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran nyata. Program Teaching Program juga menjadi salah satu bentuk komitmen Prodi PBA IAIN Curup dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, profesional, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat internasional.Kerja sama dengan Maahad Tahfiz Al-Qur’an wal Imamah Malaysia diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat terus dikembangkan melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga. Ke depan, kerja sama ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pertukaran pengalaman akademik, peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Arab, serta pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen.Dengan terlaksananya perjanjian kerja sama internasional ini, Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Curup menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan global dan menghadirkan pengalaman pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa. Kehadiran Sauqi Ilhami Lubis dalam program Teaching Program di Malaysia menjadi salah satu bukti konkret bahwa kerja sama internasional dapat diwujudkan dalam kegiatan akademik yang nyata dan berdampak bagi pengembangan sumber daya manusia. (YDO)
Dita Rafizka, Peraih IPK 3,99 Fakultas Tarbiyah IAIN Curup: Konsistensi, Disiplin, dan Cita-Cita Menjadi Guru Inspiratif
CURUP – Prestasi membanggakan ditorehkan Dita Rafizka, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99. Perempuan kelahiran Curup, 6 September 2001, ini membuktikan bahwa keberhasilan akademik dapat diraih melalui konsistensi, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menjalani setiap proses pendidikan. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi almamater yang telah menjadi tempatnya menimba ilmu dan mengembangkan potensi diri.Perjalanan pendidikan Dita di IAIN Curup dimulai pada tahun 2022. Berbekal ketertarikan yang besar terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia sekolah dasar, ia memilih Program Studi PGMI sebagai langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru. Baginya, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati yang telah tumbuh sejak kecil. Ia ingin menjadi pendidik yang tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mampu membantu setiap anak menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Pilihan tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, karakter, dan masa depan generasi penerus bangsa.Di balik pencapaian IPK 3,99, Dita mengaku tidak memiliki kiat belajar khusus yang rumit. Menurutnya, kunci utama keberhasilan terletak pada konsistensi dan disiplin dalam belajar. Ia berusaha mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, memperhatikan penjelasan dosen, memahami materi yang disampaikan, serta mencatat poin-poin penting selama proses pembelajaran. Ia juga membiasakan diri mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya agar lebih siap mengikuti perkuliahan. Ketika menemukan penjelasan yang belum dipahami, Dita tidak ragu untuk bertanya kepada dosen. Baginya, keberanian bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar. Ia meyakini bahwa prestasi akademik bukan semata-mata tentang kecerdasan, melainkan juga tentang kebiasaan baik dan tanggung jawab terhadap proses yang dijalani.Perjalanan meraih prestasi tersebut tentu tidak terlepas dari tantangan. Salah satu hal yang paling dirasakan Dita selama kuliah adalah membagi waktu antara kewajiban akademik, kegiatan organisasi, dan pekerjaan. Berbagai tanggung jawab yang harus dijalankan terkadang membuatnya merasa lelah. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berproses. Dita belajar menyusun skala prioritas, mengatur jadwal kegiatan, serta menyelesaikan pekerjaan secara bertahap agar setiap tanggung jawab dapat dituntaskan dengan baik. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memahami materi perkuliahan, tetapi juga oleh kecakapan mengelola waktu, menjaga komitmen, dan bertahan menghadapi kesulitan.Dukungan orang tua dan keluarga menjadi sumber kekuatan terbesar bagi Dita selama menempuh pendidikan, terutama doa, kasih sayang, pengorbanan, dan dukungan dari sang ibu. Ia menyadari bahwa pencapaian yang diraihnya hari ini bukanlah hasil perjuangan seorang diri, melainkan juga buah dari dukungan keluarga yang senantiasa mengiringi setiap langkahnya. Karena itu, predikat lulusan terbaik yang diperolehnya memiliki makna lebih dari sekadar penghargaan akademik. Bagi Dita, prestasi tersebut merupakan salah satu bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk membahagiakan dan membanggakan kedua orang tuanya. Dukungan keluarga menjadi pengingat bahwa di balik setiap keberhasilan, terdapat doa dan pengorbanan yang tidak selalu terlihat, tetapi memiliki arti besar dalam perjalanan seseorang meraih cita-cita.Kesungguhan Dita dalam bidang pendidikan juga tercermin melalui penelitian skripsinya yang berjudul “Hubungan Pola Asuh Permisif terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas IV SD Negeri 07 Ujan Mas.” Penelitian tersebut berfokus pada hubungan pola asuh permisif dengan perilaku prokrastinasi akademik siswa, terutama kebiasaan menunda mengerjakan pekerjaan rumah, menyelesaikan tugas, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Melalui penelitian ini, Dita berupaya memberikan gambaran mengenai keterkaitan pola pengasuhan orang tua dengan perilaku belajar anak. Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua dan guru dalam mendampingi peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewajiban akademiknya. Topik tersebut sekaligus menunjukkan perhatiannya terhadap persoalan pendidikan dasar yang dekat dengan kehidupan siswa dan lingkungan keluarga.Setelah menyelesaikan pendidikan di Program Studi PGMI, Dita bertekad mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya dengan berkontribusi secara langsung dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Ia ingin terus mengembangkan kompetensi sebagai pendidik melalui pengalaman mengajar, pelatihan, serta berbagai kesempatan belajar lainnya. Cita-cita yang ingin diwujudkannya adalah menjadi guru yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menginspirasi, membangun karakter, dan membantu peserta didik berkembang sesuai dengan kebutuhan serta potensinya. Dita berharap dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki semangat belajar, rasa percaya diri, dan karakter yang baik. Baginya, menjadi guru merupakan kesempatan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendidikan.Predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,99 juga menjadi motivasi bagi Dita untuk terus bertumbuh dan tidak cepat berpuas diri. Ia menyadari bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu, meningkatkan kemampuan, dan menghadapi tantangan baru di dunia nyata. Pengalaman selama menjalani perkuliahan telah mengajarkannya arti kesabaran, tanggung jawab, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga semangat ketika menghadapi berbagai keterbatasan. Ia berharap pencapaian yang diraihnya dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-cita sebagai pendidik profesional yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah dasar.Kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dita menyampaikan pesan agar tidak pernah meremehkan proses-proses kecil yang dilakukan setiap hari. Menurutnya, prestasi tidak selalu diraih oleh mereka yang merasa paling pintar, tetapi juga oleh orang-orang yang bersedia berusaha, disiplin, konsisten, dan tidak mudah menyerah. Ia mengajak mahasiswa untuk berani mencoba hal baru, tidak malu bertanya ketika menghadapi kesulitan, serta tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai alasan untuk merasa tertinggal. Sebaliknya, keberhasilan orang lain hendaknya menjadi inspirasi untuk terus memperbaiki diri. Setiap mahasiswa, menurutnya, memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi melalui jalan serta waktu yang berbeda-beda. Karena itu, hal terpenting adalah tetap berusaha, menghargai proses, dan tidak berhenti belajar meskipun hasil yang diharapkan belum segera tercapai.Bagi Dita Rafizka, IPK tinggi memang merupakan pencapaian yang membanggakan, tetapi nilai sesungguhnya dari pendidikan terletak pada bagaimana ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Prinsip tersebut menjadi landasan bagi langkahnya setelah menyandang predikat lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Semester Ganjil Tahun 2026. Kisah Dita menghadirkan pesan bahwa keberhasilan akademik bukan hanya tentang angka yang tercantum pada transkrip nilai, melainkan juga tentang karakter, ketekunan, dukungan keluarga, dan tujuan mulia yang ingin diwujudkan melalui ilmu pengetahuan. Dengan semangat konsistensi dan cita-cita menjadi guru inspiratif, Dita diharapkan mampu melanjutkan kiprahnya dalam dunia pendidikan serta menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Dita Rafizka atas pencapaian Lulusan Terbaik pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي