Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Mencetak Pendidik Berjiwa Bisnis: Mahasiswa TBIn IAIN Curup Dibekali Strategi Kewirausahaan
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 10 Oct 2026

Mencetak Pendidik Berjiwa Bisnis: Mahasiswa TBIn IAIN Curup Dibekali Strategi Kewirausahaan

TBIN, IAINCurup_ Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIn) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Pelatihan Kewirausahaan pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan berkonsep edukatif ini diselenggarakan di Aula Harun Ar-Rasyid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup, dengan mengusung tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan.”Acara diawali dengan serangkaian sesi pembukaan dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membekali para calon pendidik dengan mentalitas kewirausahaan agar mampu beradaptasi dan menciptakan peluang secara mandiri di masa depan.Sesi pematerian pertama menghadirkan Associate Mantri Bank BRI Cabang Curup, Dian Puspa Sari. Membawakan topik “Strategi Permodalan dan Akses Pembiayaan Perbankan bagi Wirausaha Muda”, ia mengajak mahasiswa memahami elemen krusial dalam merintis bisnis, khususnya tata cara memperoleh serta mengelola modal keuangan secara tepat dan akuntabel melalui akses perbankan.Menyadari bahwa pembelajaran kewirausahaan tidak cukup hanya bersandarkan pada teori ruang kelas, rangkaian acara dilanjutkan dengan kunjungan lapangan langsung ke unit wirausaha bidang pendidikan. Mahasiswa diajak melihat secara dekat bagaimana sebuah lembaga bisnis dirintis, dikelola, hingga mampu melahirkan produk dan layanan yang dikenal luas oleh masyarakat.Sesi kunjungan lapangan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. M. Taqiyuddin, M.Pd.I. Agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ustadz Rajab Efendi, M.Pd., pendiri Sekolah Luar Biasa Islam Terpadu (SLBIT) di bawah naungan Yayasan Sosial dan Dakwah Nur Khairul Ashab. Sekolah yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus berbasis Islam terpadu tersebut menjadi contoh nyata penerapan educational entrepreneurship yang berorientasi pada kebermanfaatan sosial.Melalui perpaduan materi perbankan dan observasi langsung ke lembaga pendidikan berbasis wirausaha ini, para mahasiswa TBIn IAIN Curup diharapkan tidak hanya siap menjadi pendidik yang kompeten, tetapi juga wirausahawan muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.

Nalar Yang Mengakar, Dzikir yang melingkar : Refleksi Jumat dari Sudut Kampus
Berita Tadris Bahasa Indonesia 09 Oct 2026

Nalar Yang Mengakar, Dzikir yang melingkar : Refleksi Jumat dari Sudut Kampus

TBIN, IAINCurup_ Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menggelar kegiatan Kuliah Tujuh Menit (KULTUM) pada Jumat (9/10/2026), pukul 08.00–10.00 WIB, di pelataran kelas Prodi TBIN. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di kalangan mahasiswa. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin bersama, kemudian dibuka secara langsung oleh Ketua Prodi TBIN, Dr. Agita Misriani, M.Pd. Selanjutnya, kultum disampaikan oleh Irfan Syahripudin, mahasiswa TBIN yang menjabat sebagai Ketua Divisi Keagamaan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) TBIN.Dalam sambutannya, Dr. Agita Misriani mengapresiasi pelaksanaan KULTUM sebagai kegiatan positif yang memadukan pembinaan keagamaan, penguatan karakter, dan kebersamaan mahasiswa. Ia menekankan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan pembentukan akhlak, kepedulian sosial, dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan sesama.“Kegiatan seperti KULTUM menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus belajar membangun kebersamaan. Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa TBIN yang berilmu, berakhlak, serta peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” demikian pesan Agita.Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi bersama HMPS tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan program studi, mengembangkan tanggung jawab, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan akademik. Dalam penyampaian materinya, Irfan Syahripudin mengangkat pesan tentang pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Ia mengajak mahasiswa menjadikan nilai kepedulian dan saling membantu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan perkuliahan maupun masyarakat. Tolong-menolong tidak selalu diwujudkan melalui bantuan besar. Sikap sederhana, seperti membantu teman yang mengalami kesulitan belajar, berbagi pengetahuan, mengingatkan dalam kebaikan, dan mendukung kegiatan positif, merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.Pesan tersebut mengingatkan mahasiswa bahwa kebersamaan tidak cukup hanya dibangun melalui pertemuan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat. Semangat saling membantu juga dapat memperkuat persaudaraan dan menciptakan lingkungan akademik yang harmonis. Melalui kultum tersebut, mahasiswa diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap kesulitan orang lain serta menjadikan ilmu dan kemampuan yang dimiliki sebagai sarana untuk membantu sesama.Pada akhir kegiatan, HMPS TBIN mengajak seluruh mahasiswa untuk memperkuat keakraban dan membangun komunikasi yang lebih baik melalui kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat. Ajakan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan program studi yang tidak hanya mendukung pengembangan akademik, tetapi juga mempererat hubungan antarmahasiswa.

Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Jadwalkan Supervisi I dan Monitoring PPL Angkatan IX, DPL Diminta Perkuat Pembimbingan dan Kerja Sama dengan Sekolah
Berita Fakultas 09 Oct 2026

Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Jadwalkan Supervisi I dan Monitoring PPL Angkatan IX, DPL Diminta Perkuat Pembimbingan dan Kerja Sama dengan Sekolah

CURUP – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menjadwalkan pelaksanaan Supervisi I, Monitoring, dan Evaluasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX Tahun 2026 pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pelaksanaan PPL berjalan sesuai dengan program yang telah ditetapkan, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman praktik kependidikan mahasiswa di sekolah atau lokasi penempatan masing-masing.Pelaksanaan Supervisi I tersebut didasarkan pada Surat Tugas Nomor 1619/In.34/FT/PP.00.9/10/2026 tentang Supervisi I dan Monitoring Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026. Melalui surat tugas tersebut, setiap Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan supervisi, monitoring, dan evaluasi terhadap mahasiswa PPL yang berada di bawah bimbingannya. Kunjungan supervisi dilaksanakan di sekolah atau lokasi PPL masing-masing dengan waktu yang menyesuaikan kondisi dan kesepakatan di lapangan.Salah satu agenda utama Supervisi I adalah pemeriksaan kelengkapan administrasi pembelajaran mahasiswa PPL. DPL diminta memastikan mahasiswa telah menyiapkan berbagai perangkat pembelajaran yang diperlukan, meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar, media pembelajaran, metode pembelajaran, bahan ajar, serta administrasi pembelajaran lainnya yang relevan. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan akademik dan administratif dalam menjalankan tugas sebagai calon pendidik maupun tenaga kependidikan profesional.Selain pemeriksaan administrasi, DPL juga bertugas melakukan monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan PPL secara menyeluruh. Aspek yang menjadi perhatian meliputi kesesuaian kegiatan mahasiswa dengan program yang telah ditetapkan, kehadiran dan kedisiplinan, keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas sekolah, serta kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi dengan kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, dan peserta didik. DPL juga diharapkan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa agar dapat diberikan solusi dan tindak lanjut yang tepat.Dalam pelaksanaan supervisi ini, DPL diwajibkan membawa Surat Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan pihak sekolah atau lokasi PPL untuk memperoleh tanda tangan pihak sekolah. Perjanjian tersebut menjadi bentuk kesepakatan kelembagaan dalam menjalin kerja sama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau Magang Kependidikan mahasiswa. Dokumen ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kemitraan antara Fakultas Tarbiyah dan sekolah, sekaligus mendukung keberlanjutan program praktik kependidikan di masa mendatang.Terkait administrasi dokumen kerja sama, Surat Perjanjian Kerja Sama dibuat dalam dua rangkap asli, dengan pembagian satu rangkap untuk Pihak I, yaitu Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, dan satu rangkap untuk Pihak II, yaitu sekolah atau lokasi PPL. Oleh karena itu, DPL perlu memastikan kedua rangkap dokumen tersebut ditandatangani oleh pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah proses penandatanganan selesai, masing-masing pihak menyimpan satu rangkap sebagai dokumen resmi dan arsip kerja sama.Selain menjalankan tugas supervisi dan mengurus dokumen kerja sama, DPL diharapkan memberikan pembimbingan, masukan, arahan, serta rekomendasi kepada mahasiswa berdasarkan hasil pengamatan di lapangan. Pembimbingan tersebut diarahkan untuk membantu mahasiswa meningkatkan kompetensi pedagogik, profesionalisme, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Melalui komunikasi yang baik antara DPL, mahasiswa, guru pamong, dan pihak sekolah, berbagai permasalahan selama pelaksanaan PPL diharapkan dapat ditangani secara konstruktif.Sebagai bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, setiap DPL juga diwajibkan menyampaikan hasil Supervisi I dan monitoring melalui formulir instrumen yang telah disediakan oleh Panitia PPL Angkatan IX Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026. Formulir tersebut dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/Formulir_Instrumen_Monitoring_Terhadap_Pelaksanaan_PPL_Fakultas_Tarbiyah_Tahun_2026_Supervisi_1. Pelaporan ini diperlukan untuk menghimpun informasi mengenai perkembangan pelaksanaan PPL, kelengkapan administrasi, capaian kegiatan, serta kendala yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut panitia.Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, Surat Tugas Supervisi I dan dokumen Surat Perjanjian Kerja Sama (MoU) dapat diambil oleh masing-masing DPL melalui Panitia PPL Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 di Gedung RKB Lantai 3, Ruang Akademik, mulai Jumat, 9 Oktober 2026. DPL diharapkan mengambil dokumen sebelum melaksanakan kunjungan supervisi, memeriksa kelengkapan berkas, serta memastikan dokumen MoU dibawa ke sekolah atau lokasi PPL yang menjadi wilayah bimbingannya. Persiapan tersebut penting agar pelaksanaan supervisi dan proses penandatanganan kerja sama dapat berlangsung secara tertib dan efektif.Melalui pelaksanaan Supervisi I, Monitoring, dan Evaluasi ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup berharap kualitas pelaksanaan PPL Angkatan IX Tahun 2026 semakin meningkat, baik dari sisi kesiapan administrasi, praktik pembelajaran, kedisiplinan mahasiswa, maupun penguatan kemitraan dengan sekolah. Sinergi antara fakultas, DPL, pihak sekolah, guru pamong, dan mahasiswa menjadi faktor penting dalam mewujudkan praktik kependidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Seluruh DPL diharapkan melaksanakan amanah dalam surat tugas dengan penuh tanggung jawab serta menyampaikan hasil supervisi secara lengkap sebagai bahan evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan PPL berikutnya.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي

Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Sosialisasikan Simulasi Penilaian PPL Angkatan IX Tahun 2026 Berbasis Google Form
Berita Fakultas 06 Oct 2026

Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Sosialisasikan Simulasi Penilaian PPL Angkatan IX Tahun 2026 Berbasis Google Form

Curup, 6 Oktober 2026 — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup terus melakukan penguatan tata kelola pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX Tahun 2026. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penyampaian Simulasi Penilaian PPL Tahun 2026 kepada seluruh Ketua Kelompok dan Wakil Ketua Kelompok mahasiswa peserta PPL.Pada pelaksanaan PPL Angkatan IX Tahun 2026, mekanisme penilaian dirancang menggunakan Google Form sebagai media pengisian instrumen penilaian. Pemanfaatan media digital ini diharapkan dapat menjadikan proses penilaian lebih terstruktur, sistematis, terdokumentasi, transparan, serta mudah dipantau, sekaligus membantu memastikan data penilaian mahasiswa dapat dihimpun dan diolah secara lebih tertib.Sosialisasi simulasi penilaian ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh mahasiswa, khususnya Ketua dan Wakil Ketua Kelompok, memahami tahapan pengisian sebelum penilaian PPL yang sebenarnya dilaksanakan.Enam Tahapan Penilaian PPL yang Perlu DipahamiDalam simulasi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan enam tahapan utama dalam proses pengisian penilaian PPL Tahun 2026.Tahap pertama, mahasiswa atau pihak yang melakukan penilaian diarahkan untuk memilih Sekolah/Lokasi PPL sesuai dengan tempat mahasiswa melaksanakan praktik. Ketepatan dalam memilih lokasi menjadi hal yang sangat penting karena data sekolah merupakan bagian awal yang menentukan keterhubungan antara Guru Pamong, mahasiswa, dan proses penilaian.Tahap kedua, pengisi penilaian diminta untuk memilih Nama Guru Pamong, Nama Mahasiswa, dan Program Studi Mahasiswa yang akan dinilai. Pada tahap ini, ketelitian menjadi kunci utama. Setiap data harus diperiksa kembali agar Guru Pamong, mahasiswa, dan Program Studi yang dipilih benar-benar sesuai.Tahap ketiga merupakan pengisian Instrumen Penilaian PPL Tahun 2026. Instrumen penilaian menggunakan skala yang telah ditetapkan dan disesuaikan dengan karakteristik serta Program Studi masing-masing mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memastikan bahwa instrumen yang digunakan benar-benar sesuai dengan Program Studi mahasiswa yang dinilai.Seluruh butir penilaian juga harus diisi secara teliti. Kesalahan dalam memilih instrumen maupun melewatkan bagian tertentu dapat memengaruhi kelengkapan data penilaian.Selanjutnya, tahap keempat adalah Penilaian Laporan Individu dan Laporan Kelompok. Setelah instrumen utama selesai, proses penilaian dilanjutkan dengan komponen penilaian laporan. Seluruh bagian yang berkaitan dengan laporan individu maupun laporan kelompok harus diperiksa dan diisi sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Pedoman Penilaian PPL Tahun 2026.Tahap kelima adalah proses pemeriksaan kembali seluruh data sebelum Submit atau Kirim. Pada tahap ini, pengisi penilaian diingatkan untuk tidak terburu-buru menekan tombol Submit.Sekolah atau Lokasi PPL, Nama Guru Pamong, Nama Mahasiswa, Program Studi, Instrumen Penilaian, Penilaian Laporan Individu, dan Penilaian Laporan Kelompok perlu diperiksa kembali untuk memastikan seluruh data telah benar.Setelah seluruh data dipastikan sesuai, barulah hasil penilaian dapat dikirim atau di-Submit.Kemudian, tahap keenam adalah pengecekan hasil penilaian. Setelah proses penilaian berhasil dikirim, sistem akan menampilkan notasi atau pesan yang mengarahkan pengguna untuk Cek Hasil Penilaian PPL Tahun 2026.Melalui tautan tersebut, pengguna dapat melihat informasi hasil penilaian, termasuk biodata Guru Pamong, biodata mahasiswa, Program Studi, serta jumlah atau nilai akhir yang diberikan.Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa proses penilaian telah berhasil dilakukan sekaligus memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memeriksa kembali hasil yang telah tercatat dalam sistem.Pendataan Perangkat Sekolah Menjadi Perhatian UtamaSelain memahami mekanisme pengisian penilaian, mahasiswa peserta PPL Angkatan IX juga mendapatkan penekanan mengenai pentingnya Pendataan Perangkat Sekolah.Ketua dan Wakil Ketua Kelompok diminta untuk memastikan bahwa pendataan perangkat sekolah pada masing-masing lokasi PPL telah dilaksanakan sesuai ketentuan.Pendataan tersebut mencakup data perangkat sekolah dan pihak-pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan PPL, termasuk Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Perwakilan Guru Pamong, Guru Pamong, serta mahasiswa peserta PPL sesuai dengan kebutuhan pendataan yang telah ditetapkan.Kelengkapan dan ketepatan data menjadi bagian yang sangat penting karena berkaitan dengan kelancaran proses administrasi dan penilaian PPL.Apabila kelompok pada Sekolah/Lokasi PPL belum melakukan Pendataan Perangkat Sekolah sesuai ketentuan, maka Nilai PPL Mahasiswa dapat menjadi NOL.Karena itu, seluruh Ketua dan Wakil Ketua Kelompok diharapkan tidak menganggap pendataan sebagai sekadar proses administratif, tetapi sebagai bagian penting yang harus dipastikan penyelesaiannya.Ketua dan Wakil Ketua Kelompok Diminta Menyampaikan Informasi kepada Seluruh AnggotaFakultas Tarbiyah juga menekankan bahwa pemahaman mengenai mekanisme penilaian tidak hanya menjadi tanggung jawab Ketua dan Wakil Ketua Kelompok.Ketua dan Wakil Ketua Kelompok diharapkan menyampaikan kembali seluruh informasi mengenai Simulasi Penilaian PPL Tahun 2026 kepada seluruh anggota kelompok masing-masing.Dengan adanya pemahaman yang sama di antara seluruh anggota kelompok, diharapkan proses penilaian nantinya dapat berlangsung dengan lebih tertib dan meminimalkan kesalahan dalam pengisian data.Mahasiswa juga diimbau untuk mempelajari simulasi sebelum pelaksanaan penilaian yang sebenarnya, sehingga ketika proses penilaian dilaksanakan, mahasiswa sudah memahami tahapan yang harus dilakukan.Pahami Alur, Periksa Data, dan Isi Penilaian dengan TelitiMelalui simulasi ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengajak seluruh mahasiswa peserta PPL Angkatan IX Tahun 2026 untuk membangun budaya administrasi yang teliti, tertib, bertanggung jawab, dan berbasis data.Pemanfaatan Google Form dalam proses penilaian bukan hanya dimaksudkan untuk mempermudah pengisian, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data penilaian PPL.Mahasiswa diharapkan tidak menunggu sampai terjadi kesalahan dalam proses penilaian. Setiap tahapan perlu dipahami sejak awal, mulai dari memilih lokasi PPL, memilih Guru Pamong dan mahasiswa, menentukan instrumen sesuai Program Studi, mengisi penilaian laporan, memeriksa seluruh data, melakukan Submit, hingga memastikan hasil penilaian telah tercatat melalui fitur Cek Hasil Penilaian PPL Tahun 2026.Untuk memudahkan mahasiswa mempelajari mekanisme tersebut, Simulasi Penilaian PPL Tahun 2026 telah disiapkan sebagai panduan sebelum pelaksanaan penilaian yang sebenarnya.Sukses PPL Angkatan IXPelaksanaan simulasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian penilaian PPL Angkatan IX berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.Link Simulasi Penilaian PPL Tahun 2026 yaitu: https://bit.ly/Simulasi-PenilaianPPL2026Dengan kolaborasi antara mahasiswa, Guru Pamong, sekolah mitra, Dosen Pembimbing Lapangan, serta pengelola PPL Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, proses pelaksanaan dan penilaian PPL diharapkan dapat berlangsung secara optimal.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي

Mahasiswa Prodi PBA IAIN Curup Ikuti International Arabic Teaching Program di Tiga Negara
Akademik Pendidikan Bahasa Arab 02 Oct 2026

Mahasiswa Prodi PBA IAIN Curup Ikuti International Arabic Teaching Program di Tiga Negara

Curup, 2 Oktober 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Curup, Sauqi Ilham Lubis, mendapat kesempatan mengikuti International Arabic Teaching Program yang dilaksanakan di tiga negara, yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand, pada 5–28 Oktober 2026.Keikutsertaan Sauqi Ilham Lubis dalam program internasional tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang dilakukan oleh ITHLA Indonesia. Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 30 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia terpilih untuk mengikuti program yang memberikan pengalaman akademik dan pembelajaran Bahasa Arab dalam konteks internasional.International Arabic Teaching Program menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman dan wawasan dalam bidang pengajaran Bahasa Arab. Pelaksanaan kegiatan di tiga negara memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lingkungan pendidikan, budaya, serta praktik pembelajaran Bahasa Arab dalam konteks yang lebih luas.Sebagai salah satu mahasiswa yang terpilih, Sauqi Ilham Lubis membawa nama Prodi PBA IAIN Curup dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaannya menjadi kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan akademik internasional.Program ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab. Selain memperkuat kemampuan kebahasaan dan pedagogis, kegiatan internasional seperti ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dengan peserta maupun akademisi dari berbagai latar belakang.Ketua Prodi PBA IAIN Curup, Dr. Renti Yasmar, S.Pd.I., M.Pd.I., menyambut baik keikutsertaan mahasiswa Prodi PBA dalam program internasional tersebut. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan berskala internasional diharapkan dapat memberikan pengalaman positif yang nantinya dapat dibagikan kepada mahasiswa lainnya di lingkungan Prodi PBA IAIN Curup.Keikutsertaan Sauqi Ilham Lubis dalam International Arabic Teaching Program juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Prodi PBA IAIN Curup dalam memperkenalkan dan mengembangkan pembelajaran Bahasa Arab di tingkat internasional.Dengan berlangsungnya kegiatan pada 5–28 Oktober 2026, Prodi PBA IAIN Curup berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi akademik, kemampuan Bahasa Arab, wawasan internasional, serta kesiapan menjadi pendidik Bahasa Arab yang profesional dan berdaya saing. (YDO)

Prodi PBA IAIN Curup Menjalin Kerja Sama dengan UINSI Samarinda
Akademik Pendidikan Bahasa Arab 02 Oct 2026

Prodi PBA IAIN Curup Menjalin Kerja Sama dengan UINSI Samarinda

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Curup menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UINSI Samarinda sebagai langkah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani di Yogyakarta pada 23 September 2026 oleh Ketua Prodi PBA IAIN Curup, Dr. Renti Yasmar, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama Ketua Prodi PBA UINSI Samarinda, Muhammad Ihsanuddin Masdar, S.Hum., M.Pd.Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik Prodi PBA IAIN Curup dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dari perguruan tinggi lain di Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, kerja sama diharapkan dapat membuka peluang pelaksanaan berbagai kegiatan akademik secara bersama, termasuk pertukaran wawasan, pengembangan pembelajaran, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa di bidang Pendidikan Bahasa Arab.Pada bidang penelitian, kerja sama dapat menjadi ruang bagi dosen kedua program studi untuk membangun kolaborasi penelitian, bertukar gagasan ilmiah, serta mengembangkan kajian yang relevan dengan perkembangan Pendidikan Bahasa Arab.Sementara dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama diharapkan dapat mendorong terlaksananya program-program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan pembelajaran Bahasa Arab.Ketua Prodi PBA IAIN Curup, Dr. Renti Yasmar, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi antarlembaga dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan Bahasa Arab. Melalui kerja sama ini, Prodi PBA IAIN Curup terus berupaya memperluas mitra strategis sekaligus memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.Penandatanganan PKS yang dilaksanakan di Yogyakarta ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kegiatan kolaboratif antara Prodi PBA IAIN Curup dan Prodi PBA UINSI Samarinda. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kemajuan Pendidikan Bahasa Arab di Indonesia. (YDO)