Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

GKM Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Sosialisasikan Instrumen Baru Akreditasi Program Studi Tahun 2026
Berita Fakultas 22 Aug 2026

GKM Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Sosialisasikan Instrumen Baru Akreditasi Program Studi Tahun 2026

Curup, 22 Agustus 2026 — Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan Sosialisasi Instrumen Baru Akreditasi Program Studi pada Fakultas Tarbiyah Tahun 2026, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 17.30 WIB tersebut dilaksanakan di Ruang Smart Class, Gedung RKB Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan seluruh unsur fakultas dalam menghadapi dinamika dan tuntutan sistem akreditasi perguruan tinggi.Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Rektor I IAIN Curup, Dr. Eka Apriyani, M.Pd., Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons., unsur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Curup, jajaran GKM Fakultas Tarbiyah, para Ketua Program Studi dan Ketua Unit di lingkungan Fakultas Tarbiyah, serta dosen dan tenaga kependidikan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peningkatan mutu dan kesiapan akreditasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Asri Karolina, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Narasumber memberikan pemaparan mengenai substansi dan arah perubahan dalam instrumen akreditasi program studi, sekaligus memberikan pemahaman praktis mengenai aspek-aspek yang perlu dipersiapkan oleh program studi dalam memenuhi standar mutu yang ditetapkan.Dalam pemaparannya, Dr. Asri Karolina menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap instrumen akreditasi baru. Perubahan instrumen tidak hanya perlu dipahami sebagai persyaratan administratif, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan mutu berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap program studi perlu mampu menunjukkan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan mutu dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan.Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut memiliki arti strategis bagi Fakultas Tarbiyah. Menurutnya, pemahaman terhadap instrumen baru harus dimiliki secara bersama-sama, baik oleh pimpinan fakultas, program studi, unit kerja, dosen, maupun tenaga kependidikan. “Sosialisasi ini penting agar seluruh unsur di Fakultas Tarbiyah memiliki pemahaman yang sama mengenai instrumen akreditasi yang baru. Kita tidak ingin persiapan akreditasi hanya dilakukan ketika menjelang asesmen, tetapi menjadi bagian dari budaya mutu yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.Lebih lanjut, Dr. Muhammad Taqiyuddin menegaskan bahwa akreditasi bukan semata-mata tentang memperoleh predikat tertentu, melainkan merupakan instrumen untuk memastikan bahwa tata kelola akademik, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, serta layanan kepada mahasiswa terus mengalami peningkatan. Karena itu, setiap program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah perlu membangun sistem dokumentasi dan pengelolaan data yang akurat, terukur, terdokumentasi, serta dapat dipertanggungjawabkan.Sementara itu, Kepala GKM Fakultas Tarbiyah, Meri Hartati, M.Pd., menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi. Menurutnya, instrumen akreditasi yang baru membutuhkan kesiapan data, dokumen, bukti kinerja, serta keterlibatan aktif seluruh pihak. “Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk menyamakan persepsi sekaligus memetakan apa saja yang harus dipersiapkan oleh masing-masing program studi. GKM akan terus mendorong agar proses penjaminan mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi benar-benar tercermin dalam kinerja dan peningkatan kualitas program studi,” jelasnya.Meri Hartati juga menambahkan bahwa keberhasilan akreditasi sangat dipengaruhi oleh konsistensi program studi dalam menjalankan siklus penjaminan mutu. Karena itu, koordinasi antara GKM, Ketua Program Studi, unit kerja, dosen, dan tenaga kependidikan perlu terus diperkuat. Data dan dokumen yang dihasilkan dalam setiap kegiatan akademik maupun nonakademik harus dikelola secara sistematis sehingga dapat menjadi bukti kinerja sekaligus dasar dalam melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung melalui sesi pemaparan, diskusi, dan tanya jawab bersama narasumber. Berbagai persoalan terkait implementasi instrumen baru, pengelolaan data, penyusunan dokumen akreditasi, hingga strategi peningkatan mutu program studi dibahas secara interaktif. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para Ketua Program Studi dan sivitas akademika Fakultas Tarbiyah untuk memperoleh perspektif yang lebih jelas mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan dalam menghadapi proses akreditasi ke depan.Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menegaskan komitmennya untuk menjadikan penjaminan mutu sebagai budaya kerja dan budaya akademik. Sosialisasi Instrumen Baru Akreditasi Program Studi Tahun 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman sivitas akademika terhadap mekanisme akreditasi, tetapi juga mendorong lahirnya langkah-langkah nyata dalam peningkatan kualitas tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan akademik. Dengan kolaborasi seluruh unsur fakultas, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup optimistis mampu menghadapi tuntutan akreditasi secara lebih terencana sekaligus terus meningkatkan mutu program studi secara berkelanjutan.

Harmoni Bahasa dalam Bingkai Mutu : Prodi TBIn Ikut Serta Dalam Kegiatan Monev CPL Kurikulum
Akademik Tadris Bahasa Indonesia 21 Aug 2026

Harmoni Bahasa dalam Bingkai Mutu : Prodi TBIn Ikut Serta Dalam Kegiatan Monev CPL Kurikulum

TBIn_Optimalisasi Kurikulum Berbasis OBE: Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup ikut serta dalam kegiatan Monev CPL Sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023CURUP — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikannya. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Kurikulum Sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, yang diselenggarakan secara intensif pada Senin hingga Selasa, 10–11 Agustus 2026.Kegiatan penting ini dihadiri secara langsung oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Ibu Dr. Agita Misriani, M.Pd bersama dengan perwakilan konsorsium TBIN Ibu Zelvi Iskandar, M.Pd serta menghadirkan narasumber ahli di bidang pengembangan kurikulum, Sri Nugrateni, S.Pd., M.Pd.Pelaksanaan Monev ini menjadi agenda strategis bagi institusi untuk meninjau kembali keselarasan kurikulum program studi dengan regulasi terbaru, khususnya dalam mengimplementasikan kerangka Outcome-Based Education (OBE). Melalui kegiatan ini, konsorsium dan jajaran pengelola prodi berdiskusi secara mendalam untuk merumuskan evaluasi berbasis data demi penyempurnaan rancangan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja serta perkembangan era digital."Kurikulum yang responsif terhadap kebijakan Merdeka Belajar dan standar nasional pendidikan tinggi adalah kunci utama dalam melahirkan lulusan pendidik bahasa Indonesia yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global," ungkap perwakilan pengelola prodi dalam rangkaian acara tersebut.Melalui sinergi yang kuat antara Kaprodi TBIN, tim konsorsium, dan para pakar, IAIN Curup optimistis mutu akademik Program Studi Tadris Bahasa Indonesia akan terus meningkat secara berkelanjutan, sejalan dengan visi institusi dalam mencetak generasi unggul di bidang pendidikan bahasa dan sastra.

Rumah Belajar Ceria, Langkah Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Menumbuhkan Budaya Literasi
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 21 Aug 2026

Rumah Belajar Ceria, Langkah Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Menumbuhkan Budaya Literasi

TBIn — Semangat menumbuhkan budaya literasi tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas yang formal. Di tengah kehidupan masyarakat Desa Duku Ilir, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia hadir membawa semangat belajar melalui Rumah Belajar Ceria, sebuah kegiatan pendampingan belajar yang menjadi bagian dari program kerja mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Juli hingga Agustus 2026.Rumah Belajar Ceria dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Desa Duku Ilir. Melalui kegiatan pendampingan belajar dan kelas membaca, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia berupaya mendekatkan anak-anak dengan buku sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini.Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan anak dalam mengenal dan membaca kata, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami isi bacaan, berani menyampaikan pendapat, serta menikmati proses belajar. Bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata penerapan ilmu kebahasaan dan pembelajaran bahasa Indonesia di tengah masyarakat.Membaca dengan Cara yang MenyenangkanDalam pelaksanaannya, Rumah Belajar Ceria menggunakan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan dekat dengan dunia anak. Mahasiswa memberikan pendampingan membaca secara langsung, memanfaatkan buku-buku bergambar, serta mengajak anak berdiskusi melalui metode tanya jawab.Buku bergambar menjadi salah satu media yang digunakan untuk menarik perhatian anak. Gambar membantu anak memahami konteks cerita, mengenali kosakata, dan menghubungkan bacaan dengan pengalaman mereka sehari-hari.Setelah membaca, anak-anak diajak menjawab pertanyaan sederhana mengenai tokoh, peristiwa, maupun pesan yang terdapat dalam bacaan. Dengan demikian, kegiatan membaca tidak berhenti pada kemampuan melafalkan tulisan, tetapi berlanjut pada kemampuan memahami dan memaknai apa yang dibaca.Latihan membaca juga dilakukan secara rutin. Pola pendampingan yang konsisten diharapkan dapat membantu anak membangun kepercayaan diri dan perlahan meningkatkan kemampuan membaca mereka.Dari Rumah Belajar, Tumbuh Generasi Gemar MembacaKehadiran Rumah Belajar Ceria menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam menjawab kebutuhan literasi di masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa dan literasi memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan anak.Bagi anak-anak Desa Duku Ilir, Rumah Belajar Ceria bukan sekadar tempat untuk membaca. Ia menjadi ruang untuk bertanya, bercerita, mencoba, dan belajar tanpa rasa takut. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bahwa menjadi calon pendidik berarti tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang dekat, menyenangkan, dan bermakna.Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia ingin menanamkan satu pesan sederhana: membaca bukan sekadar mengeja kata, tetapi membuka pintu untuk memahami dunia.Tadris Bahasa Indonesia Hadir untuk MasyarakatRumah Belajar Ceria sekaligus memperlihatkan komitmen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman nyata di masyarakat. Pembelajaran yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.Program ini menjadi salah satu wujud bahwa mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia tidak hanya belajar tentang bahasa dan sastra di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.Dari Desa Duku Ilir, langkah kecil itu dimulai. Sebuah buku dibuka, sebuah cerita dibaca, sebuah pertanyaan diajukan, dan dari sana tumbuh rasa ingin tahu. Karena ketika seorang anak mulai mencintai membaca, sesungguhnya sebuah pintu menuju masa depan telah dibuka.

Mahasiswa KKN Prodi TBIN Bangun Budaya Literasi Anak melalui Pendampingan Menulis di Berbagai Lokasi KKN
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 21 Aug 2026

Mahasiswa KKN Prodi TBIN Bangun Budaya Literasi Anak melalui Pendampingan Menulis di Berbagai Lokasi KKN

TBIn – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) melaksanakan kegiatan pendampingan menulis salah satunya bagi siswa sekolah dasar di Posko KKN 25 Desa Tebat Tenong Dalam, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan masyarakat.Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat setelah salat Maghrib ini menyasar anak-anak kelas III dan IV sekolah dasar yang berdomisili di sekitar posko KKN. Ruang tamu posko dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama yang menghadirkan suasana edukatif dan interaktif antara mahasiswa KKN dengan anak-anak desa.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan menulis cerita pendek sederhana dengan tema kegiatan sehari-hari maupun cita-cita di masa depan. Sebagai stimulus, pendamping terlebih dahulu menjelaskan tema secara lisan serta menuliskan contoh kalimat pembuka di papan tulis, seperti “Di pagi yang cerah ini, saya...”, untuk membantu anak-anak mengembangkan ide dan menyusun cerita menggunakan bahasa mereka sendiri.Selama proses menulis berlangsung, mahasiswa KKN mendampingi setiap peserta yang mengalami kesulitan dalam merangkai kalimat, memilih kata, hingga menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Pendampingan dilakukan secara personal agar anak-anak lebih percaya diri dalam menyampaikan pengalaman dan imajinasi melalui karya tulis sederhana.Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga ditutup dengan sesi apresiasi berupa foto bersama sambil memperlihatkan hasil tulisan yang telah dibuat oleh masing-masing anak. Momen tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kreativitas dan semangat mereka dalam mengikuti kegiatan literasi.Melalui program pendampingan menulis ini, mahasiswa KKN Prodi Tadris Bahasa Indonesia berharap dapat menumbuhkan minat baca dan tulis sejak usia dini, meningkatkan keberanian anak-anak dalam mengekspresikan ide, serta membangun kebiasaan literasi yang berkelanjutan di Desa Tebat Tenong Dalam. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen edukasi yang hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian berbasis pendidikan dan literasi.

Kolaborasi Strategis Prodi TBI IAIN Curup dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perkuat Jejaring Akademik dan Mutu Pendidikan Bahasa Inggris
Berita Fakultas 21 Aug 2026

Kolaborasi Strategis Prodi TBI IAIN Curup dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perkuat Jejaring Akademik dan Mutu Pendidikan Bahasa Inggris

Curup, 20 Agustus 2026 — Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup resmi memperkuat jejaring akademiknya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Program Studi Tadris Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Gedung RKB Fakultas Tarbiyah, ruang Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kemitraan akademik yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi.Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dua perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas sumber daya akademik. Kolaborasi antarkedua program studi diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi dapat diimplementasikan melalui program-program konkret yang memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran, produktivitas akademik, dan pengembangan keilmuan Tadris Bahasa Inggris.Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Curup Khairunnisa, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen Prodi TBI untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa. Menurutnya, kemitraan strategis dengan perguruan tinggi lain menjadi instrumen penting dalam menghadirkan ekosistem akademik yang dinamis, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan pendidikan bahasa Inggris di era transformasi digital.“Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi yang lebih produktif dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat mengembangkan berbagai kegiatan akademik seperti pertukaran dosen, kuliah tamu, seminar bersama, penelitian kolaboratif, serta program lainnya yang memberikan manfaat bagi civitas akademika kedua institusi,” ujarnya.Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi merupakan bagian penting dari strategi penguatan mutu fakultas, terutama dalam menghadapi tuntutan pendidikan tinggi yang semakin menekankan keterhubungan akademik, inovasi, dan produktivitas berbasis kolaborasi. “Kami berharap MoU ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi program kerja yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi dosen maupun mahasiswa. Jejaring seperti ini harus menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan menghasilkan inovasi akademik,” ungkapnya.Sementara itu, Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dra. Hj. Amroh Umaemah, M.Pd., menyambut baik terjalinnya kemitraan tersebut. Ia menilai kolaborasi antarprogram studi memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi sekaligus memperluas ruang pertukaran pengalaman, gagasan, dan praktik baik dalam pengelolaan program studi. Sinergi tersebut juga diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan keilmuan bahasa Inggris.Penandatanganan MoU ini sekaligus merepresentasikan semangat transformasi pendidikan tinggi yang menempatkan kolaborasi, inovasi, dan penguatan jejaring akademik sebagai bagian penting dalam peningkatan mutu institusi. Implementasi kerja sama dapat diarahkan pada berbagai kegiatan, antara lain penelitian dan publikasi bersama, seminar atau konferensi akademik, kuliah tamu, pertukaran pengalaman pengelolaan pembelajaran, pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai agenda tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta memperkuat budaya akademik yang produktif.Melalui kerja sama strategis ini, Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Curup dan Prodi Tadris Bahasa Inggris UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimis dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dan menghasilkan berbagai inovasi akademik yang berdampak. Kemitraan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperluas kapasitas profesional dosen, memperkuat produktivitas penelitian dan pengabdian, serta meningkatkan reputasi kedua institusi di tingkat nasional. Dengan demikian, MoU ini menjadi bukan sekadar simbol kemitraan, melainkan langkah konkret menuju penguatan mutu pendidikan Tadris Bahasa Inggris yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing.

40 Mahasiswa TBIN Ikuti Seminar Proposal, Libatkan 16 Dosen Penguji
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 20 Aug 2026

40 Mahasiswa TBIN Ikuti Seminar Proposal, Libatkan 16 Dosen Penguji

TBIn – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup melaksanakan Seminar Proposal yang diikuti oleh 40 mahasiswa semester VI (enam). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan tugas akhir sekaligus mengukur kesiapan mahasiswa dalam merancang dan mengembangkan penelitian secara ilmiah.Pelaksanaan seminar melibatkan 16 dosen, terdiri atas dosen tetap Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (dosen homebase) serta dosen lintas program studi. Keterlibatan dosen dari berbagai bidang keilmuan diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap kualitas rancangan penelitian melalui masukan, evaluasi, dan arahan akademik yang konstruktif.Dalam seminar, mahasiswa mempresentasikan proposal penelitian di hadapan dosen penguji untuk memperoleh telaah terhadap aspek substansi, metodologi, serta relevansi penelitian. Masukan yang diberikan menjadi bahan penyempurnaan proposal sebelum mahasiswa melanjutkan pada tahap penelitian.Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia berkomitmen memastikan proses penyusunan tugas akhir berlangsung secara terarah, sistematis, dan memenuhi standar akademik. Seminar proposal juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa lebih siap melaksanakan penelitian serta menyelesaikan studi secara tepat waktu.