Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Enam Mahasiswa TBIN Kembali Ikuti Ujian Skripsi, Prodi Dorong Penyelesaian Studi Tepat Waktu
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 20 Aug 2026

Enam Mahasiswa TBIN Kembali Ikuti Ujian Skripsi, Prodi Dorong Penyelesaian Studi Tepat Waktu

TBInCurup – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup melaksanakan Ujian Skripsi Periode Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan akademik tersebut diikuti oleh enam mahasiswa semester VIII (delapan) sebagai bagian dari tahapan akhir penyelesaian studi pada Program Studi Tadris Bahasa Indonesia.Keenam mahasiswa yang mengikuti ujian skripsi tersebut terdiri atas Rezian Citra (22541025), Resa Julianti (22541023), Vella Andriani (22541032), Ananda Fitria (22541002), Amrina Rosada (22541001), dan Eca Aldina (22541009).Pelaksanaan ujian skripsi melibatkan tujuh orang dosen sebagai penguji. Kehadiran para dosen penguji merupakan bagian penting dalam memastikan proses evaluasi tugas akhir berlangsung secara objektif, akademis, dan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi.Dalam pelaksanaannya, setiap mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian yang telah disusun di hadapan tim penguji. Proses sidang dilanjutkan dengan sesi pendalaman, tanya jawab, serta pemberian masukan dan rekomendasi akademik terhadap hasil penelitian mahasiswa. Tahapan tersebut tidak hanya menjadi proses evaluasi akhir, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian secara ilmiah.Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia menegaskan bahwa ujian skripsi merupakan salah satu tahapan strategis dalam perjalanan akademik mahasiswa. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan proses sidang sebagai pengalaman akademik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, argumentasi ilmiah, serta integritas dalam menghasilkan karya akademik.Pelaksanaan ujian skripsi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam memberikan layanan akademik yang terarah kepada mahasiswa hingga mereka menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan. Melalui pelaksanaan sidang skripsi ini, diharapkan keenam mahasiswa dapat segera menyelesaikan kewajiban akademiknya dan menuntaskan masa studi tepat pada waktunya.Selain menjadi momentum evaluasi terhadap capaian pembelajaran mahasiswa, ujian skripsi juga menjadi indikator penting dalam memastikan lulusan memiliki kemampuan melakukan penelitian, mengembangkan gagasan secara sistematis, serta menyampaikan hasil pemikiran secara ilmiah. Dengan demikian, lulusan TBIN diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan studi secara tepat waktu, tetapi juga memiliki kompetensi akademik dan profesional yang dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan dan masyarakat.Program Studi Tadris Bahasa Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan akademik dan pendampingan mahasiswa, khususnya pada tahap akhir studi. Komitmen tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya lulusan yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan memiliki daya saing, sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.

HMPS PGMI Gelar Pekan Olahraga Mahasiswa 2026, Semarakkan Kebersamaan dan Sportivitas Mahasiswa
Kemahasiswaan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 20 Aug 2026

HMPS PGMI Gelar Pekan Olahraga Mahasiswa 2026, Semarakkan Kebersamaan dan Sportivitas Mahasiswa

CURUP – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menyelenggarakan Pekan Olahraga Mahasiswa PGMI Tahun 2026 pada Selasa–Rabu, 18–19 Agustus 2026, bertempat di Lingkungan Prodi PGMI. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa PGMI tersebut berlangsung meriah dan menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan mahasiswa.Pekan Olahraga Mahasiswa PGMI 2026 merupakan kegiatan kemahasiswaan yang digagas dan dilaksanakan oleh HMPS PGMI sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi nonakademik sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan Program Studi PGMI.Melalui berbagai perlombaan yang dikemas secara kreatif dan penuh kebersamaan, mahasiswa tidak hanya diajak untuk berkompetisi, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai lawan, menjunjung sportivitas, dan membangun komunikasi antarmahasiswa.Dalam Pekan Olahraga Mahasiswa PGMI Tahun 2026, HMPS PGMI menghadirkan delapan cabang perlombaan, yait Lomba Voly Terpal, Lomba Catur, Lomba Bulu Tangkis, Lomba Gobak Sodor, Lomba Bakiak Batok, Lomba Paku dalam Botol, Lomba Estafet Kerucut dan Lomba Balap Karung.Beragam perlombaan tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai kemampuan mahasiswa, mulai dari kemampuan fisik, ketangkasan, konsentrasi, strategi, hingga kerja sama tim.Lomba voly terpal dan bulu tangkis memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan olahraga sekaligus kekompakan. Sementara itu, lomba catur mengasah konsentrasi serta kemampuan peserta dalam menyusun strategi.Kemeriahan semakin terasa melalui berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, bakiak batok, paku dalam botol, estafet kerucut, dan balap karung. Perlombaan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, koordinasi, keseimbangan, ketangkasan, dan kerja sama.Antusiasme mahasiswa terlihat dalam setiap perlombaan. Para peserta berusaha memberikan kemampuan terbaik, sementara mahasiswa lainnya turut memberikan dukungan dan semangat kepada teman-teman yang bertanding.Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGMI, Citra Damayanti, menyampaikan bahwa Pekan Olahraga Mahasiswa PGMI 2026 merupakan salah satu upaya HMPS PGMI menghadirkan kegiatan positif yang dapat mempererat hubungan antarmahasiswa.“Pekan Olahraga Mahasiswa PGMI Tahun 2026 kami selenggarakan bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi lebih dari itu sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, dan menciptakan rasa kekeluargaan di antara seluruh mahasiswa PGMI.”Citra juga mengapresiasi antusiasme seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.“Kami sangat mengapresiasi seluruh mahasiswa PGMI yang telah berpartisipasi dan memeriahkan kegiatan ini. Semoga melalui kegiatan ini semakin tumbuh solidaritas, kebersamaan, dan sportivitas di antara mahasiswa. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Prodi PGMI yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini.”Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan seperti Pekan Olahraga Mahasiswa dapat menjadi sarana bagi HMPS PGMI untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun karakter mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan.Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Agus Riyan Oktori, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada HMPS PGMI atas inisiatif dan kerja keras dalam menyelenggarakan Pekan Olahraga Mahasiswa PGMI Tahun 2026.Menurutnya, kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai potensi yang tidak selalu diperoleh melalui kegiatan akademik di ruang kelas.“Kami mengapresiasi HMPS PGMI yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa Tahun 2026. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, memimpin, serta menjunjung tinggi sportivitas.”Agus Riyan Oktori juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda positif yang terus dikembangkan oleh HMPS PGMI.“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi positif di lingkungan Prodi PGMI. Jadikan olahraga dan permainan sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekeluargaan. Menang dan kalah adalah bagian dari kompetisi, tetapi nilai yang jauh lebih penting adalah kebersamaan, sportivitas, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan.”Ia menambahkan bahwa kegiatan kemahasiswaan yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa juga dapat menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan dan organisasi.“Kegiatan seperti ini sekaligus menjadi proses belajar bagi mahasiswa dalam mengelola sebuah kegiatan, membangun kerja sama tim, menyelesaikan persoalan, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Nilai-nilai tersebut sangat penting bagi mahasiswa PGMI sebagai calon pendidik dan calon pemimpin di masa depan.”Pekan Olahraga Mahasiswa PGMI 2026 memberikan suasana berbeda dari rutinitas akademik mahasiswa. Seluruh mahasiswa PGMI mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan berkompetisi dalam suasana yang santai, menyenangkan, namun tetap menjunjung nilai sportivitas.Selain olahraga, sejumlah permainan tradisional yang dipertandingkan juga menghadirkan nilai edukatif. Gobak sodor, bakiak batok, estafet kerucut, hingga paku dalam botol mengajarkan pentingnya konsentrasi, keseimbangan, strategi, ketangkasan, dan koordinasi dengan anggota tim.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa aktivitas kemahasiswaan memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter mahasiswa. Melalui kegiatan yang dikelola oleh HMPS PGMI, mahasiswa memperoleh ruang untuk belajar berorganisasi sekaligus membangun hubungan sosial yang lebih kuat.Pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa PGMI Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu agenda positif yang terus dikembangkan oleh HMPS PGMI pada masa mendatang.Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan pengalaman kompetitif bagi para peserta, tetapi juga memperkuat semangat kekeluargaan dan solidaritas seluruh mahasiswa PGMI.Melalui dukungan Program Studi PGMI dan kreativitas HMPS PGMI dalam menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan, diharapkan tercipta lingkungan mahasiswa yang aktif, kreatif, sehat, sportif, dan solid.Pekan Olahraga Mahasiswa PGMI 2026 menjadi momentum bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya dibangun melalui ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi, bekerja sama, berkompetisi secara sehat, serta mampu menghargai setiap proses dan perbedaan.

Ketua dan Staf Prodi PGMI IAIN Curup Ikuti Rapat Koordinasi Fakultas Tarbiyah, Perkuat Kesiapan Hadapi Semester Ganjil 2026/2027
Akademik Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 20 Aug 2026

Ketua dan Staf Prodi PGMI IAIN Curup Ikuti Rapat Koordinasi Fakultas Tarbiyah, Perkuat Kesiapan Hadapi Semester Ganjil 2026/2027

CURUP – Ketua dan staf Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup turut mengikuti Rapat Koordinasi Fakultas Tarbiyah dalam rangka memperkuat kesiapan menghadapi Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat Dekanat Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Tarbiyah dalam menyatukan langkah dan memperkuat sinergi seluruh program studi serta unit kerja dalam mempersiapkan berbagai agenda akademik dan kelembagaan yang akan dilaksanakan pada periode mendatang.Dalam kegiatan tersebut, Ketua dan staf Prodi PGMI bersama unsur pimpinan program studi lainnya, staf fakultas, Kepala Gugus Kendali Mutu Fakultas Tarbiyah, serta Kepala Laboratorium Micro Teaching Fakultas Tarbiyah mengikuti pembahasan sejumlah agenda strategis.Beberapa agenda utama yang menjadi fokus koordinasi meliputi persiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan XI Mahasiswa Fakultas Tarbiyah, serta persiapan penerimaan mahasiswa baru.Bagi Prodi PGMI, persiapan semester ganjil menjadi bagian penting untuk memastikan proses akademik dapat berjalan secara tertib dan optimal. Berbagai aspek, mulai dari kesiapan perkuliahan, dosen, mahasiswa, jadwal akademik, hingga pelayanan administrasi, perlu dikoordinasikan dengan baik agar pelaksanaan kegiatan akademik dapat berjalan sesuai dengan ketentuan fakultas.Selain persiapan perkuliahan, rapat juga membahas pelaksanaan PPL Angkatan XI. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa Fakultas Tarbiyah karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan di lingkungan praktik secara langsung.Agenda lainnya adalah persiapan penerimaan mahasiswa baru. Koordinasi ini diperlukan untuk memastikan setiap program studi, termasuk PGMI, dapat mendukung proses penerimaan dan memberikan pelayanan informasi yang optimal kepada calon mahasiswa.Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd, dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antarprogram studi serta unit kerja dalam mempersiapkan berbagai agenda fakultas.“Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai agenda Fakultas Tarbiyah. Persiapan yang baik harus dimulai dengan koordinasi yang baik pula, sehingga setiap program dapat dilaksanakan secara terarah dan tidak berjalan sendiri-sendiri.”Dekan juga mendorong seluruh Ketua Program Studi dan staf untuk memperkuat komunikasi serta menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan penuh komitmen.“Saya berharap seluruh program studi dan unit pendukung dapat terus memperkuat komunikasi dan sinergi. Yang paling utama adalah bagaimana kita memastikan mahasiswa mendapatkan pelayanan akademik yang baik dan proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal.”Menurutnya, berbagai agenda yang akan dilaksanakan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 perlu dipersiapkan secara matang dengan tetap mengedepankan kualitas pelayanan dan mutu akademik.Keikutsertaan Ketua dan staf Prodi PGMI dalam rapat koordinasi tersebut menunjukkan komitmen program studi untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Fakultas Tarbiyah.Koordinasi menjadi semakin penting mengingat berbagai agenda akademik yang akan dilaksanakan melibatkan program studi secara langsung. Dengan adanya penyamaan persepsi sejak tahap persiapan, berbagai potensi kendala dapat diantisipasi dan setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara lebih terarah.Bagi Prodi PGMI, kesiapan menghadapi semester ganjil tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan perkuliahan, tetapi juga mencakup kesiapan pelayanan akademik, pendampingan mahasiswa, pelaksanaan program akademik, serta keterlibatan dalam berbagai agenda fakultas.Ketua dan staf Prodi PGMI berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan dan program Fakultas Tarbiyah sekaligus memastikan seluruh agenda yang menjadi tanggung jawab program studi dapat terlaksana dengan baik.Rapat koordinasi Fakultas Tarbiyah menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan seluruh unsur fakultas dalam menghadapi Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.Melalui koordinasi yang dilakukan secara bersama-sama, Fakultas Tarbiyah dan seluruh program studi diharapkan mampu membangun tata kelola akademik yang semakin efektif, responsif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.Keikutsertaan Ketua dan staf Prodi PGMI IAIN Curup dalam rapat tersebut sekaligus menegaskan komitmen program studi untuk terus bersinergi dengan Fakultas Tarbiyah dalam memberikan pelayanan akademik terbaik kepada mahasiswa serta mendukung terwujudnya proses pendidikan yang berkualitas.Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang kuat, Prodi PGMI IAIN Curup siap menyambut Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dengan semangat kolaborasi dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta penyelenggaraan pendidikan.

15 Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Ujian Skripsi Gelombang 2 Periode Agustus 2026
Akademik Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 14 Aug 2026

15 Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Ujian Skripsi Gelombang 2 Periode Agustus 2026

CURUP – Sebanyak 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Ujian Skripsi Gelombang 2 Periode Agustus 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Gedung Munaqasyah Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan lancar sebagai bagian dari tahapan akhir penyelesaian studi mahasiswa pada jenjang sarjana.Ujian skripsi Gelombang 2 Periode Agustus 2026 dilaksanakan dalam empat sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 08.00–09.30 WIB, sesi kedua 09.30–11.00 WIB, sesi ketiga 13.30–15.00 WIB, dan sesi keempat 15.00–16.30 WIB.Pembagian waktu tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ujian dapat berjalan secara efektif dan kondusif. Dalam setiap sesi, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian yang telah disusun selama proses penyelesaian skripsi, kemudian mempertanggungjawabkannya melalui sesi tanya jawab dan diskusi bersama tim penguji.Ujian skripsi menjadi salah satu tahapan penting dalam proses akademik mahasiswa PGMI. Melalui proses tersebut, mahasiswa tidak hanya diuji atas penguasaan terhadap penelitian yang telah dilakukan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara ilmiah, serta merespons berbagai pertanyaan dan masukan dari dosen penguji.Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa peserta ujian serta dosen pembimbing dan penguji yang telah berperan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.Menurutnya, ujian skripsi bukan sekadar tahapan administratif untuk menyelesaikan studi, tetapi merupakan proses akademik yang penting dalam mengukur kesiapan mahasiswa sebagai calon lulusan perguruan tinggi.“Ujian skripsi merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil dari proses akademik dan penelitian yang telah mereka jalani. Yang kami harapkan bukan hanya mahasiswa mampu menyelesaikan skripsinya, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan hasil penelitian secara ilmiah, berpikir kritis, serta menerima masukan sebagai bagian dari proses pengembangan diri.”Agus Riyan Oktori juga berharap mahasiswa PGMI yang telah menyelesaikan tahapan ujian dapat membawa kompetensi dan pengalaman akademik yang diperoleh selama perkuliahan ke dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat“Kami berharap para mahasiswa yang mengikuti ujian skripsi ini dapat menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki integritas, profesionalitas, kreativitas, dan kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan. Khususnya sebagai calon pendidik di tingkat madrasah ibtidaiyah, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi masa depan.”Salah seorang mahasiswa peserta Ujian Skripsi Gelombang 2, Haris Febriyanto, mengungkapkan rasa syukur setelah dapat mengikuti salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya.Menurut Haris, proses penyusunan skripsi hingga pelaksanaan ujian memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga mengajarkan pentingnya ketekunan, kedisiplinan, dan keberanian dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitian.“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat mengikuti ujian skripsi dengan lancar. Bagi saya, ujian ini merupakan salah satu tahapan yang sangat berarti setelah melalui proses penyusunan skripsi yang cukup panjang. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan, terutama bagaimana melakukan penelitian, menyusun karya ilmiah, dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan dosen penguji.”Haris juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang telah memberikan bimbingan dan masukan selama proses penyelesaian skripsi.“Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan dosen penguji yang telah memberikan arahan, masukan, dan motivasi. Terima kasih juga kepada keluarga dan teman-teman yang terus memberikan dukungan. Semoga apa yang saya dapatkan selama kuliah di PGMI IAIN Curup dapat menjadi bekal untuk melanjutkan langkah dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.”Pelaksanaan Ujian Skripsi PGMI IAIN Curup Gelombang 2 Periode Agustus 2026 menjadi bagian dari komitmen Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam memastikan setiap mahasiswa menyelesaikan proses akademik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.Kegiatan yang diikuti 15 mahasiswa tersebut berlangsung dengan tertib dan kondusif hingga seluruh sesi selesai. Melalui proses evaluasi akademik yang terarah, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas sekaligus memiliki kesiapan untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan.Bagi Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, penyelenggaraan ujian skripsi bukan hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, khususnya pada jenjang madrasah ibtidaiyah.

LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Perkuat Kemitraan untuk Tingkatkan Mutu Program Studi PPG
Berita Fakultas 13 Aug 2026

LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Perkuat Kemitraan untuk Tingkatkan Mutu Program Studi PPG

Di sela-sela pelaksanaan Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia di Banjarmasin, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup mengambil langkah strategis dengan menjalin perjanjian kerja sama bersama LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring kelembagaan dan pengembangan mutu Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) di lingkungan PTKI.Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., yang mewakili LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., yang mewakili LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Momentum ini menunjukkan komitmen kedua institusi untuk membangun kemitraan yang produktif, setara, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas penyelenggaraan PPG.Secara kelembagaan, perjanjian kerja sama tersebut dimaksudkan sebagai landasan hukum dan pedoman operasional bagi kedua pihak dalam menyelenggarakan kerja sama kemitraan pengelolaan Program Studi PPG secara setara dan saling menguntungkan. Dengan adanya landasan kerja sama yang jelas, kedua LPTK memiliki pijakan bersama untuk mengembangkan berbagai program akademik dan kelembagaan yang dapat memperkuat penyelenggaraan PPG sesuai dengan standar mutu pendidikan profesi guru.Adapun tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan mutu tata kelola, kualitas pembelajaran, kapasitas sumber daya manusia, serta efektivitas pelaksanaan Program Studi PPG pada masing-masing LPTK. Sinergi kedua perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran pengalaman dan praktik baik, tetapi juga melahirkan inovasi dalam pengelolaan PPG yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pendidikan, teknologi pembelajaran, serta tuntutan profesionalisme guru.Ruang lingkup pertama kerja sama mencakup bidang akademik dan kurikulum. Dalam lingkup ini, kedua LPTK dapat melakukan pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik baik terkait pengembangan kurikulum PPG, penyusunan perangkat pembelajaran, strategi pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan bahan ajar, serta penguatan kompetensi profesional dan pedagogik mahasiswa PPG. Kolaborasi akademik juga dapat diwujudkan melalui kegiatan seminar, lokakarya, diskusi ilmiah, pertukaran narasumber, dan pengembangan inovasi pembelajaran.Ruang lingkup kedua adalah penyelenggaraan dan praktik lapangan. Kerja sama ini dapat diarahkan pada penguatan pelaksanaan kegiatan PPG yang bersifat praktik, termasuk pengelolaan praktik pengalaman lapangan, observasi pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pengembangan jejaring dengan sekolah mitra, serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan dan evaluasi praktik lapangan. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa PPG diharapkan memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan nyata di satuan pendidikan.Ruang lingkup ketiga meliputi penjaminan mutu dan riset. Kedua LPTK dapat saling memperkuat sistem penjaminan mutu penyelenggaraan PPG melalui pertukaran instrumen, pengalaman evaluasi, praktik baik tata kelola, serta pengembangan budaya mutu secara berkelanjutan. Di bidang riset, kolaborasi dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, kajian evaluatif terhadap pelaksanaan PPG, serta pengembangan inovasi pendidikan yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan peningkatan mutu program.Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi LPTK dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG. “Kerja sama ini kita harapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program yang konkret, khususnya dalam penguatan akademik, praktik lapangan, penjaminan mutu, dan riset. Sinergi dengan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi peluang untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan profesi guru,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Program Studi PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd., menyambut positif perjanjian kerja sama tersebut dan menilai kemitraan antarlembaga LPTK sangat penting dalam menghadapi tuntutan peningkatan kualitas pendidikan profesi guru. “Kerja sama ini membuka ruang yang luas bagi Prodi PPG untuk mengembangkan kolaborasi akademik, penguatan praktik lapangan, penjaminan mutu, dan riset. Kami berharap sinergi ini dapat menghasilkan program-program bersama yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi mahasiswa PPG dan pada akhirnya berkontribusi terhadap lahirnya guru profesional, kompeten, adaptif, dan berintegritas,” ungkapnya.Kerja sama antara LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi bagian dari semangat kolaborasi yang dibangun melalui Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) PTKI se-Indonesia. Sinergi ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat tata kelola dan mutu Program Studi PPG, tetapi juga memperluas jejaring akademik, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menghadirkan inovasi pendidikan profesi guru yang semakin berkualitas dan relevan dengan tantangan pendidikan masa depan.

Dari Banjarmasin untuk Masa Depan Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Hadiri Fordetak PTKI Se-Indonesia
Berita Fakultas 13 Aug 2026

Dari Banjarmasin untuk Masa Depan Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Hadiri Fordetak PTKI Se-Indonesia

Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia kembali menjadi ruang strategis bagi para pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan untuk membahas berbagai dinamika pendidikan tinggi Islam dan masa depan pendidikan nasional. Kegiatan yang digelar di Banjarmasin, Rabu (12/8/2026), tersebut mempertemukan para dekan dan pimpinan fakultas dari berbagai PTKI di Indonesia untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta merumuskan langkah bersama dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup turut ambil bagian dalam forum nasional tersebut. Keikutsertaan ini menjadi bagian penting dari komitmen Fakultas Tarbiyah IAIN Curup untuk terus memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi antarfakultas, serta mengikuti perkembangan kebijakan dan isu strategis pendidikan tinggi keagamaan Islam di tingkat nasional.Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., bersama Wakil Dekan II, Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons. Kehadiran pimpinan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menunjukkan keseriusan institusi dalam mengambil bagian pada forum strategis yang mempertemukan para pengambil kebijakan dan pimpinan perguruan tinggi bidang pendidikan dan keguruan dari berbagai wilayah Indonesia.Salah satu tantangan yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah perkembangan minat calon mahasiswa terhadap sejumlah program studi kependidikan. Di tengah kebutuhan nasional untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi guru, sejumlah program studi di bidang kependidikan justru menghadapi kecenderungan menurunnya minat calon mahasiswa. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena keberlangsungan program studi kependidikan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan ketersediaan sumber daya manusia yang profesional di bidang pendidikan.Fenomena tersebut mendorong Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di berbagai PTKI untuk melakukan evaluasi dan inovasi secara berkelanjutan. Penguatan relevansi kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi lulusan, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial, serta penguatan daya tarik program studi menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapatkan perhatian agar pendidikan tinggi keguruan tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.Forum Fordetak juga menjadi momentum penting untuk membangun perspektif bersama mengenai masa depan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di tengah perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan akademik, tetapi juga calon guru dan tenaga kependidikan yang adaptif, kreatif, berkarakter, memiliki kompetensi digital, serta mampu merespons tantangan pembelajaran pada era transformasi teknologi dan kecerdasan artifisial.Bagi Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, keikutsertaan dalam Fordetak menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat posisi dan kontribusi institusi dalam percaturan pendidikan tinggi Islam nasional. Selain menjadi ruang untuk menyerap gagasan dan praktik baik dari berbagai PTKI, forum ini juga membuka peluang bagi Fakultas Tarbiyah IAIN Curup untuk memperluas jejaring kerja sama dan membangun kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan mutu program studi kependidikan.Melalui keikutsertaan Dekan dan Wakil Dekan II dalam Fordetak PTKI se-Indonesia di Banjarmasin, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dan berinovasi menghadapi perubahan zaman. Forum tersebut diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam memperkuat strategi pengembangan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, meningkatkan daya saing program studi, serta memastikan lulusan yang dihasilkan tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini dan masa depan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu dan berkemajuan.