LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Perkuat Kemitraan untuk Tingkatkan Mutu Program Studi PPG
Di sela-sela pelaksanaan Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia di Banjarmasin, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup mengambil langkah strategis dengan menjalin perjanjian kerja sama bersama LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring kelembagaan dan pengembangan mutu Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) di lingkungan PTKI.
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., yang mewakili LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., yang mewakili LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Momentum ini menunjukkan komitmen kedua institusi untuk membangun kemitraan yang produktif, setara, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas penyelenggaraan PPG.
Secara kelembagaan, perjanjian kerja sama tersebut dimaksudkan sebagai landasan hukum dan pedoman operasional bagi kedua pihak dalam menyelenggarakan kerja sama kemitraan pengelolaan Program Studi PPG secara setara dan saling menguntungkan. Dengan adanya landasan kerja sama yang jelas, kedua LPTK memiliki pijakan bersama untuk mengembangkan berbagai program akademik dan kelembagaan yang dapat memperkuat penyelenggaraan PPG sesuai dengan standar mutu pendidikan profesi guru.
Adapun tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan mutu tata kelola, kualitas pembelajaran, kapasitas sumber daya manusia, serta efektivitas pelaksanaan Program Studi PPG pada masing-masing LPTK. Sinergi kedua perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran pengalaman dan praktik baik, tetapi juga melahirkan inovasi dalam pengelolaan PPG yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pendidikan, teknologi pembelajaran, serta tuntutan profesionalisme guru.
Ruang lingkup pertama kerja sama mencakup bidang akademik dan kurikulum. Dalam lingkup ini, kedua LPTK dapat melakukan pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik baik terkait pengembangan kurikulum PPG, penyusunan perangkat pembelajaran, strategi pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan bahan ajar, serta penguatan kompetensi profesional dan pedagogik mahasiswa PPG. Kolaborasi akademik juga dapat diwujudkan melalui kegiatan seminar, lokakarya, diskusi ilmiah, pertukaran narasumber, dan pengembangan inovasi pembelajaran.
Ruang lingkup kedua adalah penyelenggaraan dan praktik lapangan. Kerja sama ini dapat diarahkan pada penguatan pelaksanaan kegiatan PPG yang bersifat praktik, termasuk pengelolaan praktik pengalaman lapangan, observasi pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pengembangan jejaring dengan sekolah mitra, serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan dan evaluasi praktik lapangan. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa PPG diharapkan memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan nyata di satuan pendidikan.
Ruang lingkup ketiga meliputi penjaminan mutu dan riset. Kedua LPTK dapat saling memperkuat sistem penjaminan mutu penyelenggaraan PPG melalui pertukaran instrumen, pengalaman evaluasi, praktik baik tata kelola, serta pengembangan budaya mutu secara berkelanjutan. Di bidang riset, kolaborasi dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, kajian evaluatif terhadap pelaksanaan PPG, serta pengembangan inovasi pendidikan yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan peningkatan mutu program.
Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi LPTK dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG. “Kerja sama ini kita harapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program yang konkret, khususnya dalam penguatan akademik, praktik lapangan, penjaminan mutu, dan riset. Sinergi dengan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi peluang untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan profesi guru,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd., menyambut positif perjanjian kerja sama tersebut dan menilai kemitraan antarlembaga LPTK sangat penting dalam menghadapi tuntutan peningkatan kualitas pendidikan profesi guru. “Kerja sama ini membuka ruang yang luas bagi Prodi PPG untuk mengembangkan kolaborasi akademik, penguatan praktik lapangan, penjaminan mutu, dan riset. Kami berharap sinergi ini dapat menghasilkan program-program bersama yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi mahasiswa PPG dan pada akhirnya berkontribusi terhadap lahirnya guru profesional, kompeten, adaptif, dan berintegritas,” ungkapnya.
Kerja sama antara LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi bagian dari semangat kolaborasi yang dibangun melalui Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) PTKI se-Indonesia. Sinergi ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat tata kelola dan mutu Program Studi PPG, tetapi juga memperluas jejaring akademik, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menghadirkan inovasi pendidikan profesi guru yang semakin berkualitas dan relevan dengan tantangan pendidikan masa depan.
![]()