Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Perkuat Sinergi Pendidikan Anak Usia Dini, Prodi PIAUD IAIN Curup Teken MoA dengan IGRA Kabupaten Rejang Lebong
Curup, 18 September 2025 – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemitraan strategis di bidang pendidikan anak usia dini. Bertempat di ruang rapat Gedung RKB Fakultas Tarbiyah, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Activity (MoA) antara Prodi PIAUD dan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Rejang Lebong. Penandatanganan MoA tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, H. M. Taufik Amrillah, M.Pd, dan Ketua IGRA Kabupaten Rejang Lebong, Purgianti, S.Pd, serta disaksikan secara langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., Wakil Dekan II, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd, serta segenap dosen pengampu Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah dan anggota IGRA Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran para pejabat dan dosen ini semakin memperkuat suasana kebersamaan dan sinergi akademik dalam kegiatan tersebut. Ruang lingkup kerja sama ini meliputi berbagai aspek penting yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Dalam MoA tersebut, kedua pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam pembinaan sistem dan manajemen pendidikan, peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan, seminar, dan workshop, serta pelaksanaan program pengabdian masyarakat dan praktik pengalaman lapangan (PPL) bagi mahasiswa PIAUD. Ketua Prodi PIAUD, H. M. Taufik Amrillah, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktisi pendidikan anak usia dini. “Kerja sama dengan IGRA ini sangat penting karena guru-guru Raudhatul Athfal merupakan mitra langsung kami dalam pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak usia dini. Melalui MoA ini, mahasiswa PIAUD akan memperoleh pengalaman nyata di lapangan sekaligus memperluas wawasan tentang praktik pendidikan yang efektif,” ungkapnya. Lebih lanjut, H. M. Taufik Amrillah juga menekankan bahwa MoA ini bukan hanya sekadar bentuk administrasi kerja sama, tetapi akan ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata. “Kami berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan kolaboratif seperti pelatihan, workshop, dan penelitian bersama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh guru RA dan masyarakat luas,” ujarnya menegaskan. Sementara itu, Ketua IGRA Kabupaten Rejang Lebong, Purgianti, S.Pd, menyambut baik dan penuh antusias kerja sama ini. Menurutnya, MoA tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan organisasi profesi guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam anak usia dini. “Kami sangat bersyukur dapat bermitra dengan Prodi PIAUD IAIN Curup. Melalui kerja sama ini, guru-guru RA di bawah naungan IGRA akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan dari pihak kampus,” jelasnya. Purgianti juga menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak guru RA yang profesional, kreatif, dan berkarakter Islami. “Kami percaya, dukungan akademik dari IAIN Curup akan menjadi energi baru bagi para pendidik RA untuk terus berkembang dan berinovasi dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak usia dini,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya penandatanganan MoA ini. Beliau menyampaikan bahwa kerja sama seperti ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Tarbiyah dalam memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai pihak. “Fakultas Tarbiyah senantiasa mendukung setiap inisiatif yang membawa manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. Melalui kerja sama dengan IGRA, kami berharap tercipta ekosistem pendidikan Islam anak usia dini yang unggul, humanis, dan berdaya saing,” tuturnya. Dr. Sutarto juga menegaskan bahwa Fakultas Tarbiyah akan terus mendorong seluruh program studi di lingkungan fakultas untuk membangun kemitraan strategis seperti ini. “Kami ingin seluruh prodi aktif menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga relevan agar setiap kegiatan tridarma dapat lebih berdampak. MoA ini adalah langkah konkret menuju arah tersebut,” ujarnya dengan penuh optimisme. Kegiatan penandatanganan MoA antara Prodi PIAUD IAIN Curup dan IGRA Kabupaten Rejang Lebong diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi ringan mengenai rencana kegiatan tindak lanjut. Suasana penuh kehangatan mencerminkan semangat kolaborasi yang tulus antara dunia akademik dan praktisi pendidikan. Harapannya, kerja sama ini akan menjadi pondasi kuat bagi terwujudnya pendidikan anak usia dini yang berkualitas, islami, dan berdaya saing di Kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya.
BKPI IAIN Curup Perkuat Sinergi Pendidikan Inklusif dan Profesional: Jalin Dua MoU Strategis dengan SLB Negeri 2 Bengkulu dan Universitas Bengkulu
Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup kembali menegaskan kiprahnya sebagai pionir pendidikan konseling berbasis Islam yang inklusif dan berdaya saing nasional. Melalui dua penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) strategis dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB N) 2 Bengkulu dan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (UNIB), BKPI IAIN Curup memperluas jangkauan kerja sama dalam ranah akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penandatanganan MoU pertama dilakukan di SLB N 2 Bengkulu pada Kamis, 9 November 2025. Kerja sama ini berfokus pada penguatan pendidikan inklusif, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tujuan utama kolaborasi ini adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa BKPI dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling Islami yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik di sekolah luar biasa. Langkah ini sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ketua Program Studi BKPI IAIN Curup, Bapak Febriansyah, M.Pd, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam mengembangkan profesionalitas mahasiswa dan dosen dalam konteks pendidikan inklusif. “Kami menyadari bahwa konseling bagi anak berkebutuhan khusus tidak bisa dilakukan dengan pendekatan umum. Melalui kerja sama ini, mahasiswa BKPI berkesempatan untuk belajar langsung di lapangan, meneliti, sekaligus mengabdi di SLB N 2 Bengkulu. Kami ingin lulusan kami menjadi konselor yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual dalam membantu perkembangan psikologis dan keagamaan ABK,” ujarnya. Sementara itu, Kepala SLB Negeri 2 Bengkulu, Bapak Samsul Sumarji, S.Pd, menyambut baik inisiatif dari IAIN Curup. Beliau menegaskan bahwa kehadiran akademisi dari lingkungan kampus akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas layanan konseling di sekolah. “Kebutuhan layanan konseling bagi siswa kami sangat tinggi. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap dapat mengembangkan program bimbingan dan modul yang lebih kreatif serta sesuai dengan karakter dan keragaman siswa kami,” jelasnya. Adapun ruang lingkup kerja sama antara BKPI IAIN Curup dan SLB N 2 Bengkulu mencakup tiga bidang utama, yakni Praktik Lapangan Mahasiswa (PPL dan Magang), Penelitian Kolaboratif, serta Pengabdian kepada Masyarakat (Workshop dan Pelatihan) bagi guru dan orang tua ABK. Melalui ketiga pilar tersebut, diharapkan muncul sinergi nyata dalam mencetak calon konselor yang mampu menjembatani antara teori, praktik, dan nilai-nilai keislaman di dunia pendidikan khusus. Tidak berhenti di situ, pada hari yang sama, 9 November 2025, BKPI IAIN Curup juga menandatangani MoU kedua dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP Universitas Bengkulu (UNIB). Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Dekanat FKIP UNIB dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta perwakilan mahasiswa dari kedua institusi. MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik, memperluas kolaborasi riset, dan meningkatkan kompetensi dosen serta mahasiswa di bidang konseling lintas disiplin. Ketua Prodi BKPI IAIN Curup, Febriansyah, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan sinergi keilmuan yang saling menguatkan. “BKPI IAIN Curup membawa perspektif spiritual dan nilai-nilai keagamaan dalam layanan konseling, sementara Prodi BK UNIB memperkaya dengan pendekatan ilmiah dan profesional. Melalui MoU ini, kami ingin menciptakan ruang belajar bersama yang saling melengkapi, baik dalam bidang penelitian, pengajaran, maupun praktik konseling di lapangan,” tuturnya. Kerja sama tersebut mencakup empat bidang utama, yaitu kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan lulusan yang berdaya saing tinggi dan memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Dari pihak UNIB, Ketua Prodi BK Dr. Rita Sinta, M.Psi, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif kerja sama ini. Menurutnya, kemitraan antarperguruan tinggi sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern yang semakin kompleks. “Kami menyambut baik kolaborasi ini karena mampu mempertemukan dua kekuatan besar dalam bidang konseling: keilmuan profesional dan nilai spiritual. Integrasi ini akan membentuk lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan keagamaan dalam menjalankan profesinya,” tegasnya. Dengan dua kerja sama strategis ini, BKPI IAIN Curup menunjukkan langkah nyata dalam memperluas jejaring akademik dan sosialnya. Kolaborasi dengan SLB Negeri 2 Bengkulu menjadi bentuk kontribusi terhadap pendidikan inklusif, sedangkan kemitraan dengan Universitas Bengkulu memperkuat aspek akademik dan riset ilmiah. Sinergi keduanya menjadi pondasi kuat bagi pengembangan Program Studi BKPI IAIN Curup menuju pusat keunggulan bimbingan konseling Islami yang humanis dan relevan dengan kebutuhan zaman. Penandatanganan dua MoU ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama formal, tetapi juga bukti nyata komitmen BKPI IAIN Curup dalam mencetak generasi konselor yang berwawasan luas, berjiwa sosial tinggi, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Diharapkan, dari kerja sama ini akan lahir berbagai program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia pendidikan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Yudisium ke-V Tahun 2025, Cetak 482 Lulusan dari 9 Program Studi
Minggu, 28 September 2025, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup kembali menorehkan sejarah penting dalam perjalanan akademiknya dengan melaksanakan Yudisium ke-V Tahun 2025. Acara yang digelar di Aula Rektorat IAIN Curup ini berlangsung penuh khidmat dan meriah. Seluruh unsur pimpinan Fakultas Tarbiyah, Ketua Program Studi, dosen, serta ratusan mahasiswa calon wisudawan turut hadir dalam momen yang sakral tersebut. Suasana Aula Rektorat dipenuhi rasa haru dan kebanggaan. Ratusan mahasiswa yang telah menempuh perjalanan panjang selama masa studi akhirnya sampai pada tahap akhir penetapan kelulusan. Yudisium bukan hanya seremoni formal, melainkan juga momentum yang menandai awal langkah baru bagi para lulusan dalam mengabdikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh di bangku kuliah. Acara dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Sutarto, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi mendalam atas kerja keras, dedikasi, serta perjuangan para mahasiswa hingga akhirnya dapat menyelesaikan studinya. “Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium. Ingat, selesainya pendidikan S1 bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju tahapan selanjutnya. Jangan pernah berhenti belajar, teruslah berkarya, berinovasi, dan bermanfaat untuk umat serta bangsa,” ungkapnya dengan penuh semangat. Arahannya seolah menjadi motivasi berharga bagi seluruh lulusan yang siap menatap masa depan. Dalam kesempatan itu, peserta Yudisium ke-V Tahun 2025 ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah Nomor 600 Tahun 2025. SK tersebut dibacakan langsung oleh Kabag Tata Usaha Fakultas Tarbiyah, Bapak Juliadi, B.Sc., SE. Berdasarkan SK tersebut, tercatat sebanyak 482 peserta resmi mengikuti yudisium tahun ini. Mereka berasal dari sembilan program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, sebuah angka yang mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di fakultas ini. Tidak berhenti di situ, diumumkan pula penghargaan bagi wisudawan terbaik dan penulis skripsi terbaik. Pengumuman tersebut tertuang dalam SK Dekan Fakultas Tarbiyah Nomor 591 Tahun 2025 yang kembali dibacakan oleh Kabag Tata Usaha. Wisudawan terbaik diraih oleh Yuristi Imelda Pertiwi dari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini dengan IPK 3,97, disusul oleh sejumlah mahasiswa berprestasi dari program studi lainnya dengan capaian akademik yang membanggakan. Sementara itu, penghargaan skripsi terbaik diraih oleh Intan Suri Lestari dari Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dengan nilai 97, sebuah capaian luar biasa yang menjadi bukti kualitas riset mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Pada sesi penghargaan, sertifikat untuk wisudawan dan skripsi terbaik diserahkan secara langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Sutarto, S.Ag., M.Pd., didampingi oleh Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, serta Kabag Tata Usaha Fakultas Tarbiyah. Suasana penuh kebanggaan menyelimuti ruangan saat para penerima penghargaan maju ke depan untuk menerima sertifikat, menandai apresiasi nyata atas jerih payah dan prestasi yang telah mereka capai. Penghargaan ini sekaligus menegaskan bahwa Fakultas Tarbiyah tidak hanya berkomitmen pada kelulusan mahasiswa, tetapi juga mendorong mereka untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Keberhasilan para mahasiswa terbaik menjadi cerminan bahwa fakultas ini terus bergerak maju dalam mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat regional maupun nasional. Dalam kesempatan yang sama, Ketua DEMA Fakultas Tarbiyah, Dita Rafizka, turut memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa terselenggaranya Yudisium ke-V ini tidak lepas dari kerja keras seluruh panitia, terutama dari unsur mahasiswa. “Kami selaku panitia merasa terhormat dapat berkontribusi dalam pelaksanaan Yudisium ke-V. Kerja keras seluruh panitia, dukungan pimpinan fakultas, serta semangat para peserta menjadi kunci sukses acara ini. Semoga para lulusan dapat membawa nama baik fakultas dan kampus tercinta,” ujarnya dengan penuh kebanggaan. Sementara itu, pesan dan kesan dari mahasiswa disampaikan oleh Yuristi Imelda Pertiwi, wisudawan terbaik dari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Dalam penyampaiannya, Yuristi mewakili seluruh peserta yudisium mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh dosen, pimpinan fakultas, serta keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses perkuliahan. “Kami bersyukur bisa sampai pada tahap ini. Perjalanan kami penuh suka dan duka, penuh perjuangan dan pengorbanan. Terima kasih kepada dosen yang tidak pernah lelah membimbing, kepada orang tua yang selalu mendoakan, dan kepada teman-teman seperjuangan yang telah menjadi bagian dari cerita indah selama kuliah. Semoga ilmu yang kita peroleh bermanfaat, dan kita semua bisa menjadi generasi pendidik yang membawa perubahan positif di masyarakat,” ungkapnya dengan haru. Tidak hanya menghadirkan nuansa akademik, acara yudisium ini juga dihiasi dengan penampilan seni yang memukau. UKM Tari IAIN Curup membuka acara dengan tari penyambutan yang anggun dan penuh makna, menambah kesakralan prosesi. Suasana semakin semarak ketika Ngota Official Prodi PGMI mempersembahkan hiburan akustik yang menghadirkan kehangatan serta rasa kebersamaan di antara para peserta dan tamu undangan. Bagi para peserta yudisium, momen ini menjadi puncak dari segala perjuangan mereka. Senyum bahagia bercampur haru tampak jelas di wajah mereka. Tidak sedikit yang merasa lega setelah melewati perjalanan panjang, penuh tantangan, hingga akhirnya dinyatakan lulus. Harapan pun mengalir, agar ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah dapat diimplementasikan dalam dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. Dengan berakhirnya acara Yudisium ke-V Tahun 2025, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup semakin meneguhkan komitmennya untuk melahirkan generasi pendidik yang profesional, inovatif, dan moderat. Kehadiran 482 lulusan baru kali ini menjadi bukti nyata kontribusi fakultas dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing serta siap menghadapi tantangan global. Fakultas Tarbiyah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga kawah candradimuka yang membentuk karakter, integritas, dan semangat pengabdian untuk bangsa dan agama.
IAIN Curup Kukuhkan 1.079 Guru Profesional PPG Batch I Tahun 2025 dari 30 Provinsi di Indonesia
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) IAIN Curup kembali menunjukkan kiprahnya dalam mencetak tenaga pendidik profesional. Pada Sabtu, 20 September 2025, Aula Gedung Perpustakaan IAIN Curup menjadi saksi pelaksanaan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Batch I Tahun 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh unsur pimpinan IAIN Curup, pimpinan Fakultas Tarbiyah, serta para dosen dan pengelola PPG. Jumlah peserta yang dikukuhkan dalam kesempatan ini mencapai 1.079 orang guru. Data tersebut secara resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah, yang dibacakan oleh Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd., selaku Sekretaris Tim Pengelola PPG LPTK IAIN Curup. Ribuan guru tersebut berasal dari 30 provinsi di Indonesia, mencerminkan kepercayaan yang sangat besar kepada IAIN Curup dalam mendidik dan mengukuhkan tenaga pendidik profesional. Menariknya, acara ini dilaksanakan secara hybrid: peserta dari wilayah sekitar Rejang Lebong dan provinsi tetangga hadir langsung secara offline, sementara peserta dari provinsi jauh mengikuti secara online. Kehadiran langsung juga diwakili oleh perwakilan dari masing-masing provinsi terdekat seperti Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung. Sementara itu, peserta dari provinsi lain mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Maluku Utara mengikuti melalui ruang virtual. Dalam amanahnya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Sutarto, S.Ag., M.Pd., menekankan bahwa guru profesional harus memiliki tiga faktor utama. Pertama, guru harus menguasai empat kompetensi inti: pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Kedua, guru perlu mengembangkan diri secara berkelanjutan melalui penelitian, inovasi pembelajaran, serta publikasi ilmiah. Ketiga, guru wajib memegang teguh integritas, etika, dan keteladanan dalam setiap aspek kehidupannya. “Profesionalisme seorang guru tidak hanya diukur dari sertifikat yang dimilikinya, melainkan dari sikap dan kualitas yang ia hadirkan di kelas. Seorang guru profesional adalah guru yang mengajar dengan hati, mendidik dengan keikhlasan, dan menuntun muridnya dengan keteladanan. Saya berharap 1.079 guru yang dikukuhkan hari ini mampu menjaga marwah profesinya dan memberi teladan bagi masyarakat,” tegas Dr. Sutarto dalam sambutannya. Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Curup, Prof. Dr. Muhammad Istan, SE., M.Pd., MM., yang hadir mewakili Rektor sekaligus membuka acara, menyampaikan bahwa guru merupakan pendidik profesional dengan peran vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Guru adalah ujung tombak pendidikan sekaligus agen perubahan sosial. Dari tangan-tangan gurulah lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi era globalisasi,” ungkapnya. Prof. Istan juga mengingatkan bahwa pengukuhan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan pintu awal dari tanggung jawab besar. “Status guru profesional harus menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta beradaptasi dengan perkembangan zaman. Guru tidak boleh berhenti berinovasi, karena dunia pendidikan selalu bergerak dinamis,” tambahnya penuh semangat. Kehadiran perwakilan guru dari berbagai provinsi menambah kekhidmatan acara ini. Para peserta yang hadir langsung mewakili daerahnya merasa bangga dapat menyaksikan momen bersejarah tersebut. Sementara peserta daring tetap dapat merasakan suasana sakralnya pengukuhan melalui platform virtual. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak tidak mengurangi semangat kebersamaan dalam menjunjung tinggi nilai profesionalisme guru. Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta, tetapi juga bagi IAIN Curup sebagai penyelenggara. Dengan jangkauan peserta dari seluruh penjuru negeri, IAIN Curup semakin mengokohkan posisinya sebagai salah satu LPTK yang dipercaya dalam meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Acara ditutup dengan doa bersama dan pesan moral bagi para guru yang baru dikukuhkan agar menjadikan momen ini sebagai awal perjuangan baru dalam mengabdi kepada bangsa. Dengan lahirnya 1.079 guru profesional, diharapkan dunia pendidikan Indonesia semakin maju, bermartabat, dan mampu bersaing di tingkat global dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islami dan kearifan lokal.
PPL Angkatan VIII Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Resmi Dimulai, 510 Mahasiswa Diterjunkan ke 80 Sekolah Mitra
Setelah melalui rangkaian panjang persiapan yang dimulai dari proses perizinan, pendaftaran mahasiswa, pemeriksaan administrasi, penentuan lokasi, penetapan dosen pembimbing lapangan (DPL), hingga pembekalan peserta, akhirnya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan VIII Tahun 2025 Fakultas Tarbiyah IAIN Curup secara resmi dimulai. Momentum ini ditandai dengan pengantaran mahasiswa oleh DPL ke sekolah mitra pada Senin, 08 September 2025, berdasarkan Surat Tugas Dekan Fakultas Tarbiyah Nomor: 1590/In.34/FT/PP.00.09/09/2025 tertanggal 04 September 2025. PPL merupakan salah satu mata kuliah wajib yang memiliki bobot penting dalam kurikulum Fakultas Tarbiyah. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang penerapan teori, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kepribadian, keterampilan pedagogik, dan profesionalisme mahasiswa. PPL Angkatan VIII akan berlangsung selama lebih kurang tiga bulan, mulai dari 08 September 2025 hingga penjemputan mahasiswa pada 03 Desember 2025 mendatang. Sebanyak 510 mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Tarbiyah terlibat dalam kegiatan PPL tahun ini. Mereka akan diterjunkan ke sekolah mitra dengan harapan mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam pembelajaran maupun kegiatan lain yang relevan di sekolah tempat mereka bertugas. Kehadiran mahasiswa praktikan ini sekaligus menjadi bentuk kerja sama konkret antara IAIN Curup dengan lembaga pendidikan di daerah. Dalam sambutannya saat melepas mahasiswa peserta PPL, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Sutarto, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan akademik. “PPL ini bukan sekadar mata kuliah, tetapi sebuah proses pembentukan diri menjadi calon guru profesional. Mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, menjaga nama baik almamater, serta menunjukkan sikap yang santun, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Keberhasilan PPL akan menjadi cermin kualitas diri sekaligus kualitas Fakultas Tarbiyah IAIN Curup,” tegasnya. Menurut Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah sekaligus Ketua Panitia PPL Angkatan VIII Tahun 2025, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., masa tiga bulan pelaksanaan PPL akan menjadi periode penting bagi mahasiswa. “Selama PPL, mahasiswa akan berkesempatan mempraktikkan teori-teori yang telah mereka pelajari di bangku kuliah sesuai dengan program studinya masing-masing. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya berlatih mengajar, tetapi juga belajar mengelola kelas, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta menjalin komunikasi dengan berbagai pihak,” ujarnya. Dr. Sakut menambahkan bahwa pelaksanaan PPL tahun ini tetap berjalan meskipun terdapat keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat tahun 2025. Hal ini berdampak pada jumlah sekolah mitra yang harus disesuaikan agar program tetap berjalan efektif dan efisien. Meskipun demikian, Fakultas Tarbiyah berkomitmen untuk tetap menjaga mutu pelaksanaan PPL. Tercatat ada 80 sekolah mitra yang menjadi lokasi pelaksanaan PPL Angkatan VIII Tahun 2025. Mayoritas sekolah berada di Kabupaten Rejang Lebong, yang merupakan wilayah domisili utama mahasiswa, sedangkan hanya delapan sekolah yang berada di luar kabupaten, yakni di Kabupaten Kepahiang. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi efisiensi, namun tetap mempertimbangkan kualitas pengalaman lapangan mahasiswa. Rincian sekolah mitra yang menjadi lokasi pelaksanaan PPL tahun ini terdiri dari 5 lembaga TK/RA, 39 SD/MI, 18 SMP/MTs, dan 18 SMA/SMK/MA. Pembagian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Tarbiyah tidak hanya terlibat pada satu jenjang pendidikan, tetapi tersebar di berbagai tingkat satuan pendidikan. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu memperoleh pengalaman yang beragam sesuai kebutuhan dunia pendidikan. Selain menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa, panitia juga meminta setiap peserta untuk menjalin komunikasi aktif dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) dan pihak sekolah mitra. Hal ini dinilai krusial agar semua program kerja mahasiswa di lokasi PPL dapat berjalan lancar, terukur, dan sesuai dengan target capaian pembelajaran yang diharapkan. Dengan resmi dimulainya PPL Angkatan VIII ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menegaskan kembali komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga terampil dalam praktik. PPL diharapkan menjadi wahana nyata pembentukan calon pendidik profesional yang siap mengabdi di masyarakat, berlandaskan nilai-nilai Islam moderat, dan mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan di era modern.
Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Pembekalan Peserta PPL Angkatan VIII Tahun 2025
Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menggelar acara Pembekalan Mahasiswa Peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan VIII Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rektorat IAIN Curup pada hari Rabu, 03 September 2025, dan diikuti oleh sebanyak 509 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Acara pembekalan ini dilaksanakan sebagai langkah awal yang penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra, dengan tujuan memberikan bekal dasar berupa pemahaman, keterampilan, serta kesiapan mental agar pelaksanaan PPL dapat berjalan optimal. PPL sendiri merupakan salah satu mata kuliah wajib yang menjadi bagian integral dari proses pembentukan kompetensi profesional calon guru dan konselor pendidikan Islam. Kegiatan resmi ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. H. Sutarto, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa PPL adalah sarana penting untuk menghubungkan teori yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. “Pembekalan ini sangat penting, karena akan menjadi modal awal bagi saudara sekalian sebelum menghadapi realitas dunia pendidikan di sekolah. Melalui PPL, mahasiswa tidak hanya menguji kemampuan akademiknya, tetapi juga membangun sikap, kedewasaan, dan profesionalisme sebagai calon pendidik,” ujarnya. Setelah pembukaan, rangkaian materi pertama disampaikan oleh Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah sekaligus Ketua Panitia PPL Angkatan VIII Tahun 2025, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum. Materi yang beliau bawakan meliputi proses pelaksanaan PPL secara komprehensif, mulai dari persyaratan yang harus dipenuhi, tugas dan kewajiban mahasiswa, hingga ketentuan sanksi apabila peserta tidak melaksanakan kegiatan sesuai aturan. Materi selanjutnya disampaikan oleh pihak panitia PPL yang menguraikan tentang aspek teknis, khususnya mengenai administrasi dan penilaian. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah kewajiban setiap mahasiswa peserta PPL untuk membuat dan mengunggah video proses pelaksanaan pengajaran, administrasi, atau konseling (sesuai dengan program studi masing-masing) dengan durasi minimal satu jam pelajaran atau sekitar 35 menit. Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan adanya dokumentasi dan evaluasi nyata atas kinerja mahasiswa di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sakut Anshori juga memberikan penjelasan mengenai kondisi penyelenggaraan PPL tahun ini. Beliau menyampaikan bahwa di tengah kebijakan pemerintah pusat mengenai efisiensi anggaran, Fakultas Tarbiyah tetap berkomitmen menyelenggarakan PPL sebagai salah satu bagian dari misi akademik. “Walaupun dalam keadaan sederhana dan terbatas, kita tetap dapat melaksanakan PPL dengan baik. Tahun ini terdapat 509 peserta yang akan ditempatkan pada 80 lokasi PPL, tersebar di berbagai sekolah mitra di Rejang Lebong dan sekitarnya,” ungkapnya. Selain itu, para peserta juga diberikan arahan mengenai pentingnya koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing. Setelah pembekalan berakhir, mahasiswa diminta segera menjalin komunikasi dengan kelompoknya untuk mempersiapkan pengantaran ke sekolah mitra. Pengantaran mahasiswa ke lokasi PPL sendiri telah dijadwalkan pada Senin, 08 September 2025. Acara pembekalan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para mahasiswa. Banyak peserta menyambut baik materi yang disampaikan karena dirasakan sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan. Hal ini juga menunjukkan keseriusan Fakultas Tarbiyah dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara praktik. Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Sutarto, S.Ag., M.Pd., dalam penutup sambutannya menekankan bahwa keberhasilan PPL sangat ditentukan oleh kesungguhan mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Kami berharap seluruh peserta dapat menjaga nama baik almamater, menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, serta menampilkan diri sebagai calon pendidik profesional yang berintegritas. PPL bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga ladang pengabdian kepada dunia pendidikan,” pungkasnya. Dengan terselenggaranya pembekalan ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup berharap PPL Angkatan VIII Tahun 2025 dapat berjalan sukses dan memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan tenaga pendidik yang siap mengabdi, mendidik, dan membangun generasi masa depan bangsa yang berilmu, berakhlak, serta berdaya saing tinggi.