Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Optimis Raih “Unggul”, Prodi BKPI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Pembukaan Akreditasi Lapangan LAMDIK
Akademik Fakultas 11 Jul 2025

Optimis Raih “Unggul”, Prodi BKPI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Pembukaan Akreditasi Lapangan LAMDIK

Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, menggelar kegiatan Pembukaan Akreditasi Lapangan (AL) pada Jumat, 11 Juli 2025 bertempat di Ruang Rapat Dekanat Gedung RKB Fakultas Tarbiyah. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari rangkaian akreditasi program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah setelah Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) terlebih dahulu melaksanakan AL. Dua di antaranya—PAI dan PGMI—telah berhasil meraih akreditasi “Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar Prodi BKPI mampu melampaui capaian sebelumnya yang berstatus akreditasi “C”. “Kini adalah waktunya untuk membuktikan bahwa Prodi BKPI memiliki komitmen mutu yang kuat dan siap menjadi bagian dari prodi-prodi unggulan di kampus ini. Jangan pernah berkecil hati dengan status lama. Dengan kerja keras dan kerja cerdas, ‘C’ dapat menjadi ‘Unggul’,” ujar Rektor penuh semangat. Prof. Idi Warsah juga menekankan bahwa akreditasi bukan hanya soal nilai administratif, tetapi refleksi kualitas sejati dari proses pendidikan, tata kelola, serta dampak nyata terhadap mahasiswa dan masyarakat. Ia juga mengapresiasi kekompakan tim penyusun borang, tenaga pendidik, serta dukungan dari para stakeholder yang terlibat. “Jika kebersamaan ini dijaga, maka hasilnya akan mengikuti,” tambahnya. Proses AL Prodi BKPI akan berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 11 hingga 12 Juli 2025, dengan pengawasan dari dua asesor LAMDIK yaitu Prof. Dr. Sutirba, M.Pd dari Universitas Singaperbangsa Karawang dan Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si, M.Pd dari Universitas Negeri Malang. Kedua asesor akan mengevaluasi seluruh elemen pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, termasuk visi-misi prodi, sumber daya manusia, tata pamong, kurikulum, sarana prasarana, serta capaian lulusan dan kontribusinya bagi masyarakat. Dalam penyampaiannya, Prof. Sutirba menegaskan bahwa tugas asesor bukan sekadar menilai, melainkan membantu institusi memperbaiki diri secara konstruktif. “Kami tidak datang untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menggali potensi terbaik dari program studi. Akreditasi seharusnya menjadi ruang dialog akademik yang membangun,” ungkapnya. Ia juga memuji kesiapan dokumen dan kehangatan penyambutan dari tim Prodi BKPI. Sementara itu, Prof. Adi Atmoko menyampaikan pentingnya kesinambungan antara dokumen borang dan praktik riil yang terjadi di lapangan. Ia berharap Prodi BKPI terus menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan misi pendidikan Islam yang membimbing, menyembuhkan, dan memberdayakan peserta didik. “Sebagai prodi konseling Islam, kalian punya tugas moral yang luar biasa. Kualitas pendidikan di sini harus mencerminkan nilai-nilai Islam yang transformatif,” tegasnya. Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberhasilan akreditasi bukanlah tujuan akhir, tetapi bagian dari proses panjang menuju kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Ia menilai bahwa Prodi BKPI memiliki kekhasan yang sangat penting di era sekarang, yakni mendidik calon konselor Islami yang tangguh, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan sosial. “Kami sepenuhnya mendukung Prodi BKPI untuk menjadi prodi unggulan yang membanggakan, tidak hanya di level lokal tapi juga nasional,” kata Dekan. Ketua Prodi BKPI, Febriansyah, M.Pd, dalam paparannya menegaskan bahwa seluruh tim borang telah bekerja maksimal selama beberapa bulan terakhir, menyusun dokumen dengan cermat, memperbaiki sistem akademik, serta membangun sinergi dengan alumni dan stakeholder. Ia menambahkan bahwa tantangan akreditasi ini justru memperkuat semangat dan kebersamaan tim. “Kami optimis, dengan doa dan usaha, Prodi BKPI akan mendapatkan hasil yang terbaik dan semoga meraih predikat ‘Unggul’ seperti prodi lainnya di Fakultas Tarbiyah,” ucapnya yakin. Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan IAIN Curup lainnya, seperti Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, unsur pimpinan Fakultas Usuluddin dan Dakwah, Fakultas Syariah, serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Turut hadir pula dosen-dosen, alumni, mahasiswa aktif, dan perwakilan unit-unit pendukung seperti SPI, TIPD, serta Ketua Prodi dari seluruh program studi di Fakultas Tarbiyah. Dengan keterlibatan semua unsur civitas akademika dan semangat yang kuat untuk perubahan, kegiatan Akreditasi Lapangan Prodi BKPI ini diharapkan tidak hanya menghasilkan status baru, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat peran prodi dalam membangun masyarakat yang sehat secara psikologis dan spiritual. Momentum ini diharapkan menciptakan budaya mutu berkelanjutan yang akan terus ditanamkan dalam perjalanan akademik Prodi BKPI ke depan.

Prodi PBA IAIN Curup Jalani Akreditasi Lapangan LAMDIK, Targetkan Predikat “Unggul”
Akademik Fakultas 11 Jun 2025

Prodi PBA IAIN Curup Jalani Akreditasi Lapangan LAMDIK, Targetkan Predikat “Unggul”

Fakultas Tarbiyah IAIN Curup kembali melaksanakan agenda penting dalam upaya peningkatan mutu akademik melalui kegiatan Pembukaan Akreditasi Lapangan (AL) untuk Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) pada Rabu, 11 Juni 2025. Acara ini menandai kelanjutan proses akreditasi tahun 2025 setelah sebelumnya Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) telah sukses melaksanakan AL, di mana Prodi PAI telah berhasil meraih akreditasi “Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Ketua Prodi PBA Dr. Noza Aflisia, M.Pd.I, menyampaikan optimisme bahwa Prodi PBA telah melakukan berbagai persiapan intensif dalam penyusunan borang serta pembenahan sistem penyelenggaraan pendidikan. “Kami telah bekerja keras secara tim, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, alumni hingga mahasiswa, untuk menyajikan data dan praktik terbaik kami. Kami berharap hasil akhir dari AL ini adalah akreditasi ‘Unggul’ yang menjadi cita-cita bersama,” ungkapnya penuh semangat. Kegiatan pembukaan AL ini secara resmi dibuka oleh Plh. Rektor IAIN Curup, Dr. Muhammad Istan, SE., M.Pd., yang memberikan apresiasi terhadap seluruh kerja keras tim akreditasi Prodi PBA. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pencapaian akreditasi bukan hanya sekadar simbol, tetapi cerminan dari kualitas akademik, tata kelola, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan zaman. “Kita berharap dua hari ke depan menjadi momentum penting menuju hasil maksimal. Predikat ‘Unggul’ bukanlah mimpi jika diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh dan kolaborasi yang solid,” tutur beliau. Proses AL ini diawasi dan dievaluasi oleh dua asesor dari LAMDIK, yaitu Dr. Ahmad Royani, M.Hum dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr. Kamaluddin, S.Ag., MA dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Keduanya bertugas mengkaji secara mendalam seluruh aspek pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di Prodi PBA, mulai dari visi-misi, tata pamong, sumber daya manusia, proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian, hingga hasil dan dampaknya bagi masyarakat serta dunia kerja. Asesor Dr. Ahmad Royani dalam sambutan perkenalannya menyampaikan bahwa tujuan utama AL adalah untuk melihat secara faktual bagaimana pelaksanaan program studi sesuai dengan data borang yang telah dikirim. “Kami datang bukan untuk menghakimi, tapi untuk memotret kinerja Prodi secara objektif. Semoga proses ini memberikan nilai tambah dan ruang refleksi bersama,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Kamaluddin menambahkan pentingnya kesinambungan antara dokumen borang dengan praktik yang dilihat langsung di lapangan. Ia juga mengapresiasi semangat kolaboratif tim Prodi PBA yang menurutnya telah menunjukkan komitmen akademik yang kuat. “Kami menyambut baik budaya mutu yang tumbuh di lingkungan Fakultas Tarbiyah ini. Tinggal bagaimana keberlanjutan ini terus dijaga,” ucapnya. Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan AL ini bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten dalam bidang bahasa Arab dan pendidikan Islam. “Kami bertekad agar Prodi PBA yang sebelumnya berpredikat ‘B’ bisa naik kelas menjadi ‘Unggul’. Ini adalah tantangan dan peluang bagi seluruh sivitas akademika,” tegasnya. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan di lingkungan IAIN Curup, di antaranya Wakil Rektor III Dr. Nelson, Kepala Biro AUAK Dr. H. Zahdi, unsur pimpinan dari Fakultas Usuluddin dan Dakwah, Fakultas Syariah, serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Turut hadir pula para dosen, alumni, stakeholder, mahasiswa aktif, dan perwakilan dari unit-unit pendukung seperti SPI, TIPD, serta Ketua Prodi dari seluruh program studi di Fakultas Tarbiyah. Pelaksanaan AL Prodi PBA akan berlangsung selama dua hari, 11–12 Juni 2025. Dengan keterlibatan penuh seluruh elemen civitas akademika, harapan besar digantungkan agar Prodi PBA dapat menyusul keberhasilan Prodi PAI dalam meraih akreditasi “Unggul”. Selain menjadi kebanggaan institusi, pencapaian ini juga akan menjadi batu loncatan untuk menjawab tantangan globalisasi pendidikan berbasis kompetensi dan karakter Islami. Apabila hasil yang diperoleh sesuai harapan, maka capaian ini akan menjadi catatan sejarah penting bagi Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam memperkokoh eksistensinya sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Islam yang unggul, relevan, dan berdaya saing nasional maupun internasional.

PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi, Targetkan Predikat “Unggul”
Akademik Fakultas 03 Jun 2025

PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi, Targetkan Predikat “Unggul”

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup resmi melaksanakan pembukaan asesmen lapangan akreditasi pada Selasa, 3 Juni 2025. Kegiatan berlangsung tepat pukul 08.00 WIB di Ruang Dekanat Lantai III Gedung RKB, dengan harapan besar meraih status akreditasi “Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Asesmen lapangan ini merupakan tahapan penting dalam evaluasi mutu akademik dan kelembagaan Program Studi PGMI. Kedatangan dua asesor dari LAMDIK disambut secara adat oleh sivitas akademika IAIN Curup. Penyambutan dilakukan dengan prosesi adat Rejang yang penuh khidmat, menandakan penghormatan terhadap tamu kehormatan. Para asesor diring atau diiringi dengan tarian adat penyambutan khas suku Rejang sebagai bentuk penghormatan atas kedatangan mereka dalam rangkaian asesmen akreditasi. Nuansa kearifan lokal ini menjadi bagian dari identitas budaya kampus dan turut memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu kepada para tamu. Ketua Program Studi PGMI, Agus Ryan Oktori, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses akreditasi ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 3 hingga 4 Juni 2025. Menurutnya, kegiatan ini merupakan hasil dari kerja keras tim borang PGMI yang telah mempersiapkan segala kelengkapan dokumen dan data dukung sesuai standar LAMDIK. “Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum reflektif untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta menjadi pintu menuju akreditasi ‘Unggul’,” tegasnya. Tim asesor yang ditugaskan oleh LAMDIK adalah dua akademisi terkemuka: Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, S.Pd., M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Dr. Siti Annisah, M.Pd dari IAIN Metro Lampung. Kedua asesor memiliki tanggung jawab untuk mengevaluasi seluruh aspek penyelenggaraan program studi berdasarkan standar akreditasi LAMDIK, mulai dari visi-misi, tata pamong, sumber daya, kurikulum, hingga luaran dan capaian tridarma perguruan tinggi. Dalam sambutan pembukaannya, Plh. Rektor IAIN Curup, Dr. Muhammad Istan, SE., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen PGMI dalam menjalani proses akreditasi. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur institusi untuk mendukung upaya program studi dalam mencapai pengakuan maksimal dari lembaga eksternal. “Akreditasi bukan hanya penilaian administratif, tetapi juga cerminan kualitas sesungguhnya. Semoga hasilnya sejalan dengan ikhtiar kita semua,” ungkap beliau. Lebih lanjut, Dr. Muhammad Istan juga menyoroti bahwa akreditasi memiliki dampak strategis bagi daya saing lulusan dan institusi secara umum. Ia menekankan bahwa predikat "Unggul" akan membuka peluang lebih luas bagi alumni PGMI untuk bersaing di dunia kerja dan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. “Keunggulan akreditasi akan memberi nilai tambah tidak hanya bagi prodi, tetapi juga untuk institusi secara keseluruhan,” tambahnya. Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, selaku asesor, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan asesmen lapangan bukanlah mencari kesalahan, melainkan upaya bersama dalam melihat potensi dan kekuatan program studi secara objektif. Ia mengapresiasi atmosfer akademik di lingkungan PGMI dan berharap dapat melihat komitmen nyata terhadap mutu pendidikan. “Kami hadir bukan sebagai hakim, melainkan sebagai mitra strategis dalam pembangunan mutu institusi pendidikan,” tuturnya. Senada dengan itu, Dr. Siti Annisah juga menyampaikan harapannya agar hasil asesmen ini mampu mendorong program studi untuk terus berbenah. Ia menyebut bahwa indikator-indikator yang dievaluasi mencakup aspek substansial yang mencerminkan kualitas tata kelola dan layanan pendidikan. “Kami ingin melihat bagaimana budaya mutu itu dihidupi, bukan sekadar dituliskan,” ujar beliau penuh semangat. Acara pembukaan asesmen ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan di lingkungan IAIN Curup, termasuk Wakil Rektor III Dr. Nelson, S.Ag, Kepala Biro AUAK Dr. H. Zahdi, M.H.I, serta para dekan dan wakil dekan dari Fakultas Tarbiyah, Fakultas Usuluddin dan Dakwah, dan Fakultas Syariah. Turut hadir pula LPM, SPI, TIPD, para dosen PGMI, alumni, stakeholder, serta ratusan mahasiswa yang turut menyemarakkan suasana. Atmosfer pembukaan berlangsung khidmat namun penuh optimisme. Para tamu undangan dan civitas akademika PGMI menunjukkan antusiasme tinggi untuk mendukung suksesnya asesmen lapangan ini. Doa bersama pun dipanjatkan sebagai penutup rangkaian acara pembukaan, sebagai wujud harapan kolektif untuk mendapatkan hasil terbaik. PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup sebelumnya telah meraih akreditasi “B”, dan kini optimistis untuk naik tingkat menjadi “Unggul”. Dengan semangat kolaboratif, kesiapan tim, dan dukungan dari seluruh sivitas akademika, akreditasi tahun ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat eksistensi dan reputasi Program Studi PGMI di kancah nasional.

Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Ujian Komprehensif Gelombang II Tahun 2025: 108 Mahasiswa Siap Hadapi Tantangan Akademik
Akademik Fakultas 21 May 2025

Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Ujian Komprehensif Gelombang II Tahun 2025: 108 Mahasiswa Siap Hadapi Tantangan Akademik

Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup akan kembali menyelenggarakan Ujian Komprehensif Gelombang II Tahun 2025. Kegiatan akademik ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 26 hingga 27 Mei 2025, dengan melibatkan 108 mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi) di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa ujian komprehensif ini merupakan bagian integral dari sistem penjaminan mutu akademik di fakultas. “Ujian ini bertujuan untuk mengukur capaian pembelajaran mahasiswa secara menyeluruh dan memastikan kesiapan mereka dalam menyelesaikan studi,” ungkap beliau. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian komprehensif adalah bentuk keseriusan fakultas dalam menjaga kualitas lulusan agar tetap kompetitif dan profesional di dunia kerja. Menurut Afrizal, M.Pd., selaku Sekretaris Panitia Ujian Komprehensif, peserta ujian tahun ini didominasi oleh mahasiswa dari Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 60 orang. “Secara keseluruhan terdapat 108 peserta dari delapan prodi yang akan mengikuti ujian ini. Untuk efisiensi pelaksanaan, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mata uji fakultas, institusi, dan etika profesi,” jelasnya. Sementara itu, untuk mata uji keprodian, peserta akan mengikuti ujian sesuai dengan program studi masing-masing. Mata uji ini dirancang untuk menguji penguasaan mahasiswa terhadap kompetensi inti di bidang keilmuan masing-masing, termasuk pemahaman terhadap isu-isu kontemporer dan keterampilan aplikatif dalam dunia pendidikan Islam. Panitia juga telah menyiapkan sistem informasi berbasis digital untuk memudahkan akses peserta dan dosen penguji. “Pembagian kelompok peserta dan daftar dosen penguji dapat diakses dan diunduh dengan cara memindai barcode yang telah kami sediakan. Ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi layanan akademik kami,” tambah Afrizal, M.Pd, berikut link Pembagian Peserta: Kelompok Mahasiswa Peserta Ujian Komprehensif Mata Uji Institusi, Fakultas dan Etika Profesi: https://tinyurl.com/yvwr54zn Kelompok Mahasiswa Peserta Ujian Komprehensif Mata Uji Keprodian: https://tinyurl.com/422vx6ps Sebanyak 23 dosen penguji dari berbagai program studi akan terlibat dalam kegiatan ini. Mereka akan menguji secara objektif dan komprehensif, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Keterlibatan dosen lintas prodi juga menjadi bentuk kolaborasi akademik di lingkungan fakultas yang dinamis dan saling mendukung. Lebih lanjut, Afrizal menyampaikan bahwa kisi-kisi soal ujian komprehensif untuk para dosen penguji akan segera diserahkan secara resmi oleh panitia. Sedangkan untuk para mahasiswa, kisi-kisi soal dapat diunduh melalui barcode yang telah disiapkan. “Kami berharap dengan ketersediaan kisi-kisi ini, mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara optimal dan lebih terarah dalam belajar,” ujarnya. Berikut Link Kisi-kisi soal ujain Komprehensif berdasarkan Mata Uji: Mata Uji Institus: https://bit.ly/3H2Dwg6 Mata Uji Fakultas: https://bit.ly/3F0B5tW Mata Uji Etika Profesi: https://bit.ly/4kxyk2j Mata Uji Keprodian: BKPI: https://bit.ly/3Se2yuX PGMI: https://bit.ly/45j18ac TMM: https://bit.ly/4dnEDmy PAI: https://bit.ly/45n5n4D PBA: https://bit.ly/3SJs1fZ PIAUD: https://bit.ly/4k5soxH TBI: https://bit.ly/4jX4eVU TBIND: https://tinyurl.com/2s3emc5t Dekan Fakultas Tarbiyah juga mengapresiasi kinerja panitia dalam menyiapkan kegiatan ini dengan baik dan profesional. Ia menilai bahwa pelaksanaan ujian komprehensif bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari proses evaluasi mendalam terhadap perkembangan akademik mahasiswa selama menjalani perkuliahan di Fakultas Tarbiyah. “Harapan kami, melalui ujian ini mahasiswa mampu menunjukkan kapasitas akademik dan integritasnya sebagai calon pendidik profesional. Ini adalah langkah strategis dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan dunia pendidikan,” tegas Dr. Sutarto. Dengan persiapan yang matang dan keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika, Ujian Komprehensif Gelombang II Tahun 2025 di Fakultas Tarbiyah IAIN Curup diharapkan berjalan lancar, objektif, dan menjadi salah satu indikator keberhasilan sistem pendidikan tinggi di lingkungan kampus yang religius dan ilmiah ini.

IAIN Curup Sambut Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PAI: Menuju Predikat Unggul di Era Digital
Akademik Fakultas 09 May 2025

IAIN Curup Sambut Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PAI: Menuju Predikat Unggul di Era Digital

Curup, 9 Mei 2025 — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup resmi memulai pelaksanaan Asesmen Lapangan Akreditasi untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Jumat (09/05). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, 9–10 Mei 2025, bertujuan untuk menilai mutu akademik dan tata kelola Prodi PAI yang sebelumnya telah meraih akreditasi "A" dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Pembukaan asesmen dilaksanakan di Ruang Rapat Dekanat Fakultas Tarbiyah lantai III pada pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pimpinan IAIN Curup, pimpinan Fakultas Tarbiyah, para asesor dari LAMDIK, Ketua LPM IAIN Curup, perwakilan stakeholder, alumni, mahasiswa PAI, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada dua asesor dari LAMDIK, yakni Dr. Heri Khoirudin, M.Ag dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Prof. Dr. Saipul Annuar, M.Pd dari UIN Raden Fatah Palembang. Prof. Idi menegaskan bahwa Prodi PAI merupakan program studi dengan jumlah peminat terbanyak di IAIN Curup. "Harapan kami, asesmen ini menjadi langkah strategis untuk mempertahankan bahkan meningkatkan status akreditasi menjadi unggul," tuturnya. Lebih lanjut, Rektor juga menyinggung pentingnya efisiensi dan digitalisasi dalam pengelolaan dokumen akreditasi. Ia berharap agar seluruh dokumen yang disiapkan telah sesuai dengan perkembangan teknologi, yakni dalam format softcopy yang tersusun rapi dan mudah diakses oleh asesor. Sementara itu, Asesor I, Dr. Heri Khoirudin, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari sivitas akademika IAIN Curup. Ia juga menekankan bahwa asesmen bukanlah semata-mata penilaian, melainkan juga ruang dialog akademik untuk perbaikan dan penguatan mutu institusi. Senada dengan itu, Asesor II, Prof. Dr. Saipul Annuar, M.Pd, menyampaikan bahwa dirinya mengapresiasi semangat tim akreditasi Prodi PAI dan kesiapan IAIN Curup dalam menghadapi era digital. Ia berharap Prodi PAI dapat menjadi model pengelolaan prodi berbasis mutu dan pelayanan prima. Ketua LPM IAIN Curup, dalam kesempatan tersebut juga turut menyampaikan bahwa seluruh dokumen borang telah dipersiapkan secara maksimal dan melibatkan kerja sama lintas unit di lingkungan kampus. Hal ini menjadi bukti keseriusan IAIN Curup dalam menjaga kualitas akademik. Asesmen lapangan ini menjadi momentum penting untuk menilai berbagai aspek pendidikan, termasuk kurikulum, SDM, sarana-prasarana, serta keterlibatan alumni dan stakeholder. Diharapkan melalui asesmen ini, Prodi PAI IAIN Curup semakin unggul dan kompetitif di tingkat nasional.

LPTK IAIN Curup Kukuhkan 221 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch II Tahun 2024
Akademik Fakultas 08 May 2025

LPTK IAIN Curup Kukuhkan 221 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch II Tahun 2024

Curup, 3 Mei 2025 — Sebanyak 221 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Batch II Tahun 2024 resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional dalam sebuah prosesi Yudisium dan Pengukuhan yang digelar oleh Program Studi PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Golden Rich, Kota Curup, dan dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I, Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd, serta Ketua Prodi PPG Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum, dan segenap pengelola PPG. Menurut Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd, selaku Sekretaris Prodi PPG Fakultas Tarbiyah, para peserta yang dikukuhkan berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan, yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, Lebong, Kota Lubuk Linggau, dan Kabupaten Lahat. Jumlah ini menunjukkan bahwa IAIN Curup semakin dipercaya sebagai LPTK penyelenggara PPG yang mampu memberikan layanan akademik dan pembinaan profesi guru yang berkualitas. Dalam sambutannya, Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap para guru yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses PPG. “Yudisium ini bukan hanya seremoni, tetapi momentum pengakuan profesionalisme. IAIN Curup terus berkomitmen menjadi pelayan umat dan pendidik bangsa, serta membekali guru-guru dengan kompetensi yang unggul, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang moderat,” tegasnya. Rektor juga menambahkan bahwa keberhasilan peserta tidak terlepas dari ketekunan, pengorbanan, dan semangat belajar yang tinggi. Ia berharap para guru yang telah dikukuhkan mampu membawa perubahan di sekolah masing-masing serta menjadi motor penggerak inovasi pendidikan, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd menekankan bahwa menjadi guru profesional adalah amanah besar yang harus dijaga dengan integritas dan tanggung jawab. “Hari ini saudara-saudara telah memasuki fase baru dalam perjalanan profesi. Sertifikat ini bukanlah sekadar dokumen, tapi simbol dari kesiapan saudara untuk mendidik dengan hati, membimbing dengan ilmu, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya saat menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada peserta. Lebih lanjut, Ketua Prodi PPG Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum menyampaikan rasa bangganya atas capaian para peserta yang telah melalui berbagai tahap pendidikan dan evaluasi. Menurutnya, penyelenggaraan PPG di IAIN Curup telah mengikuti standar mutu nasional dan terus melakukan inovasi dalam proses pembelajaran daring, luring, hingga praktik mengajar. “Kami melihat langsung perjuangan para guru, mulai dari modul daring hingga praktik di lapangan. Semoga semangat ini terus dibawa dalam pengabdian di sekolah masing-masing,” katanya. Seluruh rangkaian kegiatan PPG meliputi orientasi akademik, pendalaman materi, pengembangan perangkat ajar, praktik pembelajaran, refleksi pembelajaran, hingga ujian kinerja dan ujian pengetahuan telah berhasil diselesaikan oleh para peserta dengan nilai memuaskan. Hal ini menjadi indikator bahwa lulusan PPG IAIN Curup layak menyandang predikat Guru Profesional. Selain sambutan dari para pimpinan, acara yudisium juga diisi dengan kesan dan pesan dari perwakilan peserta yang mengungkapkan rasa syukur dan bangga dapat menjadi bagian dari keluarga besar LPTK IAIN Curup. Mereka menyampaikan bahwa proses PPG memberikan banyak pengalaman berharga dalam penguatan pedagogik, kepribadian, dan sosial sebagai guru. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat guru profesional secara simbolis oleh Dekan Fakultas Tarbiyah kepada lima perwakilan peserta dari lima daerah berbeda. Para peserta terlihat haru dan bangga mengenakan selempang Guru Profesional, sebagai simbol keberhasilan dan kesiapan mereka untuk mengabdi di tengah masyarakat. Dengan pengukuhan ini, IAIN Curup kembali menegaskan eksistensinya sebagai LPTK terpercaya di wilayah barat Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam, IAIN Curup terus berinovasi dan menjawab kebutuhan bangsa dalam mencetak pendidik profesional yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual.