Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

138 Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Yudisium Fakultas Tarbiyah Semester Ganjil 2026
Akademik Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 19 Oct 2026

138 Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Yudisium Fakultas Tarbiyah Semester Ganjil 2026

CURUP – Sebanyak 138 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, mengikuti Yudisium Fakultas Tarbiyah Semester Ganjil Tahun 2026 yang berlangsung di Aula IAIN Curup. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana sekaligus awal perjalanan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan dan kompetensi di tengah masyarakat.Yudisium tersebut diikuti oleh 352 mahasiswa dari sembilan program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Curup yang diwakili Wakil Rektor II, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., serta dihadiri Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., jajaran pimpinan fakultas, para ketua program studi, dan tamu undangan lainnya.Bagi mahasiswa PGMI, yudisium ini menandai berakhirnya salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan tinggi. Bekal ilmu pengetahuan, pengalaman perkuliahan, dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi landasan untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dasar.Ketua Program Studi PGMI, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan mengikuti yudisium. Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi para lulusan untuk terus mengembangkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja dan pengabdian masyarakat.“Selamat kepada seluruh mahasiswa PGMI yang telah menyelesaikan studi dan mengikuti yudisium. Pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan kerja keras. Saya berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk melangkah ke tahap berikutnya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.Agus juga menekankan bahwa lulusan PGMI memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Menurutnya, menjadi calon pendidik tidak cukup hanya dengan menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki karakter, integritas, kreativitas, dan kepedulian terhadap perkembangan peserta didik.“Lulusan PGMI harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Jadilah pribadi yang berintegritas, profesional, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik. Saya berharap para lulusan dapat membawa nama baik almamater serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di mana pun mereka mengabdi,” tambahnya.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni penetapan kelulusan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjuangan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang telah dijalani selama masa perkuliahan.Ia berharap seluruh lulusan mampu menjaga integritas, mengembangkan kompetensi, dan menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat. Para lulusan Fakultas Tarbiyah juga diharapkan memiliki komitmen dalam mendukung kemajuan pendidikan, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan.Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., mengingatkan para lulusan agar menjadikan keberhasilan akademik sebagai bekal untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, gelar sarjana perlu diiringi dengan etika, profesionalisme, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi perkembangan sosial dan teknologi.Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Nomor 507 Tahun 2026 tentang Yudisium Program Sarjana (S-1) Fakultas Tarbiyah Semester Ganjil Tahun 2026 oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Juliadi, B.Sc., SE. Setelah itu, dilaksanakan penyerahan kalung yudisium dan petikan keputusan kepada para peserta sebagai bagian dari prosesi penetapan kelulusan.Acara juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa, pembacaan Ikrar Alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, serta penampilan Paduan Suara IAIN Curup di bawah pimpinan Dr. Guntur Putra Jaya, S.Sos., MM., M.Pd. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.Penyelenggaraan yudisium turut melibatkan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 sebagai panitia pelaksana. Kerja sama antara panitia, pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan berbagai pihak terkait mendukung kelancaran kegiatan tersebut.Bagi Program Studi PGMI, keikutsertaan 138 mahasiswa dalam yudisium ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, karakter, dan kesiapan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan.Melalui momentum ini, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana, tetapi terus mengembangkan diri, menjaga nama baik almamater, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Raih IPK 3,99, Dita Rafizka Mahasiswa PGMI IAIN Curup Jadi Lulusan Terbaik Fakultas Tarbiyah
Akademik Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 19 Oct 2026

Raih IPK 3,99, Dita Rafizka Mahasiswa PGMI IAIN Curup Jadi Lulusan Terbaik Fakultas Tarbiyah

CURUP — Prestasi membanggakan diraih Dita Rafizka, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup. Ia berhasil meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.Capaian tersebut menjadi buah dari konsistensi, kedisiplinan, dan kesungguhannya selama menempuh pendidikan tinggi. Bagi Dita, keberhasilan akademik bukan semata-mata tentang memperoleh nilai tinggi, melainkan juga tentang bagaimana menjalani proses pembelajaran dengan penuh tanggung jawab dan mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat bagi orang lain.Perempuan kelahiran Curup, 6 September 2001, itu memulai perjalanan akademiknya di IAIN Curup pada 2022. Ketertarikannya terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan dasar, menjadi alasan memilih Prodi PGMI. Sejak kecil, ia telah menyimpan cita-cita menjadi seorang guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan karakter mereka.Di balik raihan IPK 3,99, Dita tidak mengandalkan metode belajar yang rumit. Ia justru membangun kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, mencatat materi penting, mempersiapkan bahan pembelajaran sebelum perkuliahan, hingga aktif bertanya kepada dosen ketika menemukan materi yang belum dipahami.Baginya, keberanian bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar. Ia meyakini bahwa pemahaman tidak selalu diperoleh dalam sekali membaca atau mendengarkan penjelasan, sehingga mahasiswa perlu memiliki kemauan untuk terus mencari tahu.Perjalanan kuliahnya juga diwarnai tantangan dalam membagi waktu antara perkuliahan, kegiatan organisasi, dan pekerjaan. Kesibukan tersebut menuntutnya untuk lebih cermat menentukan prioritas serta menyelesaikan setiap tanggung jawab secara bertahap.Di tengah berbagai kesibukan, Dita berusaha menjaga komitmen terhadap pendidikan yang sedang ditempuhnya. Pengalaman tersebut membentuk kedisiplinan sekaligus mengajarkannya bahwa keberhasilan membutuhkan kemampuan mengelola waktu dan ketekunan dalam menghadapi kesulitan.Dukungan keluarga, terutama doa, kasih sayang, dan pengorbanan sang ibu, turut menjadi sumber kekuatan baginya. Dita memandang predikat lulusan terbaik yang diraihnya bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas dukungan keluarga yang senantiasa menyertai perjalanan pendidikannya.Perhatian Dita terhadap persoalan pendidikan tercermin dalam penelitian skripsinya yang berjudul “Hubungan Pola Asuh Permisif terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas IV SD Negeri 07 Ujan Mas.”Penelitian tersebut mengkaji hubungan pola asuh permisif dengan perilaku prokrastinasi akademik siswa, terutama kecenderungan menunda penyelesaian tugas, pekerjaan rumah, dan persiapan menghadapi ujian.Topik yang dipilihnya berkaitan erat dengan tantangan pendidikan dasar, ketika pembentukan kebiasaan belajar anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Melalui penelitian tersebut, Dita berharap hasil kajiannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua dan guru dalam mendampingi anak agar lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap kewajiban akademiknya.Pilihan topik itu sekaligus memperlihatkan ketertarikannya terhadap hubungan antara pola pengasuhan keluarga dan perilaku belajar peserta didik, sebuah persoalan yang relevan bagi calon guru madrasah ibtidaiyah.Ketua Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Dita Rafizka yang berhasil menjadi lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah dengan IPK 3,99.Menurutnya, prestasi tersebut merupakan capaian yang membanggakan bagi mahasiswa dan program studi. Keberhasilan Dita juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk menjalani perkuliahan dengan disiplin, menjaga konsistensi belajar, dan memanfaatkan kesempatan pendidikan secara optimal.“Prestasi yang diraih Dita Rafizka merupakan kebanggaan bagi Prodi PGMI. Capaian IPK 3,99 menunjukkan hasil yang sangat baik dari proses akademik yang telah dijalaninya. Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha, menjaga kedisiplinan, dan bertanggung jawab terhadap proses pendidikan masing-masing,” ungkap Agus Riyan Oktori.Ia menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak seharusnya hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan mengamalkan ilmu pengetahuan, membangun karakter, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.“Sebagai calon pendidik, mahasiswa PGMI perlu mempersiapkan diri bukan hanya dengan penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga dengan integritas, kepedulian, dan komitmen untuk mendampingi perkembangan peserta didik. Kami berharap Dita dapat terus mengembangkan kompetensinya dan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk kemajuan pendidikan,” tambahnya.Setelah menyelesaikan pendidikan di Prodi PGMI, Dita bertekad melanjutkan langkahnya di dunia pendidikan. Ia ingin mengembangkan kompetensi melalui pengalaman mengajar, pelatihan, dan berbagai kesempatan belajar yang dapat memperkuat kemampuannya sebagai calon pendidik profesional.Ia bercita-cita menjadi guru yang mampu menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan bermakna, membangun rasa percaya diri peserta didik, serta membantu setiap anak berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.Bagi Dita, kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Predikat lulusan terbaik justru menjadi dorongan untuk terus bertumbuh, meningkatkan kemampuan, dan menghadapi tantangan baru dalam kehidupan profesional.Kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dita berpesan agar tidak meremehkan proses-proses kecil yang dilakukan setiap hari. Menurutnya, kedisiplinan, konsistensi, keberanian mencoba, dan kemauan bertanya merupakan kebiasaan penting yang dapat membantu mahasiswa berkembang.Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak menjadikan keberhasilan orang lain sebagai alasan untuk merasa tertinggal. Sebaliknya, pencapaian tersebut dapat dijadikan inspirasi untuk terus memperbaiki diri karena setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda dalam meraih keberhasilan.Prestasi Dita Rafizka menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik tidak hanya berkaitan dengan angka pada transkrip nilai. Di baliknya, terdapat ketekunan, dukungan keluarga, tanggung jawab, serta cita-cita untuk mengamalkan ilmu bagi kepentingan masyarakat.

Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Pelatihan Wirausaha, Perkuat Kreativitas dan Kemandirian Calon Pendidik
Kemahasiswaan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 12 Oct 2026

Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Pelatihan Wirausaha, Perkuat Kreativitas dan Kemandirian Calon Pendidik

CURUP — Sebanyak 24 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, berpartisipasi dalam Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026 yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026. Keikutsertaan mahasiswa PGMI dalam kegiatan ini menjadi langkah untuk memperluas wawasan kewirausahaan sekaligus membangun karakter calon pendidik yang kreatif, inovatif, dan mandiri.Mengangkat tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan”, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal berbagai aspek kewirausahaan, mulai dari perencanaan permodalan, pengelolaan lembaga pendidikan, hingga strategi membangun dan mengembangkan usaha.Bagi mahasiswa PGMI, pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk mempelajari dunia usaha, tetapi juga kesempatan memahami bagaimana kreativitas dan inovasi dapat diterapkan dalam bidang pendidikan. Kompetensi tersebut diharapkan menjadi bekal tambahan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru yang mampu menghadirkan pembelajaran kreatif serta mengembangkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.Kegiatan dibuka pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Aula Harun Arrayid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup. Acara pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Kalam Ilahi, doa bersama, serta sambutan dan pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan kemampuan berinovasi dan membangun kemandirian. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi, khususnya calon pendidik, perlu memiliki kompetensi yang tidak terbatas pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian menciptakan peluang.Rangkaian pelatihan menghadirkan narasumber dari bidang perbankan, pendidikan, dan dunia usaha. Materi pertama disampaikan oleh Dian Puspa Utami, Associate Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Curup, yang membahas strategi permodalan dan akses pembiayaan perbankan bagi wirausaha muda.Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya perencanaan modal dan pemanfaatan layanan pembiayaan secara tepat untuk mendukung keberlangsungan usaha.Selanjutnya, Rajab Effendi, M.Pd., Gr., pendiri SLB IT Nur Khoirul Ashab, menyampaikan materi bertajuk “Educational Entrepreneurship: Membangun Lembaga Pendidikan yang Berdampak dan Berkelanjutan.” Peserta diajak memahami bahwa kewirausahaan juga dapat dikembangkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan melalui inovasi layanan, penguatan kualitas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.Sementara itu, Fauzan, S.Sos.I., pemilik usaha Kue Semprong Putri Husna, membagikan pengalaman mengenai proses merintis usaha dari nol. Pembahasan meliputi pengurusan perizinan dan legalitas, proses produksi, pengemasan, pengembangan produk, hingga pemasaran.Beragam materi tersebut memberikan gambaran bahwa kewirausahaan membutuhkan perencanaan yang matang, ketekunan, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang. Pengetahuan ini juga relevan bagi mahasiswa PGMI yang ingin mengembangkan media pembelajaran, alat peraga edukatif, bahan ajar kreatif, maupun usaha lain yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan.Ketua Prodi PGMI IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., mengapresiasi keterlibatan 24 mahasiswa PGMI dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan kewirausahaan menjadi sarana penting untuk memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus membangun pola pikir yang kreatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan.“Keikutsertaan mahasiswa PGMI dalam pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperluas wawasan dan mengembangkan potensi diri. Sebagai calon pendidik, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga perlu memiliki kreativitas, kemandirian, serta keberanian untuk berinovasi. Kami berharap pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk menciptakan gagasan-gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Agus Riyan Oktori.Ia menambahkan bahwa semangat kewirausahaan dapat diterapkan dalam berbagai aspek profesi guru, termasuk mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, menciptakan media edukasi, serta memanfaatkan potensi lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan kemampuan mendidik dengan keterampilan mengembangkan solusi kreatif.Pada Minggu, 11 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan survei dan observasi ke tiga lokasi di Kabupaten Rejang Lebong, yakni BRI Cabang Curup di Jalan Merdeka No. 49, Pasar Baru; SLB IT Nur Khoirul Ashab di Jalan Hasyim Azhari No. 131, Sukaraja, Kecamatan Curup Timur; serta usaha Kue Semprong Putri Husna di Kelurahan Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara.Dalam kunjungan ke BRI, peserta memperoleh wawasan mengenai layanan perbankan dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Kunjungan ke SLB IT Nur Khoirul Ashab memberikan pengalaman tentang pengelolaan lembaga pendidikan dan penerapan kewirausahaan di bidang pendidikan. Sementara itu, di tempat usaha Putri Husna, peserta dapat mengenal lebih dekat proses produksi, pengemasan, legalitas, dan pemasaran produk.Pengalaman lapangan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana konsep yang dipelajari dalam pelatihan diterapkan dalam praktik. Melalui interaksi dengan praktisi, peserta diharapkan memperoleh inspirasi untuk mengembangkan potensi dan merancang gagasan usaha sesuai kemampuan serta kebutuhan lingkungan.Salah seorang peserta dari Prodi PGMI, Citra Damayanti, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat untuk mengembangkan wawasan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam melihat peluang kewirausahaan.“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengetahuan bukan hanya dari materi yang disampaikan narasumber, tetapi juga dari pengalaman langsung saat melakukan observasi lapangan. Kami jadi lebih memahami bahwa membangun usaha membutuhkan kreativitas, keberanian untuk memulai, dan pengelolaan yang baik. Sebagai mahasiswa PGMI, pengalaman ini juga memotivasi kami untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dalam bidang pendidikan, sehingga nantinya kami dapat menjadi guru yang inovatif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi peserta didik,” ujar Citra Damayanti.Menurutnya, kesempatan belajar dari pelaku usaha dan pengelola lembaga pendidikan memberikan perspektif baru bahwa peluang untuk berinovasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan diri, baik selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi maupun ketika memasuki dunia kerja.Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman bahwa kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi dapat menjadi sarana menghadirkan inovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.Bagi Prodi PGMI, partisipasi 24 mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi calon guru. Dengan memadukan pengetahuan pendidikan, kreativitas, dan semangat kewirausahaan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif serta beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan pendidikan.Melalui semangat Educational Entrepreneurship, mahasiswa PGMI IAIN Curup diharapkan tumbuh menjadi calon pendidik yang profesional, berinisiatif, dan mampu menciptakan peluang serta solusi kreatif. Dengan bekal tersebut, mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pengajar, tetapi juga menjadi penggerak inovasi pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat.

Prodi PGMI IAIN Curup Berkontribusi dalam OCERI Batch 4 2026, Ketua Prodi Turut Terlibat sebagai Panitia Pelaksana
Akademik Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 30 Sep 2026

Prodi PGMI IAIN Curup Berkontribusi dalam OCERI Batch 4 2026, Ketua Prodi Turut Terlibat sebagai Panitia Pelaksana

Bengkulu — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan wawasan akademik mahasiswa melalui keterlibatan dalam Online Conference of Educational Research International (OCERI) Batch 4 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Doktor Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu.Konferensi internasional yang mengusung tema “Fostering Super Smart People for the SDGs: The Symbiosis of AI, Deep Learning, and Machine Learning in Educational Transformation” tersebut menjadi forum akademik untuk mempertemukan peneliti, pendidik, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kebijakan dalam bertukar gagasan mengenai perkembangan dan transformasi pendidikan di era teknologi.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 25–26 September 2026. Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup turut mengambil bagian dengan mengikutsertakan sembilan mahasiswa dalam kegiatan konferensi internasional tersebut.Sembilan mahasiswa PGMI yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari beberapa kelas, yaitu Dela Kontesa (3J), Keisyah Febrianti (3G), Salsabila Putri Aldina (3H), Shonia Rhosha Shaputri (3H), Natasya Al Safahani (3E), Dimas Nur Abdul Kholiq (3H), Leksa Meilianti (5B), Veny Tri Cahyani (5F), dan Mifta Hurrahma (5B).Keikutsertaan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari upaya Prodi PGMI dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di luar lingkungan perkuliahan. Sebelumnya, Prodi PGMI juga telah menyampaikan permohonan izin kepada dosen agar mahasiswa yang bersangkutan dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan tetap memperhatikan ketentuan perkuliahan yang berlaku.Partisipasi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai isu-isu pendidikan kontemporer, khususnya perkembangan teknologi pendidikan, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), deep learning, machine learning, pembelajaran adaptif dan personal, serta pendidikan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).Keterlibatan Prodi PGMI dalam OCERI Batch 4 2026 tidak hanya ditunjukkan melalui partisipasi mahasiswa. Ketua Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., juga turut terlibat sebagai salah satu panitia pelaksana kegiatan konferensi tersebut.Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika PGMI dalam mendukung terselenggaranya forum akademik internasional yang mempertemukan berbagai pemikiran dan perspektif mengenai perkembangan pendidikan.Peran Ketua Prodi PGMI dalam kepanitiaan sekaligus memperlihatkan adanya keterlibatan aktif dalam jejaring akademik lintas perguruan tinggi. Hal ini juga membuka ruang bagi Prodi PGMI untuk terus membangun kolaborasi dan memperluas koneksi akademik dalam bidang pendidikan.Dengan demikian, keikutsertaan PGMI dalam OCERI Batch 4 2026 tidak hanya berada pada level peserta, tetapi juga mencakup kontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan melalui keterlibatan Ketua Prodi sebagai bagian dari panitia pelaksana.Tema yang diangkat dalam OCERI Batch 4 2026 memiliki relevansi dengan tantangan pendidikan saat ini. Perkembangan AI, deep learning, dan machine learning telah menjadi bagian dari pembahasan penting dalam transformasi pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran, pengembangan kompetensi pendidik, serta pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif.Bagi mahasiswa PGMI sebagai calon pendidik pada jenjang madrasah ibtidaiyah, pemahaman terhadap perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia pendidikan.Melalui forum seperti OCERI, mahasiswa tidak hanya mendapatkan tambahan wawasan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melihat secara lebih luas bagaimana isu teknologi, inovasi pembelajaran, pendidikan berkelanjutan, dan pengembangan kompetensi guru dibicarakan dalam forum akademik internasional.Ketua Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum akademik menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas pengalaman dan wawasan keilmuan mahasiswa.“Kami terus mendorong mahasiswa PGMI untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan seperti OCERI memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengenal perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan, sekaligus membangun pengalaman akademik di luar lingkungan perkuliahan.”Ia juga menilai perkembangan teknologi pendidikan perlu disikapi oleh calon guru dengan wawasan yang terbuka dan tetap memperhatikan aspek pedagogis.“Perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence, merupakan bagian dari perubahan yang tidak dapat diabaikan dalam dunia pendidikan. Mahasiswa sebagai calon pendidik perlu memahami perkembangan tersebut secara kritis dan bijak, sehingga nantinya mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan dan kebutuhan peserta didik.”Keterlibatan Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam OCERI Batch 4 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen dalam memperkuat budaya akademik di lingkungan program studi.Keikutsertaan sembilan mahasiswa, ditambah keterlibatan Ketua Prodi sebagai bagian dari panitia pelaksana, menunjukkan adanya ruang kolaborasi yang dapat mempertemukan mahasiswa dan sivitas akademika dengan lingkungan akademik yang lebih luas.Prodi PGMI berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk semakin aktif dalam kegiatan ilmiah, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan ketertarikan terhadap penelitian dan inovasi pendidikan.Ke depan, pengalaman mengikuti dan terlibat dalam kegiatan akademik semacam ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kapasitas mahasiswa PGMI sekaligus memperkuat peran program studi dalam membangun kolaborasi akademik di bidang pendidikan.Dengan semangat “Collaborate, Innovate, Transform Education for a Better Future”, keterlibatan Prodi PGMI dalam OCERI Batch 4 2026 menjadi bagian dari langkah untuk terus membuka ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan wawasan bagi mahasiswa serta sivitas akademika.

Prodi PGMI IAIN Curup Dorong Dosen Adaptif di Era AI melalui Pelatihan Deep Learning
Akademik Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 29 Sep 2026

Prodi PGMI IAIN Curup Dorong Dosen Adaptif di Era AI melalui Pelatihan Deep Learning

CURUP — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup turut mengambil bagian dalam penguatan kompetensi dosen melalui Pelatihan Deep Learning dan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran yang digelar Fakultas Tarbiyah, Selasa (29/9/2026), di Aula Harun Arrasyid, UPT Perpustakaan IAIN Curup.Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Perguruan Tinggi di Era Artificial Intelligence: Mewujudkan Pembelajaran Mendalam, Berintegritas, dan Berorientasi pada Penguatan Berpikir Kritis” tersebut diikuti sekitar 100 dosen yang berhomebase di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.Pelatihan ini menjadi bagian dari respons Fakultas Tarbiyah terhadap perkembangan teknologi kecerdasan artifisial yang semakin memengaruhi berbagai aspek pendidikan tinggi. Dosen tidak hanya dituntut mampu memahami perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan untuk menggunakannya secara tepat dalam mendukung proses pembelajaran.Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan AI perlu disikapi secara terbuka sekaligus kritis. Menurutnya, teknologi merupakan instrumen pendukung pembelajaran, sedangkan peran dosen tetap penting dalam mengarahkan proses pendidikan, membangun karakter, serta memastikan mahasiswa memiliki kemampuan berpikir dan bernalar secara mandiri.Kegiatan tersebut kemudian dibuka oleh Wakil Rektor I IAIN Curup, Dr. Eka Apriyani, M.Pd., yang hadir mewakili Rektor IAIN Curup. Ia menyampaikan bahwa transformasi digital di perguruan tinggi perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.Pemanfaatan AI, lanjutnya, dapat memberikan berbagai kemudahan dalam pengembangan bahan ajar, pengelolaan informasi, penyusunan aktivitas pembelajaran, hingga pengembangan pengalaman belajar mahasiswa. Namun demikian, penggunaan teknologi tersebut tetap harus berada dalam koridor etika dan integritas akademik.“AI dapat menjadi bagian dari inovasi pembelajaran, tetapi penggunaannya harus tetap diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dosen perlu memahami teknologi sekaligus mampu mengajarkan mahasiswa untuk menggunakannya secara kritis dan bertanggung jawab,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons., menjelaskan bahwa pelatihan dirancang agar dosen memperoleh pemahaman konseptual sekaligus gambaran praktis mengenai penerapan Deep Learning dan AI dalam pembelajaran.Tiga materi utama diberikan kepada peserta. Materi pertama bertajuk “Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Perguruan Tinggi: Dari Transfer Pengetahuan Menuju Pembelajaran Bermakna”, disampaikan oleh Dr. Muzanif, M.Pd. dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bengkulu.Materi kedua, “Etika, Integritas Akademik, dan Batasan Penggunaan Artificial Intelligence bagi Dosen di Perguruan Tinggi”, disampaikan oleh Dr. Qolbi Khoiri, M.Pd.I., Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Materi ini menyoroti pentingnya penggunaan AI yang tetap memperhatikan etika, orisinalitas, serta prinsip integritas akademik.Adapun materi ketiga disampaikan oleh Dr. Eko Risdianto, M.Pd., Dosen Universitas Bengkulu (UNIB) dengan tema “Merancang Pembelajaran Mendalam Berbasis AI dan OBE agar Mahasiswa Berpikir Kritis dan Logis.” Materi ini memberikan perspektif aplikatif mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).Ketua Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, perkembangan AI menjadi momentum bagi program studi untuk terus menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan pendidikan masa kini tanpa kehilangan nilai-nilai pedagogis.Ia menilai bahwa bagi Prodi PGMI, isu tersebut menjadi semakin relevan karena calon guru madrasah ibtidaiyah perlu dipersiapkan tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memahami bagaimana teknologi digunakan secara proporsional dalam proses pendidikan.“Bagi Prodi PGMI, perkembangan AI perlu kita respons sebagai bagian dari perubahan ekosistem pendidikan. Teknologi ini dapat membantu dosen dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual, tetapi tetap harus menempatkan kemampuan berpikir kritis, karakter, dan integritas akademik sebagai bagian penting dari proses pendidikan,” ujar Agus Riyan Oktori.Ia menambahkan bahwa kemampuan menggunakan AI secara tepat juga perlu diimbangi dengan kemampuan melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap informasi yang dihasilkan teknologi tersebut.“Mahasiswa calon guru harus dibiasakan tidak sekadar menerima informasi yang dihasilkan AI. Mereka perlu belajar memeriksa sumber, menganalisis informasi, membandingkan berbagai perspektif, kemudian menyusun pemikiran sendiri. Dengan cara itu, AI menjadi alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir,” lanjutnya.Menurut Agus, pembelajaran mendalam juga memiliki relevansi kuat dengan pendidikan calon guru MI karena mahasiswa PGMI nantinya akan berhadapan dengan peserta didik pada tahap pendidikan dasar. Karena itu, pengalaman belajar di perguruan tinggi perlu memberikan bekal pedagogis dan kemampuan berpikir yang dapat diterapkan ketika mereka memasuki dunia pendidikan.Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan wawasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan perangkat pembelajaran, inovasi metode mengajar, serta pemanfaatan teknologi secara lebih terarah di lingkungan Fakultas Tarbiyah, termasuk Prodi PGMI.Dengan adanya kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup terus mendorong terciptanya budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di sisi lain, penggunaan AI tetap diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, menjaga integritas akademik, dan membangun kemampuan mahasiswa agar mampu berpikir kritis, logis, kreatif, serta bertanggung jawab.Bagi Prodi PGMI, transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon guru madrasah ibtidaiyah yang mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus tetap memiliki fondasi pedagogis, akademik, dan nilai-nilai pendidikan yang kuat.

Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ketua Prodi Dukung Penguatan Kesadaran Kesehatan Mahasiswa
Kemahasiswaan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 21 Sep 2026

Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ketua Prodi Dukung Penguatan Kesadaran Kesehatan Mahasiswa

Curup, 21 September 2026 — Seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan oleh Puskesmas Tunas Harapan, Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung deteksi dini faktor risiko penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan.Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Puskesmas Tunas Harapan Nomor 800/329/PKM-TH/2026 perihal permohonan fasilitasi Cek Kesehatan Gratis kepada Rektor IAIN Curup. Melalui surat tertanggal 15 September 2026, Puskesmas Tunas Harapan mengajukan dukungan berupa penyediaan tempat dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi civitas akademika IAIN Curup.Pemeriksaan CKG di lingkungan IAIN Curup dilaksanakan secara bertahap pada tiga fakultas. Fakultas Tarbiyah mendapatkan jadwal pada 21 dan 22 September 2026, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam pada 23 dan 24 September 2026, serta Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah pada 28 dan 29 September 2026. Seluruh kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan meliputi skrining dan pemeriksaan sesuai ketentuan program CKG. Peserta hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan fakultas, serta mengikuti alur dan seluruh rangkaian pemeriksaan.Keikutsertaan seluruh mahasiswa PGMI dalam kegiatan ini menunjukkan partisipasi aktif mahasiswa dalam mendukung program pelayanan kesehatan di lingkungan kampus. Melalui pemeriksaan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatannya sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap upaya pencegahan penyakit.Ketua Program Studi PGMI IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis bagi mahasiswa. Ia menilai kegiatan ini memiliki manfaat penting dalam mendukung kesehatan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menunjang aktivitas akademik dan kehidupan kampus.Agus Riyan Oktori juga menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Tunas Harapan serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan mahasiswa perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kompetensi akademik agar mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis bagi seluruh mahasiswa Prodi PGMI IAIN Curup. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik, mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan sesuai jadwal, dan menjadikan kesehatan sebagai salah satu perhatian penting dalam menjalani aktivitas perkuliahan. Terima kasih kepada Puskesmas Tunas Harapan dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan ini.”Program Cek Kesehatan Gratis ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung kesejahteraan civitas akademika. Pelaksanaan kegiatan secara terjadwal di lingkungan fakultas diharapkan dapat membantu kelancaran pelayanan sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti pemeriksaan sesuai ketentuan.Prodi PGMI IAIN Curup berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan positif di kalangan mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri. Kesadaran tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan kampus yang sehat serta menunjang mahasiswa agar tetap aktif dan produktif dalam kegiatan akademik maupun nonakademik.Dengan keterlibatan seluruh mahasiswa PGMI, program CKG diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Curup.