Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
15 Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Ujian Skripsi Gelombang 2 Periode Agustus 2026
CURUP – Sebanyak 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Ujian Skripsi Gelombang 2 Periode Agustus 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Gedung Munaqasyah Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan lancar sebagai bagian dari tahapan akhir penyelesaian studi mahasiswa pada jenjang sarjana.Ujian skripsi Gelombang 2 Periode Agustus 2026 dilaksanakan dalam empat sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 08.00–09.30 WIB, sesi kedua 09.30–11.00 WIB, sesi ketiga 13.30–15.00 WIB, dan sesi keempat 15.00–16.30 WIB.Pembagian waktu tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ujian dapat berjalan secara efektif dan kondusif. Dalam setiap sesi, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian yang telah disusun selama proses penyelesaian skripsi, kemudian mempertanggungjawabkannya melalui sesi tanya jawab dan diskusi bersama tim penguji.Ujian skripsi menjadi salah satu tahapan penting dalam proses akademik mahasiswa PGMI. Melalui proses tersebut, mahasiswa tidak hanya diuji atas penguasaan terhadap penelitian yang telah dilakukan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara ilmiah, serta merespons berbagai pertanyaan dan masukan dari dosen penguji.Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa peserta ujian serta dosen pembimbing dan penguji yang telah berperan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.Menurutnya, ujian skripsi bukan sekadar tahapan administratif untuk menyelesaikan studi, tetapi merupakan proses akademik yang penting dalam mengukur kesiapan mahasiswa sebagai calon lulusan perguruan tinggi.“Ujian skripsi merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil dari proses akademik dan penelitian yang telah mereka jalani. Yang kami harapkan bukan hanya mahasiswa mampu menyelesaikan skripsinya, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan hasil penelitian secara ilmiah, berpikir kritis, serta menerima masukan sebagai bagian dari proses pengembangan diri.”Agus Riyan Oktori juga berharap mahasiswa PGMI yang telah menyelesaikan tahapan ujian dapat membawa kompetensi dan pengalaman akademik yang diperoleh selama perkuliahan ke dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat“Kami berharap para mahasiswa yang mengikuti ujian skripsi ini dapat menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki integritas, profesionalitas, kreativitas, dan kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan. Khususnya sebagai calon pendidik di tingkat madrasah ibtidaiyah, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi masa depan.”Salah seorang mahasiswa peserta Ujian Skripsi Gelombang 2, Haris Febriyanto, mengungkapkan rasa syukur setelah dapat mengikuti salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya.Menurut Haris, proses penyusunan skripsi hingga pelaksanaan ujian memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga mengajarkan pentingnya ketekunan, kedisiplinan, dan keberanian dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitian.“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat mengikuti ujian skripsi dengan lancar. Bagi saya, ujian ini merupakan salah satu tahapan yang sangat berarti setelah melalui proses penyusunan skripsi yang cukup panjang. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan, terutama bagaimana melakukan penelitian, menyusun karya ilmiah, dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan dosen penguji.”Haris juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang telah memberikan bimbingan dan masukan selama proses penyelesaian skripsi.“Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan dosen penguji yang telah memberikan arahan, masukan, dan motivasi. Terima kasih juga kepada keluarga dan teman-teman yang terus memberikan dukungan. Semoga apa yang saya dapatkan selama kuliah di PGMI IAIN Curup dapat menjadi bekal untuk melanjutkan langkah dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.”Pelaksanaan Ujian Skripsi PGMI IAIN Curup Gelombang 2 Periode Agustus 2026 menjadi bagian dari komitmen Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam memastikan setiap mahasiswa menyelesaikan proses akademik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.Kegiatan yang diikuti 15 mahasiswa tersebut berlangsung dengan tertib dan kondusif hingga seluruh sesi selesai. Melalui proses evaluasi akademik yang terarah, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas sekaligus memiliki kesiapan untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan.Bagi Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, penyelenggaraan ujian skripsi bukan hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, khususnya pada jenjang madrasah ibtidaiyah.
LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Perkuat Kemitraan untuk Tingkatkan Mutu Program Studi PPG
Di sela-sela pelaksanaan Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia di Banjarmasin, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup mengambil langkah strategis dengan menjalin perjanjian kerja sama bersama LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring kelembagaan dan pengembangan mutu Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) di lingkungan PTKI.Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., yang mewakili LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., yang mewakili LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Momentum ini menunjukkan komitmen kedua institusi untuk membangun kemitraan yang produktif, setara, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas penyelenggaraan PPG.Secara kelembagaan, perjanjian kerja sama tersebut dimaksudkan sebagai landasan hukum dan pedoman operasional bagi kedua pihak dalam menyelenggarakan kerja sama kemitraan pengelolaan Program Studi PPG secara setara dan saling menguntungkan. Dengan adanya landasan kerja sama yang jelas, kedua LPTK memiliki pijakan bersama untuk mengembangkan berbagai program akademik dan kelembagaan yang dapat memperkuat penyelenggaraan PPG sesuai dengan standar mutu pendidikan profesi guru.Adapun tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan mutu tata kelola, kualitas pembelajaran, kapasitas sumber daya manusia, serta efektivitas pelaksanaan Program Studi PPG pada masing-masing LPTK. Sinergi kedua perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran pengalaman dan praktik baik, tetapi juga melahirkan inovasi dalam pengelolaan PPG yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pendidikan, teknologi pembelajaran, serta tuntutan profesionalisme guru.Ruang lingkup pertama kerja sama mencakup bidang akademik dan kurikulum. Dalam lingkup ini, kedua LPTK dapat melakukan pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik baik terkait pengembangan kurikulum PPG, penyusunan perangkat pembelajaran, strategi pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan bahan ajar, serta penguatan kompetensi profesional dan pedagogik mahasiswa PPG. Kolaborasi akademik juga dapat diwujudkan melalui kegiatan seminar, lokakarya, diskusi ilmiah, pertukaran narasumber, dan pengembangan inovasi pembelajaran.Ruang lingkup kedua adalah penyelenggaraan dan praktik lapangan. Kerja sama ini dapat diarahkan pada penguatan pelaksanaan kegiatan PPG yang bersifat praktik, termasuk pengelolaan praktik pengalaman lapangan, observasi pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pengembangan jejaring dengan sekolah mitra, serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan dan evaluasi praktik lapangan. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa PPG diharapkan memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan nyata di satuan pendidikan.Ruang lingkup ketiga meliputi penjaminan mutu dan riset. Kedua LPTK dapat saling memperkuat sistem penjaminan mutu penyelenggaraan PPG melalui pertukaran instrumen, pengalaman evaluasi, praktik baik tata kelola, serta pengembangan budaya mutu secara berkelanjutan. Di bidang riset, kolaborasi dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, kajian evaluatif terhadap pelaksanaan PPG, serta pengembangan inovasi pendidikan yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan peningkatan mutu program.Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi LPTK dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG. “Kerja sama ini kita harapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program yang konkret, khususnya dalam penguatan akademik, praktik lapangan, penjaminan mutu, dan riset. Sinergi dengan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi peluang untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan profesi guru,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Program Studi PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd., menyambut positif perjanjian kerja sama tersebut dan menilai kemitraan antarlembaga LPTK sangat penting dalam menghadapi tuntutan peningkatan kualitas pendidikan profesi guru. “Kerja sama ini membuka ruang yang luas bagi Prodi PPG untuk mengembangkan kolaborasi akademik, penguatan praktik lapangan, penjaminan mutu, dan riset. Kami berharap sinergi ini dapat menghasilkan program-program bersama yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi mahasiswa PPG dan pada akhirnya berkontribusi terhadap lahirnya guru profesional, kompeten, adaptif, dan berintegritas,” ungkapnya.Kerja sama antara LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi bagian dari semangat kolaborasi yang dibangun melalui Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) PTKI se-Indonesia. Sinergi ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat tata kelola dan mutu Program Studi PPG, tetapi juga memperluas jejaring akademik, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menghadirkan inovasi pendidikan profesi guru yang semakin berkualitas dan relevan dengan tantangan pendidikan masa depan.
Dari Banjarmasin untuk Masa Depan Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Hadiri Fordetak PTKI Se-Indonesia
Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia kembali menjadi ruang strategis bagi para pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan untuk membahas berbagai dinamika pendidikan tinggi Islam dan masa depan pendidikan nasional. Kegiatan yang digelar di Banjarmasin, Rabu (12/8/2026), tersebut mempertemukan para dekan dan pimpinan fakultas dari berbagai PTKI di Indonesia untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta merumuskan langkah bersama dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup turut ambil bagian dalam forum nasional tersebut. Keikutsertaan ini menjadi bagian penting dari komitmen Fakultas Tarbiyah IAIN Curup untuk terus memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi antarfakultas, serta mengikuti perkembangan kebijakan dan isu strategis pendidikan tinggi keagamaan Islam di tingkat nasional.Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., bersama Wakil Dekan II, Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons. Kehadiran pimpinan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menunjukkan keseriusan institusi dalam mengambil bagian pada forum strategis yang mempertemukan para pengambil kebijakan dan pimpinan perguruan tinggi bidang pendidikan dan keguruan dari berbagai wilayah Indonesia.Salah satu tantangan yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah perkembangan minat calon mahasiswa terhadap sejumlah program studi kependidikan. Di tengah kebutuhan nasional untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi guru, sejumlah program studi di bidang kependidikan justru menghadapi kecenderungan menurunnya minat calon mahasiswa. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena keberlangsungan program studi kependidikan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan ketersediaan sumber daya manusia yang profesional di bidang pendidikan.Fenomena tersebut mendorong Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di berbagai PTKI untuk melakukan evaluasi dan inovasi secara berkelanjutan. Penguatan relevansi kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi lulusan, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial, serta penguatan daya tarik program studi menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapatkan perhatian agar pendidikan tinggi keguruan tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.Forum Fordetak juga menjadi momentum penting untuk membangun perspektif bersama mengenai masa depan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di tengah perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan akademik, tetapi juga calon guru dan tenaga kependidikan yang adaptif, kreatif, berkarakter, memiliki kompetensi digital, serta mampu merespons tantangan pembelajaran pada era transformasi teknologi dan kecerdasan artifisial.Bagi Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, keikutsertaan dalam Fordetak menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat posisi dan kontribusi institusi dalam percaturan pendidikan tinggi Islam nasional. Selain menjadi ruang untuk menyerap gagasan dan praktik baik dari berbagai PTKI, forum ini juga membuka peluang bagi Fakultas Tarbiyah IAIN Curup untuk memperluas jejaring kerja sama dan membangun kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan mutu program studi kependidikan.Melalui keikutsertaan Dekan dan Wakil Dekan II dalam Fordetak PTKI se-Indonesia di Banjarmasin, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dan berinovasi menghadapi perubahan zaman. Forum tersebut diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam memperkuat strategi pengembangan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, meningkatkan daya saing program studi, serta memastikan lulusan yang dihasilkan tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini dan masa depan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu dan berkemajuan.
Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Ujian Skripsi pada 12–13 Agustus 2026
Curup, 12 Agustus 2026 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup melaksanakan Ujian Skripsi/Munaqasah bagi mahasiswa tingkat akhir pada Rabu–Kamis, 12–13 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Munaqasah Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIB.Pelaksanaan ujian skripsi ini merupakan salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Melalui ujian munaqasah, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan sekaligus mempertanggungjawabkan secara akademik karya ilmiah yang telah disusun.Kegiatan ujian berlangsung secara terjadwal dengan menghadirkan dosen pembimbing dan dosen penguji sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku. Para mahasiswa mengikuti rangkaian ujian dengan memaparkan hasil penelitian, menjawab pertanyaan dari tim penguji, serta menerima masukan dan arahan untuk penyempurnaan karya ilmiah.Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Selvi Pransiska, M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian skripsi menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memiliki kemampuan akademik dan kompetensi yang sesuai dengan capaian pembelajaran Program Studi PAI. "skripsi bukan hanya menjadi tahap akhir dalam penyelesaian studi, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam melakukan penelitian, menyampaikan gagasan secara ilmiah, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah dilakukan,” ujar Selvi Pransiska, M.Pd. Pelaksanaan ujian skripsi selama dua hari ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Prodi Pendidikan Agama Islam juga terus berupaya memberikan pelayanan akademik yang optimal kepada mahasiswa, khususnya dalam mendukung proses penyelesaian studi tepat waktu.Dengan terlaksananya ujian skripsi ini, mahasiswa diharapkan dapat segera menyelesaikan tahapan akademik selanjutnya dan menjadi lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, profesionalitas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Evaluasi PPG Daljab Batch 4 dan Tinjauan Kurikulum, Prodi PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Perkuat Mutu Penyelenggaraan PPG
Curup, 9 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup melaksanakan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan (Daljab) Batch 4 Tahun 2025 dan Tinjauan Kurikulum PPG selama dua hari, Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rakiti Curup ini menjadi momentum strategis bagi pengelola PPG untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta penyempurnaan terhadap pelaksanaan program PPG dalam rangka meningkatkan mutu layanan akademik dan profesionalisme guru.Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan IAIN Curup, antara lain Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., Wakil Rektor I Dr. Eka Apriyani, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons., serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Curup Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh tim pengelola PPG IAIN Curup sebagai pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan program.Dalam sambutannya, Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan profesi guru. Menurutnya, setiap pelaksanaan program harus senantiasa dievaluasi secara objektif untuk mengetahui capaian, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah perbaikan yang dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG di masa mendatang.Rektor juga menekankan pentingnya keselarasan antara penyelenggaraan PPG dengan perkembangan kebutuhan pendidikan serta tuntutan profesionalisme guru. PPG harus mampu menghasilkan guru yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, memahami perkembangan teknologi pendidikan, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Karena itu, tinjauan terhadap kurikulum menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses peningkatan mutu PPG.Sementara itu, Ketua Program Studi PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi dan tinjauan kurikulum ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan PPG Daljab Batch 4 Tahun 2025. Evaluasi diarahkan untuk mengidentifikasi capaian program, berbagai kendala yang ditemukan selama pelaksanaan, efektivitas proses pembelajaran dan pendampingan, serta aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan.Lebih lanjut, Dr. Muhammad Amin menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan tinjauan dan penguatan kurikulum PPG agar semakin relevan dengan kebutuhan guru, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dinamika dunia pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, Prodi PPG berupaya memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendukung pencapaian kompetensi guru secara optimal.Pelaksanaan kegiatan selama dua hari tersebut diisi dengan berbagai agenda evaluatif dan pembahasan akademik yang melibatkan pimpinan, pengelola, serta tim PPG IAIN Curup. Forum menjadi ruang untuk menyampaikan capaian pelaksanaan program, melakukan identifikasi terhadap berbagai persoalan yang muncul, sekaligus mendiskusikan alternatif solusi dan strategi perbaikan. Dengan demikian, hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret dalam penyelenggaraan PPG berikutnya.Dari aspek kurikulum, pembahasan diarahkan pada upaya memastikan keterkaitan antara tujuan pembelajaran, struktur dan substansi kurikulum, proses pembelajaran, asesmen, serta kebutuhan kompetensi guru. Tinjauan ini penting dilakukan secara berkala agar penyelenggaraan PPG tetap responsif terhadap perubahan kebijakan pendidikan, perkembangan teknologi, kebutuhan satuan pendidikan, dan tantangan profesional yang dihadapi guru di lapangan.Kehadiran jajaran pimpinan IAIN Curup dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi terhadap penguatan tata kelola dan penjaminan mutu Program Studi PPG Fakultas Tarbiyah. Kolaborasi antara pimpinan universitas, fakultas, LPM, program studi, dan tim pengelola PPG menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap proses penyelenggaraan program berjalan secara efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu.Melalui kegiatan Evaluasi Pelaksanaan PPG Daljab Batch 4 Tahun 2025 dan Tinjauan Kurikulum PPG ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup meneguhkan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Hasil evaluasi dan rekomendasi yang dirumuskan diharapkan menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG, memperkuat sistem pembelajaran dan layanan akademik, serta menghasilkan guru profesional yang kompeten, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Rapat Evaluasi dan Persiapan Pelaksanaan Perkuliahan Semester Ganjil tahun 2026-2027
Program Studi Tadris Bahasa Inggris menyelenggarakan Rapat Evaluasi dan Persiapan Pelaksanaan Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola akademik dan peningkatan mutu penyelenggaraan pembelajaran.Rapat diawali dengan pembahasan mengenai pemetaan keahlian dosen sebagai dasar dalam penetapan penugasan mata kuliah pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Pembahasan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara kompetensi dosen dengan mata kuliah yang diampu sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal sesuai dengan bidang kepakaran masing-masing.Agenda selanjutnya difokuskan pada evaluasi pelaksanaan pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pembelajaran, meliputi pelaksanaan perkuliahan, pencapaian target pembelajaran, kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran, serta berbagai upaya perbaikan yang perlu dilakukan sebagai bahan penyempurnaan pada semester berikutnya.Selain evaluasi, rapat juga membahas berbagai persiapan pelaksanaan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, termasuk penyusunan jadwal perkuliahan, distribusi beban mengajar dosen, kesiapan perangkat pembelajaran, serta langkah-langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif, berkualitas, dan sesuai dengan standar akademik yang berlaku.Dalam rapat tersebut juga diberikan penekanan terhadap pentingnya orientasi pembelajaran yang berfokus pada output (learning outcomes). Setiap mata kuliah diharapkan tidak hanya memenuhi target penyampaian materi, tetapi juga mampu menghasilkan luaran pembelajaran yang terukur melalui pencapaian kompetensi mahasiswa sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Pendekatan ini sejalan dengan implementasi Outcome-Based Education (OBE) yang menempatkan hasil belajar sebagai indikator utama keberhasilan proses pendidikan.Melalui pelaksanaan rapat ini, Program Studi Tadris Bahasa Inggris berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui perencanaan akademik yang sistematis, evaluasi yang berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi antar dosen dalam mewujudkan proses pembelajaran yang bermutu dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.