Menu
Berita Fakultas

Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Dimulai dengan Penguatan Systematic Literature Review (SLR)

16 September 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
20 kali dilihat
Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Dimulai dengan Penguatan Systematic Literature Review (SLR)

Curup — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Tahun 2026 kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dan produktivitas riset dosen melalui Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan. Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Metodologi Penelitian Dosen dalam Riset Pendidikan” ini memasuki sesi akademik pertama dengan pembahasan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), Rabu, 16 September 2026, di Auditorium Gedung Kuliah Terpadu (GKT) IAIN Curup.

Materi pertama workshop menghadirkan Dr. Muhammad Kristiawan, M.Pd., Dosen Universitas Bengkulu, sebagai pemateri. Ia membawakan topik “Systematic Literature Review (SLR) sebagai Landasan Penyusunan Penelitian Berkualitas.” Sesi yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut diikuti oleh para dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Curup yang sebelumnya telah mengikuti rangkaian pembukaan workshop.

Memasuki sesi materi, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan pengantar dan perkenalan narasumber. Suasana akademik mulai terasa semakin intens ketika Dr. Muhammad Kristiawan memaparkan urgensi penguasaan SLR dalam pengembangan penelitian pendidikan. Para peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep secara teoritis, tetapi juga diajak melihat bagaimana SLR dapat digunakan sebagai pendekatan dalam memetakan perkembangan pengetahuan pada bidang penelitian tertentu.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Kristiawan menjelaskan bahwa Systematic Literature Review merupakan pendekatan untuk melakukan penelusuran, identifikasi, seleksi, evaluasi, serta sintesis berbagai hasil penelitian yang relevan terhadap suatu pertanyaan atau fokus kajian tertentu secara sistematis. Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan suatu bidang ilmu berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang telah tersedia.

Lebih lanjut, pemateri menguraikan bahwa SLR berbeda dengan tinjauan pustaka konvensional yang sering kali dilakukan secara deskriptif. SLR menuntut adanya prosedur yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari perumusan pertanyaan penelitian, penentuan strategi pencarian literatur, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, proses penyaringan artikel, penilaian kualitas sumber, hingga tahap ekstraksi dan sintesis data. Dengan prosedur tersebut, proses kajian literatur menjadi lebih transparan dan terstruktur.

Dr. Muhammad Kristiawan juga menekankan pentingnya kemampuan peneliti dalam merumuskan research question yang spesifik sebelum melakukan penelusuran literatur. Pertanyaan penelitian yang dirancang secara tepat akan menjadi dasar dalam menentukan kata kunci, basis data ilmiah, kriteria pemilihan artikel, serta metode sintesis yang digunakan. Karena itu, kualitas SLR sangat dipengaruhi oleh ketepatan desain sejak tahap awal penelitian.

Dalam sesi praktik dan diskusi, peserta diarahkan untuk memahami bagaimana literatur ilmiah dapat ditelusuri dan diseleksi berdasarkan relevansi dengan fokus penelitian. Proses tersebut menjadi penting karena jumlah publikasi ilmiah yang terus meningkat menuntut peneliti memiliki strategi yang sistematis agar tidak sekadar mengumpulkan referensi, tetapi mampu menemukan pola, kecenderungan, kesenjangan penelitian (research gap), serta peluang pengembangan penelitian baru.

Menurut Dr. Muhammad Kristiawan, kemampuan mengidentifikasi research gap merupakan salah satu manfaat penting dari penerapan SLR. Melalui kajian terhadap penelitian-penelitian terdahulu secara terstruktur, peneliti dapat mengetahui aspek yang telah banyak diteliti, aspek yang masih terbatas, perbedaan temuan antarpublikasi, maupun persoalan yang belum memperoleh penjelasan memadai. Hasil pemetaan tersebut dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebaruan (novelty) dan arah penelitian berikutnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Sejumlah dosen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengonsultasikan persoalan yang mereka hadapi dalam menentukan topik, memilih literatur, merumuskan pertanyaan penelitian, hingga menyusun strategi kajian yang dapat mendukung publikasi ilmiah. Interaksi antara pemateri dan peserta menjadikan sesi SLR tidak hanya sebagai forum transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan pengembangan gagasan penelitian.

Melalui materi pertama ini, Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 diharapkan mampu memberikan fondasi metodologis yang lebih kuat bagi dosen dalam mengembangkan penelitian pendidikan. Sesi SLR sekaligus menjadi awal dari rangkaian penguatan kompetensi penelitian yang dilanjutkan dengan materi Analisis Data Penelitian Kualitatif Menggunakan NVivo serta Analisis Data Penelitian Kuantitatif menggunakan SEM-PLS. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun budaya riset yang lebih sistematis, produktif, dan berorientasi pada lahirnya karya ilmiah yang berkualitas serta memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan.

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita