Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Sambut Mahasiswa Baru melalui PBAK 2026: Bangun Budaya Akademik, Karakter, dan Semangat Berprestasi
Berita Fakultas 24 Aug 2026

Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Sambut Mahasiswa Baru melalui PBAK 2026: Bangun Budaya Akademik, Karakter, dan Semangat Berprestasi

Curup — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 pada Senin, 24 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PBAK IAIN Curup Tahun 2026 yang dirancang untuk memberikan pengenalan awal kepada mahasiswa baru mengenai lingkungan akademik, budaya kemahasiswaan, tata kehidupan kampus, serta nilai-nilai yang menjadi landasan dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.Pembukaan PBAK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dilaksanakan di halaman Gedung RKB Fakultas Tarbiyah dalam suasana penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan Fakultas Tarbiyah sekaligus membangun rasa kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar IAIN Curup.Acara pembukaan secara resmi dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Dekan menyampaikan wejangan dan motivasi kepada mahasiswa baru agar menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta membentuk karakter yang unggul dan berintegritas.Pembukaan PBAK turut dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I.; Wakil Dekan II, Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons.; Kepala Bagian Tata Usaha, Juliadi, B.Sc., SE.; seluruh Ketua Program Studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah; para dosen dan tenaga kependidikan; serta Ketua DEMA dan para Ketua HMPS di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Kehadiran jajaran pimpinan, sivitas akademika, dan organisasi kemahasiswaan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menyambut dan membimbing mahasiswa baru memasuki kehidupan akademik.Dalam wejangannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menekankan bahwa mahasiswa baru bukan sekadar peserta didik yang akan mengikuti proses perkuliahan, tetapi merupakan bagian penting dari generasi penerus yang memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan memiliki semangat belajar yang tinggi, kedisiplinan, etika, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika kehidupan akademik.Dr. Bakti Komalasari juga mengingatkan mahasiswa agar sejak awal membangun kebiasaan akademik yang baik. Kehadiran dalam perkuliahan, membaca dan menulis, berdiskusi secara ilmiah, menghormati dosen dan tenaga kependidikan, serta menjaga hubungan baik dengan sesama mahasiswa merupakan bagian dari budaya akademik yang harus ditanamkan sejak dini.Selain aspek akademik, mahasiswa juga didorong untuk aktif mengembangkan kemampuan nonakademik melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan. Organisasi seperti DEMA dan HMPS dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, manajemen kegiatan, serta mengembangkan kreativitas dan kepedulian sosial. Namun, aktivitas organisasi tersebut diharapkan tetap berjalan seimbang dengan kewajiban utama mahasiswa dalam menempuh pendidikan.Dekan Fakultas Tarbiyah juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap yang santun, berkarakter, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Mahasiswa Fakultas Tarbiyah diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang memberikan keteladanan di tengah masyarakat.Kegiatan PBAK Tahun 2026 diharapkan menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat sistem akademik, program studi, fasilitas, layanan administrasi, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai peluang pengembangan prestasi yang tersedia di Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri secara matang untuk menjalani perjalanan akademik dengan penuh optimisme.Dengan terlaksananya pembukaan PBAK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026, seluruh sivitas akademika berharap mahasiswa baru dapat memulai perjalanan pendidikannya dengan semangat baru, tekad yang kuat, dan komitmen untuk berprestasi. “Selamat datang mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Jadilah insan akademik yang berilmu, berkarakter, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.”

Visiting Lecture bersama Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd
Berita Tadris Bahasa Inggris 22 Aug 2026

Visiting Lecture bersama Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd

Curup, 22 Agustus 2026 — Program Studi Tadris Bahasa Inggris melaksanakan kegiatan Visiting Lecture sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi akademik dan keterampilan menulis mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung di Curup ini menghadirkan pemateri dari UIN Raden Fatah Palembang, yaitu Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd., yang memiliki pengalaman dan kepakaran dalam bidang pembelajaran serta penulisan akademik.Kegiatan Visiting Lecture diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Adapun tema yang diangkat adalah “Peningkatan Kapasitas Menulis Akademik Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris.” Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap pentingnya kemampuan menulis akademik bagi mahasiswa, khususnya dalam mendukung penyelesaian tugas perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, hingga publikasi pada jurnal akademik.Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai wawasan mengenai strategi meningkatkan kualitas tulisan akademik, mulai dari penyusunan gagasan, pengorganisasian tulisan, penggunaan bahasa akademik, hingga pentingnya memperhatikan kaidah ilmiah dalam penulisan. Kehadiran narasumber dari perguruan tinggi lain juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif baru mengenai dunia akademik.Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris Bahasa Inggris berharap mahasiswa semakin termotivasi dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan karya tulis akademik yang sistematis, kritis, dan berkualitas.

GKM Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Sosialisasikan Instrumen Baru Akreditasi Program Studi Tahun 2026
Berita Fakultas 22 Aug 2026

GKM Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Sosialisasikan Instrumen Baru Akreditasi Program Studi Tahun 2026

Curup, 22 Agustus 2026 — Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan Sosialisasi Instrumen Baru Akreditasi Program Studi pada Fakultas Tarbiyah Tahun 2026, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 17.30 WIB tersebut dilaksanakan di Ruang Smart Class, Gedung RKB Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan seluruh unsur fakultas dalam menghadapi dinamika dan tuntutan sistem akreditasi perguruan tinggi.Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Rektor I IAIN Curup, Dr. Eka Apriyani, M.Pd., Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons., unsur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Curup, jajaran GKM Fakultas Tarbiyah, para Ketua Program Studi dan Ketua Unit di lingkungan Fakultas Tarbiyah, serta dosen dan tenaga kependidikan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peningkatan mutu dan kesiapan akreditasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Asri Karolina, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Narasumber memberikan pemaparan mengenai substansi dan arah perubahan dalam instrumen akreditasi program studi, sekaligus memberikan pemahaman praktis mengenai aspek-aspek yang perlu dipersiapkan oleh program studi dalam memenuhi standar mutu yang ditetapkan.Dalam pemaparannya, Dr. Asri Karolina menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap instrumen akreditasi baru. Perubahan instrumen tidak hanya perlu dipahami sebagai persyaratan administratif, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan mutu berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap program studi perlu mampu menunjukkan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan mutu dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan.Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut memiliki arti strategis bagi Fakultas Tarbiyah. Menurutnya, pemahaman terhadap instrumen baru harus dimiliki secara bersama-sama, baik oleh pimpinan fakultas, program studi, unit kerja, dosen, maupun tenaga kependidikan. “Sosialisasi ini penting agar seluruh unsur di Fakultas Tarbiyah memiliki pemahaman yang sama mengenai instrumen akreditasi yang baru. Kita tidak ingin persiapan akreditasi hanya dilakukan ketika menjelang asesmen, tetapi menjadi bagian dari budaya mutu yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.Lebih lanjut, Dr. Muhammad Taqiyuddin menegaskan bahwa akreditasi bukan semata-mata tentang memperoleh predikat tertentu, melainkan merupakan instrumen untuk memastikan bahwa tata kelola akademik, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, serta layanan kepada mahasiswa terus mengalami peningkatan. Karena itu, setiap program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah perlu membangun sistem dokumentasi dan pengelolaan data yang akurat, terukur, terdokumentasi, serta dapat dipertanggungjawabkan.Sementara itu, Kepala GKM Fakultas Tarbiyah, Meri Hartati, M.Pd., menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi. Menurutnya, instrumen akreditasi yang baru membutuhkan kesiapan data, dokumen, bukti kinerja, serta keterlibatan aktif seluruh pihak. “Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk menyamakan persepsi sekaligus memetakan apa saja yang harus dipersiapkan oleh masing-masing program studi. GKM akan terus mendorong agar proses penjaminan mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi benar-benar tercermin dalam kinerja dan peningkatan kualitas program studi,” jelasnya.Meri Hartati juga menambahkan bahwa keberhasilan akreditasi sangat dipengaruhi oleh konsistensi program studi dalam menjalankan siklus penjaminan mutu. Karena itu, koordinasi antara GKM, Ketua Program Studi, unit kerja, dosen, dan tenaga kependidikan perlu terus diperkuat. Data dan dokumen yang dihasilkan dalam setiap kegiatan akademik maupun nonakademik harus dikelola secara sistematis sehingga dapat menjadi bukti kinerja sekaligus dasar dalam melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung melalui sesi pemaparan, diskusi, dan tanya jawab bersama narasumber. Berbagai persoalan terkait implementasi instrumen baru, pengelolaan data, penyusunan dokumen akreditasi, hingga strategi peningkatan mutu program studi dibahas secara interaktif. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para Ketua Program Studi dan sivitas akademika Fakultas Tarbiyah untuk memperoleh perspektif yang lebih jelas mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan dalam menghadapi proses akreditasi ke depan.Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menegaskan komitmennya untuk menjadikan penjaminan mutu sebagai budaya kerja dan budaya akademik. Sosialisasi Instrumen Baru Akreditasi Program Studi Tahun 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman sivitas akademika terhadap mekanisme akreditasi, tetapi juga mendorong lahirnya langkah-langkah nyata dalam peningkatan kualitas tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan akademik. Dengan kolaborasi seluruh unsur fakultas, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup optimistis mampu menghadapi tuntutan akreditasi secara lebih terencana sekaligus terus meningkatkan mutu program studi secara berkelanjutan.

Harmoni Bahasa dalam Bingkai Mutu : Prodi TBIn Ikut Serta Dalam Kegiatan Monev CPL Kurikulum
Akademik Tadris Bahasa Indonesia 21 Aug 2026

Harmoni Bahasa dalam Bingkai Mutu : Prodi TBIn Ikut Serta Dalam Kegiatan Monev CPL Kurikulum

TBIn_Optimalisasi Kurikulum Berbasis OBE: Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup ikut serta dalam kegiatan Monev CPL Sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023CURUP — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikannya. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Kurikulum Sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, yang diselenggarakan secara intensif pada Senin hingga Selasa, 10–11 Agustus 2026.Kegiatan penting ini dihadiri secara langsung oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Ibu Dr. Agita Misriani, M.Pd bersama dengan perwakilan konsorsium TBIN Ibu Zelvi Iskandar, M.Pd serta menghadirkan narasumber ahli di bidang pengembangan kurikulum, Sri Nugrateni, S.Pd., M.Pd.Pelaksanaan Monev ini menjadi agenda strategis bagi institusi untuk meninjau kembali keselarasan kurikulum program studi dengan regulasi terbaru, khususnya dalam mengimplementasikan kerangka Outcome-Based Education (OBE). Melalui kegiatan ini, konsorsium dan jajaran pengelola prodi berdiskusi secara mendalam untuk merumuskan evaluasi berbasis data demi penyempurnaan rancangan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja serta perkembangan era digital."Kurikulum yang responsif terhadap kebijakan Merdeka Belajar dan standar nasional pendidikan tinggi adalah kunci utama dalam melahirkan lulusan pendidik bahasa Indonesia yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global," ungkap perwakilan pengelola prodi dalam rangkaian acara tersebut.Melalui sinergi yang kuat antara Kaprodi TBIN, tim konsorsium, dan para pakar, IAIN Curup optimistis mutu akademik Program Studi Tadris Bahasa Indonesia akan terus meningkat secara berkelanjutan, sejalan dengan visi institusi dalam mencetak generasi unggul di bidang pendidikan bahasa dan sastra.

Rumah Belajar Ceria, Langkah Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Menumbuhkan Budaya Literasi
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 21 Aug 2026

Rumah Belajar Ceria, Langkah Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Menumbuhkan Budaya Literasi

TBIn — Semangat menumbuhkan budaya literasi tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas yang formal. Di tengah kehidupan masyarakat Desa Duku Ilir, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia hadir membawa semangat belajar melalui Rumah Belajar Ceria, sebuah kegiatan pendampingan belajar yang menjadi bagian dari program kerja mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Juli hingga Agustus 2026.Rumah Belajar Ceria dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Desa Duku Ilir. Melalui kegiatan pendampingan belajar dan kelas membaca, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia berupaya mendekatkan anak-anak dengan buku sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini.Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan anak dalam mengenal dan membaca kata, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami isi bacaan, berani menyampaikan pendapat, serta menikmati proses belajar. Bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata penerapan ilmu kebahasaan dan pembelajaran bahasa Indonesia di tengah masyarakat.Membaca dengan Cara yang MenyenangkanDalam pelaksanaannya, Rumah Belajar Ceria menggunakan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan dekat dengan dunia anak. Mahasiswa memberikan pendampingan membaca secara langsung, memanfaatkan buku-buku bergambar, serta mengajak anak berdiskusi melalui metode tanya jawab.Buku bergambar menjadi salah satu media yang digunakan untuk menarik perhatian anak. Gambar membantu anak memahami konteks cerita, mengenali kosakata, dan menghubungkan bacaan dengan pengalaman mereka sehari-hari.Setelah membaca, anak-anak diajak menjawab pertanyaan sederhana mengenai tokoh, peristiwa, maupun pesan yang terdapat dalam bacaan. Dengan demikian, kegiatan membaca tidak berhenti pada kemampuan melafalkan tulisan, tetapi berlanjut pada kemampuan memahami dan memaknai apa yang dibaca.Latihan membaca juga dilakukan secara rutin. Pola pendampingan yang konsisten diharapkan dapat membantu anak membangun kepercayaan diri dan perlahan meningkatkan kemampuan membaca mereka.Dari Rumah Belajar, Tumbuh Generasi Gemar MembacaKehadiran Rumah Belajar Ceria menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam menjawab kebutuhan literasi di masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa dan literasi memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan anak.Bagi anak-anak Desa Duku Ilir, Rumah Belajar Ceria bukan sekadar tempat untuk membaca. Ia menjadi ruang untuk bertanya, bercerita, mencoba, dan belajar tanpa rasa takut. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bahwa menjadi calon pendidik berarti tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang dekat, menyenangkan, dan bermakna.Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia ingin menanamkan satu pesan sederhana: membaca bukan sekadar mengeja kata, tetapi membuka pintu untuk memahami dunia.Tadris Bahasa Indonesia Hadir untuk MasyarakatRumah Belajar Ceria sekaligus memperlihatkan komitmen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman nyata di masyarakat. Pembelajaran yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.Program ini menjadi salah satu wujud bahwa mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia tidak hanya belajar tentang bahasa dan sastra di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.Dari Desa Duku Ilir, langkah kecil itu dimulai. Sebuah buku dibuka, sebuah cerita dibaca, sebuah pertanyaan diajukan, dan dari sana tumbuh rasa ingin tahu. Karena ketika seorang anak mulai mencintai membaca, sesungguhnya sebuah pintu menuju masa depan telah dibuka.

Mahasiswa KKN Prodi TBIN Bangun Budaya Literasi Anak melalui Pendampingan Menulis di Berbagai Lokasi KKN
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 21 Aug 2026

Mahasiswa KKN Prodi TBIN Bangun Budaya Literasi Anak melalui Pendampingan Menulis di Berbagai Lokasi KKN

TBIn – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) melaksanakan kegiatan pendampingan menulis salah satunya bagi siswa sekolah dasar di Posko KKN 25 Desa Tebat Tenong Dalam, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan masyarakat.Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat setelah salat Maghrib ini menyasar anak-anak kelas III dan IV sekolah dasar yang berdomisili di sekitar posko KKN. Ruang tamu posko dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama yang menghadirkan suasana edukatif dan interaktif antara mahasiswa KKN dengan anak-anak desa.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan menulis cerita pendek sederhana dengan tema kegiatan sehari-hari maupun cita-cita di masa depan. Sebagai stimulus, pendamping terlebih dahulu menjelaskan tema secara lisan serta menuliskan contoh kalimat pembuka di papan tulis, seperti “Di pagi yang cerah ini, saya...”, untuk membantu anak-anak mengembangkan ide dan menyusun cerita menggunakan bahasa mereka sendiri.Selama proses menulis berlangsung, mahasiswa KKN mendampingi setiap peserta yang mengalami kesulitan dalam merangkai kalimat, memilih kata, hingga menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Pendampingan dilakukan secara personal agar anak-anak lebih percaya diri dalam menyampaikan pengalaman dan imajinasi melalui karya tulis sederhana.Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga ditutup dengan sesi apresiasi berupa foto bersama sambil memperlihatkan hasil tulisan yang telah dibuat oleh masing-masing anak. Momen tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kreativitas dan semangat mereka dalam mengikuti kegiatan literasi.Melalui program pendampingan menulis ini, mahasiswa KKN Prodi Tadris Bahasa Indonesia berharap dapat menumbuhkan minat baca dan tulis sejak usia dini, meningkatkan keberanian anak-anak dalam mengekspresikan ide, serta membangun kebiasaan literasi yang berkelanjutan di Desa Tebat Tenong Dalam. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen edukasi yang hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian berbasis pendidikan dan literasi.