Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Pendidikan Profesi Guru (PPG) IAIN Curup kembali menorehkan capaian membanggakan melalui pelaksanaan Yudisium dan Pengukuhan PPG Dalam Jabatan Batch 4 yang digelar pada Rabu, 29 April 2026 di Hotel Rich 88 Curup. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh pimpinan kampus, jajaran Fakultas Tarbiyah, serta para peserta yang mengikuti secara langsung maupun daring.
Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan IAIN Curup, di antaranya Rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Yusefri, M.Ag., Kepala Biro AUAK Puji Edi Purnomo, S.Sos.I., M.Hum, serta unsur pimpinan Fakultas Tarbiyah seperti Dekan Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd, Wakil Dekan I Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum, Wakil Dekan II Dr. Bakti Komalasari, M.Pd, dan Kepala Bagian Tata Usaha Juliadi, B.Sc., SE. Kehadiran para tamu undangan dan stakeholder semakin menambah semarak kegiatan ini.
Dalam laporannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd menyampaikan bahwa jumlah peserta PPG Dalam Jabatan Batch 4 mencapai 802 orang. Peserta tersebut terdiri dari berbagai bidang studi, yakni Akidah Akhlak sebanyak 301 orang, Fiqih 200 orang, Quran Hadits 200 orang, dan SKI sebanyak 99 orang, serta tambahan peserta retaker pada mata pelajaran Quran Hadits dan Guru Kelas masing-masing satu orang.
Lebih lanjut, Dekan mengungkapkan capaian yang sangat membanggakan, di mana tingkat kelulusan peserta mencapai 796 orang atau sebesar 99,25 persen. Angka ini menjadi indikator kuat keberhasilan penyelenggaraan program PPG di IAIN Curup dalam mencetak guru profesional yang kompeten di bidangnya.
Dalam penyampaiannya, Dekan menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan hasil dari kerja keras seluruh pihak, mulai dari dosen, pengelola program, hingga para peserta yang menunjukkan dedikasi tinggi selama mengikuti proses pendidikan. Ia juga berharap lulusan PPG dapat menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membangun karakter peserta didik yang unggul dan berakhlak.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Curup, Prof. Dr. H. Yusefri, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa ini. Ia menilai bahwa tingkat kelulusan yang hampir sempurna menunjukkan kualitas akademik dan manajerial program PPG yang semakin matang dan profesional.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi semakin bermakna karena Program Studi PPG IAIN Curup baru saja menyelesaikan proses akreditasi dengan predikat “Baik Sekali”. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa IAIN Curup terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan tenaga pendidik yang berkualitas.
Dalam pandangannya, Wakil Rektor I menekankan bahwa lulusan PPG tidak hanya dituntut menguasai kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Ia mengajak seluruh lulusan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Pelaksanaan yudisium kali ini diikuti oleh 796 peserta, dengan 121 peserta hadir secara langsung di lokasi acara, sementara 675 peserta lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom. Peserta daring didominasi oleh guru-guru dari Provinsi Bengkulu, dengan jumlah sebanyak 120 orang serta 1 peserta dari Provinsi Jawa Barat.
Peserta dari Provinsi Bengkulu tersebut berasal dari 9 kabupaten dan 1 kota, yang menunjukkan luasnya jangkauan program PPG IAIN Curup di wilayah tersebut. Adapun rincian sebaran peserta yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 24 orang, Bengkulu Tengah 5 orang, Bengkulu Utara 11 orang, Kabupaten Kaur 4 orang, Kabupaten Kepahiang 8 orang, Kabupaten Lebong 3 orang, Kabupaten Mukomuko 16 orang, Kabupaten Rejang Lebong 18 orang, Kabupaten Seluma 9 orang, serta Kota Bengkulu sebanyak 30 orang.
Sebagai penutup rangkaian acara, para peserta memberikan cinderamata dan kenang-kenangan kepada pihak LPTK PPG IAIN Curup sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih atas dedikasi dalam mendidik dan membimbing mereka. Momen ini menjadi simbol kuat terjalinnya hubungan emosional antara peserta dan institusi, sekaligus menandai awal perjalanan baru para guru profesional dalam mengabdi bagi dunia pendidikan Indonesia.
