Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Ulya Niammah Raih Skripsi Terbaik Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 dengan Nilai 98, Angkat Inovasi Pembelajaran Matematika
CURUP — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026. Ulya Niammah, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM), berhasil meraih penghargaan skripsi terbaik dengan nilai A (98). Capaian tersebut menjadi bukti kesungguhan, ketekunan, dan komitmennya dalam mengembangkan penelitian di bidang pendidikan matematika. Selain meraih penghargaan skripsi terbaik, Ulya juga tercatat sebagai lulusan Program Studi Tadris Matematika dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.Lahir di Pauh Terenja pada 11 Maret 2004, Ulya merupakan putri daerah yang berasal dari Desa Pauh Terenja, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Memulai perjalanan akademiknya di IAIN Curup pada tahun 2022, ia berhasil menyelesaikan studi pada tahun 2026. Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kompetensi akademik dan pembentukan karakter dirinya sebagai calon pendidik yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan, khususnya dalam pembelajaran matematika.Prestasi skripsi terbaik yang diraihnya tidak terlepas dari penelitian yang mengangkat inovasi model pembelajaran matematika. Skripsi Ulya berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran MASTER (Mind, Acquire, Search Out, Trigger, Exhibit, Reflect) Terintegrasi dengan Strategi Mastery Learning with Quiz Team terhadap Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis dan Self-Esteem Siswa SMA.” Penelitian ini berfokus pada upaya mengembangkan kemampuan penalaran adaptif matematis sekaligus self-esteem atau penghargaan dan keyakinan positif siswa terhadap dirinya sendiri dalam proses pembelajaran matematika.Ulya menjelaskan bahwa pemilihan topik tersebut berangkat dari pandangannya bahwa pembelajaran matematika tidak cukup hanya menekankan penguasaan konsep dan kemampuan menyelesaikan soal. Siswa juga perlu memiliki kemampuan memberikan alasan yang logis, menyesuaikan strategi penyelesaian masalah, serta membangun keyakinan terhadap kemampuan dirinya. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan aspek kognitif dan afektif secara bersamaan. Gagasan inilah yang mendasari penelitiannya dalam mengintegrasikan model pembelajaran MASTER dengan strategi Mastery Learning dan Quiz Team.Dalam pelaksanaannya, Ulya menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experiment. Analisis data dilakukan melalui uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap kedua variabel secara simultan, serta Independent Sample T-Test untuk menguji pengaruhnya secara parsial. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaporkan dalam skripsinya, pengujian MANOVA memperoleh nilai signifikansi 0,000, sedangkan pengujian parsial menunjukkan nilai signifikansi 0,000 untuk kemampuan penalaran adaptif matematis dan 0,001 untuk self-esteem. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran yang diteliti terhadap kedua aspek tersebut dalam konteks penelitian yang dilakukan.Keunggulan penelitian Ulya terletak pada pengintegrasian model pembelajaran MASTER dengan strategi Mastery Learning dan Quiz Team, sekaligus mengkaji pengaruhnya terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis dan self-esteem siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik berupa tambahan bukti empiris mengenai alternatif pembelajaran matematika yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif, tetapi juga memperhatikan aspek afektif peserta didik. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pendidik dan peneliti dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih interaktif, terarah, dan bermakna.Di balik keberhasilan tersebut, Ulya menghadapi sejumlah tantangan selama proses penyusunan skripsi. Persiapan berbagai instrumen penelitian, penerapan model pembelajaran yang terintegrasi dengan dua strategi pada kelas dengan kondisi dan karakteristik siswa yang berbeda, serta pendalaman teknik analisis data MANOVA menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, ia berupaya mempersiapkan instrumen dan perangkat pembelajaran secara cermat, melakukan evaluasi pada setiap pertemuan, serta mempelajari literatur metodologi penelitian dan analisis statistik secara lebih mendalam. Pengalaman tersebut mengajarkannya pentingnya ketelitian, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi tantangan dalam penelitian ilmiah.Menurut Ulya, salah satu kunci keberhasilannya adalah keterbukaan terhadap masukan dan kesediaan melakukan revisi secara menyeluruh. Ia tidak sekadar memenuhi arahan dosen pembimbing, tetapi juga berusaha memahami alasan di balik setiap perbaikan yang diperlukan. Kebiasaan membaca artikel jurnal dan penelitian terdahulu turut membantunya memperkuat landasan teori, mempertajam argumentasi, serta memastikan bahwa metode dan pembahasan penelitiannya memiliki dasar akademik yang kuat. Dalam proses tersebut, ia dibimbing oleh Dr. Mutia, M.Pd. selaku pembimbing pertama dan Irni Latifa Irsal, M.Pd. selaku pembimbing kedua.Setelah menyelesaikan studi, Ulya berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sekaligus terjun langsung dalam bidang pendidikan matematika. Sebagai langkah awal, ia mulai mengajar les privat untuk memperoleh pengalaman memahami dinamika pembelajaran pada tingkat individu maupun kelompok kecil. Ke depan, ia berharap dapat mengembangkan pembelajaran matematika yang inovatif dan bermakna bagi siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Ia juga ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui praktik mengajar, penelitian, dan pengembangan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Pencapaian Ulya Niammah sebagai peraih skripsi terbaik dengan nilai A (98), disertai IPK 3,95, menjadi salah satu capaian akademik yang membanggakan bagi Program Studi Tadris Matematika dan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Kisahnya menunjukkan bahwa penelitian yang berkualitas memerlukan lebih dari sekadar penyelesaian tugas akhir; diperlukan rasa ingin tahu, ketekunan, keterbukaan terhadap evaluasi, dan kemauan untuk terus belajar. Melalui penelitiannya, Ulya turut menghadirkan gagasan tentang pentingnya pembelajaran matematika yang mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus kepercayaan diri siswa. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan pendidikan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Ulya Niammah atas pencapaian skripsi terbaik pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي
Ulya Niammah, Mahasiswa Tadris Matematika Raih Lulusan Terbaik dan Skripsi Terbaik Fakultas Tarbiyah IAIN Curup
CURUP – Ulya Niammah, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, meraih dua penghargaan sekaligus pada Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026, yaitu Lulusan Terbaik dan Skripsi Terbaik tingkat fakultas. Ia lulus dengan IPK 3,95, sementara skripsinya memperoleh nilai A (98). Sertifikat penghargaan diserahkan pada 17 Oktober 2026.Selain prestasi akademik, predikat Lulusan Terbaik juga ia raih karena kerap menyabet gelar juara di berbagai bidang selama kuliah.Skripsi Ulya berjudul Pengaruh Model Pembelajaran MASTER (Mind, Acquire, Search Out, Trigger, Exhibit, Reflect) Terintegrasi dengan Strategi Mastery Learning with Quiz Team terhadap Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis dan Self-Esteem Siswa SMA. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Mutia, M.Pd dan Irni Latifa Irsal, M.Pd.Ulya memilih topik tersebut karena penalaran adaptif matematis dan self-esteem merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika. Menurutnya, siswa tidak hanya perlu mampu memberi alasan logis dalam menyelesaikan masalah, tetapi juga yakin terhadap kemampuan dirinya, sehingga inovasi pembelajaran sangat dibutuhkan.Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment ini dianalisis menggunakan MANOVA untuk menguji pengaruh simultan dan Independent Sample T-Test untuk pengaruh parsial. Hasilnya, model MASTER yang dipadukan dengan Mastery Learning with Quiz Team berpengaruh signifikan terhadap kedua kemampuan tersebut, baik secara simultan maupun parsial. Nilai signifikansi uji MANOVA 0,000, sedangkan uji parsial 0,000 untuk penalaran adaptif matematis dan 0,001 untuk self-esteem. Keunggulan penelitian ini ada pada pengintegrasian model MASTER dengan dua strategi sekaligus, sehingga pembelajaran mendukung aspek kognitif dan afektif siswa secara efektif.Dalam prosesnya, Ulya mengaku menghadapi tantangan berupa banyaknya instrumen yang harus disiapkan, penerapan model pembelajaran pada dua kelas dengan karakteristik siswa berbeda, serta pendalaman teknik analisis MANOVA yang relatif baru di prodinya. Ia mengatasinya dengan menyusun perangkat sebaik mungkin, melakukan persiapan dan evaluasi di setiap pertemuan, serta mempelajari literatur metodologi dan statistik lebih dalam. "Tantangan itu membuat saya lebih teliti dan disiplin," ujarnya.Kiat utamanya adalah terbuka terhadap revisi. "Saya tidak sekadar memenuhi masukan pembimbing, tetapi menganalisis secara menyeluruh bagian yang harus diperbaiki," katanya. Ia juga rutin membaca artikel jurnal dan penelitian terdahulu untuk memperkuat landasan teori, serta berusaha memahami penelitiannya secara utuh agar mampu mempertanggungjawabkan setiap yang ditulis.Ketua Program Studi Tadris Matematika, Dr. Dini Palupi Putri, M.Pd, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. "Kami mengucapkan selamat kepada Ulya atas prestasinya. Ini bukti bahwa ketekunan dan kemauan untuk terus belajar akan membuahkan hasil. Kami berharap Ulya terus mengembangkan ilmunya dan memberi manfaat bagi dunia pendidikan matematika. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi adik-adik mahasiswa lainnya," tuturnya.Setelah lulus, Ulya berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sambil terjun langsung ke dunia pendidikan matematika. Saat ini ia mengajar les privat untuk mengenal realitas pembelajaran matematika pada tingkat individu dan kelompok kecil. Ke depan, ia berharap dapat berkontribusi pada pembelajaran matematika yang inovatif dan bermakna bagi siswa di berbagai tingkatan, melalui praktik mengajar maupun penelitian dan pengembangan inovasi pembelajaran.
Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Yudisium 352 Mahasiswa, Cetak Lulusan Berprestasi dan Berkualitas
Curup, Sabtu/17 Oktober 2026 — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan Yudisium Fakultas Tarbiyah Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026 di Aula IAIN Curup. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi 352 mahasiswa dari sembilan program studi untuk menandai penyelesaian pendidikan akademik pada jenjang sarjana. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Curup yang diwakili Wakil Rektor II IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum. Pelaksanaan yudisium tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas capaian akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi awal perjalanan para lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi kepada masyarakat.Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, yakni Dekan Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd., Kons., serta Kepala Bagian Tata Usaha, Juliadi, B.Sc., SE. Turut hadir seluruh ketua program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, yaitu Syarifah, M.Pd. dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI); H.M. Taufik Amrillah, M.Pd. dari Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD); Selvi Pransiska, M.Pd. dari Pendidikan Agama Islam (PAI); Dr. Agita Misriani, M.Pd. dari Tadris Bahasa Indonesia; Khoirunnisa, M.Pd. dari Tadris Bahasa Inggris; Jenny Pransiska, M.Pd. dari Manajemen Pendidikan Islam (MPI); Dr. Dini Palupi Putri, M.Pd. dari Tadris Matematika; Agus Riyan Oktori, M.Pd.I. dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI); Dr. Renti Yasmar, S.Pd.I., M.Pd.I. dari Pendidikan Bahasa Arab (PBA); serta Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kehadiran jajaran pimpinan dan pengelola program studi tersebut menunjukkan dukungan institusi terhadap keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya. Ia menekankan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni penetapan kelulusan, melainkan momentum refleksi atas proses belajar, perjuangan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang telah dijalani mahasiswa. Para lulusan diharapkan mampu menjaga integritas, mengembangkan kompetensi, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara nyata di tengah masyarakat. Sebagai lulusan Fakultas Tarbiyah, mereka juga diharapkan memiliki komitmen terhadap pengembangan pendidikan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai moral serta keagamaan. Dekan turut menyampaikan penghargaan kepada orang tua, dosen, tenaga kependidikan, dan semua pihak yang telah mendukung keberhasilan mahasiswa hingga mencapai tahap kelulusan.Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan pesan agar para lulusan menjadikan keberhasilan akademik sebagai bekal untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi bagi masyarakat. Penyelesaian studi di perguruan tinggi merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan kehidupan, sehingga gelar akademik perlu diiringi dengan kompetensi, etika, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri. Para lulusan juga diharapkan mampu menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang pendidikan, dengan sikap terbuka, kreatif, dan profesional. Melalui momentum yudisium ini, IAIN Curup berharap para alumni dapat menjaga nama baik almamater serta mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan masyarakat, baik di lingkungan kerja maupun di berbagai ruang pengabdian lainnya.Prosesi yudisium kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Nomor 507 Tahun 2026 tentang Yudisium Program Sarjana (S-1) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Semester Ganjil Tahun 2026 oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Juliadi, B.Sc., SE. Setelah pembacaan keputusan, dilaksanakan penyerahan kalung yudisium dan petikan keputusan kepada masing-masing peserta oleh unsur pimpinan Fakultas Tarbiyah. Prosesi ini menjadi bagian utama dari rangkaian acara karena menandai penetapan status akademik para peserta sesuai keputusan yang berlaku. Penyerahan tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat, disaksikan oleh para pimpinan, ketua program studi, panitia, serta seluruh peserta yudisium yang hadir di Aula IAIN Curup.Pada kesempatan yang sama, dibacakan pula Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Nomor 511 Tahun 2026 tentang Lulusan dan Skripsi Terbaik Semester Ganjil Tahun 2026. Berdasarkan rekapitulasi lulusan terbaik yang disampaikan, Dita Rafizka dari Program Studi PGMI meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,99, disusul Ayu Sukevi dari BKPI dengan IPK 3,98 dan Diana Alda dari PAI dengan IPK 3,96. Capaian IPK 3,96 juga diraih Resa Julianti dari Tadris Bahasa Indonesia. Berikutnya, Rosyidah dari PIAUD dan Ulya Niammah dari Tadris Matematika masing-masing memperoleh IPK 3,95, Noza Selendia dari MPI meraih IPK 3,93, Dwiki Farhan Hafizh dari Tadris Bahasa Inggris memperoleh IPK 3,86, serta Fadila Yusmita dari PBA meraih IPK 3,81. Prestasi tersebut mencerminkan kesungguhan mahasiswa dalam menjalani proses pembelajaran dan menyelesaikan studi dengan capaian akademik yang membanggakan.Penghargaan juga diberikan kepada sembilan mahasiswa penerima predikat skripsi terbaik berdasarkan nilai skripsi yang tercantum dalam rekapitulasi fakultas. Ulya Niammah dari Tadris Matematika menempati posisi pertama dengan nilai A (98), diikuti Feby Rahayu dari BKPI dengan nilai A (96,75) dan Sintia Tri Pika Neti dari PGMI dengan nilai A (92,25). Selanjutnya, Syari Fatul Latifah dari PAI dan Bella Rossa Amanda dari Tadris Bahasa Indonesia masing-masing memperoleh nilai A (91). Yuni Salpiya dari MPI meraih nilai A (90,3), Fahmi Alfarissi dari Tadris Bahasa Inggris memperoleh nilai A (89,75), Chika Febriana dari PBA meraih nilai A (88,75), dan Widiya Juliana dari PIAUD memperoleh nilai A (88,25). Setelah pengumuman, unsur pimpinan Fakultas Tarbiyah menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para mahasiswa penerima predikat lulusan terbaik dan skripsi terbaik sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan kualitas karya ilmiah mereka.Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa yudisium yang diwakili oleh Dita Rafizka, lulusan terbaik dari Program Studi PGMI dengan IPK 3,99. Dalam kesempatan tersebut, Dita menjadi representasi mahasiswa yang telah melalui proses pembelajaran, penyelesaian tugas akademik, serta perjuangan menyelesaikan skripsi hingga meraih hasil yang membanggakan. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi para lulusan untuk menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada orang tua, dosen, tenaga kependidikan, serta rekan-rekan seperjuangan yang telah memberikan dukungan selama masa perkuliahan. Setelah penyampaian perwakilan mahasiswa, acara dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Curup sebagai simbol komitmen para lulusan untuk menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta mengamalkan ilmu dan kompetensi secara bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Keberhasilan penyelenggaraan yudisium ini tidak terlepas dari keterlibatan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 yang dipercaya sebagai panitia pelaksana. Ketua DEMA Fakultas Tarbiyah, Muhammad Ammar Adzzikro, menyampaikan bahwa jumlah peserta yudisium mencapai 352 mahasiswa dari sembilan program studi. Rinciannya meliputi PBA sebanyak 6 orang, Tadris Matematika 6 orang, Tadris Bahasa Indonesia 17 orang, PIAUD 15 orang, PAI 92 orang, MPI 32 orang, Tadris Bahasa Inggris 36 orang, BKPI 15 orang, dan PGMI 133 orang. Jumlah tersebut memperlihatkan kontribusi berbagai program studi dalam menghasilkan lulusan di bidang pendidikan dan pengelolaan pendidikan Islam. Melalui kerja sama, kekompakan, dan koordinasi yang baik, panitia DEMA bersama unsur pimpinan fakultas, pengelola program studi, serta pihak terkait berupaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.Di sela-sela rangkaian acara, suasana yudisium turut dimeriahkan oleh penampilan Paduan Suara IAIN Curup di bawah pimpinan Dr. Guntur Putra Jaya, S.Sos., MM., M.Pd. Paduan suara membawakan sejumlah lagu yang menambah kekhidmatan sekaligus kehangatan suasana perayaan akademik tersebut. Penampilan ini menjadi bagian dari apresiasi seni dan kebersamaan sivitas akademika dalam merayakan pencapaian para mahasiswa. Dengan berakhirnya rangkaian Yudisium Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026, para lulusan diharapkan mampu melangkah ke tahap berikutnya dengan penuh keyakinan, membawa nilai-nilai akademik, profesionalisme, dan integritas yang telah dibangun selama menempuh pendidikan. Fakultas Tarbiyah IAIN Curup pun berharap para alumni dapat menjadi insan yang berilmu, berakhlak, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي
Resmi Yudisium, 6 Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Siap Mengabdi untuk Pendidikan
CURUP – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menyelenggarakan Yudisium ke-II Tahun 2026 pada Sabtu (17/10/2026) di Aula Rektorat IAIN Curup. Acara ini dihadiri jajaran pimpinan fakultas, yakni Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Tarbiyah, serta seluruh ketua program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah.Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan rangkaian acara yudisium.Program Studi Tadris Matematika mengikutsertakan enam mahasiswa dalam yudisium kali ini, yaitu Ulya Niammah, Novri Yunita, Delima, Ramadhanti, Enjelly, dan Delvi. Prodi diwakili oleh Ketua Program Studi Tadris Matematika, Dr. Dini Palupi Putri, M.Pd.Prestasi membanggakan datang dari Program Studi Tadris Matematika. Ulya Niammah, mahasiswa angkatan 2022, meraih penghargaan sebagai Lulusan Terbaik sekaligus penerima Skripsi Terbaik.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menyampaikan harapan kepada para peserta yudisium. "Yudisium bukan akhir perjalanan, melainkan gerbang menuju pengabdian yang sesungguhnya. Kami berharap para lulusan menjadi pendidik yang berilmu, berakhlak, dan membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.Ketua Program Studi Tadris Matematika, Dr. Dini Palupi Putri, M.Pd., mengaku bangga atas capaian mahasiswanya. "Alhamdulillah, keenam mahasiswa kami telah menuntaskan studinya dengan baik. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan mereka menjadi guru matematika yang inspiratif. Selamat kepada Ulya Niammah atas prestasinya sebagai lulusan terbaik dan penerima skripsi terbaik. Semoga ini menjadi motivasi bagi adik-adik tingkat untuk terus berprestasi," tuturnya.Sementara itu, Ulya Niammah mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada dosen, orang tua, dan teman-teman yang selalu mendukung. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi pengingat agar saya terus belajar dan bermanfaat," katanya.Acara yudisium berlangsung khidmat dan diakhiri dengan sesi foto bersama para peserta yudisium dan pimpinan fakultas.
Prodi PAI IAIN Curup Gelar Pengembangan Kompetensi Dosen melalui Pendampingan Penulisan dan Publikasi Ilmiah
Curup, 13 Oktober 2026 — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Curup menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Kompetensi Dosen PAI: Pendampingan Penulisan dan Publikasi Ilmiah pada Selasa, 13 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung di Smart Classroom, RKB IAIN Curup. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam di bawah koordinasi Ketua Program Studi PAI, Selvi Pransiska, M.Pd., sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam bidang penulisan dan publikasi karya ilmiah. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Eko Risdianto, S.Si., M.Cs. hadir sebagai pemateri yang memberikan pendampingan terkait penulisan dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para dosen untuk memperdalam pemahaman mengenai pengembangan karya ilmiah serta meningkatkan kualitas publikasi akademik. Melalui pendampingan ini, diharapkan para dosen Program Studi PAI dapat semakin mengembangkan kemampuan dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, sistematis, dan sesuai dengan standar publikasi ilmiah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah sebagai bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi. Penyelenggaraan kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Curup dalam mendukung pengembangan kompetensi dosen secara berkelanjutan, khususnya dalam bidang penelitian, penulisan, dan publikasi ilmiah. Dengan adanya kegiatan pendampingan ini, Program Studi PAI diharapkan semakin mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya dosen serta memperkuat kontribusi akademik melalui karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.
DPL Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Mulai Laksanakan Supervisi I dan Monitoring PPL Angkatan IX Tahun 2026, Perkuat Kualitas Praktik Kependidikan Mahasiswa
CURUP, 12 Oktober 2026 — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup mulai melaksanakan kegiatan Supervisi I dan Monitoring Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX Tahun 2026 pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di sekolah atau lokasi PPL yang menjadi wilayah bimbingan masing-masing. Pelaksanaan supervisi tersebut merupakan bagian penting dari upaya Fakultas Tarbiyah dalam memastikan program PPL berjalan sesuai dengan ketentuan, program kerja, serta tujuan akademik yang telah ditetapkan.Pelaksanaan Supervisi I dan Monitoring ini berpedoman pada Surat Tugas Nomor: 1619/In.34/FT/PP.00.9/10/2026 tentang Supervisi I dan Monitoring Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026. Melalui surat tugas tersebut, para DPL diharapkan dapat melaksanakan tugas pembimbingan dan pemantauan secara optimal guna memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik kependidikan yang bermakna, terarah, dan sesuai dengan kompetensi program studi masing-masing.Waktu pelaksanaan supervisi disesuaikan dengan agenda, ketersediaan waktu, serta kegiatan rutin masing-masing DPL. Fleksibilitas jadwal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan supervisi tanpa mengabaikan efektivitas proses pembimbingan dan monitoring di sekolah. Kehadiran DPL di lokasi PPL juga menjadi sarana untuk menjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif antara pihak fakultas, sekolah mitra, guru pamong, dan mahasiswa peserta PPL.Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah IAIN Curup sekaligus Ketua Panitia PPL Angkatan IX Tahun 2026, Dr. Muhammad Taqiyuddin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa Supervisi I merupakan tahapan penting untuk mengevaluasi perkembangan mahasiswa selama menjalani praktik kependidikan. Ia mengharapkan seluruh DPL melaksanakan supervisi secara cermat, objektif, dan konstruktif, sehingga setiap perkembangan, kendala, serta kebutuhan mahasiswa dapat teridentifikasi dengan baik. Hasil supervisi selanjutnya diharapkan menjadi dasar pemberian arahan dan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan PPL.Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian dalam Supervisi I adalah pemeriksaan kelengkapan administrasi pembelajaran mahasiswa. DPL diminta memeriksa kesiapan dokumen akademik yang digunakan mahasiswa selama melaksanakan praktik mengajar, meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar, perangkat pembelajaran yang relevan, media pembelajaran, metode pembelajaran, bahan ajar, serta administrasi pembelajaran lainnya. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan mahasiswa mempersiapkan kegiatan pembelajaran secara sistematis dan mampu menerapkan perencanaan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik satuan pendidikan.Selain pemeriksaan administrasi, DPL juga melaksanakan monitoring terhadap berbagai aspek pelaksanaan PPL di sekolah atau lokasi penempatan. Pemantauan mencakup kesesuaian kegiatan mahasiswa dengan program yang telah ditetapkan, tingkat kehadiran dan kedisiplinan, keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sekolah lainnya, serta kualitas interaksi dan komunikasi dengan kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, dan peserta didik. DPL juga diharapkan mengidentifikasi kendala yang dihadapi mahasiswa, mengevaluasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka, serta mencatat berbagai hal yang berpengaruh terhadap kelancaran dan kualitas kegiatan PPL.Dalam pelaksanaan supervisi kali ini, terdapat satu hal administratif yang menjadi perhatian khusus, yaitu kewajiban membawa Surat Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan pihak sekolah atau lokasi PPL. Setiap DPL diminta membawa dokumen tersebut ke sekolah mitra masing-masing untuk memperoleh tanda tangan dari pihak sekolah. Penandatanganan dokumen ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama kelembagaan antara Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dan sekolah mitra dalam penyelenggaraan PPL atau magang kependidikan mahasiswa. Dengan adanya dokumen kerja sama yang ditandatangani kedua belah pihak, pelaksanaan kemitraan diharapkan memiliki landasan administratif yang jelas dan mendukung keberlanjutan kolaborasi dalam bidang pendidikan.DPL juga memiliki peran strategis dalam memberikan pembimbingan, masukan, evaluasi, dan rekomendasi kepada mahasiswa berdasarkan hasil supervisi. Arahan yang diberikan diharapkan tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi pedagogik, profesionalisme, kedisiplinan, etika, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika lingkungan sekolah. Melalui pembimbingan yang terarah, mahasiswa diharapkan mampu memperbaiki kekurangan, mengatasi permasalahan yang muncul, dan mengembangkan keterampilan sebagai calon pendidik yang kompeten dan bertanggung jawab.Sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan kegiatan, hasil Supervisi I dan Monitoring wajib dilaporkan melalui Formulir Instrumen Monitoring Pelaksanaan PPL—Supervisi I yang telah disediakan oleh Panitia PPL Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026. DPL diminta mengisi formulir tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengamatan langsung di lapangan agar data yang disampaikan sesuai dengan kondisi faktual pelaksanaan PPL. Formulir dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/Formulir_Instrumen_Monitoring_Terhadap_Pelaksanaan_PPL_Fakultas_Tarbiyah_Tahun_2026_Supervisi_1. Pelaporan ini menjadi bagian penting dari dokumentasi, evaluasi, dan tindak lanjut penyelenggaraan PPL Angkatan IX.Melalui pelaksanaan Supervisi I dan Monitoring ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup berharap kegiatan PPL Angkatan IX Tahun 2026 dapat berlangsung semakin terarah, tertib, dan berkualitas. Sinergi antara DPL, pihak sekolah, guru pamong, dan mahasiswa menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman praktik kependidikan yang mendukung pencapaian kompetensi calon pendidik. Dengan supervisi yang terencana, pembimbingan yang berkelanjutan, serta pelaporan yang tertib dan akuntabel, PPL diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi wahana pembentukan profesionalisme, integritas, dan kesiapan mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam menjalankan peran di dunia pendidikan.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي