Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Mahasiswa PGMI IAIN Curup Ikuti Pelatihan Wirausaha, Perkuat Kreativitas dan Kemandirian Calon Pendidik
CURUP — Sebanyak 24 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, berpartisipasi dalam Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026 yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026. Keikutsertaan mahasiswa PGMI dalam kegiatan ini menjadi langkah untuk memperluas wawasan kewirausahaan sekaligus membangun karakter calon pendidik yang kreatif, inovatif, dan mandiri.Mengangkat tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan”, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal berbagai aspek kewirausahaan, mulai dari perencanaan permodalan, pengelolaan lembaga pendidikan, hingga strategi membangun dan mengembangkan usaha.Bagi mahasiswa PGMI, pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk mempelajari dunia usaha, tetapi juga kesempatan memahami bagaimana kreativitas dan inovasi dapat diterapkan dalam bidang pendidikan. Kompetensi tersebut diharapkan menjadi bekal tambahan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru yang mampu menghadirkan pembelajaran kreatif serta mengembangkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.Kegiatan dibuka pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Aula Harun Arrayid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup. Acara pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Kalam Ilahi, doa bersama, serta sambutan dan pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan kemampuan berinovasi dan membangun kemandirian. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi, khususnya calon pendidik, perlu memiliki kompetensi yang tidak terbatas pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian menciptakan peluang.Rangkaian pelatihan menghadirkan narasumber dari bidang perbankan, pendidikan, dan dunia usaha. Materi pertama disampaikan oleh Dian Puspa Utami, Associate Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Curup, yang membahas strategi permodalan dan akses pembiayaan perbankan bagi wirausaha muda.Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya perencanaan modal dan pemanfaatan layanan pembiayaan secara tepat untuk mendukung keberlangsungan usaha.Selanjutnya, Rajab Effendi, M.Pd., Gr., pendiri SLB IT Nur Khoirul Ashab, menyampaikan materi bertajuk “Educational Entrepreneurship: Membangun Lembaga Pendidikan yang Berdampak dan Berkelanjutan.” Peserta diajak memahami bahwa kewirausahaan juga dapat dikembangkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan melalui inovasi layanan, penguatan kualitas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.Sementara itu, Fauzan, S.Sos.I., pemilik usaha Kue Semprong Putri Husna, membagikan pengalaman mengenai proses merintis usaha dari nol. Pembahasan meliputi pengurusan perizinan dan legalitas, proses produksi, pengemasan, pengembangan produk, hingga pemasaran.Beragam materi tersebut memberikan gambaran bahwa kewirausahaan membutuhkan perencanaan yang matang, ketekunan, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang. Pengetahuan ini juga relevan bagi mahasiswa PGMI yang ingin mengembangkan media pembelajaran, alat peraga edukatif, bahan ajar kreatif, maupun usaha lain yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan.Ketua Prodi PGMI IAIN Curup, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., mengapresiasi keterlibatan 24 mahasiswa PGMI dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan kewirausahaan menjadi sarana penting untuk memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus membangun pola pikir yang kreatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan.“Keikutsertaan mahasiswa PGMI dalam pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperluas wawasan dan mengembangkan potensi diri. Sebagai calon pendidik, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga perlu memiliki kreativitas, kemandirian, serta keberanian untuk berinovasi. Kami berharap pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk menciptakan gagasan-gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Agus Riyan Oktori.Ia menambahkan bahwa semangat kewirausahaan dapat diterapkan dalam berbagai aspek profesi guru, termasuk mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, menciptakan media edukasi, serta memanfaatkan potensi lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan kemampuan mendidik dengan keterampilan mengembangkan solusi kreatif.Pada Minggu, 11 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan survei dan observasi ke tiga lokasi di Kabupaten Rejang Lebong, yakni BRI Cabang Curup di Jalan Merdeka No. 49, Pasar Baru; SLB IT Nur Khoirul Ashab di Jalan Hasyim Azhari No. 131, Sukaraja, Kecamatan Curup Timur; serta usaha Kue Semprong Putri Husna di Kelurahan Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara.Dalam kunjungan ke BRI, peserta memperoleh wawasan mengenai layanan perbankan dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Kunjungan ke SLB IT Nur Khoirul Ashab memberikan pengalaman tentang pengelolaan lembaga pendidikan dan penerapan kewirausahaan di bidang pendidikan. Sementara itu, di tempat usaha Putri Husna, peserta dapat mengenal lebih dekat proses produksi, pengemasan, legalitas, dan pemasaran produk.Pengalaman lapangan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana konsep yang dipelajari dalam pelatihan diterapkan dalam praktik. Melalui interaksi dengan praktisi, peserta diharapkan memperoleh inspirasi untuk mengembangkan potensi dan merancang gagasan usaha sesuai kemampuan serta kebutuhan lingkungan.Salah seorang peserta dari Prodi PGMI, Citra Damayanti, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat untuk mengembangkan wawasan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam melihat peluang kewirausahaan.“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengetahuan bukan hanya dari materi yang disampaikan narasumber, tetapi juga dari pengalaman langsung saat melakukan observasi lapangan. Kami jadi lebih memahami bahwa membangun usaha membutuhkan kreativitas, keberanian untuk memulai, dan pengelolaan yang baik. Sebagai mahasiswa PGMI, pengalaman ini juga memotivasi kami untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dalam bidang pendidikan, sehingga nantinya kami dapat menjadi guru yang inovatif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi peserta didik,” ujar Citra Damayanti.Menurutnya, kesempatan belajar dari pelaku usaha dan pengelola lembaga pendidikan memberikan perspektif baru bahwa peluang untuk berinovasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan diri, baik selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi maupun ketika memasuki dunia kerja.Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman bahwa kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi dapat menjadi sarana menghadirkan inovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.Bagi Prodi PGMI, partisipasi 24 mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi calon guru. Dengan memadukan pengetahuan pendidikan, kreativitas, dan semangat kewirausahaan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif serta beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan pendidikan.Melalui semangat Educational Entrepreneurship, mahasiswa PGMI IAIN Curup diharapkan tumbuh menjadi calon pendidik yang profesional, berinisiatif, dan mampu menciptakan peluang serta solusi kreatif. Dengan bekal tersebut, mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pengajar, tetapi juga menjadi penggerak inovasi pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat.
Tingkatkan Aksesibilitas, Guru Besar TBIn Masuk Tim Ahli Pembahasan Raperda Difabel Rejang Lebong
TBIN, IAINCurup_ Pemerintah Daerah bersama Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong terus mematangkan payung hukum perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Dengar Pendapat (Hearing) pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Difabel yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Rejang Lebong pada Senin (12/10/2026).Dalam proses penyusunan dan pembahasan Raperda ini, Guru Besar Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., dipercaya dan dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari Tim Ahli Penyusunan Raperda Difabel Kabupaten Rejang Lebong. Keterlibatan akademisi ini diharapkan dapat memperkuat bobot substansi, legalitas, serta tata bahasa perancangan perundang-undangan agar Perda yang dihasilkan benar-benar responsif dan inklusif.Kegiatan hearing yang diinisiasi oleh Komisi 1 DPRD Kabupaten Rejang Lebong ini menghadirkan berbagai pihak dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait untuk membedah rancangan aturan tersebut secara komprehensif.Turut hadir dalam forum strategis ini jajaran pimpinan dan anggota Komisi 1 DPRD Rejang Lebong, Sekretaris DPRD (Sekwan), Kepala Dinas Sosial beserta Kepala Bidang Sosial, Kepala Bagian Hukum DPRD, Ketua Komunitas Difabel Rejang Lebong, serta perwakilan dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).Pembahasan dalam hearing ini berfokus pada penyelarasan draf aturan agar mencakup seluruh aspek pemenuhan hak-hak disabilitas, mulai dari aksesibilitas fasilitas publik, kesetaraan di bidang pendidikan dan pekerjaan, hingga jaminan kesejahteraan sosial di wilayah Rejang Lebong. Synergy antara elemen legislatif, eksekutif, akademisi, dan komunitas difabel ini diharapkan mampu melahirkan Peraturan Daerah yang implementatif serta berpihak penuh pada kesetaraan masyarakat difabel.
Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Pelatihan Wirausaha Mahasiswa 2026, Dorong Calon Pendidik Menjadi Inovator dan Wirausahawan Muda
CURUP — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026 dengan mengusung tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan.” Kegiatan yang dilaksanakan pada 10–11 Oktober 2026 ini menjadi salah satu upaya strategis fakultas dalam membekali mahasiswa dengan wawasan, keterampilan, dan pola pikir kewirausahaan agar mampu mengembangkan potensi diri, menciptakan peluang usaha, serta berkontribusi dalam pembangunan pendidikan dan perekonomian masyarakat.Kegiatan diawali pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Aula Harun Arrayid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup. Rangkaian pembukaan meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Kalam Illahi, doa bersama, serta sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. Dalam suasana penuh semangat, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa kompetensi lulusan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga kemampuan menciptakan peluang, berinovasi, dan membangun kemandirian ekonomi.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya pelatihan kewirausahaan sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan perubahan sosial yang semakin dinamis. Menurutnya, mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang dipersiapkan menjadi calon pendidik perlu memiliki kreativitas, kemandirian, kemampuan memecahkan masalah, serta keberanian untuk menghadirkan inovasi. “Mahasiswa Fakultas Tarbiyah harus mampu menjadi calon pendidik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan pedagogik, tetapi juga kreatif, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu mengembangkan gagasan inovatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” demikian pesan yang disampaikan dalam naskah sambutan Dekan.Lebih lanjut, Dekan menegaskan bahwa tema Educational Entrepreneurship memiliki relevansi kuat dengan karakter mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai calon pendidik dan pengembang pendidikan. Kewirausahaan dalam konteks pendidikan tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan mencari keuntungan, tetapi juga sebagai kemampuan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, mengembangkan solusi kreatif, membangun lembaga pendidikan yang berkualitas, serta menciptakan layanan pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memadukan nilai-nilai akademik, integritas, kreativitas, dan semangat pengabdian dalam membangun usaha maupun mengembangkan inovasi di bidang pendidikan.Pada sesi materi pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai “Strategi Permodalan dan Akses Pembiayaan Perbankan bagi Wirausaha Muda” yang disampaikan oleh Ibu Dian Puspa Utami, Associate Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Curup. Materi ini memberikan wawasan mengenai pentingnya perencanaan modal dan pemahaman terhadap akses pembiayaan perbankan bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai aspek permodalan sebagai salah satu faktor penting dalam merintis dan mengembangkan usaha secara terencana.Materi kedua menghadirkan Rajab Effendi, M.Pd., Gr., Pendiri SLB IT Nur Khoirul Ashab, dengan topik “Educational Entrepreneurship: Membangun Lembaga Pendidikan yang Berdampak dan Berkelanjutan.” Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada perspektif kewirausahaan dalam pengelolaan lembaga pendidikan, termasuk pentingnya membangun layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lembaga. Materi ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk melihat dunia pendidikan sebagai ruang pengabdian sekaligus ruang inovasi, sehingga mereka dapat berkontribusi dalam menciptakan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Fauzan, S.Sos.I., pemilik usaha Kue Semprong “Putri Husna”, dengan topik “Memulai Wirausaha dari Nol: Perizinan, Legalitas, Produksi dan Pemasaran.” Materi ini mengarahkan peserta untuk memahami tahapan membangun usaha, mulai dari menemukan ide dan mempersiapkan usaha, mengurus perizinan dan legalitas, mengelola proses produksi, hingga merancang strategi pemasaran. Kehadiran pelaku usaha memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa bahwa keberhasilan berwirausaha membutuhkan ketekunan, kreativitas, pengelolaan yang baik, serta kemampuan membaca kebutuhan dan peluang pasar.Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah IAIN Curup sekaligus Ketua Panitia, Dr. Muhammad Taqiyuddin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai kegiatan pembelajaran yang tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa melalui observasi dan kunjungan lapangan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu mendapatkan gambaran nyata mengenai pengelolaan pembiayaan, penyelenggaraan lembaga pendidikan, dan praktik pengembangan usaha. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga mampu melihat, mempelajari, dan mengambil pelajaran dari praktik nyata di lapangan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk memulai usaha, mengembangkan ide kreatif, serta merancang peluang kewirausahaan yang sesuai dengan kompetensi dan potensi yang mereka miliki,” demikian rumusan penyampaian Ketua Panitia.Pada Minggu, 11 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan survei dan observasi lapangan ke tiga lokasi, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Curup di Jalan Merdeka No. 49, Pasar Baru; SLB IT Nur Khoirul Ashab di Jalan Hasyim Azhari No. 131, Sukaraja, Kecamatan Curup Timur; serta usaha Kue Semprong “Putri Husna” di Kelurahan Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Kunjungan ke BRI difokuskan pada pengenalan layanan perbankan dan akses pembiayaan bagi wirausaha muda. Di SLB IT Nur Khoirul Ashab, peserta mengamati pengelolaan lembaga dan praktik educational entrepreneurship, sedangkan kunjungan ke Putri Husna memberikan pengalaman mengenai proses produksi, pengemasan, legalitas, pengembangan produk, dan pemasaran usaha. Rangkaian ini dirancang untuk menghubungkan materi pelatihan dengan praktik kewirausahaan yang dijalankan secara langsung.Melalui pelaksanaan Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup berharap tumbuh generasi mahasiswa yang berani berinovasi, mampu mengembangkan potensi diri, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pandangan bahwa calon pendidik dapat menjalankan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penggerak perubahan, pencipta solusi, dan pengembang peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat Educational Entrepreneurship, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup berkomitmen mendorong lahirnya lulusan yang kompeten, kreatif, mandiri, dan berdaya saing, serta mampu memadukan profesionalisme pendidikan dengan jiwa kewirausahaan untuk mewujudkan masa depan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي
Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Belajar Langsung dari Pelaku Usaha Kue Semprong Putri Husna
Rejang Lebong, 11 Oktober 2026 — Belajar kewirausahaan tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah usaha dirintis, dikelola, hingga mampu menghasilkan produk yang dikenal masyarakat. Pengalaman inilah yang diperoleh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam hari kedua Pelatihan Kewirausahaan pada Minggu (11/10/2026).Kegiatan yang mengusung tema “Memulai Wirausaha dari Nol: Perizinan, Legalitas, Produksi dan Pemasaran” ini dilaksanakan langsung di tempat usaha Kue Semprong "Putri Husna", yang beralamat di Kelurahan Tunas Harapan RT 004 RW 002, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Berbeda dari hari pertama yang berfokus pada strategi permodalan, kali ini mahasiswa diajak mengenal lebih dekat proses membangun dan menjalankan usaha secara langsung.Kegiatan dibuka secara formal oleh Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. M. Taqiyuddin, M.Pd.I. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Fauzan, S.Sos.I., pendiri sekaligus pemilik usaha Kue Semprong "Putri Husna".Dalam pemaparannya, Bapak Fauzan berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun usaha dari awal. Mahasiswa mendapatkan gambaran tentang berbagai hal yang perlu dipersiapkan ketika ingin memulai bisnis, mulai dari pengurusan perizinan dan legalitas usaha, proses produksi, hingga strategi pengemasan dan pemasaran produk.Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Mahasiswa menyimak pengalaman yang dibagikan pemateri, terutama berbagai tips dan trik dalam merintis usaha dari nol. Pembahasan mengenai cara mengemas produk agar lebih menarik serta strategi memasarkannya menjadi hal yang menarik perhatian peserta. Dari pengalaman pemilik usaha, mahasiswa dapat melihat bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh rasanya, tetapi juga oleh kualitas, tampilan kemasan, dan cara memperkenalkannya kepada konsumen.Hal yang paling menarik, setelah penyampaian materi selesai, mahasiswa diajak melihat secara langsung proses pembuatan kue semprong. Di lokasi produksi, mahasiswa menyaksikan aktivitas sejumlah karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan kue, mulai dari tahap pengolahan hingga produk siap dikemas. Pengalaman ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal proses produksi secara lebih nyata sekaligus memahami bagaimana kegiatan usaha dijalankan dalam keseharian.Kunjungan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa TMM. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan dari penjelasan pemateri, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana teori kewirausahaan diterapkan dalam usaha makanan. Mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran, seluruh rangkaian tersebut memberikan gambaran bahwa menjalankan usaha membutuhkan ketekunan, kreativitas, dan perhatian terhadap kualitas produk.
Mendengar Bisik Pesisir di Panggung Teater: Kala Tradisi Bengkulu Menautkan Jiwa Akademisi dan Seniman
TBIN, IAINCurup_ Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIn) IAIN Curup Dr. Agita Misriani, M.Pd menghadiri undangan pergelaran Konser Musik Etnik Bengkulu yang berlangsung megah di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu pada Sabtu (10/10/2026) malam pukul 20.00 WIB.Pertunjukan seni bertajuk SEBUMI – MELANTIKA PESISIR “Secupak Bunyi, Selaut Raso” tersebut digagas oleh Yayasan Svara Bumei Bengkulu. Konser ini menyuguhkan sebuah eksplorasi karya bertema SEBUMI yang secara apik merangkai alunan bunyi, tradisi lokal, serta narasi kehidupan masyarakat pesisir Bengkulu ke dalam panggung seni pertunjukan etnik.Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, akademisi, dan praktisi seni. Tampak hadir di antaranya Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Kepala Taman Budaya Bengkulu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, serta Kepala Stasiun RRI Bengkulu. Kehadiran Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Universitas Bengkulu (UNIB) bersama para tokoh budaya dan seniman Bengkulu semakin menambah bobot apresiasi terhadap karya seni tradisi ini.Ketua Program Studi TBIn IAIN Curup menyampaikan rasa antusias dan apresiasinya yang mendalam saat menyaksikan pertunjukan seni yang kaya akan nilai tradisi tersebut."Konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan sebuah mahakarya yang berhasil mengawinkan sastra lisan, tradisi pesisir, dan bunyi-bunyian etnik Bengkulu secara sangat intuitif dan bernyawa. Kami sangat terpukau melihat bagaimana kearifan lokal mampu dikemas dengan begitu indah dan menyentuh jiwa," ungkap Kaprodi TBIn IAIN Curup.Kehadiran serta keterlibatan Prodi TBIn IAIN Curup dalam helatan budaya ini membawa manfaat strategis bagi perkembangan akademis program studi. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan jejaring (networking) dengan para tokoh kebudayaan, praktisi seni, serta instansi pemerintah. Selain itu, eksplorasi seni tradisi pesisir ini dapat menjadi sumber inspirasi pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal—khususnya pada mata kuliah analisis sastra, etnografi, dan seni pertunjukan—sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat di bidang kebahasaan dan kebudayaan Bengkulu.
Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Antusias Ikuti Pelatihan Kewirausahaan, Siap Jadi Pendidik Kreatif dan Wirausahawan Muda
Curup, 10 Oktober 2026 — Menjadi seorang pendidik bukan berarti menutup peluang untuk menjadi wirausahawan. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan yang diikuti mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup pada Sabtu (10/10/2026), di Aula Harun Ar-Rasyid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup.Mengusung tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia usaha, menggali peluang bisnis, sekaligus belajar mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang mandiri dan kreatif.Kegiatan diawali dengan rangkaian acara pembukaan dan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. Pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa bahwa bekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat dikembangkan tidak hanya untuk menunjang profesi sebagai pendidik, tetapi juga untuk menciptakan peluang usaha yang bermanfaat.Suasana kegiatan semakin menarik saat memasuki sesi materi yang disampaikan oleh Ibu Dian Puspa Sari, Associate Mantri Bank BRI Cabang Curup. Mengangkat tema “Strategi Permodalan dan Akses Pembiayaan Perbankan bagi Wirausaha Muda”, narasumber mengajak mahasiswa memahami salah satu hal penting dalam merintis usaha, yaitu bagaimana memperoleh dan mengelola modal dengan tepat.Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai strategi permodalan dan akses pembiayaan perbankan yang dapat menjadi pertimbangan ketika ingin memulai atau mengembangkan usaha. Materi tersebut memberikan gambaran bahwa membangun bisnis tidak cukup hanya dengan ide yang menarik, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang matang dan pemahaman terhadap pengelolaan keuangan.Antusiasme mahasiswa semakin terlihat saat sesi tanya jawab dibuka. Berbagai pertanyaan seputar dunia usaha disampaikan, mulai dari cara memulai bisnis dengan modal terbatas hingga tips dan trik agar usaha dapat berkembang. Diskusi berlangsung dengan kondusif dan interaktif. Mahasiswa tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi juga aktif menggali informasi dan berbagi rasa ingin tahu mengenai tantangan yang mungkin dihadapi ketika terjun ke dunia kewirausahaan.Keaktifan tersebut menjadikan sesi diskusi sebagai salah satu bagian yang menarik dalam pelatihan. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk bertanya langsung kepada praktisi perbankan, terutama mengenai permodalan dan pembiayaan yang kerap menjadi pertimbangan bagi calon wirausahawan pemula.