Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Pelatihan Wirausaha Mahasiswa 2026, Dorong Calon Pendidik Menjadi Inovator dan Wirausahawan Muda
CURUP — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026 dengan mengusung tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan.” Kegiatan yang dilaksanakan pada 10–11 Oktober 2026 ini menjadi salah satu upaya strategis fakultas dalam membekali mahasiswa dengan wawasan, keterampilan, dan pola pikir kewirausahaan agar mampu mengembangkan potensi diri, menciptakan peluang usaha, serta berkontribusi dalam pembangunan pendidikan dan perekonomian masyarakat.
Kegiatan diawali pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Aula Harun Arrayid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup. Rangkaian pembukaan meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Kalam Illahi, doa bersama, serta sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. Dalam suasana penuh semangat, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa kompetensi lulusan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga kemampuan menciptakan peluang, berinovasi, dan membangun kemandirian ekonomi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya pelatihan kewirausahaan sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan perubahan sosial yang semakin dinamis. Menurutnya, mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang dipersiapkan menjadi calon pendidik perlu memiliki kreativitas, kemandirian, kemampuan memecahkan masalah, serta keberanian untuk menghadirkan inovasi. “Mahasiswa Fakultas Tarbiyah harus mampu menjadi calon pendidik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan pedagogik, tetapi juga kreatif, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu mengembangkan gagasan inovatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” demikian pesan yang disampaikan dalam naskah sambutan Dekan.
Lebih lanjut, Dekan menegaskan bahwa tema Educational Entrepreneurship memiliki relevansi kuat dengan karakter mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai calon pendidik dan pengembang pendidikan. Kewirausahaan dalam konteks pendidikan tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan mencari keuntungan, tetapi juga sebagai kemampuan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, mengembangkan solusi kreatif, membangun lembaga pendidikan yang berkualitas, serta menciptakan layanan pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memadukan nilai-nilai akademik, integritas, kreativitas, dan semangat pengabdian dalam membangun usaha maupun mengembangkan inovasi di bidang pendidikan.

Pada sesi materi pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai “Strategi Permodalan dan Akses Pembiayaan Perbankan bagi Wirausaha Muda” yang disampaikan oleh Ibu Dian Puspa Utami, Associate Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Curup. Materi ini memberikan wawasan mengenai pentingnya perencanaan modal dan pemahaman terhadap akses pembiayaan perbankan bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai aspek permodalan sebagai salah satu faktor penting dalam merintis dan mengembangkan usaha secara terencana.
Materi kedua menghadirkan Rajab Effendi, M.Pd., Gr., Pendiri SLB IT Nur Khoirul Ashab, dengan topik “Educational Entrepreneurship: Membangun Lembaga Pendidikan yang Berdampak dan Berkelanjutan.” Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada perspektif kewirausahaan dalam pengelolaan lembaga pendidikan, termasuk pentingnya membangun layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lembaga. Materi ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk melihat dunia pendidikan sebagai ruang pengabdian sekaligus ruang inovasi, sehingga mereka dapat berkontribusi dalam menciptakan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Fauzan, S.Sos.I., pemilik usaha Kue Semprong “Putri Husna”, dengan topik “Memulai Wirausaha dari Nol: Perizinan, Legalitas, Produksi dan Pemasaran.” Materi ini mengarahkan peserta untuk memahami tahapan membangun usaha, mulai dari menemukan ide dan mempersiapkan usaha, mengurus perizinan dan legalitas, mengelola proses produksi, hingga merancang strategi pemasaran. Kehadiran pelaku usaha memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa bahwa keberhasilan berwirausaha membutuhkan ketekunan, kreativitas, pengelolaan yang baik, serta kemampuan membaca kebutuhan dan peluang pasar.

Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah IAIN Curup sekaligus Ketua Panitia, Dr. Muhammad Taqiyuddin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai kegiatan pembelajaran yang tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa melalui observasi dan kunjungan lapangan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu mendapatkan gambaran nyata mengenai pengelolaan pembiayaan, penyelenggaraan lembaga pendidikan, dan praktik pengembangan usaha. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga mampu melihat, mempelajari, dan mengambil pelajaran dari praktik nyata di lapangan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk memulai usaha, mengembangkan ide kreatif, serta merancang peluang kewirausahaan yang sesuai dengan kompetensi dan potensi yang mereka miliki,” demikian rumusan penyampaian Ketua Panitia.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan survei dan observasi lapangan ke tiga lokasi, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Curup di Jalan Merdeka No. 49, Pasar Baru; SLB IT Nur Khoirul Ashab di Jalan Hasyim Azhari No. 131, Sukaraja, Kecamatan Curup Timur; serta usaha Kue Semprong “Putri Husna” di Kelurahan Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Kunjungan ke BRI difokuskan pada pengenalan layanan perbankan dan akses pembiayaan bagi wirausaha muda. Di SLB IT Nur Khoirul Ashab, peserta mengamati pengelolaan lembaga dan praktik educational entrepreneurship, sedangkan kunjungan ke Putri Husna memberikan pengalaman mengenai proses produksi, pengemasan, legalitas, pengembangan produk, dan pemasaran usaha. Rangkaian ini dirancang untuk menghubungkan materi pelatihan dengan praktik kewirausahaan yang dijalankan secara langsung.
Melalui pelaksanaan Pelatihan Wirausaha Mahasiswa Tahun 2026, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup berharap tumbuh generasi mahasiswa yang berani berinovasi, mampu mengembangkan potensi diri, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pandangan bahwa calon pendidik dapat menjalankan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penggerak perubahan, pencipta solusi, dan pengembang peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat Educational Entrepreneurship, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup berkomitmen mendorong lahirnya lulusan yang kompeten, kreatif, mandiri, dan berdaya saing, serta mampu memadukan profesionalisme pendidikan dengan jiwa kewirausahaan untuk mewujudkan masa depan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي