Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Belajar Langsung dari Pelaku Usaha Kue Semprong Putri Husna
Rejang Lebong, 11 Oktober 2026 — Belajar kewirausahaan tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah usaha dirintis, dikelola, hingga mampu menghasilkan produk yang dikenal masyarakat. Pengalaman inilah yang diperoleh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam hari kedua Pelatihan Kewirausahaan pada Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Memulai Wirausaha dari Nol: Perizinan, Legalitas, Produksi dan Pemasaran” ini dilaksanakan langsung di tempat usaha Kue Semprong "Putri Husna", yang beralamat di Kelurahan Tunas Harapan RT 004 RW 002, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Berbeda dari hari pertama yang berfokus pada strategi permodalan, kali ini mahasiswa diajak mengenal lebih dekat proses membangun dan menjalankan usaha secara langsung.
Kegiatan dibuka secara formal oleh Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. M. Taqiyuddin, M.Pd.I. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Fauzan, S.Sos.I., pendiri sekaligus pemilik usaha Kue Semprong "Putri Husna".
Dalam pemaparannya, Bapak Fauzan berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun usaha dari awal. Mahasiswa mendapatkan gambaran tentang berbagai hal yang perlu dipersiapkan ketika ingin memulai bisnis, mulai dari pengurusan perizinan dan legalitas usaha, proses produksi, hingga strategi pengemasan dan pemasaran produk.
Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Mahasiswa menyimak pengalaman yang dibagikan pemateri, terutama berbagai tips dan trik dalam merintis usaha dari nol. Pembahasan mengenai cara mengemas produk agar lebih menarik serta strategi memasarkannya menjadi hal yang menarik perhatian peserta. Dari pengalaman pemilik usaha, mahasiswa dapat melihat bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh rasanya, tetapi juga oleh kualitas, tampilan kemasan, dan cara memperkenalkannya kepada konsumen.
Hal yang paling menarik, setelah penyampaian materi selesai, mahasiswa diajak melihat secara langsung proses pembuatan kue semprong. Di lokasi produksi, mahasiswa menyaksikan aktivitas sejumlah karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan kue, mulai dari tahap pengolahan hingga produk siap dikemas. Pengalaman ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal proses produksi secara lebih nyata sekaligus memahami bagaimana kegiatan usaha dijalankan dalam keseharian.
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa TMM. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan dari penjelasan pemateri, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana teori kewirausahaan diterapkan dalam usaha makanan. Mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran, seluruh rangkaian tersebut memberikan gambaran bahwa menjalankan usaha membutuhkan ketekunan, kreativitas, dan perhatian terhadap kualitas produk.