Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Mahasiswa TBIN IAIN Curup Ikuti Tahap Wawancara Seleksi KIP Kuliah 2026
Berita Tadris Bahasa Indonesia 14 Sep 2026

Mahasiswa TBIN IAIN Curup Ikuti Tahap Wawancara Seleksi KIP Kuliah 2026

TBIN, IAINCurup_ IAIN Curup melaksanakan tahap wawancara seleksi KIP Kuliah Tahun 2026, Senin (14/9/2026). Sebanyak 443 peserta yang telah lolos seleksi administrasi mengikuti wawancara sebagai bagian dari rangkaian seleksi sebelum dilakukan verifikasi lapangan dan penetapan penerima KIP Kuliah. Kegiatan dihadiri Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., Wakil Rektor III Dr. Sagiman, M.Kom., Kepala Biro AUAK Puji Edi Purnomo, S.Sos.I., M.Hum., Kepala SPI Eko Carles, M.A., Kepala Bagian Layanan Akademik L1 Endang, S.T., serta seluruh panitia seleksi KIP Kuliah IAIN Curup.Pada kesempatan tersebut, Rektor IAIN Curup memberikan perhatian khusus terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan proses seleksi KIP Kuliah. Mahasiswa diminta tidak mudah mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang atau imbalan tertentu. Peringatan tersebut disampaikan untuk menjaga integritas proses seleksi sekaligus memastikan mahasiswa memperoleh informasi melalui mekanisme dan saluran resmi IAIN Curup. Seleksi KIP Kuliah dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemeriksaan administrasi, wawancara, hingga verifikasi lapangan. Seluruh tahapan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai calon penerima sebelum keputusan akhir ditetapkan.Dari 443 peserta yang mengikuti wawancara, terdapat 29 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) yang turut mengikuti proses seleksi. Mereka terdiri atas 18 peserta dari kelas TBIND 1A dan 11 peserta dari kelas TBIND 1B. Peserta seleksi dari kelas TBIND 1A terdiri atas Iqbal, Bunga Aprilyani, Azzura Zahran D., Ziwi Cikita, Nazalwa Vitaloca, Viona Deliani, Sasmuliana, Desti Haryani, Hidayati Serindang Hasanah, Marsella Aulia Safitri, Kurnia Rana Pardila, Permata Syariva, Fani Wardani Julianti, Febiola An-Nisa Putri, Warda Nur Anisa, Lili Rahmawati, Serlianti, dan Rahma Jumita. Sementara peserta dari kelas TBIND 1B terdiri atas Deli Lestari, Della Lova Pritanti, Atika Asma Nadia, Clara Maharani, Zikra Hayati, Melza Asmara, Enes Yulanda, Chera Amelia, Sila Ayanti, Ayu Leksiani, dan Risa Hayati. Ke-29 mahasiswa tersebut masih berstatus sebagai peserta seleksi dan belum ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah.Selanjutnya, seluruh peserta akan mengikuti tahapan verifikasi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Hasil keseluruhan proses seleksi akan menjadi dasar penetapan 230 mahasiswa penerima KIP Kuliah IAIN Curup Tahun 2026. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.IAIN Curup berkomitmen melaksanakan proses seleksi secara objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Mekanisme seleksi yang berlapis diharapkan dapat memastikan program KIP Kuliah tepat sasaran sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan prestasi.

Merajut Kata, Membumikan Bahasa: Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd. sebagai Juri Cerpen FTBI SLTP Kabupaten Rejang Lebong 2026
Berita Tadris Bahasa Indonesia 08 Sep 2026

Merajut Kata, Membumikan Bahasa: Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd. sebagai Juri Cerpen FTBI SLTP Kabupaten Rejang Lebong 2026

TBIN, IAINCurup_ Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SLTP) sederajat se-Kabupaten Rejang Lebong yang dihelat pada 27 Agustus 2026 di SMPN 2 Rejang Lebong menyisakan catatan penting dalam dunia literasi daerah. Pasalnya, perhelatan pelestarian bahasa dan sastra ibu ini menghadirkan sosok akademisi terkemuka, Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., di kursi dewan juri khusus tangkai lomba menulis cerita pendek (cerpen). Kehadiran figur kompeten dari kalangan akademisi yang diundang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Rejang Lebong ini memberikan marwah tersendiri serta memastikan bahwa proses penjurian berjalan secara objektif, profesional, dan berbobot secara akademik.Sebagai salah satu cabang perlombaan yang paling dinanti, lomba menulis cerpen dalam FTBI menuntut para peserta—yang merupakan siswa-siswi pilihan dari berbagai SLTP di Kabupaten Rejang Lebong—untuk mampu menerjemahkan kekayaan kearifan lokal, tradisi, dan dinamika sosial ke dalam bentuk narasi fiksi yang memikat. Di sinilah ketelitian dan kepekaan Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., sebagai seorang pakar bahasa diuji. Beliau bersama tim dewan juri lainnya dengan cermat menelaah setiap naskah cerpen, mulai dari aspek kesesuaian kaidah bahasa, kekuatan alur cerita, kekayaan imajinasi, hingga seberapa dalam para pelajar mampu menggali nilai-nilai budaya lokal ke dalam tulisan mereka.Dalam proses penilaiannya, ditekankan bahwa penulisan cerpen berbahasa daerah bukan sekadar merangkai kata secara gramatikal, melainkan bagaimana menghidupkan kembali roh budaya leluhur melalui sudut pandang anak-anak muda masa kini. Keterlibatan dosen ahli sekelas Prof. Ifnaldi dinilai sangat strategis untuk memotivasi para peserta agar senantiasa memperhatikan kualitas sastra, diksi, serta struktur penceritaan yang baik sejak usia dini.Partisipasi aktif Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd. dalam ajang bergengsi ini juga merefleksikan komitmen nyata dunia perguruan tinggi dalam mengawal literasi di tingkat dasar dan menengah. Peran akademisi tidak boleh hanya terbatas di ruang-ruang perkuliahan kampus, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat guna membimbing, mengarahkan, dan mengapresiasi tunas-tunas bangsa yang sedang merintis jalan sebagai sastrawan masa depan.Melalui suksesnya penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu Rejang Lebong 2026 ini, diharapkan semangat mencintai bahasa daerah tidak luntur di tengah gempuran arus modernisasi. Sentuhan penilaian yang objektif dan membangun dari dewan juri diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis muda berbakat dari Rejang Lebong yang kelak konsisten menjaga kelestarian bahasa ibu sebagai identitas dan kebanggaan bersama.

Meniti Titik Temu: Pertemuan Pilar-Pilar Dedikasi dalam Simfoni Akreditasi 3.0
Berita Tadris Bahasa Indonesia 07 Sep 2026

Meniti Titik Temu: Pertemuan Pilar-Pilar Dedikasi dalam Simfoni Akreditasi 3.0

TBIN, IAINCurup_ Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup memperkuat kesiapan menghadapi sistem akreditasi melalui Sosialisasi Instrumen Baru 3.0 Borang Akreditasi Program Studi yang diselenggarakan Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Tarbiyah, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum bagi Prodi TBIN untuk memperdalam pemahaman instrumen sekaligus memetakan kesiapan data, dokumen, dan capaian program studi dalam mendukung proses penjaminan mutu dan akreditasi. Kegiatan berlangsung pukul 13.30–17.00 WIB di Smart Class, Gedung RKB Lantai 3 Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, dengan menghadirkan Dr. Asri Karolina, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang sebagai narasumber.Sosialisasi dihadiri Wakil Rektor I IAIN Curup Dr. Eka Apriyani, M.Pd., Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd.Kons., unsur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Curup, jajaran GKM Fakultas Tarbiyah, serta seluruh ketua program studi dan staf di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.Keterlibatan Prodi TBIN tidak berhenti pada kehadiran dalam kegiatan, tetapi diarahkan pada penguatan kesiapan internal program studi. Ketua Program Studi bersama unsur pengelola dan staf dapat menjadikan pemahaman terhadap instrumen sebagai dasar untuk menelaah kembali ketersediaan data, kelengkapan dokumen, capaian kinerja, serta bukti-bukti pendukung yang diperlukan dalam proses akreditasi. Materi yang disampaikan narasumber juga menjadi referensi bagi Prodi TBIN dalam mengidentifikasi aspek yang telah berjalan dengan baik sekaligus memetakan bagian yang masih perlu diperkuat. Dengan demikian, persiapan akreditasi dapat dilakukan secara lebih terencana dan berbasis pada kondisi nyata program studi. Bagi Prodi Tadris Bahasa Indonesia, sosialisasi Instrumen 3.0 menjadi kesempatan strategis untuk memahami secara lebih komprehensif perubahan dan tuntutan dalam sistem akreditasi program studi.Sosialisasi ini sekaligus mendorong Prodi TBIN untuk melihat akreditasi bukan semata-mata sebagai proses administratif, tetapi sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Melalui pemahaman Instrumen 3.0, Prodi TBIN memiliki landasan yang lebih kuat untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pengelolaan program studi, mulai dari tata kelola, pendidikan dan pembelajaran, sumber daya manusia, mahasiswa, luaran dan capaian, hingga keberlanjutan pengembangan program studi. Hasil pemahaman dan pemetaan tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar penyusunan langkah tindak lanjut agar setiap program kerja dan capaian Prodi TBIN terdokumentasi secara sistematis serta memiliki bukti kinerja yang terukur.Bagi Prodi TBIN, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memastikan proses penjaminan mutu berjalan secara berkelanjutan. Program studi tidak hanya mempersiapkan dokumen ketika akreditasi akan dilaksanakan, tetapi membangun kebiasaan mengelola data, mengevaluasi kinerja, mendokumentasikan capaian, dan melakukan tindak lanjut secara berkala. Dengan demikian, keterlibatan Prodi Tadris Bahasa Indonesia dalam sosialisasi Instrumen 3.0 menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat tata kelola dan memastikan seluruh capaian program studi dapat terukur, terdokumentasi, serta dipertanggungjawabkan.

Jejak Budaya Bengkulu di Lake Toba, Dosen TBIN IAIN Curup Turut Membersamai Delegasi Ka.Ga.Nga
Berita Tadris Bahasa Indonesia 07 Sep 2026

Jejak Budaya Bengkulu di Lake Toba, Dosen TBIN IAIN Curup Turut Membersamai Delegasi Ka.Ga.Nga

TBIN, IAINCurup_ Dosen Tidak Tetap Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) IAIN Curup, Meldhan Ade Putra, M.Pd., menjadi Team Official Ka.Ga.Nga, Etnik Musik, Delegasi Seni Budaya Bengkulu pada Lake Toba Traditional Music Festival 6.0 (Pulse of Sound) yang digelar 5–7 September 2026 di The Kaldera Nomadic Escape, Toba, Sumatera Utara, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan seni budaya Bengkulu di Tingkat Nasional.Keikutsertaan Meldhan bersama delegasi Ka.Ga.Nga menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi seni budaya Bengkulu di tengah perkembangan seni pertunjukan dan budaya populer. Melalui festival tersebut, kesenian tradisional Bengkulu mendapat ruang untuk tampil, dikenal, dan berinteraksi dengan berbagai ekspresi musik tradisional dari daerah lain di Indonesia.Keterlibatan dosen TBIN dalam kegiatan seni budaya memiliki relevansi dengan bidang keilmuan bahasa, sastra, dan budaya yang menjadi bagian penting dalam pendidikan Bahasa Indonesia. Bahasa dan seni merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu terus dipahami, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kiprah dosen di ruang budaya juga menunjukkan bahwa peran akademisi tidak terbatas pada aktivitas pembelajaran di kampus. Pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki dapat diimplementasikan melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat. Bagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, keterlibatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi dalam memperkuat hubungan antara pendidikan, kebudayaan, dan pengabdian kepada masyarakat.Lake Toba Traditional Music Festival 6.0 menjadi ruang perjumpaan berbagai kesenian tradisional Nusantara. Keikutsertaan delegasi Bengkulu membawa pesan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang perlu dirawat dan diperkenalkan secara berkelanjutan. Dari Bengkulu ke Toba, seni etnik menjadi medium untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus membangun apresiasi lintas budaya. Kehadiran Meldhan Ade Putra bersama Ka.Ga.Nga, Etnik Musik, menjadi bagian dari langkah tersebut. 

Perkuat Kualitas Pembelajaran Dosen TBIN Sukses Antarkan 41 Mahasiswa PPL Angkatan 9 Tahun 2026
Berita Tadris Bahasa Indonesia 03 Sep 2026

Perkuat Kualitas Pembelajaran Dosen TBIN Sukses Antarkan 41 Mahasiswa PPL Angkatan 9 Tahun 2026

TBIN, IAINCurup_ Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX yang dilaksanakan di 80 lokasi sekolah jenjang SMP, SMA/SMK dan sederajat. Selama pelaksanaan PPL yang berlangsung 7 September hingga 5 Desember 2026, mahasiswa mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).Empat dosen TBIN yang bertugas sebagai DPL yakni Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., Dr. Ummul Khair, M.Pd., Dr. Maria Botifar, M.Pd., dan Dr. Agita Misriani, M.Pd. Kehadiran para dosen tidak hanya berfokus pada pemantauan administrasi, tetapi juga membersamai mahasiswa secara langsung selama menjalankan praktik di sekolah.Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Agita Misriani, M.Pd., mengatakan pendampingan lapangan merupakan bagian penting untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang terarah dan bermakna. “DPL bukan hanya membimbing secara administratif. Kami hadir untuk membersamai mahasiswa, memantau perkembangan mereka, mendengarkan kendala yang dihadapi, serta memberikan arahan dan evaluasi selama proses praktik di sekolah,” ujar Agita.Menurutnya, PPL menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar menghadapi realitas pembelajaran secara langsung.“Selama tiga bulan, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami karakter peserta didik, berkomunikasi dengan guru pamong, dan membangun sikap profesional sebagai calon pendidik,” tambahnya.Pendampingan DPL dilakukan melalui komunikasi, monitoring, kunjungan, dan evaluasi terhadap perkembangan mahasiswa selama berada di sekolah. Proses tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghubungkan teori akademik dengan pengalaman nyata di lapangan. Bagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, keterlibatan aktif dosen dalam PPL merupakan bentuk komitmen terhadap kualitas pembelajaran dan pembentukan kompetensi lulusan.

Tadris Bahasa Indonesia Perkuat Kompetensi Calon Guru melalui PPL di 80 Sekolah
Berita Tadris Bahasa Indonesia 03 Sep 2026

Tadris Bahasa Indonesia Perkuat Kompetensi Calon Guru melalui PPL di 80 Sekolah

TBIN, IAINCurup_ Rangkaian PPL diawali dengan pembekalan selama dua hari, yaitu tanggal yaitu tanggal 2–3 September 2026. Kegiatan ini menjadi tahap persiapan bagi mahasiswa sebelum menjalankan praktik di sekolah, terutama dalam memahami tugas, tanggung jawab, etika profesi, administrasi pembelajaran, serta dinamika kehidupan sekolah. Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan IX dengan penempatan pada 80 sekolah mitra jenjang SMP, SMA/SMK dan sederajat. Penempatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman kependidikan secara langsung kepada mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan mereka sebagai calon guru Bahasa Indonesia.Setelah pembekalan, mahasiswa mulai melaksanakan PPL pada 7 September hingga 5 Desember 2026. Selama kurang lebih tiga bulan, 41 mahasiswa tersebut ditempatkan dan menjalankan praktik pada 80 lokasi sekolah mitra yang tersebar pada jenjang SMP, SMA/SMK dan sederajat.PPL menjadi bagian penting dalam pendidikan mahasiswa kependidikan karena memberikan ruang untuk menerapkan teori dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata. Bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, pengalaman tersebut mencakup kemampuan merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia, mengelola kelas, berkomunikasi dengan peserta didik, menggunakan media pembelajaran, serta melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar.Sebaran mahasiswa pada 80 lokasi sekolah memberikan pengalaman lapangan yang lebih beragam. Setiap sekolah memiliki karakteristik lingkungan, peserta didik, budaya akademik, dan tantangan pembelajaran yang berbeda. Kondisi tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenal realitas pendidikan secara lebih dekat. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berasal dari buku dan ruang perkuliahan, tetapi juga dari pengalaman menghadapi situasi pembelajaran secara langsung.Bagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, PPL juga menjadi bagian dari komitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kesiapan profesional. Mahasiswa diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh di kampus ke lingkungan sekolah dan memberikan kontribusi positif selama menjalankan praktik.Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa juga diharapkan menjaga etika, disiplin, tanggung jawab, serta nama baik almamater dalam setiap aktivitas di sekolah.PPL Angkatan IX bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, tetapi menjadi tahap penting dalam proses pembentukan identitas profesional mahasiswa sebagai calon pendidik.Selama tiga bulan, 41 mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia akan belajar dari 80 lingkungan sekolah, mengasah kemampuan mengajar, membangun komunikasi dengan peserta didik, serta memahami berbagai dinamika dunia pendidikan.Dari kampus menuju sekolah, mahasiswa membawa bekal ilmu untuk diterapkan, sekaligus membawa pulang pengalaman untuk membentuk diri menjadi pendidik yang lebih matang.Tadris Bahasa Indonesia terus menyiapkan calon guru yang kompeten, adaptif, dan mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang bermakna bagi peserta didik.