Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Kuliah Umum TBIN IAIN Curup: Mengubah Bahasa Menjadi Seni dan Komunikasi Menjadi Kekuatan
TBIN IAIN Curup_ Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) TBIN menggelar kuliah umum bertema “Bahasa sebagai Suara, Bicara sebagai Seni: Membangun Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi” secara virtual melalui Google Meet, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. Kuliah umum menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Rudi Nofindra, M.T.Pd. dari Yayasan SVARA Bumei Betuah dan Dr. Nafri Yanti, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bengkulu. Kegiatan diawali sambutan Ketua Program Studi TBIN Dr. Agita Misriani, M.Pd. dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd.Dalam sambutannya, Dr. Agita Misriani menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi mahasiswa TBIN. Menurutnya, penguasaan bahasa tidak cukup berhenti pada pemahaman teori, tetapi perlu diwujudkan dalam kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, percaya diri, dan sesuai dengan konteks. “Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia perlu memiliki kemampuan berbahasa sekaligus keberanian untuk menyampaikan gagasan. Kemampuan berbicara dan berkomunikasi menjadi bekal penting, baik dalam proses akademik maupun ketika mahasiswa terjun ke tengah masyarakat,” ujar Agita.Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., dalam pembukaan kegiatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kuliah umum yang dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Ia juga menekankan bahwa kegiatan akademik dan kemahasiswaan yang dilaksanakan secara terencana, terdokumentasi, dan memiliki keterkaitan dengan capaian pembelajaran dapat mendukung proses peningkatan mutu serta pemenuhan bukti kinerja program studi dalam Instrumen Akreditasi Program Studi 3.0. “Mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kompetensi di luar pembelajaran rutin di kelas. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari penguatan budaya akademik dan harus memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa,” ujar Bakti.Narasumber pertama, Dr. Rudi Nofindra, M.T.Pd., membahas tema utama kegiatan mengenai bahasa sebagai suara dan berbicara sebagai seni. Ia mengajak mahasiswa melihat kemampuan komunikasi sebagai kompetensi yang harus terus dilatih. Menurut Rudi, kemampuan berbicara tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kosakata yang dikuasai, tetapi juga oleh kemampuan mengolah pesan, memahami lawan bicara, mengatur penyampaian, serta membangun kepercayaan diri. Ia mendorong mahasiswa TBIN untuk tidak ragu tampil dalam berbagai forum. Kemampuan berbicara, menurutnya, dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia pendidikan, organisasi, masyarakat, maupun dunia profesional.Sementara itu, Dr. Nafri Yanti, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bengkulu, mengangkat pembahasan mengenai komunikasi sebagai salah satu faktor penting dalam keberhasilan seseorang. Ia menjelaskan bahwa kemampuan berkomunikasi memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan seseorang membangun relasi, menyampaikan ide, bekerja sama, dan menyelesaikan berbagai persoalan. Nafri juga memperluas perspektif mahasiswa mengenai peluang pengembangan ilmu bahasa. Menurutnya, kompetensi bahasa tidak hanya dibutuhkan dalam dunia pendidikan formal, tetapi juga memiliki ruang penerapan yang luas di sektor nonformal dan berbagai bidang profesional.Pelaksanaan kuliah umum juga menjadi bagian dari pengembangan kegiatan akademik Prodi TBIN yang berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari unsur praktisi dan akademisi tersebut memberikan tambahan wawasan sekaligus memperluas jejaring akademik program studi. Dalam konteks Instrumen Akreditasi Program Studi 3.0, kegiatan akademik yang terencana dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa menjadi bagian dari upaya program studi dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan, pengembangan budaya akademik, serta dokumentasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan interaksi bersama narasumber. Bagi Prodi TBIN, forum tersebut menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus memperkuat hubungan antara kompetensi kebahasaan, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan dunia profesional.
Menyemai Kualitas, Memetik Mutu: Partisipasi Aktif Prodi TBin dalam Sosialisasi Instrumen AMI
TBIN, IAINCurup_ Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Agita Misriani, M.Pd., mengikuti Sosialisasi Instrumen Baru Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Curup secara virtual pada Rabu, 23 September 2026. Kegiatan ini membahas penguatan tertib administrasi dan kelengkapan dokumen program studi sebagai bagian dari persiapan akreditasi.Sosialisasi diikuti Wakil Rektor I, para dekan, Direktur Pascasarjana, para wakil dekan, wakil direktur, pimpinan lembaga dan unit, kepala laboratorium, ketua program studi, Gugus Kendali Mutu (GKM), serta Direktur Ma’had IAIN Curup.Ketua LPM IAIN Curup, Prof. Dr. Sutarto, M.Pd., dalam pembukaan dan arahannya menekankan pentingnya kesiapan dokumen dalam pelaksanaan AMI. Kelengkapan administrasi tidak hanya menjadi kebutuhan audit, tetapi juga menjadi bagian dari budaya mutu dan bukti pelaksanaan tata kelola akademik yang terencana. LPM juga mengarahkan setiap program studi dan unit kerja untuk menyiapkan dokumen secara sistematis, lengkap, dan berkelanjutan agar proses audit dapat berjalan efektif serta mendukung peningkatan mutu.Keikutsertaan Ketua Prodi TBIN dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan administrasi program studi. Instrumen baru AMI menjadi acuan bagi TBIN untuk memetakan kelengkapan dokumen, mengidentifikasi kebutuhan pembenahan, serta memastikan setiap kegiatan akademik memiliki bukti administrasi yang tertata.Tertib dokumentasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan akreditasi dan memastikan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di tingkat program studi dapat terdokumentasi secara sistematis dan berkelanjutan. Melalui sosialisasi ini, TBIN terus memperkuat budaya mutu dengan menempatkan administrasi, dokumentasi, dan evaluasi sebagai bagian dari tata kelola program studi yang berkelanjutan.
TERAB 4 TBIN 2026: Ketika Bahasa, Budaya, dan Kebersamaan Bertemu
TBIN, IAINCurup_ Sebanyak 53 mahasiswa baru yang menjadi peserta Temu Akrab (TERAB) 4 Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Tahun 2026. Acara ini komandoi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) TBIN bertempat di Taman Pesona 88, pada hari Sabtu (18/9/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Menyulam Kata, Merajut Asa, Mengokohkan Silaturahmi dalam Dekapan Bahasa”, selain itu juga menjadi ruang memperkuat kebersamaan dan kreativitas mahasiswa TBIN.Kegiatan berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB dan melibatkan seluruh anggota HMPS sejumlah 37 mahasiswa sebagai panitia pelaksana. Rangkaian kegiatan meliputi senam pagi, pembukaan, materi, perkenalan mahasiswa, makan siang bersama, games, serta pentas seni dari masing-masing gugus.Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Program Studi TBIN Dr. Agita Misriani, M.Pd. Ia mengapresiasi pelaksanaan TERAB 4 sebagai ruang bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi dan solidaritas. “TERAB bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk saling mengenal, membangun komunikasi, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Program Studi Tadris Bahasa Indonesia,” ujar Agita.Kegiatan ini juga menghadirkan Meldhan Ade Putra, M.Pd., Kabid Riset dan Pengembangan dari Yayasan SVARA Bumei Betuah sebagai pemateri. Ia memberikan penguatan mengenai keterkaitan bahasa dan budaya serta mendorong mahasiswa untuk menjadikan kemampuan berbahasa sebagai modal berkarya. “Jadikan bahasa sebagai cara untuk mengenali diri, memahami budaya, dan menyampaikan gagasan. Jangan takut mencoba dan teruslah berkarya karena gagasan yang kalian bangun hari ini dapat memberi manfaat bagi orang lain,” pesan Meldhan.Selain sesi materi dan perkenalan, permainan dan pentas seni yang menjadi bagian kegiatan untuk mendorong kekompakan serta kreativitas peserta. Keterlibatan seluruh anggota HMPS yang merupakan kakak tingkat untuk para mahasiswa semester 1, juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan organisasi, koordinasi, dan kepemimpinan. Melalui TERAB 4, HMPS TBIN mendorong terciptanya lingkungan mahasiswa yang solid, komunikatif, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap bahasa serta budaya. TERAB 4 menjadi ruang sederhana untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam keluarga besar Tadris Bahasa Indonesia.Salam BASASTRA.Bahasa Bisa, Sastra Bisa.Salam LITERASI,Literasi Mencerdaskan.
Dari Perpustakaan Menuju Era AI, Mahasiswa Baru TBIN Perkuat Literasi Akademik
TBIN, IAINCurup_ Mahasiswa baru Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Bimbingan Pengguna Pemula (User Education) bertema “Menjadi Mahasiswa Cerdas di Era AI” yang diselenggarakan UPT Perpustakaan IAIN Curup di Aula Harun Al-Rasyid, Selasa (15/9/2026).Kegiatan yang berlangsung 15–18 September 2026 dan diikuti seluruh mahasiswa baru Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Tahun Akademik 2026/2027 yang berjumlah 54 orang. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang layanan dan koleksi perpustakaan, teknik penelusuran sumber akademik, literasi informasi, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak dan bertanggung jawab. Kepala UPT Perpustakaan sekaligus Ketua Panitia, Eke Wince, S.E., mengatakan User Education menjadi bekal penting bagi mahasiswa karena perpustakaan merupakan salah satu ruang utama yang menunjang perjalanan akademik.“Mahasiswa dibekali pengenalan perpustakaan, layanan dan koleksi, serta teknik penelusuran sumber informasi akademik yang akan digunakan dalam proses pembelajaran,” jelas Eke Wince. Kegiatan dihadiri Wakil Rektor I IAIN Curup Dr. Eka Apriani, M.Pd., Eke Wince, S.E., Jurianto, S.Pd.I., M.Hum., serta staf dan karyawan UPT Perpustakaan IAIN Curup. Selain mengenal fasilitas dan layanan perpustakaan, mahasiswa mendapat penguatan literasi informasi dan pemanfaatan AI dalam aktivitas akademik. Mahasiswa diarahkan untuk menggunakan teknologi sebagai alat bantu belajar, disertai kemampuan memverifikasi informasi, menjaga etika akademik, dan tetap mengedepankan berpikir kritis. Bagi mahasiswa TBIN, kegiatan ini menjadi bekal awal untuk membangun budaya belajar yang literat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dosen TBIN IAIN Curup Dalami Analisis SEM-PLS dalam Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan
TBIN, IAINCurup_ Pada Kamis, 17 September 2026, workshop memasuki Sesi IV yang menjadi bagian penting dari rangkaian penguatan kompetensi metodologi penelitian dosen. Lima Dosen Tetap Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup turut ambil bagian dalam memperoleh materi mengenai Systematic Literature Review (SLR) dan analisis data penelitian kualitatif menggunakan NVivo, sesi ini diarahkan pada pemahaman pendekatan analisis kuantitatif melalui Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Materi SEM-PLS disampaikan oleh Dr. Guntur Gunawan, M.Kom. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa SEM-PLS merupakan salah satu pendekatan analisis statistik yang dapat digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel sekaligus menganalisis model penelitian yang melibatkan konstruk atau variabel laten. Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti tidak hanya mengidentifikasi hubungan langsung antarvariabel, tetapi juga menyusun dan menguji model penelitian yang lebih komprehensif berdasarkan kerangka konseptual yang telah dirancang.“SEM-PLS dapat membantu peneliti menganalisis hubungan antarvariabel dalam suatu model penelitian secara lebih menyeluruh, terutama ketika penelitian melibatkan konstruk atau variabel laten yang tidak dapat diukur secara langsung,” jelas Dr. Guntur dalam pemaparannya.Selain menjelaskan konsep dasar, Dr. Guntur juga mengarahkan peserta memahami tahapan analisis data menggunakan SEM-PLS. Tahapan tersebut meliputi penyiapan data, penyusunan model penelitian, pengujian model pengukuran, serta evaluasi hubungan antarvariabel dalam model struktural. Peserta juga diperkenalkan pada berbagai aspek penting dalam membaca dan menafsirkan hasil analisis. Dengan demikian, keluaran perangkat lunak tidak hanya dipahami sebagai angka statistik, tetapi juga dapat diinterpretasikan sesuai dengan konteks permasalahan dan tujuan penelitian.Bagi dosen TBIN, penguatan kompetensi tersebut memiliki relevansi penting dalam pengembangan penelitian di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Kompetensi metodologis yang semakin baik diharapkan dapat mendukung lahirnya penelitian yang lebih sistematis, inovatif, berbasis data, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup juga terus mendorong dosen menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi memiliki dampak nyata bagi pengembangan pendidikan, peningkatan mutu institusi, penguatan publikasi ilmiah, serta pemenuhan tuntutan akreditasi perguruan tinggi. Keikutsertaan lima dosen TBIN dalam workshop tersebut menjadi bagian dari komitmen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia untuk membangun budaya riset yang berkelanjutan. Penguatan kemampuan penelitian diharapkan dapat memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kontribusi dosen terhadap kemajuan pendidikan dan masyarakat.
Ruang Akademik Menuju Riset Berdampak: Eksistensi Dosen TBIn IAIN Curup di Kancah Metodologi Modern
TBIN, IAINCurup_ Dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup turut memperkuat kompetensi penelitian melalui Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan bertema “Penguatan Kompetensi Metodologi Penelitian Dosen dalam Riset Pendidikan lewat Workshop SLR, NVivo, dan SEM-PLS”. Kegiatan yang diikuti oleh 5 orang dosen TBIN yaitu Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd, Dr. Ummul Khair, M.Pd, Dr. Maria Botifar, Dr. Agita Misriani, M.Pd dan Zelvi Iskandar, M.Pd bersama 100 Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Workshop ini berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026, di Lantai 3 Aula Gedung Kuliah Terpadu (GKT) IAIN Curup. Tujuan diselenggarakan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas dan mutu penelitian akademik dosen, khususnya dalam penguasaan metodologi penelitian, analisis data, serta pemanfaatan perangkat dan pendekatan riset yang relevan dengan perkembangan penelitian pendidikan. Workshop menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Muhammad Kristiawan, M.Pd., M. Arif Rahman Hakim, Ph.D., dan Dr. Guntur Gunawan, M.Kom.Kegiatan dihadiri Wakil Rektor I IAIN Curup Dr. Eka Apriyani, M.Pd., Wakil Rektor III Dr. Sagiman, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Bakti Komala Sari, M.Pd., Wakil Dekan I Dr. M. Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd.Kons., unsur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPL), serta seluruh ketua program studi dan staf di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.Materi workshop difokuskan pada tiga pendekatan penelitian yang dinilai relevan untuk memperkuat kapasitas akademik dosen, yaitu Systematic Literature Review (SLR), analisis data kualitatif berbasis NVivo, serta Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS).Materi SLR membekali peserta dengan pemahaman mengenai proses penelusuran, seleksi, pemetaan, dan sintesis literatur secara sistematis. Pendekatan ini penting untuk membantu peneliti mengidentifikasi perkembangan kajian, menemukan kesenjangan penelitian, serta merumuskan arah riset yang lebih terukur. Sementara itu, analisis data kualitatif berbasis NVivo memberikan penguatan terhadap kemampuan dosen dalam mengelola, mengorganisasi, mengodekan, dan menganalisis data kualitatif secara lebih sistematis dengan dukungan perangkat lunak. Adapun materi SEM-PLS diarahkan pada pengembangan kemampuan peserta dalam menganalisis hubungan antarvariabel serta menguji model penelitian, khususnya dalam riset kuantitatif di bidang pendidikan dan ilmu sosial.Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komala Sari, M.Pd., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi metodologi penelitian merupakan bagian penting dari penguatan mutu akademik dosen. Menurutnya, penelitian dosen tidak cukup hanya memenuhi tuntutan publikasi, tetapi juga perlu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan pendidikan. “Kami berharap hasil penelitian dosen tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pembelajaran, peningkatan mutu pendidikan, dan penguatan reputasi akademik Fakultas Tarbiyah serta IAIN Curup,” ujarnya.Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga memperkuat budaya riset melalui ruang berbagi pengetahuan, diskusi akademik, dan pengembangan jejaring antarpeneliti di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Melalui workshop tersebut, IAIN Curup terus mendorong para dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang sistematis, berkualitas, inovatif, dan berdampak nyata bagi dunia pendidikan. Penguasaan metodologi penelitian menjadi fondasi penting dalam memperkuat mutu akademik, mendukung pengembangan program studi, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.