Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Dukung Green Campus IAIN Curup melalui Gerakan Ekoteologi
Berita Tadris Bahasa Indonesia 03 Sep 2026

Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Dukung Green Campus IAIN Curup melalui Gerakan Ekoteologi

TBIN, IAINCurup_ Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) IAIN Curup turut ambil bagian dalam gerakan peduli lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Green Campus IAIN Curup sekaligus menyukseskan program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026, dan dipusatkan di kawasan lapangan hutan kampus IAIN Curup. Kegiatan penanaman pohon ini menjadi bagian dari komitmen sivitas akademika IAIN Curup dalam membangun lingkungan kampus yang hijau, asri, dan berkelanjutan. Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia bersama sivitas akademika lainnya menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana.Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., dan turut dihadiri Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II IAIN Curup, Tim dan Anggota Green Campus IAIN Curup, serta sivitas akademika yang berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon. Kehadiran mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan karakter mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan ekologis serta mampu mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.Penanaman pohon menjadi simbol penting dalam gerakan Green Campus. Sebuah pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat yang besar dalam waktu singkat. Namun, ketika dirawat dengan baik, pohon tersebut akan tumbuh menjadi bagian dari ekosistem yang memberikan keteduhan, menjaga kualitas lingkungan, dan menghadirkan kehidupan bagi generasi berikutnya. Semangat inilah yang turut dibawa mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam sebuah harapan tentang masa depan kampus yang semakin hijau dan berkelanjutan. Harapan tersebut sejalan dengan perjalanan IAIN Curup yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Sebagaimana pohon yang ditanam akan tumbuh, memiliki akar yang semakin kuat, dan menghasilkan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya, demikian pula IAIN Curup diharapkan terus tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.Partisipasi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap semangat Ekoteologi Kementerian Agama RI, yakni membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia.Bagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, keterlibatan mahasiswa dalam Green Campus sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membentuk karakter, kepedulian, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan. Keikutsertaan mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dalam kegiatan Green Campus memperkuat komitmen program studi untuk mendorong mahasiswa menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, peduli lingkungan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Keterlibatan mereka dalam kegiatan penghijauan menjadi langkah sederhana yang memiliki makna besar ketika dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Pohon-pohon yang ditanam hari ini diharapkan dapat tumbuh dan berkembang, memberikan keteduhan serta manfaat bagi generasi yang akan datang. Seperti halnya pohon yang membutuhkan akar kuat untuk tumbuh tinggi, IAIN Curup juga terus memperkuat fondasi akademik, karakter, dan pengabdiannya agar dapat tumbuh menjadi perguruan tinggi yang semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Menanam pohon hari ini, menanam harapan untuk masa depan. Dari kampus yang hijau, tumbuh generasi yang peduli. Dari IAIN Curup, tumbuh ilmu yang memberi manfaat.

Semangat Baru Tadris Bahasa Indonesia, 54 Mahasiswa Ikuti PBAK Keprodian
Berita Tadris Bahasa Indonesia 03 Sep 2026

Semangat Baru Tadris Bahasa Indonesia, 54 Mahasiswa Ikuti PBAK Keprodian

TBIN, IAINCurup_ Sebanyak 54 mahasiswa baru Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) IAIN Curup mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 selama tiga hari, 22–24 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Aula Rektorat IAIN Curup tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik sekaligus mempersiapkan diri memasuki kehidupan perguruan tinggi.Dari 54 mahasiswa baru tersebut, 4 orang merupakan mahasiswa laki-laki dan 50 orang mahasiswa perempuan. Mereka mengikuti rangkaian PBAK dengan antusias sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum memulai aktivitas perkuliahan.PBAK menjadi ruang pengenalan bagi mahasiswa baru terhadap lingkungan kampus, sistem akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi bagian dari budaya akademik IAIN Curup. Kegiatan ini juga menjadi tahap awal dalam membangun kesiapan mahasiswa agar mampu menjalani proses pendidikan secara aktif, disiplin, dan bertanggung jawab.Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Agita Misriani, M.Pd., mengatakan bahwa mahasiswa baru perlu memanfaatkan masa awal perkuliahan untuk membangun karakter dan kebiasaan akademik yang positif.“PBAK adalah pintu awal mahasiswa mengenal dunia perguruan tinggi. Kami berharap mahasiswa baru Tadris Bahasa Indonesia tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian untuk berorganisasi dan berkarya,” ujar Agita.Menurutnya, menjadi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar memahami teori bahasa dan sastra. Mahasiswa juga dipersiapkan untuk memiliki kompetensi sebagai calon pendidik yang mampu berkomunikasi dengan baik, berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.“Gunakan masa kuliah untuk belajar sebanyak mungkin, membangun jejaring, menghasilkan karya, dan memberikan manfaat. Jadilah mahasiswa yang mampu membawa nama baik Tadris Bahasa Indonesia dan IAIN Curup di tengah masyarakat,” pesannya.Mahasiswa Baru: PBAK Jadi Pengalaman BerhargaAntusiasme mahasiswa baru terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan PBAK. Selain memperoleh informasi mengenai kehidupan akademik dan kemahasiswaan, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan kampus dan membangun relasi dengan sesama mahasiswa.Salah seorang mahasiswa baru Tadris Bahasa Indonesia yang menjadi perwakilan peserta menyampaikan bahwa PBAK memberikan pengalaman baru sekaligus membantu mahasiswa memahami kehidupan perguruan tinggi.“PBAK menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Kami mendapatkan banyak informasi tentang dunia kampus dan kehidupan sebagai mahasiswa. Dari kegiatan ini kami juga belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab. Kami berharap dapat menjalani perkuliahan dengan baik dan meraih prestasi bersama Tadris Bahasa Indonesia,” ungkapnya.Ia menambahkan, pengalaman selama PBAK membuat mahasiswa baru semakin termotivasi untuk memulai perkuliahan dan beradaptasi dengan lingkungan akademik.Awal Perjalanan Menjadi PendidikBagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, penerimaan mahasiswa baru bukan sekadar bertambahnya jumlah mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari keberlanjutan proses pendidikan calon pendidik bahasa Indonesia.Kehadiran 54 mahasiswa baru diharapkan menjadi energi baru bagi terciptanya suasana akademik yang aktif, produktif, dan kolaboratif. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pembelajar di ruang kelas, tetapi juga aktif mengembangkan minat, bakat, penalaran, literasi, dan keterampilan sosial melalui berbagai kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.Dengan berakhirnya PBAK, perjalanan 54 mahasiswa baru Tadris Bahasa Indonesia memasuki babak baru. Dari kegiatan pengenalan kampus menuju ruang-ruang perkuliahan, mereka membawa harapan untuk tumbuh menjadi mahasiswa yang kompeten, berkarakter, produktif, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.Dari Tadris Bahasa Indonesia, perjalanan itu dimulai: belajar dengan tekun, berkarya dengan bahasa, dan mengabdi dengan ilmu.Salam Basastra, Bahasa Bisa Sastra Bisa.Literasi, Mencerdaskan.

Harmoni Bahasa dalam Bingkai Mutu : Prodi TBIn Ikut Serta Dalam Kegiatan Monev CPL Kurikulum
Akademik Tadris Bahasa Indonesia 21 Aug 2026

Harmoni Bahasa dalam Bingkai Mutu : Prodi TBIn Ikut Serta Dalam Kegiatan Monev CPL Kurikulum

TBIn_Optimalisasi Kurikulum Berbasis OBE: Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup ikut serta dalam kegiatan Monev CPL Sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023CURUP — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikannya. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Kurikulum Sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, yang diselenggarakan secara intensif pada Senin hingga Selasa, 10–11 Agustus 2026.Kegiatan penting ini dihadiri secara langsung oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Ibu Dr. Agita Misriani, M.Pd bersama dengan perwakilan konsorsium TBIN Ibu Zelvi Iskandar, M.Pd serta menghadirkan narasumber ahli di bidang pengembangan kurikulum, Sri Nugrateni, S.Pd., M.Pd.Pelaksanaan Monev ini menjadi agenda strategis bagi institusi untuk meninjau kembali keselarasan kurikulum program studi dengan regulasi terbaru, khususnya dalam mengimplementasikan kerangka Outcome-Based Education (OBE). Melalui kegiatan ini, konsorsium dan jajaran pengelola prodi berdiskusi secara mendalam untuk merumuskan evaluasi berbasis data demi penyempurnaan rancangan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja serta perkembangan era digital."Kurikulum yang responsif terhadap kebijakan Merdeka Belajar dan standar nasional pendidikan tinggi adalah kunci utama dalam melahirkan lulusan pendidik bahasa Indonesia yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global," ungkap perwakilan pengelola prodi dalam rangkaian acara tersebut.Melalui sinergi yang kuat antara Kaprodi TBIN, tim konsorsium, dan para pakar, IAIN Curup optimistis mutu akademik Program Studi Tadris Bahasa Indonesia akan terus meningkat secara berkelanjutan, sejalan dengan visi institusi dalam mencetak generasi unggul di bidang pendidikan bahasa dan sastra.

Rumah Belajar Ceria, Langkah Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Menumbuhkan Budaya Literasi
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 21 Aug 2026

Rumah Belajar Ceria, Langkah Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Menumbuhkan Budaya Literasi

TBIn — Semangat menumbuhkan budaya literasi tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas yang formal. Di tengah kehidupan masyarakat Desa Duku Ilir, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia hadir membawa semangat belajar melalui Rumah Belajar Ceria, sebuah kegiatan pendampingan belajar yang menjadi bagian dari program kerja mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Juli hingga Agustus 2026.Rumah Belajar Ceria dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Desa Duku Ilir. Melalui kegiatan pendampingan belajar dan kelas membaca, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia berupaya mendekatkan anak-anak dengan buku sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini.Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan anak dalam mengenal dan membaca kata, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami isi bacaan, berani menyampaikan pendapat, serta menikmati proses belajar. Bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata penerapan ilmu kebahasaan dan pembelajaran bahasa Indonesia di tengah masyarakat.Membaca dengan Cara yang MenyenangkanDalam pelaksanaannya, Rumah Belajar Ceria menggunakan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan dekat dengan dunia anak. Mahasiswa memberikan pendampingan membaca secara langsung, memanfaatkan buku-buku bergambar, serta mengajak anak berdiskusi melalui metode tanya jawab.Buku bergambar menjadi salah satu media yang digunakan untuk menarik perhatian anak. Gambar membantu anak memahami konteks cerita, mengenali kosakata, dan menghubungkan bacaan dengan pengalaman mereka sehari-hari.Setelah membaca, anak-anak diajak menjawab pertanyaan sederhana mengenai tokoh, peristiwa, maupun pesan yang terdapat dalam bacaan. Dengan demikian, kegiatan membaca tidak berhenti pada kemampuan melafalkan tulisan, tetapi berlanjut pada kemampuan memahami dan memaknai apa yang dibaca.Latihan membaca juga dilakukan secara rutin. Pola pendampingan yang konsisten diharapkan dapat membantu anak membangun kepercayaan diri dan perlahan meningkatkan kemampuan membaca mereka.Dari Rumah Belajar, Tumbuh Generasi Gemar MembacaKehadiran Rumah Belajar Ceria menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam menjawab kebutuhan literasi di masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa dan literasi memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan anak.Bagi anak-anak Desa Duku Ilir, Rumah Belajar Ceria bukan sekadar tempat untuk membaca. Ia menjadi ruang untuk bertanya, bercerita, mencoba, dan belajar tanpa rasa takut. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bahwa menjadi calon pendidik berarti tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang dekat, menyenangkan, dan bermakna.Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia ingin menanamkan satu pesan sederhana: membaca bukan sekadar mengeja kata, tetapi membuka pintu untuk memahami dunia.Tadris Bahasa Indonesia Hadir untuk MasyarakatRumah Belajar Ceria sekaligus memperlihatkan komitmen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman nyata di masyarakat. Pembelajaran yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.Program ini menjadi salah satu wujud bahwa mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia tidak hanya belajar tentang bahasa dan sastra di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.Dari Desa Duku Ilir, langkah kecil itu dimulai. Sebuah buku dibuka, sebuah cerita dibaca, sebuah pertanyaan diajukan, dan dari sana tumbuh rasa ingin tahu. Karena ketika seorang anak mulai mencintai membaca, sesungguhnya sebuah pintu menuju masa depan telah dibuka.

Mahasiswa KKN Prodi TBIN Bangun Budaya Literasi Anak melalui Pendampingan Menulis di Berbagai Lokasi KKN
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 21 Aug 2026

Mahasiswa KKN Prodi TBIN Bangun Budaya Literasi Anak melalui Pendampingan Menulis di Berbagai Lokasi KKN

TBIn – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) melaksanakan kegiatan pendampingan menulis salah satunya bagi siswa sekolah dasar di Posko KKN 25 Desa Tebat Tenong Dalam, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan masyarakat.Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat setelah salat Maghrib ini menyasar anak-anak kelas III dan IV sekolah dasar yang berdomisili di sekitar posko KKN. Ruang tamu posko dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama yang menghadirkan suasana edukatif dan interaktif antara mahasiswa KKN dengan anak-anak desa.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan menulis cerita pendek sederhana dengan tema kegiatan sehari-hari maupun cita-cita di masa depan. Sebagai stimulus, pendamping terlebih dahulu menjelaskan tema secara lisan serta menuliskan contoh kalimat pembuka di papan tulis, seperti “Di pagi yang cerah ini, saya...”, untuk membantu anak-anak mengembangkan ide dan menyusun cerita menggunakan bahasa mereka sendiri.Selama proses menulis berlangsung, mahasiswa KKN mendampingi setiap peserta yang mengalami kesulitan dalam merangkai kalimat, memilih kata, hingga menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Pendampingan dilakukan secara personal agar anak-anak lebih percaya diri dalam menyampaikan pengalaman dan imajinasi melalui karya tulis sederhana.Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga ditutup dengan sesi apresiasi berupa foto bersama sambil memperlihatkan hasil tulisan yang telah dibuat oleh masing-masing anak. Momen tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kreativitas dan semangat mereka dalam mengikuti kegiatan literasi.Melalui program pendampingan menulis ini, mahasiswa KKN Prodi Tadris Bahasa Indonesia berharap dapat menumbuhkan minat baca dan tulis sejak usia dini, meningkatkan keberanian anak-anak dalam mengekspresikan ide, serta membangun kebiasaan literasi yang berkelanjutan di Desa Tebat Tenong Dalam. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen edukasi yang hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian berbasis pendidikan dan literasi.

40 Mahasiswa TBIN Ikuti Seminar Proposal, Libatkan 16 Dosen Penguji
Kemahasiswaan Tadris Bahasa Indonesia 20 Aug 2026

40 Mahasiswa TBIN Ikuti Seminar Proposal, Libatkan 16 Dosen Penguji

TBIn – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup melaksanakan Seminar Proposal yang diikuti oleh 40 mahasiswa semester VI (enam). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan tugas akhir sekaligus mengukur kesiapan mahasiswa dalam merancang dan mengembangkan penelitian secara ilmiah.Pelaksanaan seminar melibatkan 16 dosen, terdiri atas dosen tetap Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (dosen homebase) serta dosen lintas program studi. Keterlibatan dosen dari berbagai bidang keilmuan diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap kualitas rancangan penelitian melalui masukan, evaluasi, dan arahan akademik yang konstruktif.Dalam seminar, mahasiswa mempresentasikan proposal penelitian di hadapan dosen penguji untuk memperoleh telaah terhadap aspek substansi, metodologi, serta relevansi penelitian. Masukan yang diberikan menjadi bahan penyempurnaan proposal sebelum mahasiswa melanjutkan pada tahap penelitian.Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia berkomitmen memastikan proses penyusunan tugas akhir berlangsung secara terarah, sistematis, dan memenuhi standar akademik. Seminar proposal juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa lebih siap melaksanakan penelitian serta menyelesaikan studi secara tepat waktu.