Nalar Yang Mengakar, Dzikir yang melingkar : Refleksi Jumat dari Sudut Kampus
TBIN, IAINCurup_ Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menggelar kegiatan Kuliah Tujuh Menit (KULTUM) pada Jumat (9/10/2026), pukul 08.00–10.00 WIB, di pelataran kelas Prodi TBIN. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di kalangan mahasiswa. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin bersama, kemudian dibuka secara langsung oleh Ketua Prodi TBIN, Dr. Agita Misriani, M.Pd. Selanjutnya, kultum disampaikan oleh Irfan Syahripudin, mahasiswa TBIN yang menjabat sebagai Ketua Divisi Keagamaan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) TBIN.
Dalam sambutannya, Dr. Agita Misriani mengapresiasi pelaksanaan KULTUM sebagai kegiatan positif yang memadukan pembinaan keagamaan, penguatan karakter, dan kebersamaan mahasiswa. Ia menekankan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan pembentukan akhlak, kepedulian sosial, dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan sesama.
“Kegiatan seperti KULTUM menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus belajar membangun kebersamaan. Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa TBIN yang berilmu, berakhlak, serta peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” demikian pesan Agita.
Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi bersama HMPS tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan program studi, mengembangkan tanggung jawab, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan akademik.
Dalam penyampaian materinya, Irfan Syahripudin mengangkat pesan tentang pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Ia mengajak mahasiswa menjadikan nilai kepedulian dan saling membantu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan perkuliahan maupun masyarakat. Tolong-menolong tidak selalu diwujudkan melalui bantuan besar. Sikap sederhana, seperti membantu teman yang mengalami kesulitan belajar, berbagi pengetahuan, mengingatkan dalam kebaikan, dan mendukung kegiatan positif, merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut mengingatkan mahasiswa bahwa kebersamaan tidak cukup hanya dibangun melalui pertemuan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat. Semangat saling membantu juga dapat memperkuat persaudaraan dan menciptakan lingkungan akademik yang harmonis. Melalui kultum tersebut, mahasiswa diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap kesulitan orang lain serta menjadikan ilmu dan kemampuan yang dimiliki sebagai sarana untuk membantu sesama.
Pada akhir kegiatan, HMPS TBIN mengajak seluruh mahasiswa untuk memperkuat keakraban dan membangun komunikasi yang lebih baik melalui kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat. Ajakan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan program studi yang tidak hanya mendukung pengembangan akademik, tetapi juga mempererat hubungan antarmahasiswa.