Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Gemilang di Yudisium, Mahasiswa TBIN IAIN Curup Tunjukkan Prestasi Akademik Terbaik
TBIN, IAINCurup_ Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup sebanyak 17 orang mengikuti yudisium bersama 352 mahasiswa lainnya. Kegiatan ini berlangsung Pada Hari Sabtu, 17 Oktober 2026 di Aula Rektorat IAIN Curup yang menjadi momentum penting bagi mahasiswa TBIN untuk menandai penyelesaian pendidikan akademik pada jenjang sarjana sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia pengabdian dan profesional.Yudisium dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Curup yang diwakili Wakil Rektor II, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah, yakni Dekan FAkultas Tarbiyah Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Muhammad Taqiyuddin, M.Pd.I., Wakil Dekan II Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd.Kons., serta Kepala Bagian Tata Usaha Juliadi, B.Sc., S.E. Ketua Program Studi TBIN, Dr. Agita Misriani, M.Pd., turut hadir mendampingi mahasiswa dalam momen penting perjalanan akademik tersebut.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar penanda berakhirnya proses perkuliahan, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai lulusan perguruan tinggi. Ia mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.Salah satu agenda penting dalam yudisium tersebut adalah pembacaan Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Nomor 511 Tahun 2026 tentang Lulusan dan Skripsi Terbaik Semester Ganjil Tahun 2026. Berdasarkan rekapitulasi prestasi akademik Program Studi TBIN, Resa Julianti, S.Pd meraih predikat lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik sebesar 3,96. Sementara itu, predikat skripsi terbaik Program Studi TBIN diberikan kepada Bella Rossa Amanda, S.Pd yang memperoleh nilai A dengan skor 91. Capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas prestasi akademik dan kualitas karya ilmiah mahasiswa selama menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.Sebagai bentuk apresiasi, jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para penerima predikat lulusan terbaik dan skripsi terbaik. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi, menjaga konsistensi belajar, dan menghasilkan karya ilmiah yang bermutu.Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Agita Misriani, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada mahasiswa TBIN yang telah menyelesaikan tahapan akademik hingga yudisium. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan, disiplin, dan dukungan berbagai pihak.“Yudisium ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu dan membuktikan kompetensi di tengah masyarakat. Saya berharap para lulusan TBIN terus menjaga semangat belajar, mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra, serta menjadi pribadi yang berintegritas, kreatif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya,” demikian pesan motivasi yang dapat disampaikan kepada para lulusan.Ia juga berharap prestasi yang diraih Resa Julianti dan Bella Rossa Amanda dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa TBIN lainnya untuk terus berusaha mencapai hasil terbaik, baik dalam bidang akademik maupun dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.Dengan terlaksananya yudisium ini, 17 mahasiswa TBIN bersiap mengikuti prosesi wisuda pada 24 Oktober 2026. Mereka diharapkan melangkah ke tahap berikutnya dengan rasa percaya diri, membawa nilai-nilai yang telah dipelajari selama kuliah, serta menjadikan ilmu sebagai bekal untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat. Bahasa Bisa, Sastra BisaLiterasi Mencerdaskan.
Tingkatkan Aksesibilitas, Guru Besar TBIn Masuk Tim Ahli Pembahasan Raperda Difabel Rejang Lebong
TBIN, IAINCurup_ Pemerintah Daerah bersama Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong terus mematangkan payung hukum perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Dengar Pendapat (Hearing) pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Difabel yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Rejang Lebong pada Senin (12/10/2026).Dalam proses penyusunan dan pembahasan Raperda ini, Guru Besar Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., dipercaya dan dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari Tim Ahli Penyusunan Raperda Difabel Kabupaten Rejang Lebong. Keterlibatan akademisi ini diharapkan dapat memperkuat bobot substansi, legalitas, serta tata bahasa perancangan perundang-undangan agar Perda yang dihasilkan benar-benar responsif dan inklusif.Kegiatan hearing yang diinisiasi oleh Komisi 1 DPRD Kabupaten Rejang Lebong ini menghadirkan berbagai pihak dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait untuk membedah rancangan aturan tersebut secara komprehensif.Turut hadir dalam forum strategis ini jajaran pimpinan dan anggota Komisi 1 DPRD Rejang Lebong, Sekretaris DPRD (Sekwan), Kepala Dinas Sosial beserta Kepala Bidang Sosial, Kepala Bagian Hukum DPRD, Ketua Komunitas Difabel Rejang Lebong, serta perwakilan dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).Pembahasan dalam hearing ini berfokus pada penyelarasan draf aturan agar mencakup seluruh aspek pemenuhan hak-hak disabilitas, mulai dari aksesibilitas fasilitas publik, kesetaraan di bidang pendidikan dan pekerjaan, hingga jaminan kesejahteraan sosial di wilayah Rejang Lebong. Synergy antara elemen legislatif, eksekutif, akademisi, dan komunitas difabel ini diharapkan mampu melahirkan Peraturan Daerah yang implementatif serta berpihak penuh pada kesetaraan masyarakat difabel.
Mendengar Bisik Pesisir di Panggung Teater: Kala Tradisi Bengkulu Menautkan Jiwa Akademisi dan Seniman
TBIN, IAINCurup_ Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIn) IAIN Curup Dr. Agita Misriani, M.Pd menghadiri undangan pergelaran Konser Musik Etnik Bengkulu yang berlangsung megah di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu pada Sabtu (10/10/2026) malam pukul 20.00 WIB.Pertunjukan seni bertajuk SEBUMI – MELANTIKA PESISIR “Secupak Bunyi, Selaut Raso” tersebut digagas oleh Yayasan Svara Bumei Bengkulu. Konser ini menyuguhkan sebuah eksplorasi karya bertema SEBUMI yang secara apik merangkai alunan bunyi, tradisi lokal, serta narasi kehidupan masyarakat pesisir Bengkulu ke dalam panggung seni pertunjukan etnik.Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, akademisi, dan praktisi seni. Tampak hadir di antaranya Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Kepala Taman Budaya Bengkulu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, serta Kepala Stasiun RRI Bengkulu. Kehadiran Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Universitas Bengkulu (UNIB) bersama para tokoh budaya dan seniman Bengkulu semakin menambah bobot apresiasi terhadap karya seni tradisi ini.Ketua Program Studi TBIn IAIN Curup menyampaikan rasa antusias dan apresiasinya yang mendalam saat menyaksikan pertunjukan seni yang kaya akan nilai tradisi tersebut."Konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan sebuah mahakarya yang berhasil mengawinkan sastra lisan, tradisi pesisir, dan bunyi-bunyian etnik Bengkulu secara sangat intuitif dan bernyawa. Kami sangat terpukau melihat bagaimana kearifan lokal mampu dikemas dengan begitu indah dan menyentuh jiwa," ungkap Kaprodi TBIn IAIN Curup.Kehadiran serta keterlibatan Prodi TBIn IAIN Curup dalam helatan budaya ini membawa manfaat strategis bagi perkembangan akademis program studi. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan jejaring (networking) dengan para tokoh kebudayaan, praktisi seni, serta instansi pemerintah. Selain itu, eksplorasi seni tradisi pesisir ini dapat menjadi sumber inspirasi pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal—khususnya pada mata kuliah analisis sastra, etnografi, dan seni pertunjukan—sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat di bidang kebahasaan dan kebudayaan Bengkulu.
Mencetak Pendidik Berjiwa Bisnis: Mahasiswa TBIn IAIN Curup Dibekali Strategi Kewirausahaan
TBIN, IAINCurup_ Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIn) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Pelatihan Kewirausahaan pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan berkonsep edukatif ini diselenggarakan di Aula Harun Ar-Rasyid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup, dengan mengusung tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan.”Acara diawali dengan serangkaian sesi pembukaan dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membekali para calon pendidik dengan mentalitas kewirausahaan agar mampu beradaptasi dan menciptakan peluang secara mandiri di masa depan.Sesi pematerian pertama menghadirkan Associate Mantri Bank BRI Cabang Curup, Dian Puspa Sari. Membawakan topik “Strategi Permodalan dan Akses Pembiayaan Perbankan bagi Wirausaha Muda”, ia mengajak mahasiswa memahami elemen krusial dalam merintis bisnis, khususnya tata cara memperoleh serta mengelola modal keuangan secara tepat dan akuntabel melalui akses perbankan.Menyadari bahwa pembelajaran kewirausahaan tidak cukup hanya bersandarkan pada teori ruang kelas, rangkaian acara dilanjutkan dengan kunjungan lapangan langsung ke unit wirausaha bidang pendidikan. Mahasiswa diajak melihat secara dekat bagaimana sebuah lembaga bisnis dirintis, dikelola, hingga mampu melahirkan produk dan layanan yang dikenal luas oleh masyarakat.Sesi kunjungan lapangan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. M. Taqiyuddin, M.Pd.I. Agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ustadz Rajab Efendi, M.Pd., pendiri Sekolah Luar Biasa Islam Terpadu (SLBIT) di bawah naungan Yayasan Sosial dan Dakwah Nur Khairul Ashab. Sekolah yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus berbasis Islam terpadu tersebut menjadi contoh nyata penerapan educational entrepreneurship yang berorientasi pada kebermanfaatan sosial.Melalui perpaduan materi perbankan dan observasi langsung ke lembaga pendidikan berbasis wirausaha ini, para mahasiswa TBIn IAIN Curup diharapkan tidak hanya siap menjadi pendidik yang kompeten, tetapi juga wirausahawan muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.
Nalar Yang Mengakar, Dzikir yang melingkar : Refleksi Jumat dari Sudut Kampus
TBIN, IAINCurup_ Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menggelar kegiatan Kuliah Tujuh Menit (KULTUM) pada Jumat (9/10/2026), pukul 08.00–10.00 WIB, di pelataran kelas Prodi TBIN. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di kalangan mahasiswa. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin bersama, kemudian dibuka secara langsung oleh Ketua Prodi TBIN, Dr. Agita Misriani, M.Pd. Selanjutnya, kultum disampaikan oleh Irfan Syahripudin, mahasiswa TBIN yang menjabat sebagai Ketua Divisi Keagamaan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) TBIN.Dalam sambutannya, Dr. Agita Misriani mengapresiasi pelaksanaan KULTUM sebagai kegiatan positif yang memadukan pembinaan keagamaan, penguatan karakter, dan kebersamaan mahasiswa. Ia menekankan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan pembentukan akhlak, kepedulian sosial, dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan sesama.“Kegiatan seperti KULTUM menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus belajar membangun kebersamaan. Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa TBIN yang berilmu, berakhlak, serta peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” demikian pesan Agita.Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi bersama HMPS tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan program studi, mengembangkan tanggung jawab, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan akademik. Dalam penyampaian materinya, Irfan Syahripudin mengangkat pesan tentang pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Ia mengajak mahasiswa menjadikan nilai kepedulian dan saling membantu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan perkuliahan maupun masyarakat. Tolong-menolong tidak selalu diwujudkan melalui bantuan besar. Sikap sederhana, seperti membantu teman yang mengalami kesulitan belajar, berbagi pengetahuan, mengingatkan dalam kebaikan, dan mendukung kegiatan positif, merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.Pesan tersebut mengingatkan mahasiswa bahwa kebersamaan tidak cukup hanya dibangun melalui pertemuan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat. Semangat saling membantu juga dapat memperkuat persaudaraan dan menciptakan lingkungan akademik yang harmonis. Melalui kultum tersebut, mahasiswa diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap kesulitan orang lain serta menjadikan ilmu dan kemampuan yang dimiliki sebagai sarana untuk membantu sesama.Pada akhir kegiatan, HMPS TBIN mengajak seluruh mahasiswa untuk memperkuat keakraban dan membangun komunikasi yang lebih baik melalui kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat. Ajakan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan program studi yang tidak hanya mendukung pengembangan akademik, tetapi juga mempererat hubungan antarmahasiswa.
Dosen TBIN IAIN Curup Siap Hadapi Era AI, Perkuat Kompetensi Deep Learning dalam Pembelajaran
TBIN, IAINCurup_ Dosen homebase Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti Pelatihan Deep Learning dan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah di Aula Harun Arrasyid, UPT Perpustakaan IAIN Curup, Selasa (29/9/2026).Dosen homebase Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) yakni Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., Dr. Ummul Khair, M.Pd., Dr. Maria Botifar, Dr. Agita Misriani, M.Pd., dan Zelvi Iskandar, M.Pd. mengikuti kegiatan bersama sekitar 100 dosen homebase Fakultas Tarbiyah.Mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Perguruan Tinggi di Era Artificial Intelligence: Mewujudkan Pembelajaran Mendalam, Berintegritas, dan Berorientasi pada Penguatan Berpikir Kritis,” pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas dosen dalam menghadapi perkembangan AI sekaligus mendorong penerapan pembelajaran yang mendalam, bermakna, berintegritas, dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan dosen menghadapi transformasi digital. “Dosen perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dan berintegritas, dengan tetap menempatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa sebagai bagian penting dari pembelajaran,” ujar Bakti.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I IAIN Curup, Dr. Eka Apriyani, M.Pd., yang mewakili Rektor IAIN Curup. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia di perguruan tinggi.“Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat daya pikir mahasiswa, dan tetap menjaga integritas akademik,” kata Eka.Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dengan materi yang berfokus pada pembelajaran mendalam dan pemanfaatan AI. Dr. Muzanif, M.Pd. dari BPMP Provinsi Bengkulu menyampaikan materi “Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Perguruan Tinggi: Dari Transfer Pengetahuan Menuju Pembelajaran Bermakna.”Sementara itu, Dr. Eko Risdianto, M.Pd., dosen Universitas Bengkulu, membahas “Merancang Pembelajaran Mendalam Berbasis AI dan OBE agar Mahasiswa Berpikir Kritis dan Logis.” Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pemanfaatan AI sebagai perangkat pendukung pembelajaran yang tetap berorientasi pada capaian pembelajaran.Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah sekaligus Ketua Panitia, Dr. Dina Hajja Ristianti, S.Pd., M.Pd.Kons., menyampaikan bahwa kegiatan diikuti sekitar 100 dosen homebase Fakultas Tarbiyah sebagai bagian dari penguatan kapasitas tenaga pendidik.Keikutsertaan lima dosen TBIN menjadi bagian dari upaya program studi meningkatkan kompetensi dosen dalam mengembangkan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap mengedepankan berpikir kritis, kreativitas, dan integritas akademik.Melalui pelatihan ini, Fakultas Tarbiyah dan Program Studi TBIN mendorong pemanfaatan AI secara bertanggung jawab untuk mendukung pembelajaran yang bermakna dan menjawab tuntutan pendidikan tinggi di era digital.