Menu
Berita Tadris Bahasa Indonesia

Mengukir Prestasi Lewat Kata: 17 Mahasiswa TBIN IAIN Curup Raih Gelar Sarjana

24 October 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
68 kali dilihat
Mengukir Prestasi Lewat Kata: 17 Mahasiswa TBIN IAIN Curup Raih Gelar Sarjana

TBIN, IAINCurup_  Sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, resmi mengikuti Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun 2026, Sabtu, 24 Oktober 2026 di Aula Rektorat IAIN Curup. Momentum ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar TBIN sekaligus menandai langkah baru para lulusan untuk mengabdikan ilmu bahasa, sastra, dan pendidikan di tengah masyarakat. Wisuda Periode II IAIN Curup diikuti oleh 647 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor. Jumlah tersebut terdiri atas 352 lulusan Fakultas Tarbiyah, 170 lulusan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), 42 lulusan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), serta 83 lulusan Pascasarjana.

Prosesi wisuda dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh lulusan Pascasarjana, FUAD, dan FSEI, sedangkan sesi kedua diperuntukkan bagi lulusan Fakultas Tarbiyah. Sidang Senat Terbuka secara resmi dibuka oleh Ketua Senat IAIN Curup, Prof. Dr. Yusefri, M.Pd. Kegiatan ini turut dihadiri Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., jajaran pimpinan, anggota senat, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga wisudawan yang hadir menyaksikan pencapaian akademik para lulusan.

Dalam sambutannya Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan seseorang menjaga kejujuran, menjunjung adab, dan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan.

“Gelar akademik bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu yang telah diperoleh harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kejujuran, adab, dan kepedulian terhadap sesama. Jadilah lulusan yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga bijaksana dalam bersikap dan bermanfaat bagi masyarakat,” demikian rumusan pesan Rektor yang relevan dengan momentum wisuda. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan Fakultas Tarbiyah, termasuk 17 wisudawan TBIN, bahwa ilmu pendidikan, bahasa, dan sastra memiliki peran penting dalam membangun generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu berkomunikasi secara santun.

Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Agita Misriani, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada para lulusan yang telah menuntaskan perjalanan akademiknya. Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi bekal untuk terus berkembang, baik sebagai pendidik, pegiat literasi, penulis, maupun profesional di bidang lain yang relevan dengan kompetensi bahasa dan sastra. “Wisuda bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah benar-benar memiliki manfaat. Teruslah belajar, berkarya, dan berani mengambil kesempatan. Jadikan bahasa sebagai jembatan untuk menyampaikan gagasan, sastra sebagai ruang untuk menumbuhkan empati, dan pendidikan sebagai jalan untuk memberikan perubahan positif bagi masyarakat,” demikian pesan motivasi yang dapat disampaikan kepada para wisudawan TBIN.

                           

Agita juga berharap para lulusan tetap menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan di tengah perubahan zaman. Menurutnya, penguasaan bahasa dan sastra tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berkomunikasi, tetapi juga membentuk kepekaan, memperluas wawasan, dan menumbuhkan kemampuan memahami kehidupan dari beragam sudut pandang.

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II IAIN Curup tidak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan panjang mahasiswa dalam meraih gelar pendidikan. Bagi 17 wisudawan TBIN, hari tersebut menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk membawa ilmu ke ruang kehidupan yang lebih luas. Dengan bekal kompetensi kebahasaan, kesastraan, dan kependidikan, para lulusan diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Mereka bukan hanya membawa gelar sarjana, melainkan juga membawa harapan untuk terus menumbuhkan budaya literasi, menyampaikan gagasan dengan santun, serta menghidupkan nilai kemanusiaan melalui bahasa dan sastra.

Bahasa Bisa, Sastra Bisa — Literasi Mencerdaskan.

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita