Menu
Berita Tadris Bahasa Indonesia

Dari Panggung Kata ke Ruang Karya: Seminar Nasional Satu Dekade TBIN IAIN Curup Apresiasi Kreativitas Generasi Muda

29 October 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
32 kali dilihat
Dari Panggung Kata ke Ruang Karya: Seminar Nasional Satu Dekade TBIN IAIN Curup Apresiasi Kreativitas Generasi Muda

TBIN, IAINCurup_  Merangkai gagasan, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa serta sastra menjadi semangat yang mewarnai Seminar Nasional dalam rangka Milad Satu Dekade Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, yakni melalui Zoom Meeting dan secara langsung di Aula Harun Ar-Rasyid, Perpustakaan IAIN Curup. Seminar menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Basastra yang menghadirkan ruang belajar, berbagi pengalaman, dan inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi komunikasi, literasi digital, serta kreativitas di era modern.

Seminar nasional ini menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang profesional yang berbeda, yaitu Dr. Rudi Nofindra, M.T.Pd., pengajar profesional Sekolah Vokasi, asesor kompetensi, dan pegiat teknologi pendidikan, serta Anggun Putri Lestari, S.Pd., seorang kreator konten, pembawa acara profesional, dan praktisi event organizer. Diskusi dipandu oleh Ulva Zavira, mahasiswa semester lima Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, yang bertindak sebagai moderator.

Narasumber pertama, Dr. Rudi Nofindra, M.T.Pd., membagikan perspektif berdasarkan pengalamannya dalam bidang teknologi pendidikan, pengembangan kurikulum, literasi digital, serta pembelajaran berbasis media sosial dan social media marketing. Dengan latar belakang pendidikan doktoral di bidang Teknologi Pendidikan, ia aktif menjadi narasumber dan fasilitator nasional, khususnya dalam pengembangan kompetensi pendidikan vokasi.

Selain berkecimpung di dunia pendidikan, Rudi juga aktif dalam kegiatan Yayasan Svara Bumei Betuah yang berfokus pada pendidikan, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian kearifan lokal. Kiprah tersebut menunjukkan bahwa teknologi dan inovasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya serta penguatan identitas masyarakat.

Narasumber kedua, Anggun Putri Lestari, S.Pd., membagikan pengalaman profesionalnya sebagai kreator konten, pembawa acara, dan praktisi event organizer. Ia memiliki pengalaman dalam memandu serta mengoordinasikan berbagai kegiatan formal maupun nonformal, dengan dukungan keterampilan public speaking, komunikasi, pengelolaan acara, dan membangun keterlibatan audiens.

Pengalaman Anggun memberikan gambaran tentang pentingnya kemampuan berkomunikasi dalam membangun hubungan dengan audiens dan menyampaikan pesan secara efektif. Dalam dunia yang semakin terhubung melalui media digital, keterampilan berbicara, memilih kata, mengatur intonasi, serta memahami karakter pendengar menjadi bekal penting untuk membangun kepercayaan dan menciptakan komunikasi yang berkesan.

Bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, kemampuan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi kebahasaan dan kesastraan yang dipelajari di bangku kuliah. Penguasaan bahasa yang baik dapat menjadi modal untuk tampil sebagai pendidik, moderator, pembawa acara, kreator konten, penulis, maupun profesional di berbagai bidang komunikasi.

Setelah seminar nasional, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang perlombaan daring yang telah diselenggarakan pada Sabtu–Senin, 24–26 Oktober 2026. Perlombaan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Basastra untuk memberikan ruang bagi pelajar dan mahasiswa dalam menampilkan kreativitas, mengembangkan keterampilan berbahasa, serta mengapresiasi karya sastra dan komunikasi. Empat cabang perlombaan yang diselenggarakan meliputi baca puisi, desain infografis, cipta cerpen, dan baca berita. Para peserta berasal dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi, sehingga kegiatan ini turut memperluas ruang interaksi dan kompetisi positif di kalangan generasi muda.

Berikut daftar pemenang setiap cabang perlombaan:

Lomba Baca Puisi

1.      Hanifa Amanda — SMA Negeri 6 Kepahiang

2.      Dhevan Kharisna Novalian — SMA Negeri 2 Rejang Lebong

3.      Fhelicia Quinna Rumatora — SMA Negeri 3 Rejang Lebong

Lomba Desain Infografis

1.      Aliyah Salsabilla — Program Studi Tadris Bahasa Inggris, IAIN Curup

2.      Reta Destira — Program Studi Pendidikan Agama Islam, IAIN Curup

3.      Sandra Meilina — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, IAIN Curup

Lomba Cipta Cerpen

1.      Frety Erista Rizal — SMKS 3 Idhata Curup

2.      Syalsya Billa Azzahra — SMA Negeri 2 Rejang Lebong

3.      Alya Zaila — SMKS 3 Idhata Curup

Lomba Baca Berita

1.      Wella Rusiana Helsa — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, IAIN Curup

2.      Dina Amelia — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, IAIN Curup

3.      Tesya Amelia — Program D-III Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Pengumuman pemenang menjadi bentuk apresiasi terhadap usaha, keberanian, dan kreativitas peserta dalam menghasilkan karya serta menampilkan kemampuan terbaik mereka. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus belajar, mengasah keterampilan, dan berani mengambil peluang dalam bidang bahasa, sastra, desain komunikasi, maupun penyampaian informasi.

Seminar nasional dan pengumuman pemenang lomba menjadi bagian penting dari peringatan satu dekade Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup. Melalui rangkaian kegiatan ini, TBIN berupaya menghadirkan ruang pengembangan kompetensi yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat dan dunia profesional.

Perayaan satu dekade bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam mengembangkan pendidikan bahasa Indonesia, kesastraan, literasi, dan inovasi pembelajaran. Mahasiswa diharapkan mampu menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk berkarya, berkomunikasi secara efektif, serta berkontribusi bagi pengembangan pendidikan dan kebudayaan.

Dengan semangat Gebyar Basastra, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia terus mendorong generasi muda untuk berani menyampaikan gagasan, menghasilkan karya, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Sebab, bahasa membuka jalan bagi pemikiran, sastra memberi ruang bagi perasaan, dan kreativitas menjadikan keduanya hadir sebagai karya yang bermakna.

Bahasa Bisa, Sastra Bisa — Literasi Mencerdaskan.

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita