Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Matangkan Persiapan Yudisium PPG Daljab Batch 2 dan 3 Tahun 2025
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup kembali akan menyelenggarakan Yudisium Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Tahun 2025 untuk Batch 2 dan Batch 3. Kegiatan sakral bagi calon guru profesional ini direncanakan berlangsung pada Senin, 22 Desember 2025, dan akan dilaksanakan secara luring dan daring sebagai bentuk akomodasi terhadap sebaran peserta dari berbagai daerah. Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan yudisium tersebut, Program Studi PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup telah membentuk kepanitiaan dan menggelar rapat persiapan serta koordinasi. Rapat ini menjadi langkah awal yang strategis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan yudisium berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan standar akademik yang telah ditetapkan. Rapat persiapan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama seluruh panitia agar yudisium dapat terlaksana secara profesional dan khidmat. Menurutnya, yudisium bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting dalam menandai capaian akademik dan profesionalisme guru. Dr. Sakut Anshori juga menyampaikan bahwa pelaksanaan yudisium PPG Daljab memiliki nilai strategis dalam mencetak pendidik yang berkompeten, berintegritas, serta siap berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Oleh karena itu, setiap unsur kepanitiaan diminta untuk bekerja maksimal sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Sementara itu, Sekretaris LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa jumlah peserta Yudisium PPG Daljab Batch 2 dan 3 Tahun 2025 mencapai 1.214 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 232 peserta direncanakan hadir secara langsung di lokasi kegiatan, sedangkan 982 peserta lainnya akan mengikuti yudisium secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Lebih lanjut dijelaskan, peserta yang hadir secara luring berasal dari berbagai provinsi, yakni Provinsi Jawa Barat sebanyak 1 orang, Provinsi Riau 20 orang, Provinsi Sumatera Utara 8 orang, dan mayoritas berasal dari Provinsi Bengkulu dengan jumlah 202 orang. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan guru-guru di berbagai daerah terhadap LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup sebagai penyelenggara PPG. Yudisium PPG Daljab Batch 2 dan 3 Tahun 2025 ini juga akan dihadiri oleh tokoh nasional di bidang pendidikan Islam, yakni Direktur Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Munir, S.Ag., MA. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan motivasi dan penguatan kebijakan bagi para peserta yudisium. Selain itu, kegiatan ini turut mengundang segenap pimpinan IAIN Curup serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Undangan tersebut antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepahiang, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang. Turut diundang pula Kasi Pendidikan Agama Islam Kabupaten Kepahiang, Kasi Pendidikan Agama Islam Kabupaten Rejang Lebong, serta Kabid Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Kehadiran para pemangku kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara LPTK, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama dalam pengembangan profesi guru. Dengan persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Curup optimis Yudisium PPG Daljab Batch 2 dan 3 Tahun 2025 dapat berjalan dengan sukses. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi para peserta dalam melangkah menuju pengabdian sebagai guru profesional yang berdaya saing dan berkarakter Islami.
512 Mahasiswa PPL VIII Fakultas Tarbiyah Resmi Dijemput: Penutup Manis Perjalanan Pengabdian di 80 Sekolah Tahun 2025
Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan VIII Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2025 mencapai puncaknya dengan kegiatan penjemputan mahasiswa pada Rabu, 03 Desember 2025. Penjemputan dilakukan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di sekolah atau madrasah masing-masing, menandai berakhirnya masa praktik mengajar yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan. Sebanyak 512 mahasiswa dari 9 Program Studi resmi kembali ke kampus dengan membawa pengalaman berharga dari dunia pendidikan. Tahun ini, mahasiswa PPL ditempatkan pada 80 sekolah dan madrasah di Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang. Lokasi tersebut mencakup jenjang RA/TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Keberagaman lokasi ini memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan mengajar, memahami karakteristik peserta didik pada setiap jenjang, serta belajar beradaptasi dengan kultur lembaga pendidikan yang berbeda. Ketua Panitia PPL VIII sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh kegiatan PPL tahun ini. Ia menilai bahwa keberhasilan pelaksanaan PPL merupakan hasil kerja sama harmonis antara mahasiswa, guru pamong, kepala sekolah, DPL, serta panitia PPL Fakultas Tarbiyah. “Alhamdulillah, sejak dimulai pada 08 September 2025 hingga 03 Desember 2025, pelaksanaan PPL berjalan dengan sangat baik. Dengan penjemputan hari ini, maka secara resmi seluruh mahasiswa telah menyelesaikan tugas lapangannya. Selanjutnya tinggal pelaporan, baik laporan individu maupun kelompok, serta penilaian dari pamong dan DPL,” ujar Dr. Sakut. Ia menegaskan bahwa sikap disiplin dan komitmen mahasiswa sangat membantu kelancaran kegiatan PPL dari awal hingga akhir. Menariknya, panitia PPL tahun ini juga melakukan inovasi dengan menerapkan sistem penilaian berbasis digital menggunakan Google Form. Langkah ini dinilai lebih efisien, cepat, dan sesuai tuntutan era digital. “Penilaian secara online memberikan kemudahan bagi pamong dan DPL untuk mengisi tanpa harus menumpuk berkas. Sistem ini juga memudahkan panitia dalam mendokumentasikan data penilaian secara lebih rapi dan akurat,” tambah Dr. Sakut. Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselesaikannya PPL Tahun 2025. Ia mengakui adanya beberapa keterbatasan akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Namun demikian, hal itu tidak menjadi penghalang bagi Fakultas Tarbiyah untuk tetap memastikan bahwa PPL sebagai mata kuliah wajib tetap terlaksana secara optimal. “Kami sangat bersyukur PPL dapat berjalan dengan baik walaupun fasilitas dan anggaran mengalami penyesuaian. Semangat mahasiswa, dukungan sekolah, dan kerja keras semua pihak membuat kegiatan ini berjalan lancar. Yang terpenting, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata di lapangan yang tidak mereka temukan di ruang kuliah,” tegas Prof. Sutarto. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi fondasi penting bagi mahasiswa untuk menjadi pendidik yang profesional dan berkarakter. Dekan juga menambahkan bahwa interaksi langsung dengan siswa, guru pamong, serta lingkungan sekolah adalah pembelajaran yang tidak tergantikan. “Lapangan adalah guru terbaik. Di sana mahasiswa belajar mengelola kelas, merancang pembelajaran, mengatasi berbagai dinamika, dan membangun komunikasi dengan warga sekolah. Semua ini adalah bekal besar bagi masa depan mereka,” jelasnya. Di sisi lain, salah satu Dosen Pembimbing Lapangan, Afrizal, M.Pd, turut membagikan kesan sekaligus harapannya setelah mendampingi mahasiswa selama PPL. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa tahun ini menunjukkan tingkat kesiapan yang sangat baik, mulai dari penyusunan perangkat mengajar hingga pelaksanaan pembelajaran di kelas. “Saya bangga melihat perkembangan mahasiswa. Mereka mampu beradaptasi dengan kultur sekolah, bekerja sama secara profesional dengan guru pamong, dan berusaha memberikan pembelajaran yang kreatif kepada peserta didik. Semoga pengalaman ini menambah kepercayaan diri mereka dan memotivasi untuk terus mengembangkan kompetensi sebagai calon guru masa depan,” ujar Afrizal. Dengan berakhirnya PPL VIII Tahun 2025, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup berharap seluruh mahasiswa membawa pulang ilmu, pengalaman, dan karakter positif yang diperoleh selama mengajar di lapangan. Penjemputan ini bukan hanya penutup kegiatan, tetapi juga langkah awal menuju perjalanan akademik selanjutnya, termasuk penyusunan laporan dan penilaian akhir yang menjadi bagian penting dari penilaian mata kuliah PPL.
PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Gelar Orientasi Akademik Daljab Batch 4 Tahun 2025: Mantapkan Kebijakan, Sistem Pembelajaran, dan Kesiapan Guru Profesional
Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi guru melalui penyelenggaraan Orientasi Akademik PPG Dalam Jabatan (Daljab) Batch 4 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Senin, 24 November 2025, dan diikuti oleh para peserta PPG dari berbagai daerah yang telah dinyatakan lolos sebagai peserta Daljab LPTK IAIN Curup. Orientasi akademik dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I, yang sekaligus memberikan pengarahan dan menjadi Pemateri 1 dengan topik Kebijakan Umum PPG Dalam Jabatan Tahun 2025. Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa PPG merupakan instrumen penting dalam menyiapkan guru yang profesional, adaptif, dan berkarakter. Ia juga menekankan pentingnya komitmen belajar mandiri serta integritas peserta selama menjalani seluruh rangkaian program. Sesi berikutnya diisi oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Yusefri, M.Ag, yang membawakan Materi 2 mengenai Kebijakan dan Sistem Pembelajaran di IAIN Curup. Beliau menjelaskan struktur akademik, sistem pembelajaran digital, serta integrasi teknologi dalam mendukung mutu proses pendidikan di lingkungan kampus. Memperkuat pemahaman peserta, Dekan Fakultas Tarbiyah, Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd, menyampaikan Materi 3 tentang Kebijakan Akademik dan Desain Pembelajaran PPG Daljab Tahun 2025. Ia memaparkan arah kurikulum, mekanisme pembelajaran berbasis kinerja, serta model pengembangan kompetensi guru yang selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini. Selanjutnya, Dr. Sakut Anshori, M.Hum, selaku Wakil Dekan I sekaligus Plt. Ketua Prodi PPG, menyampaikan Materi 3 lanjutan mengenai Prototipe Tugas Mandiri dan Tugas Refleksi. Beliau mengenalkan bentuk penugasan yang akan menjadi bagian penting dalam penilaian, terutama untuk mengukur kedalaman refleksi dan kualitas penerapan pedagogik peserta. Pada sesi berikutnya, Dr. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd, sebagai Sekretaris Tim Pengelola PPG, memaparkan Materi 4 tentang Parameter Penilaian Kelulusan PPG Daljab Tahun 2025. Ia memerinci indikator penilaian, bobot tugas, praktik pembelajaran, serta ketentuan standar kelulusan yang wajib dipahami oleh seluruh peserta. Tidak kalah menarik, Wakil Dekan II, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd, memberikan Materi 5 terkait Kiat dan Strategi Menghadapi Tantangan Belajar Mandiri Secara Online. Ia memberikan motivasi serta tips efektif agar peserta mampu beradaptasi dengan tuntutan pembelajaran digital yang menekankan kemandirian, kedisiplinan, dan ketepatan waktu. Orientasi ditutup dengan Materi 6 oleh Edwin Setiawan, S.Kom, dari Tim IT IAIN Curup, yang menyampaikan Teknis Penggunaan LMS IAIN Curup. Sesi ini memberikan panduan teknis terkait penggunaan sistem Learning Management System, mulai dari akses akun, navigasi menu, unggah tugas, hingga mekanisme mengikuti perkuliahan daring. Melalui rangkaian materi yang komprehensif tersebut, Orientasi Akademik PPG Daljab Batch 4 Tahun 2025 diharapkan mampu membekali peserta dengan pemahaman awal yang kuat mengenai kebijakan, mekanisme pembelajaran, serta keterampilan teknis yang dibutuhkan selama program berlangsung. IAIN Curup menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pendidikan profesi guru yang berkualitas, profesional, dan relevan bagi pembangunan pendidikan nasional.
PPG Daljab Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Catat Kelulusan 99,67 Persen: Wujud Komitmen LPTK IAIN Curup dalam Melahirkan Guru Profesional
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) tahun 2025. Berdasarkan data resmi, tingkat kelulusan peserta PPG tahun ini mencapai 99,67 persen, menegaskan kualitas penyelenggaraan dan dedikasi seluruh tim pelaksana dalam membimbing guru menuju profesionalisme sejati. Pada pelaksanaan batch 2 dan 3 tahun 2025, tercatat sebanyak 1.206 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk tiga mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Qur’an Hadis (QURDIST), dan Akidah Akhlak. Dari jumlah tersebut, 1.202 peserta melakukan lapor diri, sedangkan empat peserta mengundurkan diri sebelum proses pembelajaran dimulai. Komposisi peserta terdiri dari 1.004 guru PAI, 99 guru Akidah Akhlak, dan 99 guru Qur’an Hadis. Dalam proses pelaksanaan pembelajaran daring dan lokakarya yang berlangsung intensif, satu peserta kembali mengundurkan diri, sehingga total peserta aktif yang dapat mengikuti ujian kompetensi mahasiswa PPG (UKMPPG) berjumlah 1.201 orang. Pelaksanaan Ujian Pengetahuan (UP) dilaksanakan serentak pada 18 hingga 20 Oktober 2025, sementara penilaian Uji Kinerja (UKIN) berlangsung pada 23 Oktober hingga 3 November 2025. Kedua tahapan tersebut merupakan bagian penting dalam mengukur kompetensi profesional dan pedagogik para calon guru sebelum memperoleh sertifikat pendidik. Selain peserta reguler batch 2 dan 3, terdapat dua peserta dari batch 1 yang sebelumnya menunda ujian karena menunaikan ibadah haji, serta 15 peserta retaker dari batch sebelumnya. Dengan demikian, total peserta UKMPPG yang mengikuti ujian pada periode Oktober 2025 mencapai 1.218 orang. Hasil yang diperoleh sangat menggembirakan. Dari total peserta tersebut, 1.214 dinyatakan lulus dan hanya empat peserta yang belum berhasil, menghasilkan tingkat kelulusan 99,67 persen. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa LPTK PPG Fakultas Tarbiyah IAIN Curup terus menjaga mutu akademik dan pembinaan profesional guru secara berkelanjutan. Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen seluruh tim dosen, instruktur, guru pamong, serta pengelola PPG yang bekerja keras memastikan seluruh tahapan pembelajaran, praktik, dan evaluasi berjalan sesuai standar nasional. Koordinasi yang solid antarunit dan sistem pendampingan yang intensif menjadi faktor utama keberhasilan tersebut. Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Bapak Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh civitas akademika dan peserta PPG yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. “Capaian kelulusan hampir sempurna ini mencerminkan kualitas pelaksanaan PPG di IAIN Curup yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kami bangga bisa berkontribusi dalam mencetak guru-guru profesional yang berintegritas dan berakhlak mulia,” ujarnya. Sementara itu, pihak pengelola LPTK Bapak Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum. menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan PPG, baik dari sisi kurikulum, model pembelajaran digital, maupun sistem evaluasi berbasis kinerja. Dengan demikian, IAIN Curup diharapkan semakin kokoh sebagai salah satu pusat unggulan pengembangan tenaga pendidik di Indonesia. Melalui hasil ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Curup membuktikan komitmennya untuk mendukung program nasional peningkatan mutu pendidikan dan profesionalisasi guru. Capaian kelulusan 99,67 persen bukan hanya angka statistik, tetapi wujud nyata keberhasilan lembaga dalam melahirkan guru-guru yang siap menjadi agen perubahan di dunia pendidikan Islam.
IAIN Curup Tambah Guru Besar Baru: Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., Kukuhkan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Islam di Fakultas Tarbiyah
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup kembali menorehkan prestasi akademik membanggakan dengan bertambahnya satu lagi Guru Besar pada Fakultas Tarbiyah. Jabatan akademik tertinggi tersebut resmi disandang oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., dalam bidang keilmuan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan kepakaran Sosiologi Pendidikan Islam. Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 201004/MA/KP.07.6/092025, yang secara resmi diserahkan pada tanggal 21 Oktober 2025 melalui acara daring oleh Kementerian Agama RI. Kabar bahagia ini menjadi tonggak penting bagi IAIN Curup, khususnya Fakultas Tarbiyah, karena menunjukkan semakin kuatnya tradisi akademik dan keilmuan di lingkungan kampus hijau tersebut. Dengan bertambahnya guru besar di bidang Pendidikan Agama Islam, IAIN Curup semakin mempertegas eksistensinya sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berkomitmen tinggi terhadap pengembangan keilmuan, penelitian, dan pengabdian berbasis nilai-nilai Islam dan kemasyarakatan. Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., sendiri merupakan figur akademisi yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan Islam, dengan reputasi yang dikenal luas di kalangan civitas akademika IAIN Curup. Ia meniti karier akademik secara konsisten mulai dari jenjang Sarjana Agama di IAIN Imam Bonjol Padang (1998), kemudian melanjutkan pendidikan Magister Pendidikan di Universitas Negeri Padang (2004), dan menyelesaikan Program Doktor (S3) di UIN Imam Bonjol Padang pada tahun 2018. Keberhasilannya meraih jabatan Guru Besar menjadi buah dari dedikasi panjangnya dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Bidang keilmuan yang ditekuni Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., yakni Sosiologi Pendidikan Islam, menjadi salah satu bidang strategis dalam pengembangan pendidikan Islam di era modern. Melalui perspektif sosiologi, pendidikan Islam dapat dikaji lebih dalam sebagai proses sosial yang membentuk nilai, karakter, dan perilaku keagamaan dalam konteks masyarakat yang dinamis. Hal ini menjadikan kiprah Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., relevan dan kontributif terhadap arah pengembangan ilmu pendidikan Islam yang inklusif dan kontekstual. Dampak dari bertambahnya Guru Besar dalam bidang PAI di IAIN Curup ini sangat signifikan. Secara institusional, kehadiran Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., relevan sebagai Guru Besar akan memperkuat kapasitas akademik dan daya saing IAIN Curup di tingkat nasional maupun internasional. Dari sisi tridharma perguruan tinggi, keberadaan Guru Besar akan meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Khusus bagi Fakultas Tarbiyah, penambahan Guru Besar ini menjadi energi baru yang mendorong semangat dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pendidikan. Dengan kepakaran di bidang Sosiologi Pendidikan Islam, Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., relevan diharapkan mampu memperkuat arah kurikulum yang berorientasi pada pengembangan karakter, moral sosial, dan kepekaan keagamaan peserta didik. Hal ini sejalan dengan visi Fakultas Tarbiyah untuk melahirkan pendidik Islam yang profesional, moderat, dan berdaya saing. Ucapan selamat dan rasa bangga turut disampaikan oleh para pimpinan Fakultas Tarbiyah atas pencapaian ini. Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., menyampaikan bahwa capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Prof. Sutarto, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh dosen untuk terus berkarya dan meneliti. “Guru Besar bukan hanya gelar, melainkan tanggung jawab besar untuk terus melahirkan karya ilmiah yang memberi manfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya penuh apresiasi. Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., mengungkapkan rasa syukur dan harapan agar keberhasilan ini membawa dampak positif bagi penguatan budaya akademik di fakultas. Ia menilai bahwa keberadaan Prof. Sutarto sebagai Guru Besar dapat menjadi role model bagi generasi muda akademisi di lingkungan IAIN Curup dalam hal etos kerja, integritas ilmiah, dan komitmen terhadap kemajuan pendidikan Islam. Senada dengan itu, Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Tarbiyah, Bapak Juliadi, B.Sc., SE, juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian tersebut. “Kami keluarga besar Fakultas Tarbiyah merasa sangat bangga dan bersyukur atas capaian Bapak Dekan, Prof. Dr. Sutarto, yang telah resmi menyandang gelar Guru Besar. Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan seluruh civitas akademika Fakultas Tarbiyah. Semoga gelar ini menjadi keberkahan dan motivasi untuk terus berkarya, membimbing, serta menginspirasi kami semua dalam menjalankan tugas dan pengabdian di dunia pendidikan,” ungkapnya penuh haru dan kebanggaan. Dengan bertambahnya Guru Besar di Fakultas Tarbiyah, IAIN Curup kini semakin optimistis dalam melangkah menuju universitas Islam yang unggul dan bereputasi. Kehadiran Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd. sebagai Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan Islam diharapkan menjadi pendorong lahirnya berbagai inovasi akademik, penelitian sosial-keagamaan, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Momentum ini bukan hanya perayaan atas pencapaian individu, tetapi juga cerminan kemajuan institusi yang terus bergerak maju dalam membangun peradaban ilmu berbasis nilai-nilai Islam.
LPM IAIN Curup Gelar Pendampingan Review Borang Tadris Matematika: Perkuat Mutu dan Kesiapan Akreditasi Prodi TMM Fakultas Tarbiyah
Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas akademik melalui kegiatan pendampingan review borang Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah. Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 Oktober 2025, bertempat di Hotel Golden Rich 88 Curup, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting serta tim penyusun borang dari Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Acara resmi dipandu oleh Ketua LPM IAIN Curup, Prof. Dr. Hendra, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan pendampingan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan IAIN Curup. Menurutnya, review borang bukan sekadar evaluasi dokumen, tetapi juga merupakan proses reflektif untuk memastikan seluruh aspek tridharma perguruan tinggi berjalan sesuai standar nasional. “Kegiatan ini adalah momentum untuk memastikan bahwa seluruh proses akademik di Prodi Tadris Matematika telah berjalan efektif, efisien, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan,” ujarnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap proses review ini. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa borang akreditasi merupakan wajah dari mutu program studi yang akan dinilai oleh lembaga eksternal. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh tim untuk menyusun data dan narasi yang valid, akurat, serta menggambarkan kualitas sebenarnya dari Prodi Tadris Matematika. “Kami berharap hasil review ini mampu membawa Prodi TMM mencapai predikat akreditasi terbaik dan memperkuat reputasi Fakultas Tarbiyah sebagai pusat unggulan pendidikan,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas dukungan LPM dan reviewer eksternal dalam proses penyempurnaan borang. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang sangat berharga, terutama bagi tim penyusun borang di Fakultas Tarbiyah. “Review ini bukan sekadar koreksi, melainkan bentuk pembinaan mutu yang membantu kami memahami bagaimana menyusun dokumen akreditasi yang lebih komprehensif dan strategis,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Tadris Matematika, Anisya Septiana, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung proses review ini. Ia menjelaskan bahwa penyusunan borang telah melalui tahap panjang, mulai dari pengumpulan data, analisis capaian, hingga verifikasi dokumen. “Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan melengkapi dokumen agar sesuai dengan standar Akreditasi. Harapan kami, hasil review ini dapat menjadi panduan untuk mencapai akreditasi unggul bagi Prodi TMM,” ungkapnya dengan optimistis. Dalam proses review, seluruh tim borang TMM dan LPM IAIN Curup aktif berdiskusi dan melakukan telaah mendalam terhadap setiap komponen dalam borang, mulai dari visi-misi, tata pamong, sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga capaian pembelajaran mahasiswa. Proses tersebut berlangsung dinamis dan interaktif, dengan penekanan pada pentingnya keselarasan antara perencanaan dan pelaksanaan akademik. Ketua LPM, Prof. Dr. Hendra, menegaskan kembali bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari siklus peningkatan mutu berkelanjutan yang diterapkan di seluruh program studi di lingkungan IAIN Curup. Ia berharap kegiatan review borang TMM ini dapat menjadi contoh bagi program studi lain dalam hal kesiapan, koordinasi, dan semangat kolaboratif antarunit kerja. Seluruh peserta bersepakat untuk menindaklanjuti setiap masukan dari reviewer dengan langkah konkret dalam penyempurnaan dokumen borang. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan pendampingan review borang Tadris Matematika ini tidak hanya menjadi agenda teknis, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam mewujudkan mutu akademik yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing nasional.