Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Ulya Niammah, Mahasiswa Tadris Matematika Raih Lulusan Terbaik dan Skripsi Terbaik Fakultas Tarbiyah IAIN Curup
Berita Tadris Matematika 17 Oct 2026

Ulya Niammah, Mahasiswa Tadris Matematika Raih Lulusan Terbaik dan Skripsi Terbaik Fakultas Tarbiyah IAIN Curup

CURUP – Ulya Niammah, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, meraih dua penghargaan sekaligus pada Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026, yaitu Lulusan Terbaik dan Skripsi Terbaik tingkat fakultas. Ia lulus dengan IPK 3,95, sementara skripsinya memperoleh nilai A (98). Sertifikat penghargaan diserahkan pada 17 Oktober 2026.Selain prestasi akademik, predikat Lulusan Terbaik juga ia raih karena kerap menyabet gelar juara di berbagai bidang selama kuliah.Skripsi Ulya berjudul Pengaruh Model Pembelajaran MASTER (Mind, Acquire, Search Out, Trigger, Exhibit, Reflect) Terintegrasi dengan Strategi Mastery Learning with Quiz Team terhadap Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis dan Self-Esteem Siswa SMA. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Mutia, M.Pd dan Irni Latifa Irsal, M.Pd.Ulya memilih topik tersebut karena penalaran adaptif matematis dan self-esteem merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika. Menurutnya, siswa tidak hanya perlu mampu memberi alasan logis dalam menyelesaikan masalah, tetapi juga yakin terhadap kemampuan dirinya, sehingga inovasi pembelajaran sangat dibutuhkan.Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment ini dianalisis menggunakan MANOVA untuk menguji pengaruh simultan dan Independent Sample T-Test untuk pengaruh parsial. Hasilnya, model MASTER yang dipadukan dengan Mastery Learning with Quiz Team berpengaruh signifikan terhadap kedua kemampuan tersebut, baik secara simultan maupun parsial. Nilai signifikansi uji MANOVA 0,000, sedangkan uji parsial 0,000 untuk penalaran adaptif matematis dan 0,001 untuk self-esteem. Keunggulan penelitian ini ada pada pengintegrasian model MASTER dengan dua strategi sekaligus, sehingga pembelajaran mendukung aspek kognitif dan afektif siswa secara efektif.Dalam prosesnya, Ulya mengaku menghadapi tantangan berupa banyaknya instrumen yang harus disiapkan, penerapan model pembelajaran pada dua kelas dengan karakteristik siswa berbeda, serta pendalaman teknik analisis MANOVA yang relatif baru di prodinya. Ia mengatasinya dengan menyusun perangkat sebaik mungkin, melakukan persiapan dan evaluasi di setiap pertemuan, serta mempelajari literatur metodologi dan statistik lebih dalam. "Tantangan itu membuat saya lebih teliti dan disiplin," ujarnya.Kiat utamanya adalah terbuka terhadap revisi. "Saya tidak sekadar memenuhi masukan pembimbing, tetapi menganalisis secara menyeluruh bagian yang harus diperbaiki," katanya. Ia juga rutin membaca artikel jurnal dan penelitian terdahulu untuk memperkuat landasan teori, serta berusaha memahami penelitiannya secara utuh agar mampu mempertanggungjawabkan setiap yang ditulis.Ketua Program Studi Tadris Matematika, Dr. Dini Palupi Putri, M.Pd, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. "Kami mengucapkan selamat kepada Ulya atas prestasinya. Ini bukti bahwa ketekunan dan kemauan untuk terus belajar akan membuahkan hasil. Kami berharap Ulya terus mengembangkan ilmunya dan memberi manfaat bagi dunia pendidikan matematika. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi adik-adik mahasiswa lainnya," tuturnya.Setelah lulus, Ulya berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sambil terjun langsung ke dunia pendidikan matematika. Saat ini ia mengajar les privat untuk mengenal realitas pembelajaran matematika pada tingkat individu dan kelompok kecil. Ke depan, ia berharap dapat berkontribusi pada pembelajaran matematika yang inovatif dan bermakna bagi siswa di berbagai tingkatan, melalui praktik mengajar maupun penelitian dan pengembangan inovasi pembelajaran.

Resmi Yudisium, 6 Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Siap Mengabdi untuk Pendidikan
Berita Tadris Matematika 17 Oct 2026

Resmi Yudisium, 6 Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Siap Mengabdi untuk Pendidikan

CURUP – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup menyelenggarakan Yudisium ke-II Tahun 2026 pada Sabtu (17/10/2026) di Aula Rektorat IAIN Curup. Acara ini dihadiri jajaran pimpinan fakultas, yakni Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Tarbiyah, serta seluruh ketua program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah.Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan rangkaian acara yudisium.Program Studi Tadris Matematika mengikutsertakan enam mahasiswa dalam yudisium kali ini, yaitu Ulya Niammah, Novri Yunita, Delima, Ramadhanti, Enjelly, dan Delvi. Prodi diwakili oleh Ketua Program Studi Tadris Matematika, Dr. Dini Palupi Putri, M.Pd.Prestasi membanggakan datang dari Program Studi Tadris Matematika. Ulya Niammah, mahasiswa angkatan 2022, meraih penghargaan sebagai Lulusan Terbaik sekaligus penerima Skripsi Terbaik.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menyampaikan harapan kepada para peserta yudisium. "Yudisium bukan akhir perjalanan, melainkan gerbang menuju pengabdian yang sesungguhnya. Kami berharap para lulusan menjadi pendidik yang berilmu, berakhlak, dan membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.Ketua Program Studi Tadris Matematika, Dr. Dini Palupi Putri, M.Pd., mengaku bangga atas capaian mahasiswanya. "Alhamdulillah, keenam mahasiswa kami telah menuntaskan studinya dengan baik. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan mereka menjadi guru matematika yang inspiratif. Selamat kepada Ulya Niammah atas prestasinya sebagai lulusan terbaik dan penerima skripsi terbaik. Semoga ini menjadi motivasi bagi adik-adik tingkat untuk terus berprestasi," tuturnya.Sementara itu, Ulya Niammah mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada dosen, orang tua, dan teman-teman yang selalu mendukung. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi pengingat agar saya terus belajar dan bermanfaat," katanya.Acara yudisium berlangsung khidmat dan diakhiri dengan sesi foto bersama para peserta yudisium dan pimpinan fakultas.

Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Belajar Langsung dari Pelaku Usaha Kue Semprong Putri Husna
Berita Tadris Matematika 11 Oct 2026

Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Belajar Langsung dari Pelaku Usaha Kue Semprong Putri Husna

Rejang Lebong, 11 Oktober 2026 — Belajar kewirausahaan tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah usaha dirintis, dikelola, hingga mampu menghasilkan produk yang dikenal masyarakat. Pengalaman inilah yang diperoleh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup dalam hari kedua Pelatihan Kewirausahaan pada Minggu (11/10/2026).Kegiatan yang mengusung tema “Memulai Wirausaha dari Nol: Perizinan, Legalitas, Produksi dan Pemasaran” ini dilaksanakan langsung di tempat usaha Kue Semprong "Putri Husna", yang beralamat di Kelurahan Tunas Harapan RT 004 RW 002, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Berbeda dari hari pertama yang berfokus pada strategi permodalan, kali ini mahasiswa diajak mengenal lebih dekat proses membangun dan menjalankan usaha secara langsung.Kegiatan dibuka secara formal oleh Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. M. Taqiyuddin, M.Pd.I. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Fauzan, S.Sos.I., pendiri sekaligus pemilik usaha Kue Semprong "Putri Husna".Dalam pemaparannya, Bapak Fauzan berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun usaha dari awal. Mahasiswa mendapatkan gambaran tentang berbagai hal yang perlu dipersiapkan ketika ingin memulai bisnis, mulai dari pengurusan perizinan dan legalitas usaha, proses produksi, hingga strategi pengemasan dan pemasaran produk.Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Mahasiswa menyimak pengalaman yang dibagikan pemateri, terutama berbagai tips dan trik dalam merintis usaha dari nol. Pembahasan mengenai cara mengemas produk agar lebih menarik serta strategi memasarkannya menjadi hal yang menarik perhatian peserta. Dari pengalaman pemilik usaha, mahasiswa dapat melihat bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh rasanya, tetapi juga oleh kualitas, tampilan kemasan, dan cara memperkenalkannya kepada konsumen.Hal yang paling menarik, setelah penyampaian materi selesai, mahasiswa diajak melihat secara langsung proses pembuatan kue semprong. Di lokasi produksi, mahasiswa menyaksikan aktivitas sejumlah karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan kue, mulai dari tahap pengolahan hingga produk siap dikemas. Pengalaman ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal proses produksi secara lebih nyata sekaligus memahami bagaimana kegiatan usaha dijalankan dalam keseharian.Kunjungan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa TMM. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan dari penjelasan pemateri, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana teori kewirausahaan diterapkan dalam usaha makanan. Mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran, seluruh rangkaian tersebut memberikan gambaran bahwa menjalankan usaha membutuhkan ketekunan, kreativitas, dan perhatian terhadap kualitas produk.

Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Antusias Ikuti Pelatihan Kewirausahaan, Siap Jadi Pendidik Kreatif dan Wirausahawan Muda
Berita Tadris Matematika 10 Oct 2026

Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Antusias Ikuti Pelatihan Kewirausahaan, Siap Jadi Pendidik Kreatif dan Wirausahawan Muda

Curup, 10 Oktober 2026 — Menjadi seorang pendidik bukan berarti menutup peluang untuk menjadi wirausahawan. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan yang diikuti mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup pada Sabtu (10/10/2026), di Aula Harun Ar-Rasyid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup.Mengusung tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia usaha, menggali peluang bisnis, sekaligus belajar mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang mandiri dan kreatif.Kegiatan diawali dengan rangkaian acara pembukaan dan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. Pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa bahwa bekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat dikembangkan tidak hanya untuk menunjang profesi sebagai pendidik, tetapi juga untuk menciptakan peluang usaha yang bermanfaat.Suasana kegiatan semakin menarik saat memasuki sesi materi yang disampaikan oleh Ibu Dian Puspa Sari, Associate Mantri Bank BRI Cabang Curup. Mengangkat tema “Strategi Permodalan dan Akses Pembiayaan Perbankan bagi Wirausaha Muda”, narasumber mengajak mahasiswa memahami salah satu hal penting dalam merintis usaha, yaitu bagaimana memperoleh dan mengelola modal dengan tepat.Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai strategi permodalan dan akses pembiayaan perbankan yang dapat menjadi pertimbangan ketika ingin memulai atau mengembangkan usaha. Materi tersebut memberikan gambaran bahwa membangun bisnis tidak cukup hanya dengan ide yang menarik, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang matang dan pemahaman terhadap pengelolaan keuangan.Antusiasme mahasiswa semakin terlihat saat sesi tanya jawab dibuka. Berbagai pertanyaan seputar dunia usaha disampaikan, mulai dari cara memulai bisnis dengan modal terbatas hingga tips dan trik agar usaha dapat berkembang. Diskusi berlangsung dengan kondusif dan interaktif. Mahasiswa tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi juga aktif menggali informasi dan berbagi rasa ingin tahu mengenai tantangan yang mungkin dihadapi ketika terjun ke dunia kewirausahaan.Keaktifan tersebut menjadikan sesi diskusi sebagai salah satu bagian yang menarik dalam pelatihan. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk bertanya langsung kepada praktisi perbankan, terutama mengenai permodalan dan pembiayaan yang kerap menjadi pertimbangan bagi calon wirausahawan pemula.

Hari Kedua Materi III Pelatihan Deep Learning dan AI, Dosen TMM Dalami Perancangan Pembelajaran Berbasis AI dan OBE
Berita Tadris Matematika 30 Sep 2026

Hari Kedua Materi III Pelatihan Deep Learning dan AI, Dosen TMM Dalami Perancangan Pembelajaran Berbasis AI dan OBE

Curup, 30 September 2026 — Rangkaian Pelatihan Deep Learning dan AI dalam Pembelajaran Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 memasuki hari kedua dengan pelaksanaan Materi III pada Rabu, 30 September 2026, pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Aula Harun Arrasyid, UPT Perpustakaan IAIN Curup ini kembali diikuti oleh dosen, termasuk dosen Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.Mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Perguruan Tinggi di Era Artificial Intelligence: Mewujudkan Pembelajaran Mendalam, Berintegritas, dan Berorientasi pada Penguatan Berpikir Kritis,” sesi ketiga menjadi bagian penting dalam rangkaian pelatihan karena peserta tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam perancangan pembelajaran di perguruan tinggi.Pada Materi III, peserta mendapatkan pemaparan dari Dr. Eko Risdianto, M.Pd., Dosen Universitas Bengkulu (UNIB), dengan topik “Merancang Pembelajaran Mendalam Berbasis AI dan OBE agar Mahasiswa Berpikir Kritis dan Logis.”Dalam sesi ini, pembahasan difokuskan pada keterkaitan antara pemanfaatan Artificial Intelligence, pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), dan Outcome-Based Education (OBE). Ketiga aspek tersebut ditempatkan dalam kerangka perancangan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pencapaian kompetensi mahasiswa sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai salah satu dasar utama dalam merancang proses pembelajaran. Dalam konteks perkembangan AI, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang lebih variatif dan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta logis.Sementara itu, konsep pembelajaran mendalam mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada kemampuan memahami informasi, tetapi mampu menghubungkan pengetahuan, menganalisis persoalan, serta menggunakan konsep yang dipelajari untuk menyelesaikan berbagai permasalahan secara bermakna.Materi yang disampaikan juga memberikan perspektif bagi dosen dalam merancang pembelajaran yang tetap menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses belajar. AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung eksplorasi, pemecahan masalah, penyusunan aktivitas pembelajaran, maupun pengembangan berbagai sumber belajar, dengan tetap memperhatikan capaian pembelajaran dan penguatan kemampuan berpikir mahasiswa.Penyampaian Materi III berlangsung menarik dan interaktif. Dr. Eko tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga membuka ruang dialog dengan para dosen peserta. Sejumlah peserta terlihat mengikuti pembahasan dengan serius, mencatat poin-poin penting, serta merespons berbagai pertanyaan dan ilustrasi yang diberikan selama sesi berlangsung. Interaksi tersebut membuat suasana pelatihan menjadi lebih hidup karena pembahasan tidak berhenti pada konsep, tetapi berkembang ke berbagai kemungkinan penerapannya dalam kegiatan pembelajaran di program studi masing-masing.Suasana semakin hangat ketika peserta dan pemateri terlibat dalam diskusi mengenai tantangan yang dihadapi dosen dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pembelajaran. Berbagai perspektif yang muncul menunjukkan bahwa penerapan AI membutuhkan perencanaan yang matang, terutama agar teknologi dapat memperkuat proses pembelajaran tanpa mengurangi ruang bagi mahasiswa untuk berpikir secara mandiri. Dialog antara pemateri dan peserta juga memberikan kesempatan bagi dosen untuk menghubungkan materi yang disampaikan dengan pengalaman mereka dalam melaksanakan pembelajaran di perguruan tinggi.

Materi II Dosen Tadris Matematika Dalami Etika dan Integritas Penggunaan AI di Perguruan Tinggi
Berita Tadris Matematika 29 Sep 2026

Materi II Dosen Tadris Matematika Dalami Etika dan Integritas Penggunaan AI di Perguruan Tinggi

Curup, 29 September 2026 — Dosen Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti sesi kedua Pelatihan Deep Learning dan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah IAIN Curup pada Selasa, 29 September 2026, pukul 14.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Aula Harun Arrasyid, UPT Perpustakaan IAIN Curup dengan mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Perguruan Tinggi di Era Artificial Intelligence: Mewujudkan Pembelajaran Mendalam, Berintegritas, dan Berorientasi pada Penguatan Berpikir Kritis.”Pada sesi kedua ini, kegiatan menghadirkan Dr. Qolbi Khoiri, M.Pd.I., Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi bertajuk “Etika, Integritas Akademik, dan Batasan Penggunaan Artificial Intelligence bagi Dosen di Perguruan Tinggi.”Materi tersebut membahas pentingnya pemahaman dosen terhadap aspek etika dan integritas akademik di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. AI saat ini dapat membantu berbagai aktivitas akademik, mulai dari pencarian dan pengolahan informasi hingga mendukung proses penyusunan bahan pembelajaran. Namun, pemanfaatannya tetap perlu disertai kesadaran terhadap batasan dan tanggung jawab akademik.Dalam pemaparannya, Dr. Qolbi Khoiri menekankan bahwa penggunaan AI di perguruan tinggi perlu ditempatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir dan tanggung jawab akademik dosen maupun mahasiswa. Pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus tetap menjaga orisinalitas, kejujuran, dan integritas dalam kegiatan akademik.Pembahasan mengenai batasan penggunaan AI juga menjadi bagian penting dalam sesi ini. Dosen perlu memiliki kemampuan untuk membedakan pemanfaatan AI yang mendukung proses pembelajaran dengan penggunaan yang berpotensi mengurangi kemandirian berpikir dan mengabaikan prinsip-prinsip akademik.Suasana pemaparan Materi II berlangsung serius namun tetap interaktif. Para dosen yang mengikuti pelatihan tampak menyimak materi yang disampaikan, sementara perangkat digital seperti laptop turut digunakan selama sesi berlangsung. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan mengenai etika penggunaan AI tidak hanya bersifat konseptual, tetapi hadir di tengah realitas akademik yang sehari-hari semakin dekat dengan teknologi digital dan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan.Melalui Materi II ini, Pelatihan Deep Learning dan AI dalam Pembelajaran Fakultas Tarbiyah IAIN Curup tidak hanya membahas apa yang dapat dilakukan oleh Artificial Intelligence, tetapi juga menempatkan pertanyaan yang tidak kalah penting: bagaimana teknologi tersebut digunakan secara benar, bertanggung jawab, berintegritas, dan tetap berorientasi pada tujuan pendidikan. Sesi bersama Dr. Qolbi Khoiri menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan dosen menghadapi transformasi pembelajaran berbasis AI, sehingga inovasi teknologi dapat berjalan beriringan dengan etika akademik, tanggung jawab keilmuan, dan penguatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.