Menu
Berita Tadris Matematika

Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Antusias Ikuti Pelatihan Kewirausahaan, Siap Jadi Pendidik Kreatif dan Wirausahawan Muda

10 October 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
32 kali dilihat
Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Curup Antusias Ikuti Pelatihan Kewirausahaan, Siap Jadi Pendidik Kreatif dan Wirausahawan Muda

Curup, 10 Oktober 2026 — Menjadi seorang pendidik bukan berarti menutup peluang untuk menjadi wirausahawan. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan yang diikuti mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup pada Sabtu (10/10/2026), di Aula Harun Ar-Rasyid, Gedung UPT Perpustakaan IAIN Curup.

Mengusung tema “Educational Entrepreneurship: Membangun Kemandirian dan Kreativitas Mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai Calon Pendidik dan Wirausahawan”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia usaha, menggali peluang bisnis, sekaligus belajar mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang mandiri dan kreatif.

Kegiatan diawali dengan rangkaian acara pembukaan dan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd. Pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa bahwa bekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat dikembangkan tidak hanya untuk menunjang profesi sebagai pendidik, tetapi juga untuk menciptakan peluang usaha yang bermanfaat.

Suasana kegiatan semakin menarik saat memasuki sesi materi yang disampaikan oleh Ibu Dian Puspa Sari, Associate Mantri Bank BRI Cabang Curup. Mengangkat tema “Strategi Permodalan dan Akses Pembiayaan Perbankan bagi Wirausaha Muda”, narasumber mengajak mahasiswa memahami salah satu hal penting dalam merintis usaha, yaitu bagaimana memperoleh dan mengelola modal dengan tepat.

Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai strategi permodalan dan akses pembiayaan perbankan yang dapat menjadi pertimbangan ketika ingin memulai atau mengembangkan usaha. Materi tersebut memberikan gambaran bahwa membangun bisnis tidak cukup hanya dengan ide yang menarik, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang matang dan pemahaman terhadap pengelolaan keuangan.

Antusiasme mahasiswa semakin terlihat saat sesi tanya jawab dibuka. Berbagai pertanyaan seputar dunia usaha disampaikan, mulai dari cara memulai bisnis dengan modal terbatas hingga tips dan trik agar usaha dapat berkembang. Diskusi berlangsung dengan kondusif dan interaktif. Mahasiswa tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi juga aktif menggali informasi dan berbagi rasa ingin tahu mengenai tantangan yang mungkin dihadapi ketika terjun ke dunia kewirausahaan.

Keaktifan tersebut menjadikan sesi diskusi sebagai salah satu bagian yang menarik dalam pelatihan. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk bertanya langsung kepada praktisi perbankan, terutama mengenai permodalan dan pembiayaan yang kerap menjadi pertimbangan bagi calon wirausahawan pemula.

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita