Hari Kedua Materi III Pelatihan Deep Learning dan AI, Dosen TMM Dalami Perancangan Pembelajaran Berbasis AI dan OBE
Curup, 30 September 2026 — Rangkaian Pelatihan Deep Learning dan AI dalam Pembelajaran Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 memasuki hari kedua dengan pelaksanaan Materi III pada Rabu, 30 September 2026, pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Aula Harun Arrasyid, UPT Perpustakaan IAIN Curup ini kembali diikuti oleh dosen, termasuk dosen Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.
Mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Perguruan Tinggi di Era Artificial Intelligence: Mewujudkan Pembelajaran Mendalam, Berintegritas, dan Berorientasi pada Penguatan Berpikir Kritis,” sesi ketiga menjadi bagian penting dalam rangkaian pelatihan karena peserta tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam perancangan pembelajaran di perguruan tinggi.
Pada Materi III, peserta mendapatkan pemaparan dari Dr. Eko Risdianto, M.Pd., Dosen Universitas Bengkulu (UNIB), dengan topik “Merancang Pembelajaran Mendalam Berbasis AI dan OBE agar Mahasiswa Berpikir Kritis dan Logis.”
Dalam sesi ini, pembahasan difokuskan pada keterkaitan antara pemanfaatan Artificial Intelligence, pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), dan Outcome-Based Education (OBE). Ketiga aspek tersebut ditempatkan dalam kerangka perancangan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pencapaian kompetensi mahasiswa sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai salah satu dasar utama dalam merancang proses pembelajaran. Dalam konteks perkembangan AI, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang lebih variatif dan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta logis.
Sementara itu, konsep pembelajaran mendalam mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada kemampuan memahami informasi, tetapi mampu menghubungkan pengetahuan, menganalisis persoalan, serta menggunakan konsep yang dipelajari untuk menyelesaikan berbagai permasalahan secara bermakna.
Materi yang disampaikan juga memberikan perspektif bagi dosen dalam merancang pembelajaran yang tetap menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses belajar. AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung eksplorasi, pemecahan masalah, penyusunan aktivitas pembelajaran, maupun pengembangan berbagai sumber belajar, dengan tetap memperhatikan capaian pembelajaran dan penguatan kemampuan berpikir mahasiswa.
Penyampaian Materi III berlangsung menarik dan interaktif. Dr. Eko tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga membuka ruang dialog dengan para dosen peserta. Sejumlah peserta terlihat mengikuti pembahasan dengan serius, mencatat poin-poin penting, serta merespons berbagai pertanyaan dan ilustrasi yang diberikan selama sesi berlangsung. Interaksi tersebut membuat suasana pelatihan menjadi lebih hidup karena pembahasan tidak berhenti pada konsep, tetapi berkembang ke berbagai kemungkinan penerapannya dalam kegiatan pembelajaran di program studi masing-masing.
Suasana semakin hangat ketika peserta dan pemateri terlibat dalam diskusi mengenai tantangan yang dihadapi dosen dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pembelajaran. Berbagai perspektif yang muncul menunjukkan bahwa penerapan AI membutuhkan perencanaan yang matang, terutama agar teknologi dapat memperkuat proses pembelajaran tanpa mengurangi ruang bagi mahasiswa untuk berpikir secara mandiri. Dialog antara pemateri dan peserta juga memberikan kesempatan bagi dosen untuk menghubungkan materi yang disampaikan dengan pengalaman mereka dalam melaksanakan pembelajaran di perguruan tinggi.