Menu
Kemahasiswaan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Perkuat Budaya Riset, Program Studi PGMI IAIN Curup Berkolaborasi dengan Program Studi PIAUD Gelar Kuliah Tamu

06 November 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
60 kali dilihat
Perkuat Budaya Riset, Program Studi PGMI IAIN Curup Berkolaborasi dengan Program Studi PIAUD Gelar Kuliah Tamu

CURUP – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAIN Curup menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu pada Jumat (6/11/2026), bertempat di Aula Harun Ar-Rasyid Perpustakaan IAIN Curup. Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Budaya Riset Mahasiswa PGMI & PIAUD: Menggali Problematika Pendidikan Dasar, Mengembangkan Inovasi, dan Menghasilkan Penelitian Berkualitas.”

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari Program Studi PGMI dan PIAUD. Penyelenggaraan kuliah tamu tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat atmosfer akademik, memperluas wawasan keilmuan, serta menumbuhkan budaya penelitian di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi kedua program studi dalam menghadirkan kegiatan akademik yang berorientasi pada penguatan budaya riset mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penerima ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu mengembangkan pemikiran kritis, menggali berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, serta menawarkan solusi melalui penelitian yang berkualitas.

Menurutnya, budaya riset perlu dibangun sejak mahasiswa berada di bangku perkuliahan. Penelitian bukan sekadar kewajiban untuk menyelesaikan tugas akhir, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter akademik, kemampuan berpikir ilmiah, dan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

"Mahasiswa harus mulai membiasakan diri untuk berpikir kritis, peka terhadap berbagai persoalan pendidikan, dan memiliki keberanian untuk melakukan penelitian. Jangan sampai penelitian hanya dipandang sebagai kewajiban untuk menyelesaikan skripsi. Lebih dari itu, penelitian harus menjadi bagian dari tradisi akademik dan sarana untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat," pesannya.

Ia juga berharap kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus dikembangkan karena menjadi ruang pertemuan akademik yang memungkinkan mahasiswa dan dosen saling bertukar gagasan, memperkaya perspektif keilmuan, serta membangun jejaring akademik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. Muhammad Taqiyuddin, S.Ag., M.Pd.I., Ketua Program Studi PGMI, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., serta Ketua Program Studi PIAUD, H.M. Taufik Amrillah, M.Pd.

Kuliah tamu ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. H. Ahmad Zainuri, M.Pd.I., Rektor IAINU Sumatera Selatan, dan Amir Hamzah, M.Pd., Sekretaris Program Studi PIAUD UIN Raden Fatah Palembang sekaligus perwakilan Korkomwil PIAUD Wilayah Sumatera.

Kedua narasumber memberikan perspektif dan pengalaman akademik terkait pengembangan budaya penelitian, khususnya dalam menggali berbagai persoalan pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk memahami pentingnya mengidentifikasi permasalahan penelitian, mengembangkan gagasan inovatif, serta menghasilkan karya ilmiah yang memiliki nilai akademik dan manfaat praktis.

Ketua Program Studi PGMI, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat kualitas akademik mahasiswa, terutama dalam membangun kesadaran bahwa kemampuan meneliti merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki calon pendidik.

Menurutnya, mahasiswa PGMI tidak cukup hanya dibekali kemampuan mengajar, tetapi juga perlu memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan pendidikan dasar dan kemampuan mengembangkan solusi berdasarkan hasil penelitian.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa menjadi calon guru bukan hanya tentang bagaimana menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga bagaimana memahami persoalan pendidikan, menemukan solusi, dan menghadirkan inovasi melalui penelitian. Kami berharap mahasiswa PGMI semakin termotivasi untuk membaca, berdiskusi, menulis, dan menghasilkan penelitian yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi PIAUD, H.M. Taufik Amrillah, M.Pd., menyambut positif kolaborasi antara PGMI dan PIAUD dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan budaya riset menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa calon pendidik, khususnya dalam memahami dinamika dan tantangan pendidikan anak usia dini.

Ia menilai bahwa mahasiswa PIAUD perlu memiliki kemampuan untuk mengamati, mengidentifikasi, dan menganalisis berbagai persoalan dalam praktik pendidikan anak usia dini. Dengan demikian, gagasan dan inovasi pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi juga didukung oleh kajian dan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Kolaborasi ini menjadi ruang yang sangat baik bagi mahasiswa dan dosen PGMI maupun PIAUD untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat mahasiswa dalam melakukan penelitian, khususnya yang berkaitan dengan persoalan pendidikan anak usia dini. Melalui penelitian, mahasiswa diharapkan mampu melahirkan gagasan dan inovasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara kedua program studi tidak berhenti pada kegiatan kuliah tamu, tetapi dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan akademik lainnya, seperti seminar ilmiah, diskusi penelitian, publikasi karya ilmiah, hingga kolaborasi dalam pengembangan inovasi pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, Program Studi PGMI dan PIAUD IAIN Curup berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran akademik yang inspiratif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi pemantik tumbuhnya budaya riset yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa dan dosen.

Dengan budaya riset yang semakin kuat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi calon pendidik yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas pembelajaran, tetapi juga kritis, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi dalam menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan.

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita