Merajut Kata, Membumikan Bahasa: Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd. sebagai Juri Cerpen FTBI SLTP Kabupaten Rejang Lebong 2026
TBIN, IAINCurup_ Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SLTP) sederajat se-Kabupaten Rejang Lebong yang dihelat pada 27 Agustus 2026 di SMPN 2 Rejang Lebong menyisakan catatan penting dalam dunia literasi daerah. Pasalnya, perhelatan pelestarian bahasa dan sastra ibu ini menghadirkan sosok akademisi terkemuka, Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., di kursi dewan juri khusus tangkai lomba menulis cerita pendek (cerpen). Kehadiran figur kompeten dari kalangan akademisi yang diundang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Rejang Lebong ini memberikan marwah tersendiri serta memastikan bahwa proses penjurian berjalan secara objektif, profesional, dan berbobot secara akademik.
Sebagai salah satu cabang perlombaan yang paling dinanti, lomba menulis cerpen dalam FTBI menuntut para peserta—yang merupakan siswa-siswi pilihan dari berbagai SLTP di Kabupaten Rejang Lebong—untuk mampu menerjemahkan kekayaan kearifan lokal, tradisi, dan dinamika sosial ke dalam bentuk narasi fiksi yang memikat. Di sinilah ketelitian dan kepekaan Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd., sebagai seorang pakar bahasa diuji. Beliau bersama tim dewan juri lainnya dengan cermat menelaah setiap naskah cerpen, mulai dari aspek kesesuaian kaidah bahasa, kekuatan alur cerita, kekayaan imajinasi, hingga seberapa dalam para pelajar mampu menggali nilai-nilai budaya lokal ke dalam tulisan mereka.
Dalam proses penilaiannya, ditekankan bahwa penulisan cerpen berbahasa daerah bukan sekadar merangkai kata secara gramatikal, melainkan bagaimana menghidupkan kembali roh budaya leluhur melalui sudut pandang anak-anak muda masa kini. Keterlibatan dosen ahli sekelas Prof. Ifnaldi dinilai sangat strategis untuk memotivasi para peserta agar senantiasa memperhatikan kualitas sastra, diksi, serta struktur penceritaan yang baik sejak usia dini.
Partisipasi aktif Prof. Dr. Ifnaldi, M.Pd. dalam ajang bergengsi ini juga merefleksikan komitmen nyata dunia perguruan tinggi dalam mengawal literasi di tingkat dasar dan menengah. Peran akademisi tidak boleh hanya terbatas di ruang-ruang perkuliahan kampus, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat guna membimbing, mengarahkan, dan mengapresiasi tunas-tunas bangsa yang sedang merintis jalan sebagai sastrawan masa depan.
Melalui suksesnya penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu Rejang Lebong 2026 ini, diharapkan semangat mencintai bahasa daerah tidak luntur di tengah gempuran arus modernisasi. Sentuhan penilaian yang objektif dan membangun dari dewan juri diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis muda berbakat dari Rejang Lebong yang kelak konsisten menjaga kelestarian bahasa ibu sebagai identitas dan kebanggaan bersama.