Menu
Berita Fakultas

Memasuki Sesi IV, Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Bahas Analisis Data Kuantitatif Berbasis SEM-PLS

17 September 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
35 kali dilihat
Memasuki Sesi IV, Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Bahas Analisis Data Kuantitatif Berbasis SEM-PLS

Curup — Rangkaian Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 berlanjut ke Sesi IV dengan memasuki pembahasan metodologi penelitian kuantitatif. Sesi ini mengangkat topik “Analisis Data Penelitian Kuantitatif Menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS)” dengan menghadirkan Dr. Guntur Gunawan, M.Kom., Dosen IAIN Curup, sebagai pemateri. Kegiatan berlangsung di Auditorium Gedung Kuliah Terpadu (GKT) IAIN Curup dan diikuti secara aktif oleh para dosen Fakultas Tarbiyah.

Sesi IV menjadi bagian penting dari rangkaian workshop yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Metodologi Penelitian Dosen dalam Riset Pendidikan.” Setelah sebelumnya peserta memperoleh penguatan mengenai Systematic Literature Review (SLR) dan analisis data penelitian kualitatif menggunakan NVivo, pada sesi ini peserta diarahkan untuk memahami pendekatan analisis kuantitatif yang dapat digunakan dalam penelitian dengan hubungan antarvariabel yang kompleks.

Dalam pemaparannya, Dr. Guntur Gunawan, M.Kom. menjelaskan bahwa SEM-PLS merupakan salah satu pendekatan analisis statistik yang dapat digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel sekaligus menganalisis model penelitian yang melibatkan konstruk atau variabel laten. Pendekatan ini memungkinkan peneliti tidak hanya melihat hubungan langsung antarvariabel, tetapi juga mengembangkan model yang lebih komprehensif sesuai dengan kerangka konseptual penelitian yang telah dirancang.

Pembahasan kemudian diarahkan pada pemahaman mengenai bagaimana peneliti menyusun model struktural dan model pengukuran dalam SEM-PLS. Model pengukuran berkaitan dengan bagaimana indikator digunakan untuk merepresentasikan konstruk penelitian, sedangkan model struktural digunakan untuk menganalisis hubungan antar konstruk. Pemahaman terhadap kedua komponen tersebut menjadi dasar agar proses analisis dapat dilakukan secara sistematis dan selaras dengan pertanyaan serta hipotesis penelitian.

Dr. Guntur juga mengarahkan peserta untuk memahami tahapan analisis data menggunakan SEM-PLS, mulai dari penyiapan data, penyusunan model penelitian, pengujian model pengukuran, hingga evaluasi hubungan antarvariabel dalam model struktural. Peserta diperkenalkan pada berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam membaca hasil analisis sehingga output perangkat lunak tidak hanya dipahami sebagai angka statistik, tetapi dapat diinterpretasikan dalam konteks permasalahan penelitian.

Selain penyampaian konsep, sesi berlangsung dengan pendekatan praktik dan simulasi. Para dosen peserta workshop diberikan kesempatan mengikuti proses pengolahan dan interpretasi data secara lebih aplikatif. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai SEM-PLS, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapannya dalam penelitian pendidikan, khususnya penelitian yang melibatkan sejumlah variabel dan indikator secara bersamaan.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama proses pembelajaran, termasuk dalam mengikuti penjelasan, memperhatikan tahapan analisis, serta berdiskusi mengenai persoalan metodologis yang dihadapi dalam penelitian masing-masing. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dari workshop karena memungkinkan peserta menghubungkan materi SEM-PLS dengan kebutuhan riset yang sedang atau akan mereka kembangkan.

Melalui Sesi IV ini, Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Tahun 2026 diharapkan semakin memperkuat kapasitas dosen dalam memilih dan menerapkan metode analisis yang sesuai dengan karakteristik penelitian. Penguasaan SEM-PLS juga diharapkan dapat mendukung lahirnya penelitian pendidikan yang lebih sistematis, memiliki dasar analisis yang kuat, serta berpotensi dikembangkan menjadi karya ilmiah dan publikasi akademik yang berkualitas. Dengan berakhirnya sesi ini, rangkaian workshop selanjutnya diarahkan pada pendalaman materi, diskusi, konsultasi metodologi, refleksi hasil workshop, serta penutupan kegiatan.

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita