Kemdiktisaintek–DPR RI Komisi X Gelar Workshop Bina Talenta 2026, Dosen dan Tenaga Kependidikan Prodi Tadris Matematika Turut Berpartisipasi
Rejang Lebong, 27 September 2026 — Dosen dan Tendik Program Studi Tadris Matematika (TMM) turut berpartisipasi dalam Workshop Bina Talenta Tahun 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan DPR RI Komisi X. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Dosen dan Tenaga Kependidikan Profesional dan Berdaya Saing dalam Mendukung Transformasi Diktisaintek Berdampak” tersebut dilaksanakan di Politeknik Rafflesia, Sabtu (26/9/2026).
Keikutsertaan dosen dan tendik Prodi Tadris Matematika dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan kompetensi dosen dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Melalui workshop, peserta memperoleh wawasan mengenai profesionalisme, pengembangan kompetensi, budaya akademik, inovasi, serta pentingnya adaptasi terhadap transformasi pendidikan tinggi.
Kegiatan dibuka oleh Anggota DPR RI Komisi X, Dr. Dewi Coryati, M.Si. Dalam sambutannya, Dewi menekankan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tinggi sangat berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia yang menjalankannya.
“Transformasi pendidikan tinggi tidak akan berjalan tanpa SDM yang siap berubah. Karena itu, dosen dan tenaga kependidikan harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memberikan kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat,” ujar Dewi.
Menurutnya, dosen dan tenaga kependidikan memiliki posisi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar sumber daya manusia perguruan tinggi mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Workshop menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Upi Niarti, M.Ak., Prof. Sudarwan Danim, dan Dr. Agus Sunaria Sulaeman, yang memberikan materi dan perspektif mengenai penguatan profesionalisme serta kesiapan SDM dalam menghadapi transformasi pendidikan tinggi.
Dr. Upi Niarti, M.Ak. menekankan bahwa profesionalisme harus dibangun melalui kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.
“Menjadi profesional itu bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan. Kita harus punya komitmen untuk terus belajar, memperbaiki kualitas kerja, dan memberikan kontribusi yang benar-benar dirasakan oleh institusi,” ungkap Upi.
Bagi dosen Prodi Tadris Matematika, penguatan profesionalisme tersebut menjadi penting dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selanjutnya, Prof. Sudarwan Danim mengingatkan pentingnya membangun budaya belajar di lingkungan perguruan tinggi. Perubahan yang berlangsung dalam dunia pendidikan menuntut dosen dan tenaga kependidikan untuk terus mengembangkan diri.
“Jangan sampai kita merasa cukup dengan apa yang sudah kita miliki. Tantangan pendidikan terus berubah, sehingga kita juga harus terus belajar, berpikir terbuka, dan berani melakukan pembaruan,” tutur Sudarwan.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi Prodi Tadris Matematika yang terus berupaya mengembangkan kompetensi dosen dan meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan kompetensi dosen diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas mahasiswa sebagai calon pendidik matematika.
Sementara itu, Dr. Agus Sunaria Sulaeman menyoroti pentingnya memastikan bahwa transformasi pendidikan tinggi menghasilkan inovasi dan dampak nyata.
“Transformasi itu bukan sekadar mengikuti perubahan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana perubahan tersebut kita manfaatkan untuk menghasilkan inovasi dan memberikan dampak yang nyata bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat,” jelas Agus.
Bagi Prodi Tadris Matematika, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan inovasi pembelajaran matematika, pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan, penguatan penelitian, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.
Workshop Bina Talenta 2026 juga menjadi ruang bagi dosen untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring dengan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus diperkuat dalam rangka menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang mendukung pengembangan talenta dan sumber daya manusia berkualitas.