Dosen Tadris Matematika Ikuti Pelatihan Deep Learning dan AI, Perkuat Inovasi Pembelajaran di Era Digital
Curup, 29 September 2026 — Dosen Program Studi Tadris Matematika (TMM) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengikuti kegiatan Pelatihan Deep Learning dan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah IAIN Curup pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam mengembangkan pembelajaran yang adaptif, bermakna, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I IAIN Curup, Dr. Eka Apriani, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi pembelajaran di perguruan tinggi. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, perlu diiringi dengan pemahaman pedagogis agar penggunaannya mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, M.Pd.I. Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital dan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, dosen perlu terus meningkatkan kemampuan agar dapat memanfaatkan teknologi secara tepat dalam mendukung proses pembelajaran.
“Dosen tidak hanya dituntut untuk memahami perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna,” ujar Dr. Bakti Komalasari.
Memasuki sesi materi, pelatihan menghadirkan Dr. Muzanif, M.Pd., dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bengkulu sebagai pemateri pertama. Ia menyampaikan materi bertajuk “Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Perguruan Tinggi: Dari Transfer Pengetahuan Menuju Pembelajaran Bermakna.”
Dalam pemaparannya, Dr. Muzanif menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan teknologi atau AI dalam kegiatan pembelajaran. Konsep tersebut lebih menekankan bagaimana proses pembelajaran mampu membawa mahasiswa untuk memahami materi secara lebih mendalam, menghubungkan pengetahuan dengan konteks nyata, serta membangun kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Pendekatan pembelajaran mendalam mendorong perubahan paradigma dari pembelajaran yang berorientasi pada transfer pengetahuan menuju proses belajar yang memungkinkan mahasiswa aktif membangun pemahaman, mengaitkan konsep dengan permasalahan nyata, serta menghasilkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Bagi dosen Tadris Matematika, materi tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pembelajaran matematika di perguruan tinggi. Integrasi pendekatan deep learning dan AI dapat membuka ruang bagi pengembangan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, interaktif, dan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa.
Keikutsertaan dosen TMM dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran matematika yang sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital.