Dita Rafizka, Peraih IPK 3,99 Fakultas Tarbiyah IAIN Curup: Konsistensi, Disiplin, dan Cita-Cita Menjadi Guru Inspiratif
CURUP – Prestasi membanggakan ditorehkan Dita Rafizka, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99. Perempuan kelahiran Curup, 6 September 2001, ini membuktikan bahwa keberhasilan akademik dapat diraih melalui konsistensi, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menjalani setiap proses pendidikan. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi almamater yang telah menjadi tempatnya menimba ilmu dan mengembangkan potensi diri.
Perjalanan pendidikan Dita di IAIN Curup dimulai pada tahun 2022. Berbekal ketertarikan yang besar terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia sekolah dasar, ia memilih Program Studi PGMI sebagai langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru. Baginya, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati yang telah tumbuh sejak kecil. Ia ingin menjadi pendidik yang tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mampu membantu setiap anak menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Pilihan tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, karakter, dan masa depan generasi penerus bangsa.

Di balik pencapaian IPK 3,99, Dita mengaku tidak memiliki kiat belajar khusus yang rumit. Menurutnya, kunci utama keberhasilan terletak pada konsistensi dan disiplin dalam belajar. Ia berusaha mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, memperhatikan penjelasan dosen, memahami materi yang disampaikan, serta mencatat poin-poin penting selama proses pembelajaran. Ia juga membiasakan diri mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya agar lebih siap mengikuti perkuliahan. Ketika menemukan penjelasan yang belum dipahami, Dita tidak ragu untuk bertanya kepada dosen. Baginya, keberanian bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar. Ia meyakini bahwa prestasi akademik bukan semata-mata tentang kecerdasan, melainkan juga tentang kebiasaan baik dan tanggung jawab terhadap proses yang dijalani.
Perjalanan meraih prestasi tersebut tentu tidak terlepas dari tantangan. Salah satu hal yang paling dirasakan Dita selama kuliah adalah membagi waktu antara kewajiban akademik, kegiatan organisasi, dan pekerjaan. Berbagai tanggung jawab yang harus dijalankan terkadang membuatnya merasa lelah. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berproses. Dita belajar menyusun skala prioritas, mengatur jadwal kegiatan, serta menyelesaikan pekerjaan secara bertahap agar setiap tanggung jawab dapat dituntaskan dengan baik. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memahami materi perkuliahan, tetapi juga oleh kecakapan mengelola waktu, menjaga komitmen, dan bertahan menghadapi kesulitan.
Dukungan orang tua dan keluarga menjadi sumber kekuatan terbesar bagi Dita selama menempuh pendidikan, terutama doa, kasih sayang, pengorbanan, dan dukungan dari sang ibu. Ia menyadari bahwa pencapaian yang diraihnya hari ini bukanlah hasil perjuangan seorang diri, melainkan juga buah dari dukungan keluarga yang senantiasa mengiringi setiap langkahnya. Karena itu, predikat lulusan terbaik yang diperolehnya memiliki makna lebih dari sekadar penghargaan akademik. Bagi Dita, prestasi tersebut merupakan salah satu bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk membahagiakan dan membanggakan kedua orang tuanya. Dukungan keluarga menjadi pengingat bahwa di balik setiap keberhasilan, terdapat doa dan pengorbanan yang tidak selalu terlihat, tetapi memiliki arti besar dalam perjalanan seseorang meraih cita-cita.

Kesungguhan Dita dalam bidang pendidikan juga tercermin melalui penelitian skripsinya yang berjudul “Hubungan Pola Asuh Permisif terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas IV SD Negeri 07 Ujan Mas.” Penelitian tersebut berfokus pada hubungan pola asuh permisif dengan perilaku prokrastinasi akademik siswa, terutama kebiasaan menunda mengerjakan pekerjaan rumah, menyelesaikan tugas, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Melalui penelitian ini, Dita berupaya memberikan gambaran mengenai keterkaitan pola pengasuhan orang tua dengan perilaku belajar anak. Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua dan guru dalam mendampingi peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewajiban akademiknya. Topik tersebut sekaligus menunjukkan perhatiannya terhadap persoalan pendidikan dasar yang dekat dengan kehidupan siswa dan lingkungan keluarga.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Program Studi PGMI, Dita bertekad mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya dengan berkontribusi secara langsung dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Ia ingin terus mengembangkan kompetensi sebagai pendidik melalui pengalaman mengajar, pelatihan, serta berbagai kesempatan belajar lainnya. Cita-cita yang ingin diwujudkannya adalah menjadi guru yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menginspirasi, membangun karakter, dan membantu peserta didik berkembang sesuai dengan kebutuhan serta potensinya. Dita berharap dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki semangat belajar, rasa percaya diri, dan karakter yang baik. Baginya, menjadi guru merupakan kesempatan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendidikan.
Predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,99 juga menjadi motivasi bagi Dita untuk terus bertumbuh dan tidak cepat berpuas diri. Ia menyadari bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu, meningkatkan kemampuan, dan menghadapi tantangan baru di dunia nyata. Pengalaman selama menjalani perkuliahan telah mengajarkannya arti kesabaran, tanggung jawab, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga semangat ketika menghadapi berbagai keterbatasan. Ia berharap pencapaian yang diraihnya dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-cita sebagai pendidik profesional yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah dasar.

Kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dita menyampaikan pesan agar tidak pernah meremehkan proses-proses kecil yang dilakukan setiap hari. Menurutnya, prestasi tidak selalu diraih oleh mereka yang merasa paling pintar, tetapi juga oleh orang-orang yang bersedia berusaha, disiplin, konsisten, dan tidak mudah menyerah. Ia mengajak mahasiswa untuk berani mencoba hal baru, tidak malu bertanya ketika menghadapi kesulitan, serta tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai alasan untuk merasa tertinggal. Sebaliknya, keberhasilan orang lain hendaknya menjadi inspirasi untuk terus memperbaiki diri. Setiap mahasiswa, menurutnya, memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi melalui jalan serta waktu yang berbeda-beda. Karena itu, hal terpenting adalah tetap berusaha, menghargai proses, dan tidak berhenti belajar meskipun hasil yang diharapkan belum segera tercapai.
Bagi Dita Rafizka, IPK tinggi memang merupakan pencapaian yang membanggakan, tetapi nilai sesungguhnya dari pendidikan terletak pada bagaimana ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Prinsip tersebut menjadi landasan bagi langkahnya setelah menyandang predikat lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah IAIN Curup Semester Ganjil Tahun 2026. Kisah Dita menghadirkan pesan bahwa keberhasilan akademik bukan hanya tentang angka yang tercantum pada transkrip nilai, melainkan juga tentang karakter, ketekunan, dukungan keluarga, dan tujuan mulia yang ingin diwujudkan melalui ilmu pengetahuan. Dengan semangat konsistensi dan cita-cita menjadi guru inspiratif, Dita diharapkan mampu melanjutkan kiprahnya dalam dunia pendidikan serta menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Fakultas Tarbiyah IAIN Curup mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Dita Rafizka atas pencapaian Lulusan Terbaik pada Yudisium Wisuda Semester Ganjil Tahun 2026. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
شَمْسُ الرِّجَالِ الْمُحَمَّدِي