Menu
Akademik Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Dari Bangku Kuliah ke Masyarakat, 138 Mahasiswa PGMI Warnai Wisuda IAIN Curup

24 October 2026
Estimasi waktu baca: 3 menit
5 kali dilihat
Dari Bangku Kuliah ke Masyarakat, 138 Mahasiswa PGMI Warnai Wisuda IAIN Curup

CURUP – Sebanyak 138 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, mengikuti Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode II Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai I IAIN Curup, Sabtu (24/10/2026).

Keikutsertaan mahasiswa PGMI menjadi bagian dari momentum akademik yang mengukuhkan keberhasilan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Wisuda ini sekaligus menandai awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama perkuliahan di tengah masyarakat.

Secara keseluruhan, IAIN Curup mengukuhkan 647 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor. Jumlah tersebut terdiri atas 352 lulusan Fakultas Tarbiyah, 170 lulusan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), 42 lulusan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), serta 83 lulusan Pascasarjana.

Prosesi wisuda berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti lulusan Pascasarjana, FUAD, dan FSEI, sedangkan sesi kedua diperuntukkan bagi lulusan Fakultas Tarbiyah. Sidang Senat Terbuka secara resmi dibuka oleh Ketua Senat IAIN Curup, Prof. Dr. Yusefri, M.Pd., dan dihadiri Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., beserta jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga wisudawan.

Ketua Program Studi PGMI, Agus Riyan Oktori, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada 138 mahasiswa PGMI yang telah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti wisuda. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, serta dukungan dari berbagai pihak.

“Selamat kepada seluruh mahasiswa PGMI yang telah menyelesaikan studi dan mengikuti wisuda. Ini merupakan pencapaian penting setelah melalui berbagai proses pembelajaran, menyelesaikan tugas akademik, dan berjuang menuntaskan skripsi. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa lulusan PGMI memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar. Karena itu, para lulusan diharapkan tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan sikap profesional, integritas, kreativitas, dan kepedulian terhadap perkembangan peserta didik.

“Menjadi lulusan PGMI berarti turut mengambil bagian dalam menyiapkan generasi masa depan. Seorang pendidik bukan hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan memberikan keteladanan. Saya berharap para lulusan terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan,” tambahnya.

Ia juga berharap para alumni dapat menjaga nama baik almamater dan membawa semangat pendidikan yang berkarakter ke berbagai tempat pengabdian, baik sebagai guru maupun dalam bidang lain yang relevan dengan kompetensi mereka.

Dalam sambutannya pada sesi wisuda Fakultas Tarbiyah, Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., menekankan pentingnya peran pendidik dalam membentuk masa depan bangsa. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pengetahuan, tetapi juga pembentukan kejujuran, adab, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Rektor mengajak para lulusan untuk menjadikan rasa syukur, keikhlasan, dan sikap memaafkan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membantu lulusan menghadapi berbagai tantangan, menjaga ketulusan dalam bekerja, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama.

Ia juga mendorong para lulusan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan. Para alumni diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, menciptakan peluang, dan terus meningkatkan kapasitas diri.

Bagi lulusan PGMI, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebagai pendidik tidak semata-mata diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari keteladanan, kesabaran, dan kepedulian terhadap peserta didik.

Rangkaian wisuda juga menjadi momentum bagi para lulusan untuk merefleksikan perjalanan akademik yang telah dilalui. Berbagai tantangan, mulai dari penyelesaian tugas perkuliahan hingga penulisan skripsi, merupakan bagian dari proses pembentukan kompetensi dan kedewasaan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan wisudawan, Indra Pratama, S.Pd., lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan para mahasiswa.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi tidak selalu ditempuh melalui jalan yang mudah. Ada mahasiswa yang harus tinggal jauh dari keluarga, membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, serta menghadapi keterbatasan ekonomi. Namun, kegigihan, doa orang tua, dan dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting yang mengantarkan mereka hingga mencapai kelulusan.

Semangat tersebut juga relevan bagi para lulusan PGMI yang akan memasuki tahap baru dalam kehidupan. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, mereka diharapkan terus memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengabdian masyarakat.

Wisuda Periode II Tahun 2026 menjadi salah satu penanda keberhasilan IAIN Curup dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan sumber daya manusia terdidik. Bagi Program Studi PGMI, keikutsertaan 138 mahasiswa dalam momentum ini menjadi bagian dari perjalanan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dasar.

Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman akademik, dan nilai-nilai keislaman yang diperoleh selama perkuliahan, para lulusan PGMI diharapkan mampu menjadi pribadi yang kompeten, berintegritas, dan berkarakter. Lebih dari sekadar meraih gelar sarjana, mereka diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi peserta didik, satuan pendidikan, dan masyarakat luas.

Bagikan Artikel Ini

Kembali ke Daftar Berita