Bimbingan Konseling Pendidikan Islam

 

Visi

Menjadi program studi unggul, bermutu, religius, inovatif, dan kompetitif dalam pelayanan Bimbingan  Konseling Pendidkan Islam pada sektor pendidikan tahun 2021 di kawasan Sumatera Bagian Selatan.

 Misi

  1. Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dalam upaya mewujudkan guru pembimbing yang memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap (WPKNS) di bidang konseling dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman sehingga menghasilkan tenaga pendidik yang berkompeten secara pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional.
  2. Mengembangkan kegiatan penelitian yang bermutu dalam bidang konseling.
  3. Melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai wujud tanggung jawab keilmuan dalam bidang konseling.
  4. Menyelenggarakan kegiatan dengan melibatkan berbagai instansi agar lulusan memiliki kemampuan melakukan kerjasama dalam mengembangkan pelayanan konseling.

Tujuan

  1. Menghasilkan tenaga pendidik yang berakhlak mulia, kritis serta memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap (WPKNS) di bidang konseling berdasarkan ilmu keislaman yang berkompeten secara pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan penelitian yang bermutu dalam bidang konseling islam.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan pengabdian masyarakat dalam bidang konseling islam.
  4. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan pelayanan konseling.

Sasaran dan Strategi Pencapaiannya

Sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang telah dirumuskan maka sasaran dan strategi pencapaian yang dilakukan oleh PSBKPI adalah sebagai berikut.

  1. Sasaran input mahasiswa (lulusan SLTA), dengan strategi mengupayakan diterimanya input berupa mahasiswa baru yang memiliki kemampuan potensial akademik tinggi, dengan cara (1) sosialisasi dan pemberian informasi kepada calon mahasiswa (tamatan SLTA) tentang profesi dalam bidang bimbingan dan konseling (konselor) sebagai profesi mandiri dan bermartabat, (2) penerapansistem seleksi melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), Ujian Masuk Mandiri (UMM-IAIN) Curup.
  2. Sasaran proses pembelajaran, dengan strategi mengacu kepada:
    1. Kurikulum yang berorientasi pada kemampuan akademik standar kompetensi konselor sebagaimana tertuang pada Permendiknas No. 27/2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK), serta kemampuan aplikasi nyata di lapangan.
    2. Proses pembelajaran yang bermutu tinggi, melalui kegiatan pengembangan teori dan praksis serta pengalaman lapangan dalam rangka penguasaan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap (WPKNS) dalam bidang pendidikan dan bimbingan konseling islam.
    3. Perkuliahan diselenggarakan dengan menerapkan pilar high touch (yaitu hubungan personal tingkat tinggi antara pendidik dan peserta didik) dan high tech (terkait dengan materi, teknologi tinggi dalam metode, media, dan lingkungan, serta penilaian hasil pembelajaran) dalam rangka pengembangan kemampuan berpikir, merasa, bersikap, bertindak dan bertanggung jawab sesuai dengan materi dan kompetensi yang dibelajarkan.
  3. Sasaran out-put berupa lulusan PSBKI, melalui peningkatan (1) kompetensi yang terandalkan ditandai dengan hasil pembelajaran antara lain dalam bentuk kualitas materi, Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), Praktik Konseling Sekolah (PLK-S), Praktik Konseling Luar Sekolah (PLK-LS), tugas akhir dan/atau skripsi, dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), serta (2) peningkatan daya serap lulusan dalam dunia kerja dan/atau pendidikan lanjutan.
  4. Sasaran sumber daya manusia, melalui (1) pengembangan kualifikasi dan kompetensi professional dosen antara lain pendidikan lanjutan (S3) dan Pendidikan Profesi Konselor (PPK), keikutsertaan dalam seminar, workshop dan kegiatan akademik/kebudayaan lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri, dan (2) pengembangan kualifikasi dan kompetensi tenaga penunjang pendidikan (seperti teknisi/laboran) dan tenaga administrasi antara dengan studi ke program sarjana, keikutsertaan dalam pelatihan/penataran, serta (3) penerapan sistem rekrutmen calon dosen dan tenaga penunjang dengan penilaian secara langsung berdasarkan standar kualifikasi dan kompetensi yang tinggi.
  5. Sasaran penelitian, melalui penyelenggaraan kegiatan penelitian pendidikan, khususnya bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh dosen baik secara mandiri atau kelompok maupun dengan mengikutsertakan mahasiswa, yang dananya bersumber dari mandiri dan/atau sumber lain misalnya dana DIPA, dan Hibah Kompetisi Kemenag RI. Hasil penelitian ini selain dijadikan penulisan artikel untuk jurnal ilmiah, juga menjadi bahan pembelajaran yang diintegrasikan ke dalam perkuliahan yang relevan.
  6. Sasaran pengabdian kepada masyarakat, melalui penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh dosen baik secara mandiri atau kelompok maupun dengan mengikutsertakan mahasiswa, yang dananya bersumber dari sumber mandiri dan/atau sumber lain misalnya dana DIPA, dan Hibah Kompetisi Kemenag Hasil pengabdian kepada masyarakat ini selain dijadikan penulisan artikel untuk jurnal ilmiah, juga menjadi bahan pembelajaran yang diintegrasikan ke dalam perkuliahan yang relevan.
  7. Sasaran sarana dan prasarana, melalui pengembangan sarana fisik dan material, termasuk di dalamnya perangkat keras dan lunak serta sumber-sumber belajar yang berdayaguna tinggi untuk pengembangan ilmu, teknologi, dan kompetensi dalam bidang pendidikan dan pelayanan bimbingan konseling.
  8. Sasaran kemitraan dinamis, melalui pengembangan (1) kerjasama dengan berbagai komponen interen jurusan, insitut dan struktur dinas pendidikan, satuan-satuan pendidikan (sekolah/madrasah), dan program studi BK/BKI di perguruan tinggi lain baik dalam negeri maupun luar negeri, serta (2) kerjasama dengan himpunan alumni, asosiasi profesi seperti; Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), Ikatan Konselor Indonesia (IKI), Ikatan Instrumentasi Bimbingan Konseling Indonesia (IIBKIN),  lembaga kerja, media massa, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat pada umumnya.